Liputan6.com, Jakarta - Bacaan ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghits arab latin dan artinya merupakan salah satu dzikir atau wirid yang populer dan banyak dipraktikkan umat Islam. Dzikir sarat makna ini adalah munajat kepada Allah SWT dengan menyebut dua nama-Nya yang agung dari Asmaul Husna, yaitu Al-Hayyu (الحَيُّ) dan Al-Qayyum (القَيُّومُ), serta diikuti dengan permohonan pertolongan melalui rahmat-Nya.
Amalan ini sangat dianjurkan karena merupakan dzikir yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika beliau menghadapi kesulitan dan kesusahan. Allah SWT sendiri telah memerintahkan umat-Nya untuk berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah. Firman-Nya dalam Surat Al-A'raf ayat 180: "Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang indah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu...".
Menurut ulama, mengamalkan Asmaul Husna, terutama nama-nama yang agung seperti Al-Hayyu dan Al-Qayyum, dapat menjadi sebab terkabulnya doa dan terhapusnya kesulitan.
Dalam kitab Al-Jawabul Kafi karya Ibnul Qayyim, sebagaimana dinukil dalam berbagai literatur, dijelaskan bahwa Ya Hayyu Ya Qayyum dikenal sebagai Ismullahil a'dzam, yaitu nama Allah yang jika digunakan untuk berdoa, maka doa orang tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT dengan segera.
Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghits Teks Arab, Latin dan Artinya
Bacaan Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
Latin: Yā Hayyu Yā Qayyūmu bi-Rahmatika astaghītsu
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (Mengurus makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan."
Dalam kitab Al-Asmâ al-Husnâ karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, dijelaskan secara mendalam tentang makna dan kedudukan nama-nama Allah yang indah ini. Beliau menjelaskan bahwa Al-Hayyu berarti Allah Maha Hidup dengan kehidupan yang sempurna, kekal, dan abadi, tidak berawal dan tidak berakhir.
Sementara Al-Qayyum berarti Allah Maha Berdiri Sendiri, yang mengurus dan memelihara seluruh makhluk-Nya tanpa bergantung kepada siapa pun. Gabungan kedua nama ini menunjukkan kesempurnaan zat dan sifat Allah Swt.
Versi Lengkap Bacaan Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum
Dalam berbagai riwayat, terdapat beberapa versi perpanjangan dari doa ini yang juga diajarkan oleh Rasulullah SAW:
1. Versi dari Anas bin Malik r.a.
Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā Hayyu, yā Qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya'nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata 'aynin.
Artinya: "Wahai Zat yang Maha Hidup dan Maha Kekal Abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap mata."
2. Versi dari Abdullah bin Mas'ud r.a.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā Hayyu, yā Qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syay'in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata 'aynin.
Artinya: "Wahai Zat yang Maha Hidup dan Maha Kekal Abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap mata."
3. Versi dengan perlindungan dari azab
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيرُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā Hayyu yā Qayyūmu bi rahmatika astaghītsu wa min 'adzābika astajīru, ashlih lī sya'nī kullahū wa lā takilnī ilā nafsī wa lā ilā ahadin min khalqika tharfata 'aynin.
Artinya: "Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan dan dari azab-Mu aku berlindung. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri dan kepada seorang pun dari makhluk-Mu, meskipun hanya sekejap mata."
Dalil Pengamalan Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum
1. Riwayat dari Anas bin Malik r.a.
Anas bin Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW apabila ditimpa suatu perkara yang sulit, beliau berdoa:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
"Yaa hayyu yaa qoyyuum bi rohmatika astaghiitsu"
"Wahai Allah Yang Maha Hidup, Wahai Allah Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al-Hakim, dan dinilai shahih (sahih).
2. Riwayat dari Abdullah bin Mas'ud r.a.
Abdullah bin Mas'ud r.a. meriwayatkan bahwa setiap kali Rasulullah SAW ditimpa kesusahan atau kekhawatiran, beliau membaca:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
"Yaa Hayyu Yaa Qayyoom birahmatika astagheeth."
Hadis ini diriwayatkan dalam Mustadrak Al-Hakim (vol. 1, hlm. 509) dan Syu'abul Iman karya Imam Al-Baihaqi (Hadis No. 10231). Imam Al-Hakim dan Imam Adz-Dzahabi mengklasifikasikan riwayat ini sebagai sahih (otentik).
Pandangan Ulama tentang Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa Ya Hayyu Ya Qayyum merupakan salah satu doa yang paling agung dan mustajab. Beliau mengutip riwayat dari Anas bin Malik dan menekankan bahwa doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada umatnya sebagai benteng dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Jawabul Kafi Liman Sa'ala 'Anid Dawa'isy-Syafi menjelaskan bahwa Ya Hayyu Ya Qayyum termasuk dalam Ismul A'dzam atau nama Allah yang paling agung. Beliau menyebutkan bahwa nama ini terdapat dalam tiga surat Al-Qur'an, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi), Surat Ali Imran ayat 2, dan Surat Thaha ayat 111.
Imam Al-Hakim dalam Mustadrak-nya (vol. 1, hlm. 545) dan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (Hadis No. 760, 761) meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada putrinya, Sayyidah Fatimah r.a., untuk dibaca setiap pagi dan petang.
Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar dalam Al-Asmâ al-Husnâ menjelaskan bahwa nama Al-Hayyu dan Al-Qayyum adalah dua nama yang menunjukkan kesempurnaan zat dan sifat Allah. Al-Hayyu menunjukkan bahwa Allah adalah Zat yang Maha Hidup dengan kehidupan yang sempurna, tidak pernah mati, tidak mengantuk, dan tidak tidur.
Al-Qayyum menunjukkan bahwa Allah adalah Zat yang berdiri sendiri, tidak membutuhkan siapa pun, dan menjadi tempat bergantung seluruh makhluk. Gabungan kedua nama ini terdapat dalam Ayat Kursi yang merupakan ayat paling agung dalam Al-Qur'an.
Makna Mendalam Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghits
1. Makna Al-Hayyu (الحَيُّ) – Yang Maha Hidup
Al-Hayyu berasal dari akar kata hayya (حي) yang berarti hidup. Sebagai nama dan sifat Allah, Al-Hayyu berarti Allah Maha Hidup dengan kehidupan yang sempurna, kekal, dan abadi. Kehidupan Allah berbeda dengan kehidupan makhluk-Nya. Allah hidup tanpa awal dan tanpa akhir, tidak pernah mati, tidak pernah mengantuk, dan tidak pernah tidur.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa Al-Hayyu adalah Zat yang memiliki kehidupan sempurna yang mencakup segala sifat kesempurnaan. Kehidupan Allah bukanlah kehidupan yang didahului oleh ketiadaan atau diakhiri oleh kematian, melainkan kehidupan yang azali (tanpa permulaan) dan abadi (tanpa penghabisan).
Dalam konteks doa Ya Hayyu Ya Qayyum, menyebut nama Al-Hayyu berarti seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah-lah Zat yang Maha Hidup dan menjadi sumber segala kehidupan. Dengan demikian, hanya kepada-Nya lah seorang hamba memohon pertolongan dan perlindungan.
2. Makna Al-Qayyum (القَيُّومُ) – Yang Maha Berdiri Sendiri
Al-Qayyum berasal dari akar kata qama (قوم) yang berarti berdiri, tegak, dan mengurus. Sebagai nama Allah, Al-Qayyum memiliki makna yang sangat dalam, yaitu:
Pertama, Allah adalah Zat yang berdiri sendiri, tidak membutuhkan siapa pun, dan segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Allah tidak memerlukan makanan, minuman, istirahat, atau pertolongan dari makhluk-Nya.
Kedua, Allah adalah Zat yang mengurus, memelihara, dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Dia-lah yang menjaga langit dan bumi agar tidak lenyap, yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk, dan yang mengatur segala urusan alam semesta.
Ketiga, Al-Qayyum menunjukkan bahwa Allah selalu aktif mengurus makhluk-Nya, tidak pernah lalai, tidak pernah mengantuk, dan tidak pernah tidur, sebagaimana ditegaskan dalam Ayat Kursi: "Tidak mengantuk dan tidak tidur." (QS. Al-Baqarah: 255).
3. Makna "Birahmatika Astaghits" (بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ) – Dengan Rahmat-Mu Aku Memohon Pertolongan
Frasa "birahmatika astaghits" mengandung pengakuan bahwa seorang hamba tidak mampu menolong dirinya sendiri kecuali dengan rahmat Allah. Istighatsah (استغاثة) berarti memohon pertolongan dalam keadaan darurat dan kesulitan yang sangat mendesak.
Dengan mengucapkan "birahmatika astaghits", seorang hamba menyatakan bahwa ia menyadari kelemahan dan ketidakmampuannya, dan hanya berharap kepada rahmat Allah sebagai satu-satunya jalan keluar dari setiap kesulitan. Rahmat Allah adalah yang meliputi segala sesuatu, dan dengan rahmat-Nya lah seorang hamba memohon pertolongan.
4. Gabungan Dua Nama: Kesempurnaan Zat dan Sifat
Ketika dua nama ini digabungkan dalam satu bacaan, maknanya menjadi sangat mendalam. Al-Hayyu menunjukkan kesempurnaan zat Allah (Maha Hidup, kekal, abadi), sedangkan Al-Qayyum menunjukkan kesempurnaan sifat dan perbuatan Allah (Maha Mengurus, Maha Memelihara). Gabungan kedua nama ini mencakup seluruh kesempurnaan Allah, baik dalam zat maupun dalam perbuatan-Nya.
Para ulama menyebutkan bahwa Ya Hayyu Ya Qayyum termasuk dalam Ismul A'dzam (nama Allah yang paling agung) karena kedua nama ini mencakup seluruh makna kesempurnaan. Nama Al-Hayyu mencakup seluruh sifat kesempurnaan yang melekat pada zat Allah, sedangkan nama Al-Qayyum mencakup seluruh perbuatan Allah dalam mengurus dan memelihara makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyandang kedua nama ini dengan makna yang sempurna.
Tata Cara dan Waktu Terbaik Mengamalkan Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum
Tata Cara Mengamalkan
1. Persiapan dan Niat
Mulailah dengan berwudhu (jika memungkinkan), duduk dalam keadaan tenang, dan menghadap kiblat. Hadirkan niat yang tulus dalam hati bahwa zikir dan doa ini dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi kesulitan.
2. Jumlah Bacaan
Terdapat beberapa variasi jumlah bacaan yang dianjurkan oleh para ulama:
• 33 kali: Sebagaimana tercantum dalam bacaan istighosah, dianjurkan membaca Ya Hayyu Ya Qayyum birahmatika astaghits sebanyak 33 kali.
• 100 kali: Sebagian ulama menganjurkan pembacaan 100 kali setiap hari sebagai wirid rutin.
• Sesuai kemampuan: Yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan, bukan sekadar jumlah.
3. Cara Membaca
Bacalah dengan perlahan, tartil, dan penuh penghayatan terhadap setiap makna yang terkandung. Rasakan keagungan Allah yang Maha Hidup dan Maha Mengurus, serta yakini bahwa hanya dengan rahmat-Nya lah pertolongan datang. Dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan ketika berdoa, sebagai bentuk kepasrahan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
Waktu Terbaik Mengamalkan
1. Pagi dan Sore Hari
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada putrinya, Sayyidah Fatimah r.a., untuk dibaca setiap pagi dan sore hari. Waktu pagi (setelah shalat Subuh hingga terbit matahari) dan sore (setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari) merupakan waktu yang penuh berkah untuk berzikir dan berdoa.
2. Setelah Shalat Fardhu
Waktu paling utama untuk mengamalkan zikir ini adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu, terutama setelah shalat Subuh dan shalat Isya.
3. Saat Ditimpa Kesulitan atau Kesusahan
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang sedang ditimpa kesulitan, kesusahan, kekhawatiran, atau kegelisahan. Rasulullah SAW sendiri membacanya setiap kali beliau ditimpa perkara yang sulit.
4. Sebelum Tidur
Membaca doa ini sebelum tidur dapat membawa ketenangan jiwa dan perlindungan dari gangguan setan.
5 Fadhilah (Keutamaan) Bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum
1. Termasuk Ismul A'dzam (Nama Allah yang Paling Agung)
Salah satu keutamaan terbesar dari bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum adalah bahwa gabungan kedua nama ini termasuk dalam Ismul A'dzam atau nama Allah yang paling agung. Rasulullah SAW bersabda: "Ismullah al-A'dzam yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah Swt. akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surat Alquran, yaitu al-Baqarah, Ali Imran, dan Thaahaa." (HR. Ibnu Majah, Hakim, dan Thabrani).
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah dalam hadits tersebut adalah Ya Hayyu Ya Qayyum yang terdapat dalam Al-Baqarah ayat 255, Ali Imran ayat 2, dan Thaha ayat 111.
2. Doa Mustajab dan Segera Dikabulkan
Karena termasuk dalam Ismul A'dzam, doa yang diawali atau disertai dengan bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt. Imam Al-Hakim dan Imam Adz-Dzahabi mengklasifikasikan riwayat tentang doa ini sebagai sahih (otentik). Rasulullah SAW sendiri membacanya ketika menghadapi kesulitan, dan doa beliau selalu dikabulkan.
3. Mendatangkan Ketenangan dan Menghilangkan Kesusahan
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini sebagai obat bagi kesusahan dan kegelisahan. Ketika seseorang membaca Ya Hayyu Ya Qayyum dengan penuh keyakinan, hatinya akan menjadi tenang karena ia menyadari bahwa Allah Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus selalu bersamanya dan akan menolongnya. Doa ini sangat efektif untuk menghilangkan rasa cemas, takut, dan gelisah.
4. Perlindungan dari Bergantung kepada Diri Sendiri
Dalam versi lengkap doa ini terdapat permohonan: "Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap mata." Ini adalah pengakuan bahwa manusia sangat lemah dan tidak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah. Dengan mengamalkan doa ini, seorang hamba akan terhindar dari sifat sombong dan merasa cukup dengan dirinya sendiri, serta senantiasa bergantung kepada Allah dalam setiap urusan.
5. Memperbaiki Seluruh Urusan
Dalam versi lengkap doa ini juga terdapat permohonan: "Perbaikilah seluruh urusanku." Ini adalah doa yang mencakup segala aspek kehidupan, baik urusan dunia maupun akhirat. Dengan mengamalkan doa ini secara rutin, seorang hamba berharap agar Allah memperbaiki segala urusannya, memberikan kemudahan dalam setiap langkah, dan melindunginya dari segala keburukan.
Pertanyaan Seputar arti Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghits
1. Apa arti Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghits?
Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghits artinya "Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (Mengurus makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan." Al-Hayyu berarti Maha Hidup (kekal dan abadi), sedangkan Al-Qayyum berarti Maha Berdiri Sendiri dan Maha Mengurus segala sesuatu.
2. Apa dalil bacaan Ya Hayyu Ya Qayyum?
Dalil utamanya adalah hadis riwayat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW apabila ditimpa perkara yang sulit, beliau berdoa: "Ya Hayyu Ya Qayyum birahmatika astaghits." (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim, dinilai shahih). Selain itu, terdapat riwayat dari Abdullah bin Mas'ud r.a. bahwa Rasulullah membacanya saat ditimpa kesusahan (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
3. Apakah Ya Hayyu Ya Qayyum termasuk Ismul A'dzam?
Ya, menurut para ulama seperti Ibnul Qayyim, Ya Hayyu Ya Qayyum termasuk dalam Ismul A'dzam atau nama Allah yang paling agung. Nama ini terdapat dalam tiga surat Al-Qur'an: Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi), Ali Imran ayat 2, dan Thaha ayat 111. Rasulullah SAW bersabda bahwa Ismullah al-A'dzam jika digunakan untuk berdoa, maka Allah akan mengabulkannya.
4. Berapa kali membaca Ya Hayyu Ya Qayyum?
Jumlah bacaan bervariasi. Dalam bacaan istighosah, dianjurkan membacanya 33 kali. Sebagian ulama menganjurkan 100 kali sebagai wirid rutin. Yang terpenting adalah konsistensi dan kekhusyukan, serta mengamalkannya pada waktu-waktu utama seperti pagi dan sore hari, atau saat ditimpa kesulitan.
5. Kapan waktu terbaik membaca Ya Hayyu Ya Qayyum?
Waktu terbaik mengamalkan doa ini adalah pagi dan sore hari (sebagaimana diajarkan Rasulullah kepada putrinya Sayyidah Fatimah), setelah shalat fardhu, serta setiap kali ditimpa kesulitan atau kesusahan. Rasulullah SAW sendiri membacanya setiap kali beliau menghadapi perkara yang sulit.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3580533/original/022563500_1632366621-Wawancara_Kerja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5099115/original/085786100_1737178431-1737173047698_arti-qadarullah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381314/original/001937700_1760500964-Membuka_Pintu_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422475/original/020765500_1763986575-Ilustrasi_Pasangan_Muslim_-_Priscilla_Du_Preez.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463466/original/014011800_1767615771-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321442/original/000641000_1786441576-masjid-pogung-dalangan-Cmh2kEbjlyM-unsplash.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3416144/original/080053900_1617181542-Pare1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327835/original/090217100_1756190402-Gemini_Generated_Image_14t8d314t8d314t8.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502010/original/090952200_1770965006-tiktok_korlantas_klaim.jpg)