Bacaan Sholawat Ghina dan Keutamaannya untuk Melancarkan Rezeki

3 months ago 55

Liputan6.com, Jakarta Sholawat menjadi media bagi umat Islam untuk menghormati dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Macam-macam sholawat tumbuh di masyarakat muslim, dan menjadi bagian dalam berbagai acara-acara keagamaan seperti pengajian atau Maulid Nabi. Salah satu sholawat tersebut adalah Sholawat Ghina, yang merupakan bentuk syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW khusus untuk memohon kekayaan, kelapangan hati, serta keberkahan hidup. Bacaan Sholawat Ghina ini cukup populer karena dianggap sebagai amalan untuk mendatangkan rezeki dan perlindungan. Selain itu, bacaan ini termasuk sholawat penenang hati karena menghadirkan ketenangan batin bagi pembacanya.

Sholawat sendiri adalah amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan Allah SWT mencantumkannya dalam salah satu ayat pada surat Al-Ahzab yang maknanya mengandung perintah untuk bersholawat kepada Nabi SAW. Oleh karena itu, selain sebagai amalan untuk menghormati Rasulullah SAW, bersholawat menjadi salah satu bentuk keimanan dan kepatuhan kita sebagai seorang mukmin pada perintah Allah SWT.

Sholawat Ghina sendiri hadir untuk menawarkan harapan ketika dilanda tantangan ekonomi dan emosional. Banyak yang mengamalkannya secara istiqamah agar dapat merasakan manfaatnya, baik secara materi maupun spiritual. Dengan mengamalkan sholawat ini, umat Islam tidak hanya sekadar mengamalkan ibadah, tapi juga mengharapkan syafaat Nabi.

Sejarah dan Asal-usul Sholawat Ghina

Sholawat Ghina atau Ghina Al-Faqri berasal dari tradisi tasawuf Islam, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Quran dan hadits asal usulnya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ada pengaruh dari ulama seperti Habib Syarief Muhammad Alaydrus dalam bukunya 135 Shalawat Nabi, yang mempopulerkan keutamaannya. Tradisi ini berkembang di kalangan masyarakat muslim Indonesia melalui majelis sholawat dan pengajian.​

Meski asal pastinya sulit dilacak, Sholawat Ghina justru menjadi bagian dari sholawat-sholawat faraidh yang dirangkai ulama untuk kebutuhan spesifik umat, seperti mengatasi fakir miskin. Di Indonesia sendiri, sholawat ini juga sempat dibahas dengan berlandaskan dalil-dalil sehingga menekankan kekayaan ruhani umat. Penyebaran sholawat ini semakin luas dengan adanya media digital dan buku sholawat.​

Sholawat Ghina menjadi cerminan budaya Islam Nusantara yang menggabungkan ajaran klasik dengan konteks lokal, di mana umat mencari rezeki tidak hanya lewat usaha fisiknya tapi juga melibatkan Allah dan Nabi-Nya melalui dzikir.

Bacaan Sholawat Ghina

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ غِنَاءَ فَقْرِيْ وَحَيَاةَ رُوْحِيْ وَشَرْحَ قَلْبِيْ وَنَجَاتِيْ فِی الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ

Allahumma sholli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin ghina-a faqri wa hayata ruhi wa syarha qolbi wa najati fid-dunya wal akhiroti.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, rahmat yang bisa memberikan kekayaan dari kefakiranku, kehidupan ruhku, kelapangan hati dan keselamatanku di dunia dan di akhirat."

Keutamaan Sholawat Ghina

Sholawat Ghina memiliki keutamaan utama berupa kekayaan dari kefakiran, sebagaimana yang disebutkan Habib Syarief Muhammad Alaydrus. Membaca sholawat ini secara istiqamah juga dipercaya dapat mendatangkan kehidupan hakiki yang aman dan damai, serta membantu melapangkan hati dan kesabaran. Selain itu, pengamal memperoleh keselamatan dunia dan akhirat beserta syafaat Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan ini juga diperkuat dengan adanya hadits yang menjanjikan bahwa malaikat memohon ampunan bagi mereka yang bersholawat, sehingga pahala yang diterima jadi berlipat ganda sesuai dengan yang tercantum dalam surat Al-Ahzab. Untuk soal menarik rezeki, Sholawat Ghina bisa diamalkan 3-7 kali setelah usai sholat fardhu. Tradisi ini mencerminkan ibadah mulia yang memuliakan Nabi SAW.

Membaca sholawat kepada Rasulullah SAW merupakan amalan yang sangat mulia dan memiliki nilai pahala besar. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang bersholawat kepada beliau satu kali, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali sholawat, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkat sepuluh derajatnya.

Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat, ampunan, dan karunia yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya yang memperbanyak sholawat. Setiap kali seorang muslim mengucapkan sholawat, sebenarnya ia sedang sedang memohon kepada Allah agar memuliakan, memuji, dan meninggikan derajat Nabi SAW, dan Allah pun membalas mereka yang mengamalkan dengan limpahan kebaikan yang berlipat.

Selain sebagai bentuk dzikir dan doa, shalawat juga merupakan tanda nyata kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah SAW. Para ulama menyatakan bahwa siapa yang benar-benar mencintai sesuatu, maka ia akan sering menyebutnya. Dengan memperbanyak shalawat, seorang hamba memperkuat ikatan hatinya dengan Nabi SAW, mengikuti teladan beliau, dan menunjukkan pengagungan terhadap risalah yang beliau bawa. Shalawat juga menjadi sebab turunnya rahmat dan berkah dalam kehidupan seorang muslim, serta menjadi amalan yang akan memperberat timbangan kebaikan di hari kiamat.

Manfaat Sholawat Ghina

Sama seperti sholawat-sholawat lain seperti Sholawat Nariyah, Sholawat Barzanji, dan sholawat-sholawat Nabi pendek lainnya, Sholawat Ghina memiliki manfaat-manfaat yang luar biasa meskipun tergolong sebagai amalan ringan.

Manfaat Sholawat Ghina mencakup pencerahan lahir batin serta ketenangan ruhani dari kegelisahan sehari-hari. Mereka yang mengamalkannya akan merasakan rezeki lancar tak terduga, pekerjaan berkah, dan keluarga terjaga. Bacaan ini juga membuka pintu syafaat Nabi, menjauhkan kemiskinan, dan memberikan kegembiraan dalam hati.​

Manfaat ruhani seperti kelapangan dada selaras dengan doa Nabi dalam hadits Tirmidzi untuk kaffah dari haram. Konsistensi membaca Sholawat Ghina mengubah nasib secara bertahap melalui rahmat Allah SWT.

Tata Cara dan Waktu Membaca Sholawat Ghina

Tata cara mengamalkan Sholawat Ghina adalah baca dengan niat ikhlas setelah sholat fardhu 3-7 kali, atau hingga 100 kali untuk istiqamah harian. Anda bisa memulai dengan membacanya 10 kali per sholat wajib, kemudian tingkatkan secara bertahap agar mudah konsisten. Pastikan lafal benar dan hati fokus pada makna doa.​

Waktu mustajab seperti sepertiga malam akhir, setiap pagi sebelum kerja, atau usai sholat sunnah. Baca sambil membayangkan syafaat Nabi untuk mendapatkan pahala maksimal.​

Dengan rutinitas ini, Anda bisa membaca hingga 500 kali sehari hanya dalam 3-5 menit per sesi. Konsistensi kunci utama merasakan manfaat seperti rezeki lancar dan hati tenang.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa arti Sholawat Ghina?

Memohon kekayaan dari kemiskinan, kehidupan ruh, kelapangan hati, dan keselamatan dunia-akhirat melalui sholawat kepada Nabi SAW.​

Berapa kali sebaiknya baca Sholawat Ghina?

3-7 kali setelah sholat fardhu, atau 10-100 kali harian untuk istiqamah.

Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Ghina?

Setelah sholat fardhu, sepertiga malam, atau pagi sebelum aktivitas.​

Apa keutamaan utama Sholawat Ghina?

Mendatangkan rezeki, ketenangan hati, dan syafaat Nabi di akhirat.

Dari mana asal Sholawat Ghina?

Tradisi tasawuf, dipopulerkan ulama seperti Habib Syarief dalam 135 Shalawat Nabi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |