Contoh Mad Lazim Mutsaqqal Harfi dalam Al-Quran, Lengkap Pengertian dan Cara Membacanya

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid merupakan kewajiban bagi setiap Muslim agar makna ayat tetap terjaga. Salah satu hukum yang perlu dipahami adalah contoh mad lazim mutsaqqal harfi, yang sering dijumpai di awal beberapa surat Al-Quran.

Penerapan mad lazim yang tepat membantu menghindari kesalahan yang dapat mengubah makna teks Al-Quran, karena pemanjangan vokal bukan sekadar pilihan gaya melainkan kebutuhan fonetis yang membedakan kata dan makna. Memahami contoh mad lazim mutsaqqal harfi beserta aturannya menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas bacaan.

Mad lazim mutsaqqal harfi merupakan hukum tajwid yang termasuk satu dari beberapa hukum turunan mad, sering disebut juga sebagai mad far'i atau mad cabang, dan masuk golongan hukum mad lazim. Dilansir dari Shaykhi Academy, mempelajari dan menerapkan mad lazim memastikan pelafalan pembaca Al-Quran sejalan dengan cara Al-Quran diwahyukan dan dimaksudkan untuk dibaca, sehingga menjaga keaslian dan keindahannya.

Pengertian Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Secara bahasa, harfi memiliki arti huruf, lazim bermakna wajib atau harus, dan mutsaqqal artinya diberatkan. Sedangkan menurut istilah, mad lazim mutsaqqal harfi adalah huruf yang wajib dibaca panjang dan diberatkan. Ilmu tajwid mengatur hukum ini dengan ketentuan yang tidak boleh diubah.

Panjang bacaan mad lazim mutsaqqal harfi adalah 3 alif atau 6 harakat/ketukan, dan hukum tajwid ini terjadi apabila pada permulaan ayat surat di Al-Quran terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang delapan, yakni nun (ن), qaf (ق), shad (ص), 'ain (ع), sin (س), lam (ل), kaf (ك), dan mim (م); kemudian setelah mad ada huruf yang mati karena diidghamkan atau ditasydidkan.

Untuk memudahkan dalam mengingat, huruf-huruf tersebut dapat dihafal dengan kalimat Naqasha 'Asalukum (نَقَصَ عَسَلُكُمْ). Mengacu pada penjelasan Studio Arabiya, kata lazim sendiri bermakna "wajib" atau "permanen," dinamai demikian karena alasan pemanjangan (sukun) bersifat tetap dan tidak berubah baik saat berhenti maupun melanjutkan bacaan.

Berdasarkan penjelasan Riwaq Al Quran, menguasai pemanjangan (mudud) saat membaca Al-Quran menjaga nada ritmis khusus yang memikat hati dan menyentuh jiwa, serta menciptakan koneksi spiritual dengan Al-Quran yang merupakan tujuan akhir mempelajari tajwid.

Hukum dan Cara Membaca Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Saat mad lazim mutsaqqal harfi terjadi, bacaan harus dipanjangkan hingga enam harakat, karena adanya tekanan dalam pengucapan yang muncul akibat pertemuan antara huruf mad dan huruf bertasydid dalam satu rangkaian kata. Keunikan dari mad lazim mutsaqqal harfi adalah sifatnya yang tetap, artinya tidak boleh dipendekkan ataupun diperpanjang melebihi aturan yang telah ditetapkan.

Sebagaimana dikutip dari Tajweed.me, mad lazim harfi mutsaqqal hanya terjadi dalam satu bentuk di Al-Quran, yakni ketika salah satu huruf di pembukaan surah diucapkan dengan tiga bunyi, di mana bunyi tengah adalah huruf mad dan bunyi terakhir dilebur (di-idgham-kan) dengan bunyi awal huruf berikutnya.

Berikut adalah ketentuan cara membaca mad lazim mutsaqqal harfi yang perlu diperhatikan:

  1. Panjang bacaan wajib 6 harakat — Pembaca harus selalu memanjangkan bacaannya selama enam harakat, tepat enam hitungan, tidak lebih dan tidak kurang.
  2. Bacaan harus diberatkan — Kata "mutsaqqal" menunjukkan adanya beban karena tasydid, sehingga suara harus terasa lebih berat saat melafalkannya.
  3. Huruf diidghamkan — Bunyi akhir dari huruf yang mengandung mad lazim ini dilebur ke huruf berikutnya secara sempurna.
  4. Berlaku saat washal maupun waqaf — Berbeda dengan mad wajib muttasil atau mad jaiz munfasil yang bisa sedikit bervariasi tergantung gaya bacaan, mad lazim memiliki panjang tetap enam hitungan.
  5. Hanya berlaku pada huruf muqattaah — Hukum tajwid ini hanya terjadi pada permulaan suatu surat dalam Al-Quran yang ditandai dengan adanya mad yang bertemu tasydid atau diidghamkan.

Mengacu pada Alimaan Online, penerapan mad lazim yang benar sangat penting untuk menjaga irama dan melodi bacaan Al-Quran yang dimaksudkan, karena aturan ini memastikan suara pembaca mempertahankan sifat sakral dan merdu Al-Quran.

Contoh Mad Lazim Mutsaqqal Harfi dalam Al-Quran

Contoh mad lazim mutsaqqal harfi tersebar di beberapa surat dalam Al-Quran. Seluruh contoh ini ditemukan pada huruf-huruf muqattaah yang menjadi pembuka surat. Dilansir dari situs Yatlunahu, hanya ada empat pola kata yang mengandung hukum mad lazim mutsaqqal harfi, namun tersebar di sepuluh tempat berbeda dalam Al-Quran.

Berikut adalah daftar lengkap contoh mad lazim mutsaqqal harfi beserta lokasi dan cara membacanya:

  1. الٓمٓ (Alif Lam Mim) — Huruf Lam dibaca mad lazim mutsaqqal harfi karena bunyi akhir Lam (mim) dilebur ke huruf Mim berikutnya, dibaca: Alif Laaam Miim sepanjang 6 harakat. Terdapat di 6 tempat: QS. Al-Baqarah ayat 1, QS. Ali Imran ayat 1, QS. Al-Ankabut ayat 1, QS. Ar-Rum ayat 1, QS. Luqman ayat 1, dan QS. As-Sajdah ayat 1.
  2. الٓمٓر (Alif Lam Mim Ra) — Huruf Lam dibaca mad lazim mutsaqqal harfi dengan cara yang sama, dibaca: Alif Laaam Miim Raa. Terdapat di QS. Ar-Ra'd ayat 1.
  3. الٓمٓصٓ (Alif Lam Mim Shad) — Huruf Lam menjadi tempat mad lazim mutsaqqal harfi, dibaca: Alif Laaam Miim Shaad. Terdapat di QS. Al-A'raf ayat 1.
  4. طٰسٓمٓ (Tha Sin Mim) — Huruf Sin dibaca mad lazim mutsaqqal harfi karena bunyi akhir Sin (nun) dilebur ke Mim berikutnya, dibaca: Thaa Siiin Miim. Terdapat di 2 tempat: QS. Asy-Syu'ara ayat 1 dan QS. Al-Qashash ayat 1.

Sebagaimana disampaikan Tajweed.me, pembukaan Surat Al-Baqarah adalah alif – laam – meem, dan salah satu huruf ini diucapkan dengan tiga bunyi, yaitu huruf Lam. Bunyi pertama adalah "L", kedua adalah huruf mad "aa" (untuk alif), dan ketiga adalah mim "mm"; huruf berikutnya setelah Lam adalah Mim, sehingga bunyi akhir Lam yaitu "mm" dilebur dengan bunyi awal Mim "mm" saat membacanya.

Baca juga: 15 Macam Tajwid Penting saat Membaca Al-Quran, Jangan Sampai Salah

Ciri-Ciri dan Perbedaan dengan Mad Lazim Harfi Lainnya

Mengenali ciri-ciri mad lazim mutsaqqal harfi penting agar tidak keliru dengan jenis mad lazim harfi lainnya. Mad lazim mutsaqqal harfi terjadi pada huruf muqattaah di awal surat, terdiri dari tiga huruf di mana huruf tengahnya adalah huruf mad (ا، و، ي), diikuti oleh tasydid yang muncul karena proses idgham, dibaca panjang 6 harakat (tiga alif), dan bacaan terasa berat karena adanya penekanan tasydid.

Perbedaan utamanya dengan mad lazim harfi lainnya terletak pada mekanisme idgham dan jenis hurufnya. Berikut perbandingannya:

Aspek Mad Lazim Mutsaqqal Harfi Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Arti Berat (diberatkan) Ringan (diringankan)
Mekanisme Ada idgham/tasydid setelah mad Tidak ada idgham/tasydid
Panjang bacaan 6 harakat 6 harakat
Huruf نقصعسلكم (Naqasha 'Asalukum) حيطهر (Hayyun Thahura)
Contoh الٓمٓ, طٰسٓمٓ قٓ, نٓ, صٓ

Mengacu pada Studio Arabiya, tidak semua huruf di awal surat dibaca dengan mad lazim; huruf alif serta kelompok حيطهر (ha, ya, tha, ha, ra) hanya dibaca dengan dua hitungan. Sementara itu, huruf 'ain (ع) merupakan pengecualian khusus karena sebagaimana disepakati oleh banyak ulama, huruf ini dapat dipanjangkan 2, 4, atau 6 hitungan dengan 4 hitungan sebagai panjang yang lebih diutamakan.

Baca juga: 16 Jenis-Jenis Hukum Tajwid, Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya

Pentingnya Mempelajari Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Mempelajari mad lazim mutsaqqal harfi bukan sekadar menghafal aturan, melainkan bagian dari menjaga kemurnian bacaan Al-Quran sesuai kaidah tajwid. Mad lazim bukan sekadar pilihan melodis, melainkan kebutuhan fonetis untuk menjaga makna yang dimaksudkan dalam Al-Quran tanpa kekeliruan. Kesalahan dalam panjang bacaan dapat mengubah irama dan bahkan merusak makna yang terkandung dalam ayat suci.

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, ayat sentral Al-Quran tentang tajwid adalah surah 73:4, "Dan bacalah Al-Quran dengan bacaan yang terukur (tartil)." Ayat ini menjadi landasan utama kewajiban membaca Al-Quran dengan tepat, termasuk dalam menerapkan hukum mad lazim mutsaqqal harfi.

Mendengarkan qari yang mahir untuk memahami pelafalan dan pemanjangan yang tepat, serta berlatih membaca dengan fokus pada penerapan mad lazim secara benar, akan meningkatkan kualitas bacaan bila dilakukan secara teratur. Hal ini juga berlaku untuk semua aspek belajar tajwid secara keseluruhan.

Dilansir dari Tareequl Jannah, mad merupakan pemanjangan bunyi vokal dalam Al-Quran yang membantu memberikan aliran dan irama yang tepat pada bacaan, menyederhanakannya agar mudah dipahami dan enak didengar. Dengan demikian, menguasai macam-macam mad termasuk mad lazim mutsaqqal harfi merupakan fondasi penting bagi pembaca Al-Quran.

Baca juga: 13 Keutamaan Membaca Al-Qur'an Setiap Hari, Penuh Keberkahan

Pertanyaan Seputar Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

1. Apa itu mad lazim mutsaqqal harfi?

Mad lazim mutsaqqal harfi adalah hukum tajwid yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid (karena proses idgham) pada huruf-huruf muqattaah di awal surat Al-Quran. Bacaan ini wajib dipanjangkan selama 6 harakat atau 3 alif, dan sifat bacaannya berat karena adanya tasydid. Hukum ini termasuk dalam kelompok mad far'i yang merupakan cabang dari mad asli.

2. Berapa jumlah contoh mad lazim mutsaqqal harfi dalam Al-Quran?

Terdapat 4 pola kata yang mengandung mad lazim mutsaqqal harfi, tersebar di 10 tempat dalam Al-Quran. Keempat pola tersebut adalah Alif Lam Mim (الٓمٓ) di 6 surat, Alif Lam Mim Ra (الٓمٓر) di 1 surat, Alif Lam Mim Shad (الٓمٓصٓ) di 1 surat, dan Tha Sin Mim (طٰسٓمٓ) di 2 surat. Setiap pola ini ditemukan pada ayat pertama surat-surat dalam Al-Quran.

3. Apa perbedaan mad lazim mutsaqqal harfi dan mad lazim mukhaffaf harfi?

Perbedaan utama terletak pada ada atau tidaknya proses idgham (peleburan). Pada mad lazim mutsaqqal harfi, terdapat idgham yang menyebabkan tasydid sehingga bacaan terasa berat, sedangkan pada mad lazim mukhaffaf harfi tidak ada idgham sehingga bacaannya ringan. Meski keduanya sama-sama dibaca 6 harakat, huruf yang berlaku juga berbeda: mutsaqqal menggunakan 8 huruf (نقصعسلكم), sedangkan mukhaffaf menggunakan 5 huruf (حيطهر).

Memahami contoh mad lazim mutsaqqal harfi beserta hukum dan cara membacanya akan membuat bacaan Al-Quran semakin berkualitas dan bermakna. Dengan latihan yang konsisten dan bimbingan guru tajwid yang kompeten, setiap Muslim dapat melafalkan ayat-ayat suci dengan fasih, tartil, dan sesuai tuntunan yang telah ditetapkan oleh para ulama qira'ah sejak zaman Rasulullah SAW.

Baca juga: Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi: Hukum Bacaan, Cara Membaca, dan Contohnya

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |