Dzikir yang Bisa Dilakukan Setelah Mengikuti Shalat Jenazah, Amalan Ringan Penuh Makna

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir yang bisa dilakukan setelah mengikuti shalat jenazah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dibaca setelah rangkaian ibadah fardhu kifayah tersebut selesai. Dzikir ini berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus pengingat bahwa seluruh makhluk akan kembali kepada-Nya. Melalui dzikir tersebut, seorang Muslim diajak merenungkan hakikat kehidupan dan kematian.

Dzikir yang bisa dilakukan setelah mengikuti shalat jenazah juga menjadi pelengkap doa yang dipanjatkan untuk almarhum atau almarhumah. Setelah shalat jenazah berakhir, jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohonkan rahmat bagi orang yang telah wafat. Amalan ini mencerminkan kepedulian sesama Muslim hingga akhir kehidupan.

Dalam ajaran Islam, mengurus jenazah merupakan kewajiban bersama yang dikenal sebagai fardhu kifayah. Kewajiban itu meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Jika sudah dilakukan sebagian umat Islam, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.

Shalat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dengan shalat wajib. Tidak ada rukuk dan sujud dalam pelaksanaannya, namun terdapat empat kali takbir yang disertai doa-doa khusus. Seluruh rangkaian ibadah tersebut bertujuan memohonkan ampunan bagi jenazah.

Keutamaan Mengikuti Shalat Jenazah

Mengikuti shalat jenazah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang menghadiri shalat jenazah akan memperoleh pahala yang besar. Bahkan pahala itu bertambah apabila ikut mengantarkan hingga pemakaman.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa seseorang yang mengikuti jenazah sampai dishalatkan memperoleh satu qirath pahala. Jika turut mengantarkan hingga pemakaman, maka ia memperoleh dua qirath. Rasulullah SAW menggambarkan dua qirath tersebut seperti dua gunung yang besar.

Keutamaan itu menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap penghormatan kepada orang yang meninggal dunia. Kehadiran kaum Muslimin menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti shalat jenazah. Selain memperoleh pahala, kegiatan tersebut mempererat hubungan sosial dalam masyarakat. Nilai kepedulian dan kebersamaan juga semakin terasa.

Dzikir yang Dianjurkan Setelah Shalat Jenazah

Dalam kitab Al-Wasa-il Al-Syafi'ah disebutkan adanya dzikir yang dianjurkan setelah pelaksanaan shalat jenazah. Dzikir tersebut berisi pujian kepada Allah SWT yang Maha Hidup dan Maha Kekal. Bacaan ini menjadi pengingat bahwa hanya Allah yang tidak akan pernah binasa.

Berikut bacaan dzikir yang dianjurkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ أَبَدًا سُبْحَانَ الْبَاقِي بَعْدَ فَنَاءِ خَلْقِهِ

Latin: Subhaanal malikil qudduus, subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu abadaa, subhaanal baaqii ba'da fanaa-i khalqihii.

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Merajai alam. Maha Suci Allah Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati selamanya. Maha Suci Allah Yang Maha Kekal setelah seluruh makhluk-Nya binasa.

Makna dzikir tersebut sangat mendalam bagi setiap Muslim. Bacaan itu mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Hanya Allah SWT yang memiliki sifat kekal selama-lamanya.

Dzikir tersebut juga membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat. Kematian bukan akhir perjalanan manusia. Justru kematian menjadi awal kehidupan berikutnya yang abadi.

Melanjutkan dengan Doa untuk Jenazah

Setelah membaca dzikir, umat Islam dianjurkan melanjutkan dengan doa bagi jenazah. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, dan kemuliaan bagi orang yang telah wafat. Isi doa tersebut juga biasa dibaca saat shalat jenazah.

Salah satu doa yang masyhur berbunyi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ

Doa tersebut memohon agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa jenazah. Selain itu, dipanjatkan pula harapan agar kuburnya dilapangkan dan dimuliakan. Permohonan itu menjadi bentuk kasih sayang sesama Muslim.

Mendoakan orang yang meninggal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Doa dari kaum Muslimin diharapkan menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT. Karena itu, para jamaah biasanya meluangkan waktu untuk berdoa setelah shalat jenazah.

Tradisi mendoakan jenazah juga menunjukkan bahwa hubungan persaudaraan tidak terputus oleh kematian. Umat Islam tetap dianjurkan memberikan manfaat melalui doa. Inilah salah satu bentuk kepedulian yang diajarkan agama.

Hikmah Mengingat Kematian

Mengikuti shalat jenazah memberikan pelajaran berharga bagi setiap orang yang hadir. Prosesi tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya. Semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

Kesadaran akan kematian dapat mendorong seseorang memperbaiki amal ibadah. Banyak ulama menjelaskan bahwa mengingat kematian membuat hati menjadi lebih lembut. Sikap sombong dan lalai pun dapat berkurang.

Selain itu, momen shalat jenazah mengajarkan pentingnya mempersiapkan bekal amal saleh. Harta dan jabatan tidak akan dibawa ke alam kubur. Yang menemani hanyalah amal perbuatan selama hidup di dunia.

Karena itu, dzikir dan doa setelah shalat jenazah tidak hanya bermanfaat bagi orang yang wafat. Bacaan tersebut juga menjadi pengingat bagi orang yang masih hidup. Setiap Muslim diajak meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Meneladani Sunnah dalam Mengurus Jenazah

Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang lengkap dalam mengurus jenazah. Mulai dari proses pemulasaraan hingga doa-doa yang dianjurkan setelahnya. Semua itu bertujuan menjaga kehormatan seorang Muslim hingga akhir hayat.

Mengikuti sunnah dalam urusan jenazah juga menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Semakin sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, semakin besar harapan memperoleh keberkahan. Karena itu, umat Islam dianjurkan mempelajari adab-adab terkait jenazah.

Dzikir dan doa setelah shalat jenazah termasuk bagian dari amalan yang memiliki nilai spiritual tinggi. Bacaan tersebut memperkuat kesadaran akan kebesaran Allah SWT. Di saat yang sama, umat Islam terus memohonkan kebaikan bagi jenazah.

Melalui amalan ini, hubungan antara ibadah dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Setiap Muslim diajak membantu saudaranya melalui doa yang tulus. Inilah salah satu keindahan ajaran Islam dalam menghadapi peristiwa kematian.

Pada akhirnya, dzikir yang bisa dilakukan setelah mengikuti shalat jenazah bukan sekadar rangkaian bacaan yang diucapkan setelah ibadah selesai. Dzikir tersebut mengandung pujian kepada Allah SWT, doa untuk jenazah, serta pelajaran berharga bagi yang masih hidup. Dengan memahami dan mengamalkannya, umat Islam dapat mengambil hikmah mendalam dari dzikir yang bisa dilakukan setelah mengikuti shalat jenazah.

Pertanyaan Seputar Amalan Sesudah Melakukan Sholat Jenazah

1. Apakah ada dzikir khusus setelah shalat jenazah? Ya, terdapat dzikir yang disebutkan dalam kitab Al-Wasa-il Al-Syafi'ah yang berisi pujian kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal.

2. Apa manfaat membaca doa setelah shalat jenazah? Doa tersebut berisi permohonan ampunan, rahmat, dan perlindungan bagi jenazah agar memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.

3. Apakah mengikuti shalat jenazah mendapat pahala besar? Ya, berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, orang yang mengikuti shalat jenazah memperoleh pahala satu qirath, dan dua qirath jika ikut hingga pemakaman.

4. Mengapa mengingat kematian dianjurkan dalam Islam? Karena mengingat kematian dapat melembutkan hati, mengurangi kelalaian, dan mendorong seseorang memperbanyak amal saleh.

5. Apakah doa untuk jenazah masih bermanfaat setelah dimakamkan? Ya, doa dari kaum Muslimin tetap menjadi salah satu amalan yang dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah meninggal dunia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |