PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan membahas penjualan senjata ke Taiwan dalam lawatan ke Beijing pekan ini. Pertemuan itu dijadwalkan pada 14-15 Mei 2026, di tengah meningkatnya eskalasi AS-Iran terkait Selat Hormuz.
Melansir laman berita Al Jazeera, pada Senin, Trump mengatakan dia akan mengangkat isu penjualan senjata ke Taiwan selama pertemuan dengan Xi. Trump berujar konflik dengan Cina tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saya akan membahas hal itu dengan Presiden Xi. Beijing tidak ingin kami melakukannya dan saya akan membahas hal itu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya perihal penjualan senjata.
Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam 13 Mei 2026 waktu Beijing. Ini menjelang pembicaraan yang dijadwalkan pada Kamis dan Jumat. Ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke Cina dalam sembilan tahun.
Selama ini dukungan AS terhadap Taiwan menjadi pemicu ketegangan dan potensi konflik dengan Cina. Pulau yang berada di lepas pantai Tenggara dan memiliki pemerintahan berdaulat menolak klaim yang dilakukan Beijing.
Sebelumnya pada Desember tahun lalu, Tiongkok meluncurkan serangkaian latihan militer provokatif di kawasan Asia Timur. Latihan militer itu mensimulasikan blokade pelabuhan Taiwan yang menurut banyak pihak dianggap sebagai pesan diplomasi kepada seluruh ancaman eksternal.
Meskipun Cina telah mengecam penjualan senjata senjata AS, tapi di sisi lain, AS tidak menentukan sikap terkait kedaulatan Taiwan. Meski begitu, AS menyerukan kepada Taipei dan Beijing untuk menyelesaikan permasalahan secara damai mengenai status pulau tersebut.
Menurut pernyataan dari pejabat Tiongkok, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Beijing mendesak Washington untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Dia menegaskan bahwa Taiwan merupakan Provinsi di bawah kendali Beijing berdasarkan prinsip One China One Policy.
Mengacu pada Taiwan Relation Act yang dikeluarkan Washington, AS berhak membantu Taipei mempertahankan kemampuan pertahanan diri secara memadai. AS juga menyetujui potensi kerjasama penjualan senjata dan alat utama sistem persenjataan atau alutsista senilai US$11 miliar kepada Taiwan.
Sementara itu, langkah tersebut dinilai sebagai ancaman dan memicu kecaman dari Cina. Pasalnya Beijing belum menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk reunifikasi Taiwan.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)



