Liputan6.com, Jakarta - Doa Malaikat bagi orang kikir kembali menjadi perhatian banyak kalangan setelah sejumlah kajian menegaskan bahwa sifat kikir bukan hanya merugikan manusia, tetapi juga mendatangkan doa keburukan dari para malaikat. Fenomena ini membuat masyarakat kembali meninjau bagaimana agama memandang kekikiran dan apa konsekuensinya.
Isyarat mengenai doa malaikat bagi orang kikir dijelaskan dalam sejumlah hadis yang menceritakan turunnya malaikat setiap pagi untuk mendoakan dua golongan manusia: yang berinfak dan yang menahan hartanya. Pembahasan ini menjadi penting karena sifat kikir dianggap merusak tatanan sosial dan melemahkan hubungan antar sesama.
Para ulama menegaskan kekikiran bukan sekadar sifat buruk, tetapi bentuk pembangkangan terhadap perintah untuk berbagi. Dalam banyak literatur, kekikiran disebut sebagai penyakit hati yang mampu menutup pintu keberkahan dari berbagai sisi kehidupan.
Sifat kikir juga menjadi penyebab hilangnya harmoni sosial. Ketika seseorang enggan berbagi, lingkungan ikutan melemah. Agama memberi peringatan keras terhadap sifat ini, termasuk melalui ancaman doa malaikat.
Kikir dalam Perspektif Syariat
Dalam literatur fikih dan tasawuf, kikir didefinisikan sebagai menahan sesuatu yang seharusnya diberikan kepada orang yang berhak. Banyak ayat dan riwayat menunjukkan bahwa kekikiran termasuk kemaksiatan yang merusak diri sendiri.
Para ulama menggambarkan orang kikir sebagai sosok yang menyempitkan jalan kebaikan. Kekikiran bukan hanya soal harta, tetapi juga menahan bantuan, tenaga, bahkan senyum. Dampaknya sangat luas bagi hubungan sosial.
Rasulullah SAW pernah memperingatkan bahwa ada tiga perkara yang membinasakan manusia: kekikiran yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang kepada dirinya sendiri. Tiga sifat ini menjadi awal kerusakan moral dan spiritual seseorang.
Hadis tersebut diriwayatkan dalam beberapa kitab utama dan dipandang sebagai pengingat bahwa sifat kikir dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan, baik pada level individu maupun kelompok.
Doa Malaikat Setiap Pagi
Riwayat paling terkenal mengenai Doa Malaikat Bagi Orang Kikir datang dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dalam hadis tersebut disebutkan dua malaikat turun setiap pagi sambil membawa dua doa berbeda.
Berikut bunyi hadis tersebut:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Latin: Mā min yaumin yuṣbiḥu al-‘ibādu fīhi illā malakāni yanzilāni fa yaqūlu aḥaduhumā: Allāhumma a‘ṭi munfiqan khalafā, wa yaqūlu al-ākhar: Allāhumma a‘ṭi mumsikan talafā.
Artinya: “Tidak ada satu hari pun ketika seorang hamba memasuki pagi kecuali dua malaikat turun. Salah satu berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.’ Yang lain berkata: ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.’”
Hadis tersebut menjadi dasar utama dalam pembahasan mengenai ancaman bagi orang yang enggan berinfak. Kalimat doa kedua malaikat menunjukkan betapa tegasnya ancaman terhadap sifat pelit.
Makna Doa Kebinasaan
Para ulama berbeda pendapat mengenai makna “talfan” atau kehancuran. Sebagian mengatakan bahwa kehancuran itu berupa musnahnya harta. Sebagian lain menafsirkannya sebagai hilangnya kebaikan dari harta tersebut meski secara fisik tetap ada.
Penjelasan Ibnu Hajar menyebut bahwa penggantian bagi orang yang berinfak bisa berupa keberkahan di dunia maupun pahala di akhirat. Sementara kehancuran bagi orang kikir bisa terjadi melalui banyak hal yang tak ia sadari.
Ulama juga menyebut bahwa doa malaikat adalah bentuk peringatan langsung dari langit agar manusia menjauhi sifat pelit. Ketika seseorang bersikeras mempertahankan kekikirannya, doa malaikat menjadi konsekuensi spiritual.
Malaikat Menyeru Saat Matahari Terbit
Riwayat lain menunjukkan bahwa malaikat menyeru seluruh penduduk bumi setiap kali matahari terbit dan tenggelam. Seruan tersebut memuat pesan agar manusia mendekat kepada Allah dan menghindari sifat kikir.
Teks hadisnya sebagai berikut:
مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلَّا بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ... اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ مُمْسِكًا مَالًا تَلَفًا
Latin: Mā ṭala‘at shamsun qaṭṭu illā bu‘itha bi janbatayhā malakāni yunādiyān… Allāhumma a‘ṭi munfiqan khalafā wa a‘ṭi mumsikan mālan talafā.
Artinya: “Tidaklah matahari terbit kecuali dua malaikat berseru … ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi yang berinfak dan hancurkanlah harta orang yang pelit.’”
Hadis ini menguatkan bahwa ancaman bagi orang kikir tidak hanya terjadi di pagi hari, tetapi berulang setiap waktu.
Konsekuensi Sosial Kekikiran
Di tingkat sosial, kekikiran dapat memutus hubungan antar manusia. Ketika masyarakat tidak lagi memiliki budaya berbagi, keharmonisan mudah runtuh. Kekikiran menghambat sirkulasi kebaikan.
Kehancuran harta yang dimaksud dalam hadis dapat berupa lenyapnya keberkahan dari pendapatan. Banyak orang kaya secara materi, tetapi selalu merasa kekurangan karena hatinya tidak pernah terbuka untuk memberi.
Para ulama menjelaskan bahwa infak adalah salah satu cara menjaga kelancaran rezeki. Orang yang menahan harta justru membuka pintu keburukan yang bisa datang dari berbagai arah.
Bagi sebagian orang, mengeluarkan infak dianggap mengurangi harta. Padahal dalam ajaran agama, memberi justru membuka pintu keberlimpahan.
Infak dan Balasan Berlipat Ganda
Infak sering kali dikaitkan dengan pahala yang berlipat. Doa malaikat bagi orang yang berinfak menjadi bukti bahwa Allah memberi perhatian khusus kepada mereka yang mengeluarkan hartanya di jalan kebaikan.
Rasulullah SAW menyebut bahwa apa pun yang dikeluarkan seseorang akan diganti, baik dalam bentuk rezeki maupun pahala. Prinsip ini menjadi motivasi kuat untuk terus berbagi tanpa takut berkurang.
Keutamaan infak bukan hanya pada hasilnya, tetapi juga pada ketenangan batin yang diberikan. Memberi membuat seseorang terlepas dari belitan sifat kikir.
Akhirnya, ajaran mengenai Doa Malaikat Bagi Orang Kikir menjadi pengingat keras agar manusia memperbaiki hubungan dengan hartanya dan menjadikannya sarana kebaikan.
People Also Talk:
1. Apa bahaya sifat kikir menurut agama?Kikir dapat mendatangkan doa kebinasaan dari malaikat dan menghilangkan keberkahan hidup.
2. Apakah infak harus banyak nilainya?Tidak. Infak dinilai dari keikhlasan, bukan jumlah.
3. Mengapa malaikat mendoakan dua golongan berbeda setiap pagi?Untuk menunjukkan pentingnya berbagi dan bahaya menahan harta.
4. Apakah kehancuran bagi orang kikir selalu berupa musnahnya harta?Tidak selalu. Bisa berupa hilangnya keberkahan atau manfaat dari harta tersebut.
5. Bagaimana cara menghindari sifat kikir?Biasakan memberi, sekecil apa pun, dan latih diri untuk tidak terikat pada harta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)