Doa-Doa Perlindungan Keluarga dari Fitnah Dajjal Lengkap Penjelasannya

2 months ago 83

Liputan6.com, Jakarta - Fitnah Dajjal merupakan ujian terbesar yang akan menimpa umat manusia di akhir zaman. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui doa perlindungan keluarga dari fitnah Dajjal.

Betapa berbahayanya fitnah Dajjal diperingatkan langsung Nabi SAW dalam hadis, yang artinya: “Tidak ada fitnah yang lebih besar sejak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat daripada fitnah Dajjal.”(HR. Muslim no. 2946).

Dajjal diriayatkan akan muncul membawa tipu daya luar biasa, memperlihatkan hal-hal yang tampak seperti mukjizat; menghidupkan orang mati, menurunkan hujan, dan memberi rezeki. Semua itu adalah tipuan untuk menyesatkan manusia agar menyembahnya. Sebab itu, Nabi SAW memperingatkan umat agar berlindung dari fitnahnya, baik dalam sholat maupun sebagai doa harian.

Para ulama menjelaskan bahwa fitnah Dajjal bukan sekadar ujian fisik, tetapi fitnah akidah dan hati. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari mengungkapkan fitnah Dajjal begitu berat karena ia mampu memperdaya manusia dengan sihir dan tipu muslihatnya, sehingga hanya orang-orang yang kokoh imannya yang mampu selamat dari godaannya.

1. Doa Terhindar Fitnah Dajjal saat Tasyahud Akhir Sholat

Merujuk buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap Dzikir dan Doa-Doa Mustajabah karya Abu Quro, berikut ini adalah doa terhindar fitnah Dajjal. Doa ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca setiap selesai tasyahud akhir sebelum salam dalam sholat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal." (HR. Muslim dari Anas dan Abu Hurairah).

Doa terhindar dari tipu daya dajjal tertulis dalam hadis Muslim yang menyebutkan Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Jika kalian selesai melakukan tasyahud akhir, berlindunglah pada Allah dari empat hal, azab neraka Jahanam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, dan keburukan dajjal yang terhapus dari rahmat Allah."

2. Membaca Surat Al-Kahfi (Ayat 1-10)

Dasar membaca surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan dalam berbagai versi. Salah satunya diriwayatkan oleh Muslim, yang artinya: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.”(HR. Muslim no. 809).

Berikut bacaan surat Al-Kahfi ayat 1-10:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا (1) قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2) مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3) وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4) مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآَبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا (5) فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آَثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا (7) وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (8) أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آَيَاتِنَا عَجَبًا (9) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)

Latin: al-ḫamdu lillâhilladzî anzala 'alâ 'abdihil-kitâba wa lam yaj'al lahû 'iwajâ. Qayyimal liyundzira ba'san syadîdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu'minînalladzîna ya'malûnash-shâliḫâti anna lahum ajran ḫasanâ. Mâkitsîna fîhi abadâ. Wa yundziralladzîna qâluttakhadzallâhu waladâ. Mâ lahum bihî min 'ilmiw wa lâ li'âbâ'ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim, iy yaqûlûna illâ kadzibâ. Fa la'allaka bâkhi'un nafsaka 'alâ âtsârihim il lam yu'minû bihâdzal-ḫadîtsi asafâ. Innâ ja'alnâ mâ 'alal-ardli zînatal lahâ linabluwahum ayyuhum aḫsanu 'amalâ. Wa innâ lajâ'ilûna mâ 'alaihâ sha'îdan juruzâ. Am ḫasibta anna ash-ḫâbal-kahfi war-raqîmi kânû min âyâtinâ 'ajabâ. Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qâlû rabbanâ âtinâ mil ladungka raḫmataw wa hayyi' lanâ min amrinâ rasyadâ.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-nya al kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak". Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama (atau terakhir, dalam sebagian riwayat) dari Surat Al-Kahfi adalah sebab perlindungan dari fitnah Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis di atas.

3. Doa Perlindungan Fitnah Dajjal Riwayat Abu Sa’id Al-Khudri RA

Dalam kitab “Al-Adzkar” karya Imam An-Nawawi juga disebutkan doa perlindungan dari fitnah Dajjal. Berikut bacaannya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Latin: A’udzu billahis-sami’il-‘alim minasy-syaithanir-rajim, min hamzihi wa nafkhihi wa nafthihi, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, dan ludahannya, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal."

Doa di atas tercantum dalam hadis riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, yang artinya: "Rasulullah ﷺ apabila berdiri untuk shalat, beliau berlindung dan berkata: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, dari bisikannya, tiupannya, dan ludahannya."(HR. Abu Dawud no. 775, At-Tirmidzi no. 242, Ahmad no. 11052; dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

4. Doa Selamat dari Azab Dunia dan Akhirat

Syekh Zainuddin Abdul Aziz, dalam kitab Fathul Muin mencantumkan doa agar selamat dari azab dunia dan akhirat, sebagaimana dikutip dari hadits riwayat HR. Muslim dan Bukhari. Berikut doanya:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَما أَخَّرْتُ، وَما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ، وَما أَسْرَفْتُ، وَما أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

Latin: Allamughfirli ma qaddamtu wa ma akh-khart, wa ma asrartu wa ma a’lantu, wa ma asraftu, wa ma anta a’lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, la ilaha illa anta. Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: Ya Allah ampunilah dosaku yang telah lewat dan dosaku yang akhir, dosa yang aku sembuyikan dan yang tampak, dan dosa yang Engkau lebih tahu daripada diriku. Engkaulah Maha Awal dan Maha Akhir, Tiada Tuhan selain Engkau, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Doa ini mencakup perlindungan total di dunia dan akhirat. Ibn Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan, Fitnah Dajjal datang menimpa hati yang lemah karena dosa. Dengan memohon ampunan secara total seseorang memohon agar hatinya disucikan dari dosa, sebab dosa adalah pintu masuk fitnah.

“Dosa yang tidak disadari menjadi sebab seseorang tersesat oleh fitnah Dajjal," demikian tertulis di Fathul Bari.

Banyak ulama menjadikan doa ini sebagai perlindungan umum dari seluruh fitnah akhir zaman, termasuk fitnah Dajjal. Sebab, dalam doa ini terkandung doa menyucikan hati (dengan istighfar menyeluruh), meneguhkan tauhid, lawan dari ajakan Dajjal yang mengaku tuhan, dan memohon perlindungan total dunia dan akhirat, yang mencakup semua bencana termasuk fitnah Dajjal.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata: “Barang siapa membaca doa ini dengan hati yang sadar dan penuh keikhlasan, maka Allah akan menjaganya dari berbagai fitnah, baik fitnah dunia, fitnah kubur, maupun fitnah Dajjal. Sebab doa ini mencakup seluruh permohonan kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari setiap keburukan.”(Syarh Riyadhus Shalihin, jilid 6, hal. 123–124).

5. Doa Perlindungan Fitnah Akhir Zaman

Dianjurkan juga memperbanyak doa perlindungan dari segala fitnah, terutama fitnah akhir zaman:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idh hadaitana wahab lana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh Engkau-lah Maha Pemberi karunia." (QS. Ali Imran: 8)

Walaupun ayat ini secara spesifik tidak menyebut Dajjal, para ulama menjelaskan bahwa makna doa ini sangat relevan dalam memohon perlindungan dari segala fitnah, termasuk fitnah Dajjal.

Hal ini karena Dajjal adalah ujian keimanan terbesar yang dapat menyebabkan seseorang berpaling dari kebenaran setelah mendapat petunjuk. Oleh sebab itu, memohon agar hati tetap teguh di atas iman sangat penting, terutama menghadapi fitnah sebesar Dajjal.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, ayat ini adalah permohonan agar Allah menjaga hati dari penyimpangan setelah mendapatkan hidayah. Dalam konteks fitnah Dajjal, ancaman terbesar adalah hati manusia yang mudah terbolak-balik oleh tipu daya dan fitnahnya. Maka, doa ini menjadi salah satu bentuk permohonan agar Allah menjaga hati dari kesesatan dan fitnah yang menyesatkan.

Fadhilah Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Doa perlindungan dari fitnah Dajjal memiliki keutamaan besar karena mencakup penjagaan iman, keselamatan dunia-akhirat, dan penguatan tauhid. Doa ini bukan sekadar doa harian, tetapi benteng aqidah umat Islam di zaman akhir.

1. Perlindungan dari Fitnah Akidah yang Paling Berat

Fitnah Dajjal adalah ujian terbesar bagi iman manusia, karena Dajjal akan mengaku sebagai tuhan dan memperlihatkan keajaiban yang menipu mata. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946).

Dengan membaca doa perlindungan dari Dajjal seorang mukmin meminta penjagaan Allah dari kerusakan akidah, agar hatinya tetap teguh di atas tauhid.

2. Meneguhkan Iman dan Keteguhan Hati di Akhir Zaman

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, doa ini berfungsi sebagai pengokoh hati menghadapi berbagai fitnah sebelum kiamat, termasuk Dajjal. Permohonan perlindungan bukan hanya dari Dajjal secara langsung, tetapi juga dari fitnah pemikiran, kesesatan, dan ujian iman yang menjadi jalan menuju kekufuran. Orang yang rutin berdoa dengannya dijaga Allah dari terguncangnya keyakinan.

3. Mendapatkan Penjagaan dari Fitnah Dunia dan Akhirat

Syaikh Ibn ‘Utsaimin menjelaskan bahwa doa selamat dunia akhirat mencakup seluruh bentuk perlindungan dari keburukan, termasuk fitnah Dajjal. Karena Dajjal membawa fitnah dunia berupa kekayaan, kesembuhan, kenikmatan dan kesesatan iman, maka doa tersebut menjadi tameng dari dua sisi fitnah, duniawi dan ukhrawi.

4. Menjadi Sunnah Rasulullah SAW dalam Setiap Shalat

Rasulullah SAW menyunnahkan umatnya membaca doa perlindungan dari Dajjal setiap kali tasyahhud akhir sebelum salam:

“Jika salah seorang dari kalian tasyahhud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal: dari azab neraka, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim no. 588).

Ini menunjukkan bahwa doa tersebut bagian dari dzikir shalat yang paling utama, karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya.

5. Diberi Keselamatan dan Hidayah Hingga Akhir Hayat

Menurut ulama, orang yang rutin memohon perlindungan dari fitnah Dajjal akan dijaga oleh Allah hingga akhir hayatnya, dijauhkan dari kesesatan besar, dari kematian dalam keadaan kufur, dan dimatikan dalam keadaan beriman.

Pertanyaan Seputar Topik

1. Apa doa agar terhindar dari fitnah Dajjal?

Berikut bunyi doanya. Arab-latin: Allohumma inni a'udzu bika mina 'adzabil qabri wa min 'adzabin nari wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil masihid dajjal. Artinya: "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari azab kubur, azab neraka, cobaan hidup dan mati, dan fitnah Dajal yang terhapus dari rahmat Allah."

2. Apa doa untuk perlindungan yang kuat?

Doa Memohon Perlindungan, Ampunan, Rezeki dan Rahmat

Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba'dal-maut.

3. Apa doa agar selamat dari dukhan?

Untuk selamat dari dukhan (asap tebal), Anda perlu berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan memperbanyak taubat, berdzikir, dan membaca doa-doa seperti "Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, 'aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai'in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta".

Ketika kejadiannya berlangsung, dianjurkan untuk segera menuntut penjelasan, menutup ventilasi, dan bersujud sambil membaca zikir "subhana quddu" tiga kali dan "ruqunal quddu" sekali, seperti yang diriwayatkan dalam beberapa sumber.

4. Doa apa yang ditakuti Dajjal?

“Allahumma inni a'udzu bika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min sharri fitnatil masihid-dajjaal.”  Semoga Allah melindungi kita dari segala keburukan dan fitnah yang bisa menyesatkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |