Liputan6.com, Jakarta - Menyusun jadwal harian ibadah menjadi langkah strategis untuk menyongsong Ramadhan 2026 agar setiap detiknya tidak terbuang sia-sia dan bernilai pahala. Terlebih untuk pekerja, yang sebagian waktunya dihabiskan di kantor atau tempat kerja.
Penjadwalan ini sesuai dengan firman Allah SWT, "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)" (QS. Al-Hasyr: 18).
Menurut Mohammad Iqbal Ghazali, MA dalam ebook Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan, pembagian waktu yang tepat memungkinkan seorang Muslim menghidupkan malam dengan Qiyam Ramadhan dan mengisi siang hari dengan tilawah serta zikir secara konsisten.
Dr. Rianawati, M.Ag dalam buku Agar Ramadhan Tidak Sekedar Seremonial, Antologi Esai Ramadhan 1435 H, mengingatkan agar Ramadhan tidak sekadar menjadi kegiatan "seremonial" yang melelahkan fisik namun kosong secara makna. Manajemen diri yang baik diperlukan agar puasa mampu membuahkan kearifan sosial dan pengendalian emosi (emotional awareness) dan memenuhi kaidah keseimbangan duniawi dan ukhrawi.
Berikut ini adalah contoh jadwal ibadah harian selama Ramadhan 2026, khususnya untuk pekerja, lengkap panduan waktu dan jamnya, dalam 5 versi berbeda.
Contoh jadwal ibadah harian selama Ramadhan 2026
Ahmad Syaikhu dalam ebook Ramadhan di Tengah Wabah menjelaskan melalui penjadwalan yang bijak, seorang muslim tetap dapat memberikan hak waktu bagi keluarga dan tanggung jawab sosialnya. Berikut ini adalah contoh jadwal ibadah harian selama Ramadhan 2026.
Jadwal Ibadah Harian Ramadhan Versi I: Fokus Produktivitas Utama (Standar Pekerja)
Fokus pada efisiensi kerja tanpa meninggalkan amalan inti.
- 03:30 - 04:15: Sahur di akhir waktu, diiringi doa mustajab dan sedekah Subuh via aplikasi.
- 04:15 - 04:30: Persiapan shalat dan menunggu adzan dengan istighfar.
- 04:30 - 05:15: Shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan zikir pagi (Al-Ma'tsurat).
- 05:15 - 06:00: Tilawah Al-Qur'an minimal 5-10 halaman sebelum bersiap berangkat.
- 08:00 - 12:00: Jam kerja efektif. Niatkan sebagai amanah (muamalah). Zikir lisan saat tugas rutin.
- 12:00 - 13:00: Shalat Dzuhur, lanjut tilawah 2 halaman, dan power nap (tidur 15 menit) untuk stamina.
- 15:30 - 16:30: Shalat Ashar tepat waktu dan zikir sore di sela penyelesaian pekerjaan.
- 17:30 - 18:00: Waktu tenang (tidak bekerja). Memperbanyak doa sebelum berbuka.
- 19:30 - 21:00: Shalat Isya dan Tarawih berjamaah.
- 21:00 - 21:30: Evaluasi amalan harian sebelum istirahat tidur.
Versi 2: Akselerasi Khatam Al-Qur'an
Dirancang khusus bagi pekerja yang ingin mengejar target 1 Juz per hari.
- 03:00 - 03:45: Bangun lebih awal untuk Tahajud dan tilawah pembuka (4 halaman).
- 03:45 - 04:30: Sahur dan doa di waktu sahur.
- 05:00 - 06:30: Sesi Tilawah Utama setelah Subuh (Target: 10-12 halaman).
- 07:00 - 08:00: Mendengarkan murottal selama perjalanan ke kantor (Murajaah).
- 12:15 - 12:45: Mengisi waktu istirahat dengan tilawah (Target: 4-6 halaman).
- 15:45 - 16:15: Shalat Ashar lanjut tilawah singkat sebelum pulang (Target: 4 halaman).
- 18:30 - 19:15: Tilawah ringan setelah makan buka puasa sambil menunggu Isya.
- 21:00 - 22:00: Sesi Tadarus malam untuk menggenapkan target 1 Juz harian.
Versi 3: Penguatan Karakter & Keluarga
Menekankan pada kualitas batin (Anti-Seremonial) dan kedekatan dengan keluarga.
- 03:30 - 04:30: Sahur berjamaah. Diskusi singkat tentang makna puasa hari itu bersama keluarga.
- 05:00 - 06:00: Tadabur Al-Qur'an (membaca arti dan tafsir singkat) agar "nyata di dada".
- 09:00 - 10:00: Saat bekerja, melatih kesabaran ekstra saat menghadapi tekanan (implementasi puasa khusus).
- 12:00 - 13:00: Shalat berjamaah di kantor, menjaga lisan dari ghibah bersama rekan kerja.
- 16:30 - 17:45: Pulang lebih awal, membantu istri/ibu menyiapkan hidangan buka (Amalan Muamalah).
- 18:00 - 19:00: Berbuka dengan santun, tidak berlebih-lebihan dalam mengonsumsi makanan.
- 20:00 - 21:30: Tarawih bersama keluarga atau di masjid dekat rumah.
- 21:30 - 22:00: Membaca kisah Nabi/Sahabat kepada anak sebelum tidur.
Versi 4: Stamina & Imunitas (Gaya Hidup Sehat)
Inspirasi dari "Ramadhan di Tengah Wabah", menjaga fisik agar kuat beribadah.
- 03:15 - 04:15: Shalat malam dan sahur dengan menu bergizi serta air putih yang cukup.
- 04:30 - 05:30: Ibadah Subuh dan menghirup udara pagi untuk kesehatan paru-paru.
- 06:00 - 06:30: Olahraga sangat ringan atau peregangan di rumah.
- 10:00 - 10:15: Shalat Dhuha (Amalan pembuka pintu rezeki dan ketenangan).
- 13:00 - 13:30: Wajib Qailulah (tidur siang) agar sistem imun dan fokus kerja terjaga.
- 16:00 - 17:00: Mengikuti kajian online singkat tentang kesehatan dan iman.
- 18:00 - 18:30: Berbuka dengan kurma dan air sesuai sunnah (tidak langsung makan berat).
- 21:00 - 03:00: Istirahat malam yang berkualitas (tidur cukup) untuk metabolisme tubuh.
Versi 5: Pejuang Komuter (Pekerja Jarak Jauh)
Memanfaatkan waktu perjalanan yang panjang untuk amalan berpahala.
- 04:00 - 04:30: Sahur cepat namun bergizi dan doa keberkahan rezeki.
- 05:30 - 07:30: Waktu di kendaraan: Membaca Al-Qur'an via ponsel atau berdzikir sepanjang jalan.
- 08:00 - 15:30: Bekerja dengan integritas tinggi (Niat: Kerja adalah bagian dari jihad mencari nafkah).
- 12:00 - 12:30: Shalat Dzuhur dan istirahat sejenak di musala kantor.
- 16:00 - 18:00: Perjalanan pulang: Mengisi waktu dengan mendengarkan audio kajian atau podcast islami.
- 18:15 - 19:00: Berbuka di jalan (jika perlu) dengan sedekah paket buka bagi sesama pejuang jalanan.
- 19:30 - 21:00: Isya dan Tarawih di masjid sekitar rumah untuk melepas penat kerja.
- 21:00 - 21:30: Membaca doa tidur dan memaafkan semua orang agar hati tenang saat bangun sahur.
Tips Membuat Jadwal Ibadah Harian Ramadhan
Berdasarkan sintesis sumber di atas, berikut adalah tips singkat namun strategis dalam menyusun jadwal ibadah harian Ramadhan:
1. Tentukan Target yang Spesifik
Hindari menulis target yang mengambang seperti "Memperbanyak Tilawah". Sebaliknya, tentukan angka pasti, misalnya "Khatam 1 Juz sehari" atau "Membaca 2 lembar Al-Qur'an setiap selesai shalat fardhu". Spesifikasi ini membantu otak lebih fokus dan berkomitmen.
2. Gunakan Metode Time-Blocking Sesuai Ritme Kerja
Bagi waktu Anda dalam blok-blok aktivitas yang tidak saling bertabrakan. Untuk pekerja, alokasikan blok ibadah intensif di waktu sahur, setelah Subuh, dan malam hari. Di jam kantor, buat blok "Muamalah" di mana bekerja diniatkan sebagai ibadah sambil menjaga zikir lisan.
3. Integrasikan Amalan "Satu Paket"
Gabungkan beberapa amalan dalam satu waktu untuk efisiensi. Contohnya, saat menunggu waktu berbuka, gunakan untuk berdoa (waktu mustajab) sekaligus berzikir sore. Hal ini mencegah adanya waktu luang yang terbuang sia-sia atau sekadar menjadi "seremonial".
4. Siapkan Ruang untuk "Transformasi Karakter"
Jangan biarkan jadwal hanya berisi ritual fisik. Sisipkan waktu 10-15 menit untuk tadabbur (merenungi arti ayat) atau evaluasi diri (muhasabah). Tujuannya agar puasa yang dijalankan bukan sekadar "puasa ular" (ganti kulit), melainkan "puasa ulat" yang mengubah perilaku menjadi lebih baik.
5. Optimalkan Waktu Tunggu dan Perjalanan
Manfaatkan waktu-waktu luang seperti saat di perjalanan atau mengantre dengan amalan ringan namun berpahala besar, seperti mendengarkan murottal atau bershalawat. Ini memastikan jadwal Anda tetap "berjalan" meski Anda sedang berada di luar rumah.
6. Buat Checklist Evaluasi Harian (Mutaba'ah Yaumiyah)
Jadwal tanpa evaluasi sering kali terbengkalai. Sediakan catatan kecil atau aplikasi di ponsel untuk mencentang target yang sudah tercapai setiap malam. Jika ada yang terlewat karena kesibukan kerja, segera rencanakan penggantinya di waktu luang esok hari.
Manfaat Membuat Jadwal Ibadah Harian Selama Ramadhan
Berikut adalah manfaat utama membuat jadwal ibadah harian selama Ramadhan:
1. Menghindari Ibadah yang Sekadar "Seremonial"
Jadwal membantu Anda beralih dari rutinitas yang hanya menggugurkan kewajiban menjadi ibadah yang terencana. Dengan jadwal, Anda memiliki waktu khusus untuk tadabur (memahami makna), sehingga ibadah lebih membekas di dada dan mengubah karakter, bukan sekadar "ganti kulit" seperti puasa ular.
2. Akselerasi Peningkatan Derajat Takwa
Ramadhan adalah momentum pelipatgandaan pahala. Jadwal berfungsi sebagai strategi untuk memastikan amalan utama seperti Qiyamul Lail, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah terlaksana secara konsisten. Hal ini memudahkan Anda mencapai target menjadi pribadi yang benar-benar bertakwa (Muttaqin).
3. Keseimbangan Antara Hak Allah dan Hak Makhluk (Muamalah)
Bagi pekerja, jadwal sangat krusial untuk menyeimbangkan kewajiban profesional dengan ibadah ritual. Ahmad Syaikhu menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan membina keluarga; jadwal yang rapi memastikan hak keluarga dan tanggung jawab pekerjaan tidak terabaikan saat Anda mengejar pahala.
4. Penguatan Disiplin dan Imunitas Jiwa
Perencanaan waktu melatih kedisiplinan (istikamah). Secara psikologis, hidup yang teratur selama Ramadhan memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa. Ketenangan ini, menurut perspektif medis dan spiritual, berkontribusi langsung pada peningkatan imunitas tubuh.
5. Efisiensi dalam Mengejar Lailatul Qadar
Dengan jadwal yang sudah tertata sejak awal bulan, Anda akan lebih siap melakukan "akselerasi" ibadah pada sepuluh malam terakhir. Jadwal mencegah Anda kelelahan di awal dan kehabisan energi saat tiba waktu i'tikaf untuk memburu malam seribu bulan.
People also Ask:
Apa saja jadwal harian selama Ramadan?
Selama bulan ini, umat Muslim menjalankan puasa ketat dari subuh hingga matahari terbenam . Mereka tidak diperbolehkan makan atau minum (bahkan air) selama siang hari. Puasa adalah ibadah pribadi yang mendekatkan diri kepada Tuhan, serta bentuk disiplin spiritual dan cara untuk berempati dengan mereka yang kurang beruntung.
Apa saja 5 amalan di bulan Ramadhan?
Berbagai Amalan Bulan RamadhanMeningkatkan Salat. Untuk meningkatkan amalan di bulan puasa, Sahabat bisa meningkatkan salat dengan cara menambah salat sunah lain di luar salat fardu. ...2. Tadarus Al-Quran. ...3. Bersedekah. ...Menjalin Silaturahmi. ...Ibadah Malam. ...6. Itikaf. ...7. Mengakhiri Sahur. ...Menyegerakan Berbuka Puasa.
Apa saja 3 amalan pokok Ramadhan?
Membantu sesama, berbagi makanan untuk berbuka puasa, serta memberikan bantuan kepada fakir miskin menjadi cara untuk menambah pahala di bulan suci ini. Dengan menjalankan ketiga amalan tersebut, umat Muslim dapat meraih keberkahan Ramadan dan memperoleh ampunan dari Allah SWT.
4 Amalan apa saja yang dianjurkan di bulan puasa?
Empat amalan utama yang sangat dianjurkan di bulan puasa adalah Salat Tarawih dan Tarahud, membaca Al-Qur'an (Tadarus), bersedekah, dan Itikaf di Masjid, selain tentu saja puasa itu sendiri, karena pahalanya berlipat ganda dan sangat dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Apa saja jadwal puasa selama Ramadan?
Umat Islam dewasa yang sehat berpuasa selama bulan Ramadan dari subuh hingga senja . Ini termasuk menahan diri dari minum, makan, perbuatan immoral, dan amarah. Amalan ibadah lainnya seperti salat, membaca Al-Quran, dan sedekah juga dianjurkan selama bulan suci ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






