Doa Agar Tanaman Subur Terhindar dari Hama dan Penyakit serta Keutamaannya dalam Islam

3 months ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Petani kerap berhadapan dengan berbagai masalah dalam proses budidaya tanaman. Karena itu, pengetahuan mengenai teknik penanaman, perawatan hingga pasca-panen sangat penting untuk petani. Bagi seorang muslim, doa agar tanaman subur terhindar dari hama dan penyakit menjadi ikhtiar batin yang mesti dilakukan sejalan dengan proses budidaya tersebut.

Sementara itu, sebagai motivasi, menanam menjadi salah satu aktivitas yang penuh dengan keberkahan. Ketika seseorang menanam, kemudian buah dan tanaman itu dimakan oleh manusia dan hewan, maka akan menjadi berkah dan pahala jariyah baginya. Rasulullah bersabda: Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,’” (HR. Muslim).

Di Indonesia peluang di sektor pertanian semakin luas. Peluang ini terbuka seturut penurunan jumlah petani. Melansir ugm.ac.id, berdasar data BPS pada tahun 2013 petani RI mencapai 31,70 Juta. Sementara saat ini, jumlah petani di Indonesia tercatat 29,34 juta petani atau turun 7,45 persen. Berikut ini adalah doa-doa agar tanaman subur hingga berhasil panen. Meliputi awal penanaman, perawatan hingga panen.

1. Doa agar Tanaman Subur dan Terhindar dari Hama Penyakit

Menanam tanaman meliputi beberapa aktivitas, mulai dari pemilihan bibit, pembenihan, penanaman hingga perawatan dan panen. Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Tafsir Al-Munir bahwa setiap Muslim hendaknya membaca doa ketika menabur benih ke tanah.

Selain perawatan secara fisik, tanaman juga perlu didoakan agar terbebas dari hama dan penyakit yang menyebabkannya gagal panen. Disebutkan, doa ini, atas izin Allah, dapat menyelamatkan tanaman dari semua penyakit, dari ulat, belalang dan lainnya.

Doa agar Tanaman Subur dan Terhindar dari Hama Penyakit

Berikut ini bacaan doa agar tanaman terhindar dari hama

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ. بَلِ اللهُ الزَّارِعُ وَاْلمُنْبِتُ وَاْلمُبْلِغُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَارْزُقْنَا ثَمْرَهُ، وَجَنِّبْنَا ضَرَرَهُ، وَاجْعَلْنَا لَأَنْعَمِكَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ، وَلِآلاَئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ، وَباَرِكْ لَنَا فِيْهِ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

Latin: A’udzubillahi minasy-syaithanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Afaroaitum maa tahrutsun, aantum tazro’uunahu am nahnuz zaari’unn. Balillaahuz zaari’u wal munbitu wal mublighu. Allohumma sholli ‘alaa muhammadin, warzuqnaa tsamrohuu wajannibnaa dhororohuu, waj’alnaa li an’amika minasy syaakiriin, wa li aalaa-ika minadz dzaakiriin, wa baarik lanaa fiihi yaa robbal ‘aalamiin

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kalian tanam? Apakah kalian yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya? Tidak, melainkan Allah yang menanam, yang menumbuhkan dan yang memperbanyak.

Ya Allah, berilah rahmat atas Nabi Muhammad, dan berilah kami rezeki buah dari tanaman ini, jauhkan kami bahayanya, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, orang-orang yang mengingat atas keagungan-keagungan-Mu, dan berkahilah kami di dalam tanaman ini, wahai Tuhan semesta alam."

2. Doa Diawali Surat Al-Waqi'ah

Doa yang mirip dengan doa di atas adalah doa yang diajarkan oleh oleh Imam Al-Qurtubi dalam kitab Al-Jami‘u li Ahkamil Qur'an. Doa ini diawali dengan membaca ta‘awudz dan Surat Al-Waqi‘ah ayat 63-64 sebagaimana berikut:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ ، اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ ، ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ

Latin: A‘ûdzubillâhi minasy-syaithânirrajîm, a fa ra'aitum mâ taḫrutsûn, a antum tazra‘ûnahû am naḫnuz-zâri‘ûn.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam? Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?” Setelah membaca ayat Al-Quran tersebut kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

بَلِ اللَّهُ الزَّارِعُ وَالْمُنْبِتُ وَالْمُبَلِّغُ ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَارْزُقْنَا ثَمَرَهُ، وَجَنِّبْنَا ضَرَرَهُ، وَاجْعَلْنَا لِأَنْعُمِكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ، وَلِآلَائِكَ مِنَ الذَّاكِرِينَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Latin: Balillâhuz Zâri‘u wal munbitu wal munbitu wal muballighu, Allahumma shallî ‘ala Muḫammadin, warzuqnâ tsamarahu, wa jannibnâ dlararahu, waj‘alnâ li an‘umika minasy syâkirîn, wa li âlâ’ika minadz dzâkirîn, wa bârik lanâ fîhi yâ rabbal ‘alamîn.

Artinya: “Allah Dzat Yang Menanam, Menumbuhkan dan Menyampaikan, Ya Allah sholawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, berikanlah kepada kami buahnya, jauhkanlah dari kami bahayanya dan jadikanlah bagi kami atas nikmat-Mu sebagai orang-orang yang bersyukur. Dan atas kekuasaan-Mu jadikan kami orang-orang yang berdzikir (selalu ingat pada-Mu) serta berikanlah keberkahan pada kami di dalamnya Wahai Tuhan sekalian alam.”

Menurut Imam Al-Qurtubi, doa ini termasuk doa yang mujarab dan telah teruji. Doa ini akan menjadi wasilah dalam memberikan keamanan pada tanaman dari serangan penyakit, ulat, belalang, dan sejenisnya.

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini mengingatkan manusia bahwa meskipun manusia menanam dan mengolah tanah, yang menumbuhkan dan menjadikan tanaman itu hidup hanyalah Allah. Ibnu Katsir berkata:“Allah-lah yang menumbuhkan tanaman dari biji yang kamu tanam. Jika bukan karena kehendak Allah, maka tidak ada satu biji pun yang akan tumbuh.”

Doa ini adalah pengakuan bahwa segala hasil usaha (bercocok tanam, berladang, berkebun) pada akhirnya adalah karunia Allah. Al-Munawi dalam Faydul Qadir menegaskan, doa seperti ini menunjukkan sikap tawakal, bahwa manusia hanya berusaha, tapi hasilnya tetap dari Allah. Doa memohon keberkahan dan perlindungan dari bahaya tanaman adalah bentuk adab kepada Allah dalam bertani.

3. Doa Terhindar Hama dan Gagal Panen

Selain bacaan doa di atas, terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar terhindar dari gagal panen. Dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, berikut bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ ثَمَرِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مَدِيْنَتِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ صَاعِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مُدِّنَا

Latin: Allâhumma bârik lanâ fî tsamarinâ, wa bârik lanâ fi madînatinâ, wa bârik lanâ fî shâ‘ina, wa bârik lanâ fî muddinâ.

Artinya: “ Tuhanku, berkatilah kami pada buah-buahan kami. Berkatilah kami pada kota kami. berkatilah kami pada gantang kami. berkatilah kami pada alat takar (mud) kami.”

Imam Nawawi menyebutkan doa ini dalam bab Doa-doa ketika melihat buah pertama kali dan permohonan keberkahan. Beliau menukil dari hadits shahih yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dan para sahabat lainnya, bahwa Rasulullah SAWmendoakan keberkahan untuk hasil bumi, kota Madinah, dan takaran makanan mereka (sha’ dan mudd adalah ukuran takaran makanan di Madinah).

Doa ini adalah permohonan kepada Allah agar segala hasil bumi, tempat tinggal, dan rezeki yang Allah berikan diberkahi. Keberkahan berarti bertambahnya kebaikan dan manfaat pada sesuatu, baik secara lahir maupun batin.

4. Doa Agar Terhindar Hama dan Panen Bagus

Kemudian ketika tanaman sudah mulai berbuah, Rasulullah SAW mengajarkan untuk membacakannya doa agar tanaman terhindar dari hama yang menyebabkan gagal panen.

Ini dia bacaan doa agar tanaman tetap sehat hingga masa panen:

اَللَّهُمَّ كَمَا أَرَيْتَنَا أَوَّلَهُ فَأَرِنَا آخِرَهُ

Latin: Allâhumma kamâ araitanâ awwalahû, fa arinâ âkhirahû

Artinya: “Tuhanku, perlihatkanlah kepada kami hasil akhir cocok tanam kami sebagaimana Engkau memperlihatkan hasil awalnya.”

Demikian itulah bacaan doa agar tanaman terhindar dari hama yang bisa kamu amalkan setiap hari. Dengan membacakan doa ketika sedang merawat tanaman, maka insya Allah tanaman akan tumbuh subur dan memberikan hasil yang bermanfaat dalam kehidupan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menyebutkan doa ini dalam bab doa ketika melihat buah pertama kali. Beliau menukil dari hadits shahih riwayat Ibnu Majah dan lainnya, bahwa Nabi SAW membaca doa ini ketika melihat buah pertama kali muncul.

Imam Nawawi menjelaskan:“Disunnahkan ketika melihat buah-buahan yang baru tumbuh di musimnya untuk mengucapkan doa ini, sebagai harapan agar Allah menyempurnakan nikmat hingga akhir musim dan menjauhkan dari segala bencana dan kerusakan.”

Inti maknanya adalah permohonan agar Allah menyempurnakan nikmat yang telah diberikan, yaitu setelah melihat permulaan buah atau hasil, diharapkan bisa menyaksikan dan menikmati hasil akhirnya (panen yang sempurna dan berkah)

Keutamaan Menanam dalam Perspektif Islam

Dalam Jurnal Menanam Tumbuhan dalam Perspektif Islam dan Sains sebagai Upaya Preventif untuk Mengurangi Kerusakan Lingkungan karya Elvara Norma Aroyandini, dkk, disebutkan bahwa sebagai pemegang otoritas khalifah fil ardy, manusia diberi tanggung jawab sekaligus anugerah untuk mengelola bumi dan seisinya dengan sebaik-baiknya.

"Salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya dalam mengemban tugas tersebut adalah perintah untuk menanam. Beberapa hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melalui ajaran Islam yang mulia sangat menganjurkan umatnya untuk bercocok tanam," demikian dikutip dari ejournal.uin-suka.ac.id.

Kitab At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif karya Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri mencatat sejumlah hadis tentang keutamaan menanam. Berikut ini adalah keutamaan menanam dalam hadis.

1. Pahala sedekah bagi mereka yang menanam pohon

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya, “Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-) nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,’” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).

2. Pahala sedekah bagi orang yang hasil tanamnya dimakan manusia, ternak, atau burung

وفي رواية لاَ يَغْرِسُ المُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا دَابَّةٌ وَلَا طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya, “Dari sahabat Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon, lalu buahnya dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau burung, kecuali itu akan bernilai sedekah sampai hari Kiamat.’”

3. Pahala sedekah bagi mereka yang hasil tanamnya dimakan ternak

وفي رواية له لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه مسلم

Artinya, “Dari sahabat Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR Muslim).

Keutamaan Menanam dalam Hadis (4-8)

4. Catatan pahala sedekah untuk mereka yang hasil tanamnya

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

Artinya, “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

5. Aliran pahala untuk mereka yang menanam pohon dan mendirikan bangunan yang bermanfaat bagi makhluk lainnya

عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

Artinya, “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,’” (HR Ahmad).

6. Catatan pahala ketika hasil tanam seseorang dimakan orang lain atau burung

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَا يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَا طَائِرٌ وَلَا شَيْئٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ أَجْرٌ رواه الطبراني

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh manusia, burung, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai pahala bagi penanamnya,’” (HR At-Thabarani).

7. Catatan pahala sedekah bagi mereka yang hasil tanamnya dinikmati binatang yang lewat

عَنْ خَلَّادِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ زَرَعَ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ الطَيْرٌ أو العافيةُ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه أحمد والطبراني

Artinya, “Dari sahabat Khallad bin Saib dari ayahnya, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang menanam pohon, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau apa saja yang melewatinya, niscaya ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,’” (HR Ahmad dan At-Thabarani).

8. Catatan sedekah bagi mereka yang menanam dan merawat pohon

عن رجل من أصحاب النبي قَالَ سمعت رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم مَنْ نَصَبَ شَجَرَةً فَصَبَرَ عَلَى حِفْظِهَا وَالْقِيَامِ عَلَيْهَا حَتَّى تُثْمِرَ كَانَ لَهُ فِى كُلِّ شَىْءٍ يُصَابُ مِنْ ثَمَرِهَا صَدَقَةٌ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

Artinya, “Dari salah seorang sahabat ra, ia mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang menanam pohon lalu sabar menjaga dan merawatnya hingga berbuah, maka setiap peristiwa yang menimpa buahnya akan bernilai sedekah bagi penanamnya di sisi Allah,’” (HR Ahmad).

Keutamaan Menanam dalam Hadis (9-12)

9. Catatan sedekah bagi mereka berbagi hasil tanam.

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ، أَنَّ رَجُلاً مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا بِدِمَشْقَ، فَقَالَ لَهُ: أَتَفْعَلُ هَذَا وَأَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم؟ فَقَالَ: لاَ تَعْجَلْ عَلَىَّ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ غَرَسَ غَرْسًا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ آدَمِىٌّ، وَلاَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ رواه أحمد

Artinya, “Dari sahabat Abu Darda ra, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang melewatinya ketika ia sedang menanam pohon di Damaskus. ‘Mengapa kamu melakukan ini (demi duniawi) padahal kamu adalah sahabat Rasulullah?’ kata orang tersebut. ‘Kamu jangan segera salah paham terhadapku. Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang menanam pohon, tiadalah hasilnya dimakan oleh anak Adam atau makhluk Allah lainnya, melainkan itu akan bernilai sedekah baginya,’’ jawab Abu Darda.” (HR Ahmad).

10. Catatan pahala bagi mereka yang menanam pohon sebanyak buah hasil tanamnya

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ قَدْرَ مَا يَخْرُجُ مِنْ ثَمَرِ ذَلِكَ الْغَرْسِ رواه أحمد

Artinya, “Dari sahabat Abu Ayub Al-Anshari ra, dari Rasulullah saw, ia bersabda, ‘Tiada seorang yang menanam pohon, melainkan Allah akan mencatat pahala baginya sekadar buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut,’” (HR Ahmad).

11. Aliran pahala bagi mereka menanam pohon kurma atau pohon bermanfaat lainnya

حديث أَنَس قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعٌ يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْماً، أَوْ كَرَى نَهْراً، أَوْ حَفَرَ بِئْراً، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً، أَوْ بَنَى مَسْجِداً، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً، أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ رواه البزار وأبو نعيم والبيهقي

Artinya, “Hadits sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, ‘ Ada tujuh yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya,’” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi).

12. Catatan pahala bagi mereka yang berbagi hasil kebunnya.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَتَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ فَذَكَرَ الحَدِيْثَ إِلَى أَنْ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ كُنْتُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذْ لَا تَعْبُدُونَ اللهَ، تَحْمِلُونَ الْكَلَّ، وَتَفْعَلُونَ فِي أَمْوَالِكُمْ الْمَعْرُوفَ، وَتَفْعَلُوْنَ إِلَى ابْنِ السَّبْيِلِ حَتَّى إِذَا مَنَّ اللهُ عَلَيْكُمْ بِالْإِسْلَامِ وَبِنَبِيِّهِ إِذَا أَنْتُمْ تُحْصِنُونَ أَمْوَالَكُمْ، فِيمَا يَأْكُلُ ابْنُ آدَمَ أَجْرٌ، وَفِيمَا يَأْكُلُ السَّبُعُ وَالطَّيْرُ أَجْرٌ قَالَ فَرَجَعَ القَوْمُ فَمَا مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلَّا هَدَمَ مِنْ حَدِيْقَتِهِ ثَلَاثِينَ بَابًا رواه الحاكم وقال صحيح الإسناد وفيه النهي الواضح عن تحصين الحيطان والنخيل والكرم وغيرها من المحتاجين والجائعين أن يأكلوا منها

Artinya, “Dari sahabat Jabir bin Abdillah ra, ia bercerita, ‘Rasulullah saw mendatangi Amr bin ‘Auf pada sebuah Rabu. Ia lalu menyebutkan hadits sampai Rasulullah bersabda, ‘Wahai sekalian masyarakat Ansor.’ ‘Kami wahai Rasulullah,’ jawab Ansor. ‘Kalian di masa Jahiliyah tidak menyembah Allah, tapi kalian menanggung beban berat, kalian berbuat baik dengan harta kalian, dan kalian membantu ibnu sabil sampai Allah menganugerahkan Islam dan nabi-Nya kepada kalian, tetapi tiba-tiba kalian memagari kebun kalian (karena kikir). Padahal buah yang dimakan anak Adam, binatang liar, dan burung (dari kebun kalian) bernilai pahala.’ Setiap orang Ansor kemudian pulang. Tidak ada satu pun dari mereka kecuali meruntuhkan 30 pintu kebun miliknya masing-masing.’” (HR Al-Hakim).

Menurut Al-Hakim, hadits ini bersanad sahih. Di dalam hadits ini terdapat larangan yang sangat jelas memagari kebun kurma dan kebun buah lainnya dari orang-orang yang lapar dan memerlukan untuk memakannya.

Semoga bermanfaat, wallahu'alam.

People also Ask:

1. Apa doa bercocok tanam?

Latin: Allahumma kama araitana awwalahu, fa arina akhirahu

2. Bagaimana cara melindungi tanaman dari hama dan penyakit?

7 Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman dengan Tepat

  • Menjaga Kualitas Tanah yang Baik.
  • Terapkan Sanitasi Kebun yang Baik.
  • Rotasikan Lokasi Tanaman.
  • Jaga Kelembapan Tanah.
  • Beri Jarak Pada Tanaman.
  • Pilih Varietas yang Tahan Penyakit.
  • Kendalikan Gulma.

3. Doa apa yang digunakan untuk mengusir hama dari rumah?

Salah satu doa yang ampuh untuk melindungi diri dari serangga adalah: “ A’udzu bi Kalimatullah At-Tammah min Sharri ma Khalaq .” Doa ini diajarkan oleh Nabi dan dibaca ketika berada di suatu tempat atau di malam hari untuk melindungi diri dari gangguan hama, serangga, dan makhluk berbahaya lainnya.

4. Bagaimana cara merawat bunga agar terhindar dari hama dan penyakit tersebut?

Tips Melindungi Bunga dari Hama dan Penyakit secara Efektif

  • Menggunakan Pestisida dan Insektisida.
  • Cara yang paling umum dilakukan untuk melindungi bunga dari hama dan penyakit adalah memberikan pestisida khusus
  • Memotong bagian Tanaman yang Terkena Hama atau Penyakit.
  • Menyiram Larutan Alami Pembasmi Hama.

5. Apa itu doa dalam pertanian?

Kami berdoa bagi mereka yang menanam, menyiapkan, dan mendistribusikan makanan yang kita konsumsi . Saat mereka berusaha mencapai hal yang mustahil, berikanlah mereka kesadaran akan peran mereka dalam keseimbangan dan keselarasan seluruh kehidupan. Semoga mereka senantiasa waspada demi keselamatan kita, dan demi kualitas produk yang mereka hasilkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |