Liputan6.com, Jakarta - Doa keluar rumah dan masuk rumah yang shahih penting diketahui umat Islam. Doa ini menjadi amalan sederhana namun bermakna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim, sebagimana Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa ketika hendak beraktivitas.
Mengingat faidahnya yang luar biasa, maka seorang muslim perlu mengetahui doa yang bersumber dari hadis sahih agar keutamaan yang diperolehnya lebih besar. Pasalnya, hingga kini masih terdapat praktik doa yang bersumber dari hadis lemah.
Hal ini ditemukan dalam riset Muhlasin Amrullah yang dituangkannya dalam jurnal berjudul Analisis Sanad Matan Hadis Doa Sehari-hari Buku Panduan Doa PAUD TK Aisyiyah Sidoarjo. Ditemukan fakta bahwa dari 24 doa, terdapat dua doa yang bersumber dari hadis berstatus dhaif atau lemah.
Di antara doa dari hadis dhaif tersebut adalah doa bercermin dan doa masuk rumah. Oleh karena itu, peneliti menganjurkan agar doa-doa tersebut dievaluasi dan diubah dengan doa yang bersumber dari hadis shahih.
Doa Keluar Rumah dan Masuk Rumah yang Shahih
Mengutip Buku Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, berikut ini adalah doa Keluar Rumah dan Masuk Rumah.
Doa Keluar Rumah Shahih
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāhi, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Doa ini diriwayatkan Abu Dawud RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ يُقَالُ لَهُ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ، فَيَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ، فَيَقُولُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
Artinya: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca: ‘Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah,’ maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga. Kemudian setan menjauh darinya, lalu setan lain berkata: Bagaimana mungkin engkau dapat menggoda seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga?” (HR. Abu Dawud no. 5095, At-Tirmidzi no. 3426, dinyatakan sahih oleh Al-Albani)
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 5095), At-Tirmidzi (no. 3426), dan An-Nasa’i dalam Amalul Yaum wal Lailah (no. 101).
Hadis ini dinyatakan sahih oleh: Imam At-Tirmidzi (mengatakan: haditsun hasanun sahih), Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud (no. 5095) dan Shahih At-Tirmidzi (no. 3426).
Penjelasan Imam Nawawi dalam Al-Adzkar
Doa ini juga dicantumkan Imam An-Nawawi dalam Buku Induk Doa 'Al-Adzkar'. Dia menjelaskan bahwa doa ini merupakan dzikir penting saat keluar rumah karena mengandung tawakal, permohonan perlindungan, dan pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah.
Syaikh Ibn ‘Utsaimin menegaskan dalam Syarh Riyadhus Shalihin bahwa membaca doa ini menjadi sebab datangnya tiga kebaikan besar, sebagaimana dijanjikan dalam hadis:
- Hudita (diberi petunjuk) — artinya Allah menunjukkan jalan kebenaran.
- Wukita (dijaga) — artinya dijauhkan dari keburukan dan bahaya.
- Wukiyata (dicukupkan) — artinya dilindungi dari gangguan setan dan urusan duniawi.
Doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi pengakuan hati akan ketergantungan total kepada Allah. Inilah makna hakiki tawakal.
Doa Masuk Rumah: Basmalah
2 Doa (Pokok) Masuk Rumah yang Shahih
1. Doa Masuk Rumah: Basmalah
Doa masuk rumah pertama yang shahih adalah menyebutkan nama Allah SWT atau basmalah. Hal ini berdasar hadis riwayat Jabir RA
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Artinya: “Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata: ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam bagi kalian (wahai para setan).’ Tetapi jika dia masuk rumah tanpa menyebut nama Allah, maka setan berkata: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap,’ dan jika dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka setan berkata: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam.’” — (HR. Muslim, no. 2018).
Diriwayatkan dalam Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab Al-Asyribah (Minuman), Bab Adab Makan dan Minum, Nomor hadis: 2018. Perawi utama adalah Jabir bin Abdullah RA.
Derajat hadis Shahih, karena diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, yang tingkat keotentikannya disepakati oleh seluruh ulama Ahlus Sunnah.
Maka itu, berdasar hadis doa yang dibaca ketika masuk rumah adalah basmalah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Artinya:“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
2. Doa Masuk Rumah: Salam
Doa Masuk rumah kedua yang shahih adalah mengucapkan salam.
Salam Sederhana (Minimal)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Latin:Assalāmu ‘alaikum
Artinya:“Semoga keselamatan tercurah atas kalian.”
Salam yang Lebih Lengkap (Sempurna)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Latin: Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atas kalian.”
Hal ini berdasar hadis dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya,
يَا بُنَىَّ إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ
“Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” (HR. Tirmidzi no. 2698. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Namun Syaikh Al Albani merujuk pendapatnya dan menshahihkan hadits ini dalam Shohih Al Kalim 47).
At-Tirmidzi dalam Al-Jāmi‘ al-Kabīr menilainya sebagai hadis hasan sahih gharib.
- Hasan artinya sanadnya baik: Para perawi dikenal jujur dan hafalan mereka cukup kuat.
- Sahih artinya sanadnya lebih kuat lagi: Memenuhi syarat hadis sahih.
- Gharib artinya diriwayatkan melalui satu jalur periwayatan yang tidak banyak memiliki penguat (syahid/mutaba‘ah).
Jadi, istilah “hasan sahih gharib” menurut At-Tirmidzi berarti hadis ini memiliki sanad yang baik (antara hasan dan sahih), namun hanya diriwayatkan dari satu jalur, tidak banyak riwayat pendukungnya.
Perintah Salam dalam Al-Qur'an
Perintah salam juga terdapat dalam Al-Qur'an:
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).
Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān menjelaskan, makna ‘Salamilah dirimu sendiri’ ialah ucapkan salam sebagian kalian kepada sebagian yang lain, sebab orang-orang beriman itu bagaikan satu tubuh (jiwa) yang sama.
Dengan kata lain, ketika seorang Muslim masuk ke rumahnya dan mengucapkan salam, itu bermakna mendoakan keselamatan untuk dirinya, keluarganya, dan semua penghuni rumah.
Kesimpulannya, doa masuk rumah yang shahih adalah dengan menyebut nama Allah (basmalah) dan salam.
Adapun lafal doa lain bersumber dari ijma' ulama tetap boleh diamalkan. Ijma‘ adalah kesepakatan seluruh ulama mujtahid umat Islam pada suatu masa terhadap hukum syar‘i tertentu setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Para ulama sepakat (ijma‘) bahwa ijma‘ merupakan dalil syar‘i yang ketiga setelah Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis sahih).
Keutamaan Doa dari Sumber Shahih
Berikut ini adalah simpulan keutamaan doa-doa yang berdasar hadis shahih atau Al-Qur'an:
1. Sesuai tuntunan Nabi ﷺ (otentik)
Doa dari hadis shahih adalah lafaz yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, sehingga kita berdoa persis menurut contoh Rasul — bukan sekadar kreasi manusia.
2. Memiliki adab dan susunan doa yang benar
Hadis-hadis nabi mengajarkan tata urut pujian, shalawat, permintaan, dan pengakuan kelemahan — pola adab ini meningkatkan keikhlasan dan fokus saat bermunajat.
3. Lebih afdhal/lebih berpeluang dikabulkan
Karena lafaz dan maknanya telah disusun oleh Nabi ﷺ—yang paling mengetahui cara memohon kepada Rabb—ulama menyebut doa Nabi memiliki keutamaan tinggi dalam pengharapan dikabulkan.
4. Menghidupkan sunnah = pahala tambahan
Membaca doa yang diajarkan Nabi berarti mengamalkan sunnah; selain mendapatkan manfaat doa itu sendiri, pelaku memperoleh pahala sunnah dan ganjaran karena meneladani Rasul.
5. Berisi makna komprehensif dan keberkahan
Doa shahih sering merangkum kebutuhan dunia-akhirat dan permohonan perlindungan dari mudharat, sehingga membawa berkah, ketenangan, dan penjagaan spiritual.
6. Mencegah bid’ah dan kekeliruan
Mengutamakan doa shahih mengurangi risiko meniru lafaz yang lemah atau direka-reka; ini menjaga kemurnian ibadah dari tambahan tak berdasar.
7. Manfaat psikologis dan sosial
Lafaz-lafaz yang diajarkan Nabi menumbuhkan tawakal, ketenangan hati, dan jika bersifat kolektif (mis. salam, doa berkumpul) menguatkan ukhuwah dan etika sosial.
People Also Ask:
1. Doa masuk rumah dan keluar rumah sesuai sunnah?
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal." Doa masuk rumah tersebut merupakan anjuran dari Rasulullah Saw tatkala memasuki rumah.
2. Doa masuk rumah dan keluar rumah latinnya?
Doa masuk rumah adalah "Bismillah, wa lajnaa, wa 'alallahi rabbina tawakkalna" yang artinya "Dengan menyebut nama Allah, kami masuk, dan kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal". Sedangkan doa keluar rumah adalah "Bismillah, tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah" yang artinya "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah".
3. Apa doa paling utama menurut hadis Rasulullah?
Hadis yang paling utama adalah doa yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada pamannya, yaitu "mintalah kepada Allah 'afiyah (kesejahteraan atau keselamatan) di dunia dan akhirat". Selain itu, inti dari semua doa adalah "Doa adalah otaknya ibadah," yang menunjukkan bahwa doa adalah bagian terpenting dari ibadah.
4. Apa arti doa ghufronaka?
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika keluar dari tempat buang hajat, beliau membaca, 'Ghufronaka' (Aku memohon ampunan-Mu, Ya Allah).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)