Israel Kirim Iron Dome dan Personel Militer ke UEA

3 hours ago 3

ISRAEL mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel untuk membantu mengoperasikannya ke Uni Emirat Arab (UEA). Informasi ini diungkapkan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah konferensi di Tel Aviv pada Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut laporan Al Jazeera, Huckabee memuji Uni Emirat Arab sebagai contoh keberhasilan hubungan antara Israel dan negara-negara Teluk setelah penandatanganan Abraham Accords.

“Mereka adalah anggota pertama Abraham Accords,” kata Huckabee. “Tetapi lihat manfaat yang mereka peroleh sebagai hasilnya: Israel baru saja mengirim baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya. Mengapa? Karena ada hubungan yang luar biasa antara UEA dan Israel,” ungkapnya.

Dilansir NBC News, pernyataan Huckabee merupakan konfirmasi resmi pertama bahwa Israel menempatkan Iron Dome di luar wilayahnya.

Digunakan di Luar Israel untuk Pertama Kali

Iron Dome adalah sistem pertahanan rudal jarak pendek yang dikembangkan Israel dengan dukungan dana miliaran dolar dari pemerintah Amerika Serikat. Selama ini sistem tersebut hanya digunakan di wilayah Israel.

Israel sebelumnya menolak permintaan Ukraina untuk mengirim Iron Dome guna menghadapi serangan rudal Rusia. Karena itu, penempatan di Uni Emirat Arab menjadi penggunaan pertama teknologi tersebut di luar negeri.

Dalam forum yang sama, Huckabee menyerukan negara-negara Teluk untuk menentukan sikap di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

“Israel bukan musuh alami Anda. Israel tidak ingin menghancurkan Anda. Israel tidak berusaha mengambil alih tanah Anda,” kata Huckabee. “Israel tidak menembakkan rudal ke wilayah sipil Anda. Siapa yang melakukan itu? Iran," ungkapnya.

Respons Atas Ancaman Iran

Menurut Al Jazeera, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara Teluk mengalami serangan rudal dan drone Iran sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran menyatakan serangan tersebut menargetkan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Namun, negara-negara di kawasan menuduh Teheran juga menyerang sasaran sipil, termasuk bandara, hotel, dan infrastruktur energi. Uni Emirat Arab dan Bahrain merupakan dua negara Teluk yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |