Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura Teks Arab, Latin dan Terjemah Lengkap

3 months ago 50

Liputan6.com, Jakarta Memahami doa niat puasa Tasua dan Asyura menjadi langkah awal penting bagi setiap Muslim yang ingin melaksanakannya.  Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura jatuh pada 10 Muharram setiap tahunnya.

Melaksanakan doa niat puasa Tasua dan Asyura dengan benar akan menyempurnakan ibadah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Puasa pada bulan Muharram merupakan puasa yang utama setelah bulan Ramadhan. Dalam Al‑Qur’an Surat At-Taubah ayat 36 disebutkan bahwa di antara dua belas bulan yang ditetapkan Allah ada empat bulan yang mulia (arba‘atun hurum), termasuk Muharram.

Hal ini sebagaimana hadits riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa di bulan Allah Muharram. Ibadah ini memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam dan dianjurkan untuk dikerjakan oleh seluruh umat muslim. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/9/2025).

Doa Niat Puasa Tasua: Arab, Latin, dan Terjemah

Niat merupakan rukun puasa yang wajib dilakukan sebelum melaksanakan ibadah puasa, termasuk puasa Tasua. Puasa Tasua dikerjakan pada tanggal 9 Muharram sebagai salah satu amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Bacaan doa niat puasa Tasua dapat dilafalkan pada malam hari sebelum melaksanakan puasa atau di siang hari dengan syarat tertentu. Niat ini diucapkan dalam hati sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Berikut adalah bacaan lengkap doa niat puasa Tasua:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ

Terjemah: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."

Niat ini sebaiknya diucapkan setelah makan sahur atau sebelum tidur di malam hari menjelang 9 Muharram. Dengan melafalkan niat ini, ibadah puasa Tasua yang dilakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT sebagai bentuk ketaatan seorang hamba.

Doa Niat Puasa Asyura: Arab, Latin, dan Terjemah

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Doa niat puasa Asyura memiliki lafal yang sedikit berbeda dengan niat puasa Tasua, namun sama-sama penting untuk dilafalkan.

Mengutip dari situs Kementerian Agama RI, berdasarkan kalender Hijriah, tanggal 10 Muharram merupakan hari bersejarah yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari ini.

Berikut adalah bacaan lengkap doa niat puasa Asyura:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma 'âsyûrâ-a lillâhi ta'âlâ

Terjemah: "Saya niat puasa Asyura karena Allah ta'âlâ"

Niat puasa Asyura dapat dilafalkan pada malam 10 Muharram atau sebelum waktu Dzuhur di hari yang sama. Kedua waktu tersebut sama-sama sah untuk melafalkan niat, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Siang Hari

Bagi yang terlambat atau lupa melafalkan niat pada malam hari, masih ada kesempatan untuk berniat di siang hari. Namun, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi agar niat di siang hari tetap sah.

Syarat utama yang harus dipenuhi adalah belum melakukan aktivitas yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga waktu melafalkan niat. Ini berarti tidak boleh makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Berikut adalah bacaan niat puasa Tasua dan Asyura di siang hari:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil 'âsyûrâ lillâhi ta'âlâ

Terjemah: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

Waktu melafalkan niat di siang hari paling lambat adalah sebelum masuk waktu Dzuhur. Setelah melewati waktu tersebut, niat puasa sunah tidak lagi sah untuk dilafalkan dan puasa tidak dapat dilaksanakan pada hari itu.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura

Pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya, dengan beberapa tahapan yang perlu diperhatikan. Tata cara ini memastikan bahwa ibadah puasa dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Memahami langkah-langkah ini akan membantu umat Muslim dalam menjalankan doa niat puasa Tasua dan Asyura dan seluruh rangkaian ibadah dengan benar.

  1. Melafalkan Niat Puasa: Niat puasa sunah Tasua dan Asyura dapat dilafalkan pada malam hari sebelum fajar atau di pagi hari sebelum waktu zuhur, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Niat ini merupakan rukun puasa yang membedakan ibadah dengan kebiasaan biasa, seperti dijelaskan oleh Kalam.
  2. Makan Sahur: Dianjurkan untuk makan sahur menjelang masuk waktu subuh atau sebelum imsak. Sahur memberikan kekuatan bagi yang berpuasa untuk menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
  3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa: Selama berpuasa, umat Muslim wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
  4. Menjaga Diri dari Perbuatan Dosa: Selain menahan lapar dan dahaga, penting juga untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa, seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda, "Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan."
  5. Segera Berbuka Puasa: Saat tiba waktu Maghrib, umat Muslim dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Ini merupakan sunah Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Tasua dan Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits shahih. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa ini sebagai bentuk ibadah tambahan.

Melansir dari hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." Hadits ini menunjukkan kedudukan istimewa puasa di bulan Muharram, termasuk puasa Tasua dan Asyura.

Keutamaan Puasa Asyura:

  • Menghapus Dosa Setahun: Puasa Asyura memiliki keutamaan untuk menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Ini merupakan rahmat yang sangat besar dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang melaksanakan puasa ini dengan ikhlas.
  • Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Rasulullah SAW selalu berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya. Dengan berpuasa Asyura, umat Islam mengikuti jejak Nabi sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan.
  • Berbeda dengan Ahli Kitab: Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura) untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan ahli kitab yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
  • Mendapat Pahala Berlipat: Sebagai ibadah sunah di bulan yang mulia, puasa Tasua dan Asyura memberikan pahala yang berlipat ganda bagi pelakunya. Setiap amalan baik di bulan Muharram memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT.
  • Menambah Ketakwaan: Melaksanakan puasa sunah seperti Tasua dan Asyura melatih diri untuk lebih taat kepada Allah dan mengendalikan hawa nafsu. Ini menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ketakwaan seorang muslim.

Keistimewaan Bulan Muharram

Dalam Riyâḍ al‑Ṣâliḥîn (Imam an‑Nawawî), tercantum hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa pada) bulan Allah, yaitu Muharram; dan shalat paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” 

Selain itu, dalam kitab Bulugh al‑Marâm (Ibnu Ḥajar al‑Asqalânî), terdapat hadits berikut:

“Puasa pada hari ‘Ashurâ’ (10 Muharram) dapat menghapus dosa tahun yang lalu.”

Hadits ini mengukuhkan bahwa salah satu keutamaan khusus di bulan Muharram adalah puasa ‘Ashurâ’, yang disebut sebagai sarana pembersihan dosa setahun sebelumnya. Dengan demikian, kitab-kitab hadis klasik memberikan landasan kuat bahwa Muharram tidak hanya penting secara kalendaris, tetapi juga sebagai momentum ibadah dengan keutamaan yang telah ditegaskan oleh Nabi SAW.

FAQ

1. Kapan waktu pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura? Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.

2. Apakah boleh hanya berpuasa Asyura saja tanpa Tasua? Boleh berpuasa Asyura saja, namun lebih utama jika digabung dengan puasa Tasua untuk membedakan dengan ahli kitab.

3. Apa keutamaan puasa Asyura? Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

4. Bolehkah berniat puasa Tasua dan Asyura di siang hari? Boleh berniat di siang hari sebelum Dzuhur dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

5. Apakah puasa Tasua dan Asyura wajib dilaksanakan? Puasa Tasua dan Asyura adalah puasa sunah (tidak wajib) namun sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.

6. Bagaimana jika lupa melafalkan niat puasa Tasua dan Asyura? Masih dapat melafalkan niat di siang hari sebelum waktu Dzuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

7. Apakah wanita yang sedang haid boleh berpuasa Tasua dan Asyura? Wanita yang sedang haid atau nifas tidak boleh berpuasa dan dapat mengganti di hari lain setelah suci.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |