Kapan Puasa Rajab 2025-2026? Simak Jadwal Lengkap, Niat, Beserta Keutamaannya

2 months ago 105

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab 1447 Hijriah, salah satu bulan suci dalam Islam, akan segera menyapa umat Muslim di seluruh dunia. Bulan yang penuh berkah ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah sunah, termasuk puasa. Dalam penanggalan Hijriah, bulan Rajab menempati posisi ketujuh dari dua belas bulan dan termasuk ke dalam kategori al-asyhur al-hurum, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan, bersama dengan Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Imam Fakhruddin al-Razi menegaskan pentingnya beribadah pada empat bulan yang dimuliakan, termasuk Rajab, dalam karyanya Mafâtîh al-Ghaib (juz 16, hal. 54), dengan merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW,

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”

Jadi, puasa Rajab adalah amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam, mengingat keistimewaan bulan ini. Persiapan spiritual dan fisik menjadi kunci untuk menyambut bulan yang dimuliakan ini dengan hati yang lapang. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai jadwal lengkap Puasa Rajab 2026, panduan niat yang benar, hingga berbagai keutamaan yang bisa diraih. Informasi ini penting agar setiap Muslim dapat menjalankan ibadah di bulan Rajab secara optimal.

Jadwal Lengkap Puasa Rajab 1447 Hijriah

Berdasarkan kalender Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Rajab 1447 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Ini menandai dimulainya periode di mana umat Muslim dapat melaksanakan puasa sunah Rajab.

Meskipun tidak ada kewajiban puasa sebulan penuh seperti Ramadan, puasa Rajab dapat dilakukan pada hari-hari utama. Hari-hari tersebut meliputi Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah), serta setiap hari Senin dan Kamis.

Berikut perkiraan jadwal Puasa Rajab 2026 yang bisa menjadi panduan bagi umat Muslim:

  • Minggu, 21 Desember 2025: 1 Rajab 1447 H
  • Senin, 22 Desember 2025: 2 Rajab 1447 H
  • Kamis, 25 Desember 2025: 5 Rajab 1447 H
  • Senin, 29 Desember 2025: 9 Rajab 1447 H
  • Kamis, 1 Januari 2026: 12 Rajab 1447 H
  • Jumat, 2 Januari 2026: 13 Rajab 1447 H (Ayyamul Bidh)
  • Sabtu, 3 Januari 2026: 14 Rajab 1447 H (Ayyamul Bidh)
  • Minggu, 4 Januari 2026: 15 Rajab 1447 H (Ayyamul Bidh)
  • Senin, 5 Januari 2026: 16 Rajab 1447 H
  • Kamis, 8 Januari 2026: 19 Rajab 1447 H
  • Senin, 12 Januari 2026: 23 Rajab 1447 H
  • Kamis, 15 Januari 2026: 26 Rajab 1447 H
  • Senin, 19 Januari 2026: 30 Rajab 1447 H 

Penting untuk diingat bahwa puasa Rajab bersifat sunah dan tidak harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang bulan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk memberikan jeda waktu agar tidak menyerupai puasa wajib Ramadan.

Panduan Niat Puasa Rajab yang Benar

Melafalkan niat merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk Puasa Rajab. Niat ini dapat diucapkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing, atau bahkan di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Fleksibilitas dalam niat puasa Rajab memberikan kemudahan bagi umat Muslim yang mungkin terlupa melafalkannya di malam hari. Namun, disarankan untuk selalu berniat sejak malam agar puasa lebih sempurna.

Berikut beberapa lafal niat Puasa Rajab yang bisa diamalkan:

Niat Puasa Rajab (umum): 

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa bulan Rajab, sunah karena Allah ta'ala."

Niat Puasa Rajab (jika dibaca siang hari): 

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati Rajaba lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Rajab hari ini, sunah karena Allah ta'ala."

Niat Puasa Rajab (jika digabung dengan puasa qadha Ramadhan): 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an qadha'i fardhi Ramadhana ma'a sunnati Rajaba lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat puasa esok hari untuk mengqadha fardhu Ramadhan beserta sunah Rajab karena Allah Ta'ala."

Tata cara puasa Rajab secara umum sama dengan puasa sunah lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Keutamaan dan Pahala Besar Puasa Rajab

Bulan Rajab tidak hanya dikenal sebagai salah satu bulan haram atau suci, tetapi juga sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, amalan yang dilakukan di bulan ini, termasuk puasa, memiliki keutamaan dan pahala yang berlipat ganda.

Memperbanyak ibadah sunah di bulan Rajab menjadi sarana efektif untuk meningkatkan keimanan dan mempersiapkan diri secara spiritual. Ini adalah kesempatan untuk membersihkan hati dan memperkuat ketakwaan sebelum memasuki Ramadan.

Berbagai keutamaan Puasa Rajab yang bisa diraih oleh umat Muslim antara lain:

  • Pahala berpuasa satu hari di bulan Rajab setara dengan berpuasa selama sebulan penuh.
  • Berpuasa di bulan haram seperti Rajab lebih utama dibandingkan puasa 30 hari di bulan lainnya.
  • Muslim yang menjalankan Puasa Rajab dijanjikan akan dimasukkan ke dalam surga.
  • Berpuasa tujuh hari di bulan Rajab dapat melindungi pelakunya dari pintu-pintu neraka Jahanam.
  • Puasa Rajab menjadi sarana penting untuk meningkatkan iman dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
  • Setiap amalan sunah yang dilakukan dengan ikhlas di bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Meskipun puasa Rajab tidak diwajibkan secara tegas, banyak hadis dan pendapat ulama yang menegaskan nilai ibadah sunah ini. Ini menunjukkan betapa besar potensi pahala yang bisa diraih dengan mengamalkan puasa di bulan yang mulia ini.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Kapan 1 Rajab 1447 Hijriah dimulai?

1 Rajab 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, berdasarkan kalender Kementerian Agama Republik Indonesia.

2. Hari apa saja yang dianjurkan untuk Puasa Rajab?

Puasa Rajab dianjurkan pada hari-hari utama seperti Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah), serta setiap hari Senin dan Kamis.

3. Bagaimana lafal niat Puasa Rajab?

Niat Puasa Rajab dapat dilafalkan secara umum, atau khusus untuk siang hari, bahkan bisa digabung dengan niat puasa qadha Ramadan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |