Liputan6.com, Jakarta - Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib haji yang dilaksanakan di Mina pada Hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan Hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Karena itu, jemaah perlu mengetahui doa melempar jumrah dan adab pelaksanaannya sebagai bagian dari ikhtiar mabrur.
Merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah Rasulullah karya Prof Dr Imam Ghazali Said, ibadah ini merupakan praktik ta'abbudi (perintah murni) yang diajarkan dan dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah SAW. Secara filosofis, pelemparan tujuh kerikil ke setiap jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) adalah simbolisasi pengulangan aksi Nabi Ibrahim AS dalam menolak godaan Iblis yang mencoba menghalanginya melaksanakan perintah Allah.
Dalam pelaksanakaannya, urutan, waktu, doa dan adabnya diatur secara ketat. Di antara kesunnahan yang penting adalah adalah berdiam diri dan berdoa setelah melempar Jumrah Ula dan Jumrah Wustha (kecuali Jumrah Aqabah). Hal ini menunjukkan pentingnya muhasabah (introspeksi) dan penyerahan diri.
Berikut ini adalah ulasan mengenai doa melempar jumrah, adab dan tata cara pelaksanaannya, merangkum berbagai sumber resmi pemerintah dan ulama kontemporer.
Doa Melempar Jumrah dan Adab Pelaksanaannya
Merujuk Buku Tuntutan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag RI dan laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tujuan utama lempar jumrah adalah melatih keikhlasan, mengalahkan hawa nafsu, dan menjauhi rafats (perkataan kotor) dan fusuq (maksiat), sebagai kunci untuk mencapai predikat Haji Mabrur yang dijanjikan.
Berikut ini adalah doa-doa lempar jumrah.
Doa Lempar Jumrah
Syekh Khatib as-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj menjelaskan jamaah haji dianjurkan mengucapkan takbir setiap kali melempar jamrah. Hal ini dilakukan sebagai pengganti dari bacaan talbiyah.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْـحَمْدُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.
Doa Lempar Jumrah
Doa di Setiap Lemparan (Pendek)
بِسْمِ اللهِ، اَللهُ أَكْبَرُ
Latin: Bismillahi, Allahu Akbar.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar."
Doa Lengkap
Atau, apabila memungkinan, doa lengkap yang dikutip dari Ebook Doa Dzikir Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI ini bisa dibaca. Doa ini adalah permohonan agar ibadah haji diterima dan dosa diampuni.
بِسْمِ اللهِ وَاَللهُ أَكْبَرُ، رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Latin: Bismillāhi wallāhu akbar, rajman lisy-shayāṭīn wa riḍan lir-raḥmān. Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran wa sa’yan masykūran wa dzanban maghfūran.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. (Ini adalah) lemparan untuk (melawan) setan dan demi keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dan dosa yang diampuni."
Doa Setelah Jumrah Ula dan Wustha
Setelah selesai melempar di Jumrah Ula dan Wustha (dan berdiri menghadap kiblat), jemaah dapat membaca doa-doa. Di antaranya adalah:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا. اَللّٰهُمَّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Latin: Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran, wa sa’yan masykūran, wa dzanban maghfūran. Allāhummaj’al fī qalbī nūran, wa fī sam’ī nūran, wa fī baṣarī nūran. Allāhummasyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dan dosa yang diampuni. Ya Allah, jadikanlah di hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, dan di penglihatanku cahaya. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.”
Adab dan Tata Cara Lempar Jumah
Lempar jumrah sangat penting karena merupakan salah satu wajib haji. Apabila tak dilaksanakan, atau gagal dalam pelaksanaannya, maka wajib membayar dam.
Adab Melempar Jumrah:
1. Menggunakan Kerikil yang Sesuai
Kerikil yang digunakan hendaknya berukuran kecil, seukuran biji kacang atau ujung jari (tidak terlalu besar). Kerikil harus dipastikan berjumlah tujuh untuk setiap jumrah, dan disunahkan diambil dari Muzdalifah atau Mina.
2. Berurutan dan Tertib
Kerikil harus dilempar satu per satu, tidak boleh dilempar sekaligus dalam satu genggaman. Setiap lemparan kerikil harus disertai dengan ucapan "Bismillahi, Allahu Akbar".
3. Posisi Berdiri
Disunahkan berdiri menghadap tiang jumrah (dinding jumrah) dan memposisikan Ka'bah berada di sebelah kiri, dan Mina di sebelah kanan.
4. Berdoa Setelah Jumrah Ula dan Wustha
Ini adalah adab yang paling penting. Setelah selesai melempar tujuh kerikil di Jumrah Ula dan Jumrah Wustha, jemaah disunahkan bergeser sedikit menjauhi tiang, menghadap kiblat, dan berdiri untuk berdoa panjang dengan mengangkat tangan. Namun, setelah melempar Jumrah Aqabah (Kubra), jemaah tidak disunahkan berhenti untuk berdoa.
5. Memperhatikan Lemparan
Kerikil harus dipastikan masuk ke dalam lubang atau area pelataran jumrah. Jika kerikil jatuh di luar area, maka lemparan tersebut tidak dihitung dan wajib diulangi.
6. Menghindari Amarah
Meskipun jumrah melambangkan penolakan setan, jemaah dilarang melempar dengan emosi berlebihan, amarah, atau kata-kata kotor. Hal ini justru bertentangan dengan semangat haji mabrur (menghindari rafats dan fusuq).
Dengan menjalankan adab-adab ini, jemaah tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga mengikuti sunah Nabi secara sempurna.
Waktu dan Tata Cara Melempar Jumrah
Pelaksanaan lempar jumrah dibagi menjadi dua periode.
1. Pada Hari Nahr (10 Dzulhijjah)
- Ini adalah hari pertama lempar jumrah yang dilaksanakan setelah Mabit di Muzdalifah.
- Waktu Pelaksanaan Dimulai setelah terbit fajar (waktu utama adalah setelah matahari terbit).
- Jumrah yang Dilempar Hanya Jumrah Aqabah (Kubra), yaitu tiang yang paling dekat dengan kota Makkah.
- Jumlah Kerikil: Sebanyak tujuh (7) kerikil dilempar secara berturut-turut.
- Doa Lemparan: Setiap kerikil dilempar sambil membaca "Bismillahi, Allahu Akbar".
- Posisi Berdiri: Dianjurkan berdiri menghadap jumrah dan memposisikan Kota Makkah di sebelah kiri serta Mina di sebelah kanan.
- Adab Berdoa: Tidak ada sunah untuk berdiri lama dan berdoa setelah selesai melempar 7 kerikil di Jumrah Aqabah. Jemaah segera meninggalkannya untuk tahallul awal (cukur/potong rambut).
Pada Hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
Lempar jumrah wajib dilaksanakan pada ketiga hari ini. Tata cara pelaksanaannya sama di setiap hari (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
- Waktu Pelaksanaan Wajib dimulai setelah tergelincir matahari (masuk waktu Zuhur). Tidak sah melempar sebelum waktu Zuhur.
- Urutan Jumrah Wajib berurutan (sesuai Sunnah): Jumrah Ula (Shughra/kecil), Jumrah Wustha (tengah), Jumrah Aqabah (Kubra/besar).
- Jumlah Kerikil Masing-masing jumrah dilempar 7 kerikil. Total 21 kerikil per hari.
- Doa Lemparan Setiap kerikil dilempar sambil membaca "Bismillahi, Allahu Akbar" dan doa singkat permohonan haji mabrur.
- Sunnah Berhenti dan Berdoa Setelah selesai melempar 7 kerikil di Jumrah Ula, jemaah disunahkan berhenti sejenak, berdiri, menghadap kiblat, dan berdoa panjang.
- Sunnah Berhenti dan Berdoa Setelah selesai melempar 7 kerikil di Jumrah Wustha, jemaah juga disunahkan berhenti sejenak, berdiri, menghadap kiblat, dan berdoa panjang.
- Adab Terakhir Setelah melempar 7 kerikil di Jumrah Aqabah, jemaah tidak perlu berhenti untuk berdoa, melainkan langsung kembali.
Makna dan Hikmah Lempar Jumrah
Lempar jumrah (melempar kerikil ke tiang/dinding jumrah) adalah salah satu wajib haji yang memiliki makna mendalam. Makna utama lempar jumrah dapat dibagi menjadi tiga aspek:
1. Deklarasi Permusuhan terhadap Setan
Lempar jumrah adalah simbolisasi dari penolakan terhadap godaan Iblis. Menurut riwayat, ketika Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan menyembelih putranya, Iblis berusaha menggodanya di tiga lokasi berbeda (tempat Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah). Nabi Ibrahim mengusir Iblis dengan melemparinya batu.
Tindakan melempar kerikil oleh jemaah adalah pengulangan komitmen Nabi Ibrahim untuk taat mutlak kepada Allah, serta pernyataan tegas jemaah bahwa mereka menolak segala bentuk godaan setan yang menghalangi ketaatan, termasuk hawa nafsu dan kesenangan duniawi yang tidak patut.
2. Penegasan Tauhid dan Ketaatan Mutlak (Ta'abbudi)
Lempar jumrah adalah murni ibadah ta'abbudi, artinya pelaksanaannya dilakukan semata-mata karena perintah Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, tanpa perlu dipahami sepenuhnya nalar manusia.
Jemaah menunjukkan kepatuhan total tanpa mempertanyakan, hanya mengikuti apa yang diperintahkan, sebagai wujud tertinggi dari tauhid (meng-esakan Allah) dan penyerahan diri (Islam) secara sempurna. Ini adalah latihan disiplin diri dan komitmen spiritual.
3. Pintu Gerbang Menuju Haji Mabrur
Dengan melaksanakan lempar jumrah secara tertib dan dengan menjaga adab (menghindari amarah, kata-kata kotor, dan maksiat—fusuq dan rafats), jemaah sesungguhnya sedang mengamalkan syarat utama haji mabrur.
Ibadah ini menjadi evaluasi diri (muhasabah) di mana setiap lemparan kerikil diniatkan untuk mengubur salah satu dosa, kebiasaan buruk, atau godaan setan yang melekat di dalam diri jemaah, sehingga jemaah kembali suci.
People also Ask:
Apa yang dibaca saat melempar jumrah?
Saat melempar jumrah, bacaan utamanya adalah takbir "Allahu Akbar" pada setiap lemparan batu, dan dianjurkan membaca doa yang memohon haji mabrur dan ampunan, seperti "Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran" (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku diterima dan usahaku disyukuri) atau doa ringkas seperti "Allahumma-j'alhu hajjan mabruran, wa dzanban maghfuran" (Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur dan dosa yang diampuni).
Apakah lempar jumrah harus berwudhu?
Apakah Sah Jika Salah Lempar Jumrah hingga Harus Berwudu, Ini ...Sebelum pelaksanaan lempar jumrah, jamaah haji perlu melakukan persiapan tertentu. Mereka harus membersihkan diri dengan mandi wajib (mandi janabah) atau wudhu jika tidak dalam keadaan junub.
Setelah lempar jumrah aqabah, apa yang harus dilakukan?
Setelah melempar Jumrah Aqabah, jemaah haji harus melakukan tahallul (mencukur atau menggunting rambut), lalu melanjutkan dengan melakukan Tawaf Ifadah dan Sa'i (jika belum). Setelah itu, jemaah bisa kembali ke tenda di Mina untuk bermalam (mabit) dan bersiap untuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Kapan waktu jumrah Aqabah dilaksanakan?
Waktu Terlarang Melempar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia ...Waktu melempar Jumrah Aqabah (Jumrah Kubra) dimulai pada 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha), bisa sejak lewat tengah malam hingga terbenam matahari, dengan waktu yang dianjurkan adalah setelah matahari terbit hingga sore hari, mengikuti jadwal dari pemerintah Saudi untuk menghindari kepadatan, dan dilanjutkan pada hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah zuhur (matahari tergelincir) untuk Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
