PELATIH Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan pujian kepada Mikel Arteta dengan menyebutnya sebagai pelatih kelas dunia. Pernyataan itu disampaikan Enrique menjelang pertemuan PSG melawan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menilai Arteta berhasil mengubah mentalitas Arsenal hingga kembali menjadi tim kompetitif di level tertinggi Eropa. “Bila melihat statistik Arteta, semuanya sudah jelas. Dia adalah pelatih papan atas yang sejak mengambil alih Arsenal berhasil mengubah mentalitas tim dan makna menjadi sebuah tim yang sudah lama tidak meraih gelar,” kata Enrique seperti dikutip dari situs resmi klub, Kamis, 21 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
PSG datang ke final dengan status juara bertahan. Musim lalu, klub asal Prancis tersebut merebut trofi Liga Champions setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 pada partai final.
Namun kali ini, tantangan berbeda menanti Les Parisiens. Arsenal tiba di final dengan kepercayaan diri tinggi setelah memastikan gelar Liga Inggris 2025/2026. Kepastian itu diperoleh usai Manchester City bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth.
Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian 22 tahun Arsenal untuk kembali menjuarai Liga Inggris. Di bawah kepemimpinan Arteta, klub London Utara itu akhirnya finis di posisi teratas setelah tiga musim sebelumnya selalu menjadi runner-up.
Menurut Enrique, perkembangan Arsenal dalam beberapa musim terakhir tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar Arteta sebagai arsitek permainan tim. “Sekarang mereka kembali kompetitif. Selama empat musim terakhir mereka terus berkembang. Itulah gambaran tentang Arteta. Timnya bagus saat menguasai bola dan tidak mudah kehilangan penguasaan,” ujar Enrique.
Ia juga menilai Arsenal sebagai salah satu tim terbaik di Eropa dalam organisasi permainan tanpa bola.“Kami tidak selalu memenangkan duel penguasaan bola ketika menghadapi mereka. Tanpa bola, mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa dalam hal menciptakan dan membatasi peluang gol. Dia juga memenangkan Liga Inggris, kompetisi dengan level yang sangat tinggi,” kata Enrique.
Enrique turut menyoroti kedekatan filosofi Arteta dengan Pep Guardiola. Sebelum menangani Arsenal, Arteta sempat menjadi asisten Guardiola di Manchester City. “Musim lalu mereka tidak berada di final Liga Champions karena kami cukup beruntung bisa mengalahkan mereka. Dia pelatih level atas. Dia belajar di tempat yang sangat baik bersama Pep Guardiola di Manchester City. Apa yang dia sampaikan terlihat jelas dari permainan para pemainnya,” ujar Enrique.
PSG memiliki catatan positif dalam dua pertemuan terakhir melawan Arsenal di Liga Champions. Musim lalu, klub Paris itu menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-1 pada semifinal. Sebelumnya, PSG sempat gagal menang dalam tiga laga beruntun melawan wakil London tersebut.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















