Baiti Jannati, 7 Doa Agar Rumah Dipenuhi Ketenangan dan Dijauhkan dari Gangguan Setan

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Rumah sejatinya bukan sekadar bangunan fisik tempat beristirahat, melainkan benteng bagi sebuah keluarga. Rumah yang ideal adalah Baiti Jannati (Rumahku Surgaku). Sebagai ikhtiar, penting bagi kita untuk mengetahui doa agar rumah dipenuhi ketenangan dan dijauhkan dari gangguan setan.

Setan dan jin fasik kerap mencari celah untuk masuk ke dalam rumah guna menebarkan perselisihan, kegelisahan, dan ketakutan. Untuk menangkal hal tersebut, Rasulullah SAW telah mewariskan rangkaian perlindungan spiritual yang mudah bagi umatnya.

Hal itu demi mendapatkan sebuah hunian yang tidak hanya nyaman secara material, tetapi juga dipenuhi ketenangan batin (sakinah) dan terbebas dari intervensi entitas tak kasatmata yang membawa aura negatif.

Merujuk ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaij dan Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, berikut adalah doa dan amalan penangkal gangguan setan agar rumah penuh ketenangan.

1. Doa dan Dzikir Masuk Rumah

Langkah pertama untuk memastikan rumah bebas dari setan dimulai dari ambang pintu. Memasuki rumah tanpa menyebut nama Allah adalah undangan terbuka bagi setan untuk ikut bermalam dan makan bersama penghuni rumah.

Bacaan Doa Masuk Rumah:

Arab: بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Latin: Bismillahi walajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa 'alaa rabbinaa tawakkalnaa.

Arti: "Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Tuhan kami, kami bertawakal." (Setelah membaca ini, disunnahkan mengucapkan salam "Assalamu'alaikum" kepada penghuni rumah).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari sahabat Abu Malik Al-Asy’ari. Diperkuat juga dengan hadis sahih riwayat Muslim dari Jabir bin Abdullah: "Jika seseorang memasuki rumahnya, lalu dia menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, setan berkata (kepada teman-temannya): 'Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam bagi kalian'."

Abdullah Hamud al Furaij dalam Ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari menjelaskan bahwa menyebut nama Allah (Bismillah) saat memutar engsel pintu dan melangkah masuk adalah segel pemutus akses. Setan yang membuntuti seseorang dari luar akan terhalang oleh barikade tak kasatmata. Jika ditambah dengan ucapan salam, malaikat rahmat akan membalas salam tersebut, sehingga aura ruangan seketika dipenuhi ketenangan.

2. Doa Keluar Rumah (Perisai Diri dan Hunian)

Sering kali gangguan masuk ke dalam rumah karena penghuninya membawa energi negatif dari luar. Doa keluar rumah tidak hanya melindungi fisik di perjalanan, tetapi juga memutus rantai gangguan yang mencoba mengikuti seseorang kembali ke kediamannya.

Bacaan Doa Keluar Rumah:

Arab: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latin: Bismillahi, tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illaa billah.

Arti: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya membaca (doa tersebut), maka dikatakan kepadanya: 'Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga'. Lalu setan-setan pun menjauh darinya..." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih memaparkan bahwa doa ini mengaktifkan tiga lapisan pelindung dari Allah: petunjuk, kecukupan, dan penjagaan mutlak. Setan yang tadinya bertugas menyesatkan akan berputus asa dan menjauh, sehingga saat seseorang kembali ke rumah, ia kembali dalam keadaan bersih dari intaian jin fasik.

3. Membaca Surat Al-Baqarah (Ruqyah Mandiri Bangunan)

Selain doa-doa pendek, pelindung paling absolut yang ditakuti oleh segala jenis setan, baik dari golongan jin maupun energi sihir, adalah bacaan Surat Al-Baqarah di dalam rumah.

Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari (terbirit-birit) dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah." (HR. Muslim).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menggarisbawahi perumpamaan "kuburan". Rumah yang sepi dari lantunan Al-Qur'an dan dzikir diibaratkan seperti makam yang gelap dan suram, yang sangat disukai setan.

Membaca Surat Al-Baqarah secara utuh (bisa dicicil membacanya oleh penghuni rumah) merupakan metode ruqyah bangunan yang paling ampuh, membersihkan rumah dari hawa panas, konflik suami istri yang tidak wajar, hingga gangguan mistis.

4. Doa Singgah atau Menempati Rumah (Baru/Lama)

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang memasuki sebuah ruangan, menempati rumah baru, atau sekadar singgah di suatu tempat (seperti kamar hotel atau penginapan). Doa ini memberikan garansi keamanan mutlak dari Allah.

Bacaan Doa:

Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A'ūdzu bikalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

Arti: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."

Dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu 'anha, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lalu ia membaca (doa tersebut), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya sampai ia pergi dari tempat singgahnya itu." (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa "kalimat Allah yang sempurna" merujuk pada perlindungan Al-Qur'an dan asma Allah yang tidak memiliki kekurangan. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menekankan bahwa dengan membaca doa ini, seluruh penghuni rumah dan harta bendanya akan diproteksi dari gangguan jin, binatang berbisa, hingga niat jahat manusia selama mereka berada di tempat tersebut.

6. Mengucapkan Salam Khusus Saat Memasuki Rumah Kosong

Sering kali seseorang pulang ke rumah dalam keadaan tidak ada anggota keluarga lain di dalamnya. Dalam kondisi ini, Islam tetap mensyariatkan untuk menebarkan salam, karena salam tersebut akan dijawab oleh para malaikat dan memblokir setan yang mencoba bersembunyi di rumah kosong.

Bacaan Salam:

Arab: السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

Latin: Assalāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhis shāliḥīn.

Arti: "Keselamatan semoga dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh."

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ia berkata: "Jika seseorang masuk ke rumah yang tidak ada penghuninya, maka ucapkanlah: Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis shalihin." (HR. Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad dengan sanad yang hasan).

Sebagian ulama tafsir mengaitkan amalan ini dengan Surat An-Nur ayat 61 tentang anjuran memberi salam kepada diri sendiri ketika memasuki rumah. Ulama menjelaskan bahwa rumah kosong sangat rentan diisi oleh entitas jin gaib.

Ucapan salam ini memanggil rahmat Allah dan menegaskan bahwa rumah tersebut berada di bawah pengawasan para malaikat (hamba Allah yang saleh), sehingga entitas negatif tidak akan betah menetap. 

7. Membaca 10 Ayat Pilihan dari Surat Al-Baqarah

Jika membaca seluruh Surat Al-Baqarah (sebagaimana ulasan sebelumnya) terasa berat untuk dilakukan setiap hari, ada amalan spesifik dari para sahabat Nabi yang meringkas perlindungan rumah melalui 10 ayat inti dari Surat Al-Baqarah.

Rincian Ayat:

Empat ayat pertama dari Surat Al-Baqarah (Ayat 1-4).

Ayat Kursi dan dua ayat setelahnya (Ayat 255, 256, 257).

Tiga ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah (Ayat 284, 285, 286).

Dalil dan Pandangan Ulama:

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud , ia berkata: "Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari Surat Al-Baqarah di malam hari, maka setan tidak akan memasuki rumah tersebut pada malam itu hingga pagi hari..." (HR. Ad-Darimi dan Thabrani).

Meskipun ini adalah atsar (perkataan sahabat), para ulama menilainya memiliki kedudukan marfu' (bersumber dari ajaran Nabi). Sepuluh ayat ini merangkum esensi tauhid, kebesaran Allah (Ayat Kursi), serta kepasrahan total (ayat-ayat penutup).

Membacanya di dalam rumah akan menciptakan kubah energi spiritual yang memancarkan cahaya (nur) ke segala penjuru ruangan, mengusir kegelisahan, dan mencegah masuknya jin pengganggu ke dalam kediaman keluarga. 

8. Sunnah Menutup Pintu dan Bejana Malam Hari dengan Bismillah

Sebuah adab fisik yang sering dilupakan, namun memiliki dampak spiritual yang sangat besar terhadap kedamaian rumah di malam hari.

"Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup (dengan menyebut nama Allah). Tutuplah wadah-wadah airmu... dan tutuplah bejana-bejana makananmu dan sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Abdullah Hamud al Furaij menerangkan bahwa setan memiliki kelemahan yang nyata; mereka tidak memiliki kemampuan fisik untuk membuka pintu yang telah dikunci dengan ucapan Basmalah. Menutup pintu, jendela, dan tempat makanan di malam hari sembari berdzikir memastikan rumah steril dari pencurian energi dan wabah penyakit yang disebarkan di waktu malam.

Amalan Agar Rumah Tenang, Diajuhkan dari Gangguan Setan

Berikut adalah 5 amal ibadah utama yang sangat dianjurkan untuk menghadirkan ketenangan (sakinah) dan mengusir gangguan setan dari dalam rumah:

1. Membaca Al-Qur'an (Khususnya Surat Al-Baqarah)

Rumah yang sering dilantunkan ayat suci Al-Qur'an akan bercahaya. Secara spesifik, Rasulullah SAW menegaskan bahwa setan akan lari terbirit-birit dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al-Baqarah secara utuh maupun ayat-ayat pilihannya (seperti Ayat Kursi).

2. Menghidupkan Shalat Sunnah di Rumah

Rasulullah SAW menganjurkan agar shalat fardhu dilakukan di masjid (bagi laki-laki), sementara shalat sunnah (seperti Tahajud, Dhuha, atau Rawatib) dilakukan di rumah. Amalan ini mencegah rumah menjadi gelap dan sepi secara spiritual ibarat kuburan yang disukai setan.

3. Selalu Mengucapkan Bismillah dan Salam saat Masuk Rumah

Menyebut nama Allah saat membuka pintu dan mengucapkan salam (meski rumah dalam keadaan kosong) akan memutus akses setan untuk ikut masuk, menginap, dan makan bersama penghuni rumah.

4. Menutup Pintu dan Wadah Makanan Malam Hari

Sebuah adab sunnah yang sederhana namun berdampak besar. Menutup pintu, jendela, dan panci makanan/minuman dengan mengucap Bismillah di malam hari menciptakan segel pelindung yang tidak bisa dibuka oleh jin dan setan.

5. Merutinkan Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir adalah energi spiritual yang membersihkan rumah dari hawa negatif. Dengan merutinkan dzikir (termasuk ruqyah mandiri seperti membaca Al-Mu'awwidzat), rumah akan senantiasa dinaungi malaikat rahmat yang membawa kedamaian bagi seluruh penghuninya.

Pertanyaan Seputar Doa Agar Rumah Dipenuhi Ketenangan dan Dijauhkan dari Gangguan Setan

Kepada siapa kita seharusnya meminta perlindungan dari gangguan setan?

Meminta perlindungan kepada Allah pada setiap urusan yang dapat bernilai ibadah. Termasuk meminta perlindungan kepada-Nya dari gangguan setan yang terkutuk,. Diantara lafazh yang masyhur ialah, أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم “Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan) setan yang terkutuk”

Kenapa rumah hawanya panas menurut Islam?

Dalam pandangan Islam, hawa panas atau ketidakharmonisan di dalam rumah sering dikaitkan dengan dua hal utama: gangguan spiritual (terhalangnya keberkahan) dan faktor kelalaian penghuni.

Jin apa yang perusak rumah tangga?

Dalam ajaran Islam, jin yang secara khusus bertugas merusak rumah tangga, memecah belah, dan menimbulkan kebencian antara suami istri dikenal dengan nama Jin Dasim (atau Dasiim).

Apa yang menjadi tujuan utama setan dalam perilakunya terhadap manusia?

Setan Tidak Pernah Lelah: Tujuan Utamanya Adalah Menyesatkan Manusia. Dari ayat ini jelas, bahwa tujuan utama setan adalah menyesatkan anak manusia, menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, agar berakhir di dalam neraka bersamanya. Karena kesombongannya, Iblis dilaknat dan dikeluarkan dari rahmat Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |