Doa Zakat Fitrah bagi yang Berzakat dan Penerima

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta Doa zakat fitrah menjadi bentuk ikhtiar spiritual yang dipanjatkan untuk menyempurnakan ibadah sekaligus membersihkan jiwa di akhir Ramadan. Ya, ajaran Islam tidak hanya berfokus pada tujuan untuk meraih akhirat semata. Islam bahkan memasukkan akhlak sosial sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan kebaikan di akhirat.

Salah satu ibadah sosial yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam adalah zakat fitrah. Ibadah ini dilakukan khusus hanya di penghujung bulan Ramadan, dan memiliki nilai wajib bagi mereka yang dinilai oleh syariat sebagai golongan yang mampu. Zakat fitrah ini bukan hanya tentang berbagi kepada fakir miskin, tapi juga sebagai cara untuk menyucikan diri. Namun sebelum Anda berzakat, penting juga untuk tahu bagaimana bacaan doa zakat fitrah ini.

Zakat fitrah bukan sekadar ibadah wajib biasa. Ibadah ini menjadi momentum untuk memperbaiki perjalanan kita selama bulan Ramadan yang mungkin masih melakukan perbuatan atau mengatakan ucapan yang tidak berguna. Kata ‘fitrah’ yang tersemat memiliki arti kembali pada kesucian, sehingga makna tersebut semakin terasa ketika kita berhasil menunaikannya. Ditambah dengan doa zakat fitrah, amalan ini menjadi semakin lengkap sebagai proses membersihkan diri secara lahir dan batin.

Tapi, doa zakat fitrah juga bukan sekadar pelengkap dalam menunaikan ibadah, tapi juga menjadi penguat hati yang ikhlas, memperindah niat yang sudah dibaca di awal, dan menjadi penegas bahwa pemberian harta adalah bentuk rasa syukur kita. Melalui doa, zakat yang diserahkan tidak hanya sampai kepada mustahiq, tetapi juga tercatat sebagai amal yang naik ke sisi Allah dalam keadaan bersih dan diberkahi. Simak ulasan tentang zakat fitra, mulai dari doa zakat fitrah, rukun zakat fitrah hingga hukum zakat fitrah. 

Pentingnya Doa dan Niat dalam Zakat Fitrah

Seperti yang kita tahu, niat adalah pondasi dan menjadi awal dari setiap ibadah yang kita kerjakan. Rasulullah SAW bahkan menegaskan dalam hadis yang menjadi sumber hukum Islam bahwa, “Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.” Dengan membaca niat, kita juga mempertegas bahwa apa yang kita kerjakan berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan. Dalam konteks zakat fitrah, niat akan menunjukkan bahwa pemberian yang kita lakukan memiliki nilai ibadah dan bukan hanya sekadar aktivitas sosial. Itulah sebabnya, doa zakat fitrah selalu ditekankan sebagai pendamping niat.

Sama seperti niat pada ibadah lain, niat zakat fitrah cukup dilafalkan dalam hati. Pandangan ini juga selaras dengan mazhab Syafi’i yang memberi kelonggaran untuk membaca niat sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Pelafalan niat dan doa zakat fitrah bukan syarat sah, tetapi ia membantu menjaga fokus ibadah.

Doa saat menunaikan zakat adalah bacaan penuh makna yang mengiringi seseorang di ujung proses penyucian jiwa. Ketika seorang Muslim membaca niat dan doa zakat fitrah, ia tidak hanya meminta agar zakatnya diterima, tetapi juga memohon agar hatinya dijauhkan dari sifat kikir dan digantikan dengan ketulusan. Nilai spiritual ini menjadi inti dari zakat fitrah.

Bagi orang beriman, mengamalkan doa zakat fitrah juga menciptakan hubungan sosial yang indah. Ketika berzakat, pemberi zakat dan penerima akan saling mengirimkan doa, sehingga tidak tampak pihak mana yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Bahkan, dalam banyak riwayat terdapat anjuran bagi penerima zakat untuk membaca doa menerima zakat sebagai bentuk apresiasi dan permohonan keberkahan bagi pemberi. Ketika doa-doa ini terucap, zakat fitrah menjelma menjadi ikatan persaudaraan yang memperkuat solidaritas umat.

Lafal Niat Zakat Fitrah untuk Berbagai Kondisi

Membaca niat sebelum menunaikan zakat fitrah memiliki kedudukan yang sama seperti bacaan-bacaan niat pada ibadah lainnya. Anda cukup mengamalkan niat ini dalam hati untuk memperkuat jiwa dan mengarahkan ibadahnya. Niat yang dibaca akan mempertegas bahwa zakat merupakan kewajiban yang tidak boleh dianggap remeh. Berikut beberapa contoh lafal niat yang bisa Anda amalkan:

1. Niat untuk diri sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakātal fiṭri 'an nafsī farḍan lillāhi ta‘ālā

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘ālā.”

2. Niat untuk istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘ālā.”

3. Niat untuk anak

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anakku, fardu karena Allah Ta‘ālā.”

4. Niat untuk diri dan keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan keluargaku, fardu karena Allah Ta‘ālā.”

Pelafalan niat ini menjadi lebih bermakna ketika diiringi doa zakat fitrah, memperkuat keseluruhan ibadah agar lebih khusyuk.

Doa Zakat Fitrah: Untuk Pemberi dan Penerima

Doa dalam zakat fitrah tidak hanya dilakukan oleh orang yang membayar zakat, tetapi juga dianjurkan bagi penerimanya. Dengan demikian, hubungan antara keduanya dibangun atas dasar rahmat, bukan sekadar transaksi.

a. Doa saat membayar zakat

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini meminta agar zakat diterima dan dihitung sebagai amal saleh. Banyak ulama menganjurkan agar doa ini dibaca setiap kali menunaikan suatu ibadah, termasuk zakat fitrah maupun zakat penghasilan yang kini juga diwajibkan berdasarkan perkembangan keilmuan fikih modern.

b. Doa bagi penerima zakat

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ، ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًا

“Semoga Allah membalas kebaikan atas apa yang engkau berikan, memberkahi apa yang tersisa, dan menjadikannya penyuci untukmu.”

Inilah yang disebut doa menerima zakat, sebuah doa yang mengandung harapan agar Allah memberikan pahala kepada pemberi zakat.

Doa-doa ini memperlihatkan bahwa zakat fitrah memiliki kedalaman spiritual yang luas. Dengan membaca doa zakat fitrah, seorang Muslim berusaha menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi ibadah yang benar-benar hidup dalam dirinya.

Hikmah Doa dan Niat Zakat Fitrah

Hukum zakat fitrah adalah wajib. Namun kegiatan ini bukan untuk mengurangi harta seseorang, sebab harta sendiri semata-mata juga bukan milik manusia. Dengan memberikan sedikit harta melalui zakat, seorang muslim seharusnya menyadari bahwa ada hak orang lain di dalam hartanya. Dengan membaca niat dengan diiringi doa zakat fitrah, seseorang sebenarnya sedang membersihkan hatinya dari sifat keserakahan serta mempertajam kepekaan sosial, dan tentunya mendekatkan diri kepada Allah.

Bersama doa, hati akan menumbuhkan rasa ikhlas dan empati. Zakat fitrah juga berfungsi untuk meratakan kebahagiaan di momen besar umat Islam, Idulfitri. Penerima zakat yang membaca doa menerima zakat merasa dihargai, sedangkan pemberi merasa terhormat karena dapat menjadi saluran rezeki dari Allah.

Hikmah terbesar dari zakat fitrah adalah kembalinya seorang Muslim kepada fitrahnya. Doa dalam zakat fitrah menjadi simbol penyucian diri setelah Ramadan. Bahkan ketika seseorang sudah menunaikan zakat fitrah maupun zakat penghasilan, doa-doa yang dibaca tetap mengingatkan bahwa semua rezeki berasal dari Allah, dan manusia hanyalah penjaga amanah-Nya.

Dengan memahami hukum zakat fitrah, mengetahui lafal niat, serta membiasakan diri membaca doa zakat fitrah, seorang Muslim dapat merasakan kedalaman spiritual yang luar biasa dalam ibadah ini. Inilah salah satu bentuk ibadah yang memadukan aspek ritual, sosial, dan kemanusiaan dalam satu kesatuan yang indah.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah niat zakat fitrah harus diucapkan dengan lisan?

Tidak wajib. Cukup di dalam hati, tetapi melafalkan niat dianjurkan untuk menegaskan ibadah.

2. Apa doa yang dibaca saat membayar zakat fitrah?

“Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas-samii‘ul ‘aliim” — doa agar zakat diterima Allah.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa zakat fitrah?

Saat hendak menunaikan zakat atau ketika menyerahkannya kepada amil atau mustahiq.

4. Apakah perlu ijab qabul dalam zakat fitrah?

Tidak perlu. Zakat sah dengan niat dan penyerahan harta tanpa ucapan formal.

5. Apa manfaat membaca doa saat zakat fitrah?

Menumbuhkan keikhlasan, memperkuat niat ibadah, dan memohon keberkahan atas harta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |