Liputan6.com, Jakarta - Pergantian tahun Hijriah menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memohon ampunan. Salah satu amalan yang lazim dilakukan menjelang 1 Muharram adalah pembacaan Doa Akhir Tahun Baru Islam, sebuah tradisi spiritual yang menandai penutupan tahun Hijriah dengan harapan dan doa.
Doa ini umumnya dilantunkan pada penghujung bulan Zulhijah, sebelum fajar 1 Muharram tiba, sebagai bentuk permohonan ampunan atas segala kesalahan yang telah diperbuat sepanjang tahun. Selain itu, amalan ini juga menjadi sarana untuk mengharapkan penerimaan amal kebaikan serta mempersiapkan diri menyambut lembaran baru dengan hati yang lebih bersih.
Tradisi pembacaan doa ini telah lama berakar di kalangan umat Islam Nusantara, yang diperkenalkan oleh para ulama terkemudian untuk mengisi momen peralihan tahun dengan makna mendalam. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi'i (wafat 1335 H) bahkan menjelaskan dalam kitabnya bahwa ia menerima wasiat dari Syekh Umar bin Qudamah Al-Maqdisi mengenai pentingnya mengamalkan doa tersebut, dan para guru mereka senantiasa mewasiatkan serta membiasakan pembacaan doa awal dan akhir tahun.
Makna dan Esensi Doa Akhir Tahun
Doa akhir tahun merupakan sebuah amalan yang dibaca oleh sebagian umat Islam pada penghujung tahun Hijriah, tepat sebelum masuk tanggal 1 Muharram.
Tujuan utama dari pembacaan doa ini adalah untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sepanjang satu tahun terakhir. Melalui doa ini, umat Muslim juga berharap agar semua amal kebaikan yang telah dikerjakan dapat diterima oleh-Nya.
Momen pergantian tahun Hijriah juga dimanfaatkan sebagai waktu untuk muhasabah atau introspeksi diri. Ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap amal ibadah dan perilaku, dengan tujuan untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang.
Waktu Pembacaan dan Tradisi Pergantian Hari
Pembacaan doa akhir tahun biasanya dilakukan pada akhir bulan Zulhijah, sebelum memasuki tanggal 1 Muharram.
Sebagian ulama menganjurkan agar doa ini dibaca menjelang waktu Magrib pada hari terakhir tahun Hijriah. Umumnya, doa ini dibaca sebanyak tiga kali untuk mengakhiri tahun dengan permohonan ampunan yang tulus.
Dalam tradisi Islam, hari baru dimulai setelah Magrib. Oleh karena itu, doa akhir tahun dibaca sebelum Magrib pada hari terakhir Zulhijah, sementara doa awal tahun dibaca setelah Magrib, menandai dimulainya malam 1 Muharram.
Lafal Doa Akhir Tahun Lengkap
Berikut adalah teks doa akhir tahun yang dapat diamalkan oleh umat Muslim:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.
Lafal doa tersebut juga dapat dibaca dalam transliterasi Latin: “Allahumma ma 'amiltu fii hadzihis sanati mimma nahaitanii 'anhu falam atub minhu walam tardhahu walam tansahu wa halumta 'alayya ba'da qudratika 'ala 'uqubati wa da'autanii ilat taubati minhu ba'da jur-atii 'ala ma'shiyatika fa inni astaghfiruka faghfir lii.”
Artinya: “Ya Allah, apa saja yang telah aku kerjakan sepanjang tahun ini yang Engkau larang, namun aku belum bertaubat darinya, sedangkan Engkau tidak meridhainya, Engkau tidak melupakannya, dan Engkau tetap memberikan kesempatan kepadaku setelah Engkau mampu menghukumku, serta Engkau tetap mengajakku untuk bertaubat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu, maka sungguh aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku.”
Keutamaan dan Perlindungan dari Godaan Setan
Membaca doa akhir tahun membawa banyak keutamaan spiritual bagi seorang Muslim.
Salah satu keutamaan yang ditekankan adalah perlindungan dari godaan setan sepanjang tahun yang akan datang. KH Sholeh Darat Semarang menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca doa akhir tahun ini tidak akan tergoda oleh setan dalam tahun itu.
Doa ini juga menjadi sarana yang kuat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan selama satu tahun penuh. Dengan membacanya, seorang Muslim diberikan kesempatan untuk memulai tahun berikutnya dengan hati yang bersih, penuh berkah, dan tidak menangguhkan taubat.
Kedudukan dalam Syariat dan Sejarah Amalan
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan pembacaan doa akhir tahun maupun doa awal tahun Hijriah.
Oleh karena itu, doa ini tidak boleh diyakini sebagai amalan wajib atau sunah khusus yang memiliki keutamaan tertentu berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
Meskipun demikian, berdoa pada dasarnya merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, selama isi doanya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Amalan membaca doa akhir dan awal tahun Hijriah ini merupakan tradisi yang telah lama diamalkan secara meluas di kalangan umat Islam di Nusantara, termasuk di Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Singapura.
Amalan Pelengkap Menjelang Tahun Baru Hijriah
Selain membaca doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan lain menjelang tahun baru Hijriah guna memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan-amalan tersebut meliputi memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan sepanjang tahun. Bersedekah juga sangat dianjurkan untuk membantu sesama dan mendapatkan pahala berlipat ganda.
Membaca Al-Qur'an dapat mendekatkan diri kepada Allah, menambah pemahaman agama, dan memperkuat iman. Selain itu, mengerjakan shalat sunah seperti shalat Dhuha dan shalat Tahajjud dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta melakukan muhasabah diri untuk merenungi perjalanan hidup dan amalan yang telah berlalu.
5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Doa Akhir Tahun Hijriah
1. Kapan waktu yang tepat membaca doa akhir tahun Hijriah?
Doa akhir tahun Hijriah biasanya dibaca pada hari terakhir bulan Zulhijah sebelum waktu Magrib. Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai setelah Magrib, sehingga doa ini dibaca sebelum masuk malam 1 Muharram sebagai bentuk penutup tahun yang telah berlalu.
2. Apa tujuan membaca doa akhir tahun Baru Islam?
Tujuan utama membaca doa akhir tahun adalah memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang dilakukan selama setahun terakhir. Selain itu, doa ini juga menjadi sarana untuk mensyukuri nikmat Allah, memohon diterimanya amal ibadah, dan mempersiapkan diri menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih baik.
3. Apakah doa akhir tahun Hijriah memiliki dasar hadis yang sahih?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang secara khusus memerintahkan pembacaan doa akhir tahun maupun doa awal tahun Hijriah. Namun, berdoa sendiri merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam selama isi doanya baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
4. Berapa kali doa akhir tahun sebaiknya dibaca?
Sebagian ulama dan tradisi yang berkembang di masyarakat menganjurkan doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali menjelang Magrib pada akhir bulan Zulhijah. Tujuannya adalah memperbanyak permohonan ampun dan menutup tahun dengan dzikir serta doa kepada Allah SWT.
5. Amalan apa saja yang dianjurkan selain membaca doa akhir tahun?
Selain membaca doa akhir tahun, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, bersedekah, melaksanakan shalat sunah seperti Dhuha dan Tahajud, serta melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Amalan-amalan tersebut dapat membantu meningkatkan ketakwaan dan menyambut tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih bersih dan penuh semangat beribadah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5258672/original/007662100_1750394658-18b4e792-fa49-48cf-b166-455eb3a3b632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214079/original/039504800_1597893428-mosque-4196145_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258761/original/003644900_1781408900-Pengajian_Haji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470201/original/068921400_1779331750-20151014000420-pawai-obor-dan-kembang-api-meriahkan-malam-tahun-baru-1434-hijriah-002-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258046/original/074224600_1781303930-Kereta_gantung_Al-Hada_Cable_Car_di_Taif__Arab_Saudi__difoto_pada_10_Juni_2026.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256870/original/040164900_1781172896-Pasar_Kakiyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256844/original/002466200_1781172077-Mataf_Ka___bah_di_Masjidil_Haram..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896192/original/028890500_1721390967-WhatsApp_Image_2024-07-19_at_14.25.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3428658/original/001946500_1618390460-WhatsApp_Image_2021-04-14_at_10.58.41_AM__1_.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














