Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan di Hari Jumat? Begini Dalil dan Penjelasan Lengkap Ulama

1 month ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Pembahasan hukum puasa qadha Ramadhan pada hari Jumat sering muncul karena adanya hadis yang melarang mengkhususkan puasa sunnah di hari tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini perlu dipahami dengan membedakan antara puasa sunnah dan puasa wajib.

Sebagian umat Muslim mempertanyakan apakah larangan tersebut juga berlaku untuk puasa wajib seperti qadha Ramadhan. Pemahaman hukum ini penting agar pelaksanaan kewajiban ibadah tetap sesuai dengan dalil dan ketentuan syariat.

Puasa qadha Ramadhan merupakan kewajiban bagi Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar'i seperti sakit atau safar (bepergian). Oleh sebab itu, mengetahui ketentuan pelaksanaannya, termasuk jika jatuh pada hari Jumat, menjadi hal yang sangat penting. Simak informasi lengkapnya yang telah dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (27/1/2026).

Hukum Umum Puasa Sunnah di Hari Jumat

Secara umum, berpuasa sunnah pada hari Jumat secara tunggal, tanpa didahului atau diikuti puasa pada hari Kamis atau Sabtu, hukumnya adalah makruh. Kemakruhan ini memiliki tujuan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah-ibadah lain dengan lebih khusyuk dan penuh semangat, serta menjaga keseimbangan dalam beribadah. Hari Jumat dianggap sebagai hari raya mingguan bagi umat Islam, sehingga dianjurkan untuk tidak mengkhususkannya dengan puasa sunnah semata.

Dalil yang mendasari kemakruhan ini adalah sabda Rasulullah ﷺ:

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1849 dan Muslim no. 1929).

Hadis lain juga menegaskan hal serupa:

لا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Janganlah khususkan malam Jumat dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jumat dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR. Muslim no. 1144).

Pengecualian dari kemakruhan ini berlaku jika puasa hari Jumat bertepatan dengan puasa sunnah yang memiliki sebab tertentu, seperti puasa Arafah, puasa Asyura, atau puasa Daud. Selain itu, jika puasa Jumat tersebut didahului dengan puasa Kamis atau disambung dengan puasa Sabtu, maka hukumnya menjadi boleh dan tidak makruh.

Kebolehan Puasa Qadha Ramadhan di Hari Jumat

Berbeda dengan puasa sunnah, mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa qadha Ramadhan di hari Jumat hukumnya diperbolehkan dan tidak makruh, meskipun dilakukan secara tunggal. Hal ini karena puasa qadha merupakan ibadah wajib yang bertujuan mengganti puasa Ramadhan yang terlewat, bukan puasa sunnah yang dikhususkan.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), larangan berpuasa di hari Jumat yang disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ berlaku khusus untuk puasa sunnah. Sementara itu, puasa qadha yang hukumnya wajib, tidak termasuk dalam kategori larangan tersebut. Kewajiban mengganti puasa Ramadhan memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam syariat Islam.

Dalil dan Pandangan Ulama Terkemuka

Beberapa ulama dan lembaga fatwa terkemuka telah menegaskan kebolehan puasa qadha di hari Jumat. Imam Ibnu Baz menjelaskan bahwa boleh berpuasa pada hari Jumat, baik puasa sunnah maupun qadha, dan tidak ada masalah. Beliau menegaskan bahwa yang dilarang adalah mengkhususkan puasa sunnah pada hari Jumat saja.

Lembaga fatwa Syabakah Islamiyah juga menyatakan hal serupa, bahwa puasa di hari Jumat saja hukumnya sah, hanya saja makruh jika itu puasa sunnah. Namun, jika puasa tersebut merupakan bagian dari rangkaian puasa seseorang, seperti puasa qadha, maka diperbolehkan. Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu' Syarh Al Muhadzdzab menyatakan bahwa hukum makruh berpuasa di hari Jumat tidak berlaku untuk puasa qadha. Beliau berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jumat secara bersendirian, tetapi jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya, atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti puasa nadzar yang bertepatan dengan hari Jumat, maka tidaklah makruh.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin juga mengecualikan dari larangan ini jika puasa bertepatan dengan kebiasaan puasa atau puasa wajib seperti qadha. Buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini dkk. turut menyebutkan bahwa Muslim diperbolehkan untuk puasa di hari Jumat untuk mengqadha utang Ramadhan, karena pelarangan puasa pada Jumat dimaksudkan jika puasa tersebut dikhususkan sebagai puasa sunnah.

Puasa qadha Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus ditunaikan sesegera mungkin setelah Ramadhan selesai dan sebelum Ramadhan tahun berikutnya tiba. Pelaksanaannya dapat dilakukan pada hari apa pun, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, serta hari-hari tasyrik (tanggal 11-13 Zulhijah).

Mengoptimalkan Puasa Qadha dengan Puasa Sunnah

Konsep menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah didasarkan pada prinsip bahwa ibadah wajib memiliki prioritas lebih tinggi daripada ibadah sunnah. Ketika seseorang melaksanakan qadha pada hari-hari yang disunahkan untuk berpuasa, maka kewajiban qadha akan terpenuhi dan secara otomatis ia berpotensi mendapatkan pahala puasa sunnah tersebut. Namun, niat utama yang harus didahulukan adalah niat untuk qadha.

Perencanaan yang baik dalam memilih hari-hari sunnah untuk melaksanakan qadha akan memberikan efisiensi maksimal dalam beribadah. Misalnya, dengan memanfaatkan momentum puasa Senin-Kamis, seseorang dapat menyelesaikan utang puasa sambil mendapatkan keutamaan puasa di hari-hari tersebut. Begitu pula dengan puasa Ayyamul Bidh atau puasa di bulan-bulan mulia seperti Muharram dan Rajab.

Beberapa hari yang disunahkan untuk berpuasa dan dapat dimanfaatkan untuk qadha antara lain:

  • Senin dan Kamis: Puasa sunnah mingguan yang rutin.
  • Ayyamul Bidh: Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah.
  • Bulan Muharram: Khususnya tanggal 9 (Tasua) dan 10 (Asyura) Muharram.
  • Bulan Rajab: Termasuk bulan haram yang penuh keberkahan.
  • Enam Hari di Syawal: Setelah menyelesaikan puasa Ramadhan.
  • Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah: Kecuali hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.

Penting untuk diingat bahwa puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas puasa Ramadhan yang tertinggal. Oleh sebab itu, siapa pun yang masih memiliki utang puasa sebaiknya menjadikannya sebagai prioritas utama sebelum terlalu banyak mengejar puasa sunnah.

Sebagai contoh, pada tahun 2026, peringatan Isra Miraj jatuh pada hari Jumat, 16 Januari. Dalam konteks ini, jika seseorang memiliki utang puasa qadha, ia boleh melaksanakan qadha pada hari tersebut tanpa kemakruhan, meskipun hari Jumat. Hukum makruh berpuasa pada hari Jumat hanya berlaku jika seseorang sengaja mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa sunnah tanpa didahului hari Kamis atau disambung hari Sabtu.

Berdasarkan dalil dan pendapat mayoritas ulama, dapat disimpulkan bahwa boleh hukumnya melaksanakan puasa qadha Ramadhan di hari Jumat, meskipun hanya berpuasa pada hari Jumat saja. Kemakruhan mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa hanya berlaku untuk puasa sunnah, bukan untuk puasa wajib seperti qadha Ramadhan. Namun, jika seseorang ingin lebih berhati-hati dan mampu, disunahkan untuk menyertakan puasa pada hari Kamis sebelumnya atau hari Sabtu sesudahnya, atau menggabungkannya dengan niat puasa sunnah lainnya untuk meraih keutamaan ganda.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah hukum melaksanakan puasa qadha Ramadhan di hari Jumat?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa qadha Ramadhan di hari Jumat hukumnya diperbolehkan dan tidak makruh, meskipun dilakukan secara tunggal. Hal ini karena puasa qadha merupakan ibadah wajib, bukan puasa sunnah.

2. Mengapa puasa sunnah di hari Jumat secara tunggal hukumnya makruh?

Puasa sunnah di hari Jumat secara tunggal hukumnya makruh agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah lain dengan khusyuk dan menjaga keseimbangan, serta karena hari Jumat adalah hari raya mingguan bagi umat Islam.

3. Kapan puasa qadha Ramadhan harus ditunaikan?

Puasa qadha Ramadhan harus ditunaikan sesegera mungkin setelah Ramadhan selesai dan sebelum Ramadhan tahun berikutnya tiba, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk berpuasa seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

4. Bolehkah menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah?

Ya, boleh menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah pada hari yang sama. Niat utama yang harus didahulukan adalah niat untuk qadha, dan secara otomatis berpotensi mendapatkan pahala puasa sunnah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |