Kumpulan Kata-Kata Mutiara Ibnu Athaillah yang Menyentuh Hati dan Menyejukkan Jiwa

15 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Hiruk-pikuk kehidupan seringkali membuat jiwa terasa hampa dan kehilangan arah. Di tengah kebisingan dunia, kata-kata mutiara Ibnu Athaillah yang menyentuh hati hadir sebagai oase yang menyejukkan jiwa.

Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakandari mewariskan kebijaksanaan yang melampaui batasan zaman. Salah satunya melalui Kitab Al-Hikam. Ditulis dalam bentuk aporisma, untaian kata mutiara yang ringkas namun sarat makna, kitab ini memuat 264 hikmah yang menyentuh relung hati dan membimbing para pencari jalan menuju Allah.

Kedalaman ilmunya terpancar dari cara beliau merangkai kata, mengubah kompleksitas ajaran tauhid menjadi nasihat sederhana yang langsung menyentuh nurani terdalam setiap pembacanya.

Kitab Al-Hikam menjadi salah satu karya tasawuf paling monumental yang hingga kini terus dikaji di pesantren-pesantren Nusantara maupun majelis-majelis taklim di kota-kota besar.

Merujuk buku Terjemah dan Syarah Al-Hikam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari, Mohamad Nasir bin Masjid, jurnal Al-Hikam, Mutiara Pemikiran Sufistik Ibnu Atha’illah as-Sakandari, Zaenal Muttaqin, berikut ini adalah kumpulan kata-kata mutiara Ibnu Athaillah yang menyentuh hati, sekaligus menyejukkan jiwa.

Kata-Kata Mutiara ibnu athaillah: Niat, Ikhlas, dan Amal

1. Sebagian dari tanda bersandar pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan padanya.

2. Amalan lahiriah adalah kerangka yang mati, sedangkan rohnya adalah ikhlas yang tersembunyi di dalam amalan itu.

3. Tanamkan wujudmu dalam bumi yang tersembunyi (kerendahan hati), karena sesuatu yang tumbuh dari yang tidak ditanam itu tidak akan sempurna hasilnya.

4. Berbagai jenis amal ibadah lahir karena berbagai macam *ahwal* (keadaan dan suasana hati).

5. Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan.

6. Janganlah ketaatanmu menggembirakanmu karena kamu melihat dirimu melaksanakannya, tetapi gembiralah karena melihat ketaatan itu datang dari Allah.

7. Apabila Tuhan membukakan jalan makrifat, jangan hiraukan amalmu yang sedikit karena Allah ingin memperkenalkan diri-Nya padamu.

8. Tanda keberhasilan di akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak awal perjuangan.

9. Suatu tujuan tidak akan sia-sia apabila disandarkan kepada Allah, dan tidak mudah tercapai jika disandarkan pada diri sendiri.

10. Ikhlas adalah roh dari amal perbuatan.

Tema 2: Tawakal, Takdir, dan Rida

11. Kekuatan semangat dan cita-cita tidak akan mampu menembus benteng takdir.

12. Tenangkan hatimu dari urusan mengatur duniawi, karena apa yang diatur selain-Mu tentang urusan dirimu tidak perlu engkau campuri.

13. Keinginanmu untuk *tajrid* padahal Allah menempatkanmu dalam *asbab* adalah syahwat yang samar.

14. Keinginanmu untuk *asbab* padahal Allah menempatkanmu dalam *tajrid* adalah penurunan semangat luhur.

15. Tiada satu embusan napas terlepas darimu melainkan di situ ada Qadar yang berlaku atasmu.

16. Segala sesuatu bertumpu pada kehendak Allah, dan kehendak Allah tidak bersandar pada apa pun.

17. Pedihnya ujian diringankan dengan pengetahuan bahwa Allah-lah yang memberikan ujian tersebut.

18. Yang mendatangkan ujian dan takdir kepadamu adalah Dia yang juga selalu menganugerahkan pilihan-pilihan terbaik untukmu.

19. Jangan merasa heran atas terjadinya kekeruhan di dunia, karena begitulah sifat aslinya.

20. Tidak meninggalkan sedikit pun kebodohan bagi siapa yang memaksakan untuk mengadakan sesuatu yang lain daripada apa yang dijadikan Allah pada suatu waktu.

Tema 3: Doa, Harapan, dan Sangka Baik

21. Janganlah keterlambatan pemberian dari Tuhan kepadamu, padahal engkau telah bersungguh-sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa.

22. Allah menjamin untuk mengabulkan semua doa menurut apa yang dipilih-Nya untukmu, bukan menurut kehendakmu.

23. Allah akan mengabulkan doamu pada waktu yang ditentukan-Nya, bukan pada waktu yang engkau tentukan.

24. Jangan meragukan janji Allah agar keraguan itu tidak merusak mata hatimu dan tidak memadamkan cahaya batinmu.

25. Permintaan dari selain Allah menunjukkan jauhnya kamu daripada-Nya.

26. Permintaan kepada-Nya (dengan perasaan menuntut) menunjukkan kamu tidak melihat-Nya.

27. Jangan melampaui niat tujuanmu kepada selain-Nya, karena Al-Karim tidak dapat dilampaui oleh harapan apa pun.

28. Sebaik-baik permintaan adalah apa yang Allah tuntut daripada kamu.

29. Orang arif adalah orang yang tidak menyadari isyarat permintaannya karena ia telah fana dalam Wujud Allah.

30. Permintaan daripada-Nya (dengan perasaan menuntut) menunjukkan kurang percayamu kepada-Nya.

Tema 4: Penyucian Hati dan Hawa Nafsu

31. Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati selain *uzlah* untuk masuk ke medan tafakur.

32. Bagaimana hati akan disinari sedangkan gambar-gambar alam fana melekat pada cerminnya?

33. Bagaimana mungkin berjalan menuju Allah sedangkan dibelenggu oleh syahwat?

34. Bagaimana mungkin masuk ke Hadirat Allah sedangkan belum suci dari hadas kelalaian?

35. Usahamu untuk menyingkap aib yang tersembunyi dalam dirimu jauh lebih baik daripada usahamu untuk menyingkap tirai gaib.

36. Induk dari segala maksiat, syahwat, dan kelalaian adalah sikap rida terhadap hawa nafsu.

37. Bersahabat dengan orang bodoh yang tidak menurut hawa nafsunya lebih baik dari orang alim yang tunduk pada nafsunya.

38. Di antara tanda matinya hati ialah tidak adanya rasa sedih atas hilangnya kesempatan taat dan tidak adanya penyesalan atas maksiat.

39. Kosongkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, maka Allah akan memenuhinya dengan pengetahuan dan rahasia.

40. Tidaklah engkau mencintai sesuatu melainkan engkau akan menjadi budak dari sesuatu itu, dan Allah tidak berkenan engkau menjadi budak selain-Nya.

Tema 5: Dunia, Zuhud, dan Ketawadukan

41. Kerajinan mencari dunia di samping kelalaian dari kewajiban menunjukkan butanya mata hati.

42. Sesungguhnya Allah menjadikan dunia sebagai tempat kerusakan agar engkau jemu dan membencinya.

43. Bangunan alam dunia ini pasti akan rusak binasa, dan semua kesenangannya pasti akan hilang.

44. Tidak akan tumbuh dahan-dahan kehinaan kecuali yang berasal dari benih ketamakan.

45. Barangsiapa menyatakan dirinya sebagai orang yang tawaduk, maka ia sebenarnya takabur.

46. Hakikat tawaduk muncul karena melihat kebesaran Allah serta terbukanya sifat-sifat-Nya.

47. Jangan serta-merta menerima pemberian dari makhluk, kecuali engkau yakin pemberian itu berasal dari Allah.

48. Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, sesungguhnya ia telah membuka jalan hilangnya nikmat dari dirinya.

49. Jika mata hati melihat keesaan Allah dalam karunia-Nya, syariat menyuruh kita berterima kasih kepada makhluk sebagai perantara.

50. Keajaiban yang luar biasa adalah orang yang lari dari Allah, padahal ia mustahil lepas dari-Nya, dan mencari dunia yang mustahil bisa menemaninya .

Tema 6: Makrifat, Tauhid, dan Hakikat

51. Alam semesta ini seluruhnya adalah kegelapan, dan yang menerangkannya adalah karena tampak Dzat Yang Haq padanya.

52. Apabila Tuhan membukakan jalan makrifat, jangan hiraukan amalmu yang sedikit karena Allah ingin memperkenalkan Diri-Nya kepadamu.

53. Bukti keperkasaan Allah adalah Dia dapat menghijab engkau dari melihat-Nya dengan hijab yang tidak ada wujudnya.

54. Bagaimana mungkin disangka Allah dapat dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang menzahirkan segala sesuatu.

55. Terbukanya mata hati akan memperlihatkan kepadamu betapa dekatnya Allah denganmu.

56. Allah telah ada dan tiada sesuatu pun menyertai-Nya, dan Dia kini tetap sebagaimana ada-Nya dahulu.

57. Jangan berpindah dari satu alam ke alam lain seperti keldai penggilingan, melainkan melintaslah menuju Pencipta alam.

58. Barangsiapa yang mengenal Allah, niscaya akan menyaksikan-Nya pada semua ciptaan-Nya.

59. Barangsiapa yang fana dengan Allah, pasti akan gaib dari segala sesuatu.

60. Bukanlah pecinta itu orang yang meminta upah dari yang dicintai, tetapi ia adalah orang yang mau berkorban untuk Sang Kekasih.

Pertanyaan Seputar Ibnu Athaillah

Ibnu Athaillah bermazhab apa?

Dalam bidang fikih, Ibnu Athaillah menganut Mazhab Maliki. Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli fikih yang sangat menguasai mazhab tersebut, sementara dalam bidang tasawuf, beliau merupakan seorang tokoh besar dan mursyid ketiga dalam Tarekat Syadziliyah.

سوابق الهمم لا تخرق أسوار الأقدار apa artinya?

Kalimat "سوابق الهمم لا تخرق أسوار الأقدار" (Sawabiqul himam la takhriqu aswaral aqdar) adalah salah satu mutiara hikmah yang sangat populer dari Syaikh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab tasawuf masyhur, Al-Hikam.

Apa arti dzikir menurut Ibnu Athaillah?

Menurut ulama tasawuf terkemuka Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakandari, dzikir adalah membebaskan diri dari kelalaian dan sifat lupa dengan cara menghadirkan hati secara terus-menerus bersama Allah SWT.

Kata kata Ibnu Athaillah?

Kata-kata Ibnu Athaillah (Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakandari) adalah mutiara hikmah dari kitab legendarisnya, Al-Hikam. Kumpulan kalam hikmah ini berfungsi sebagai panduan penyejuk jiwa dan pembentuk spiritualitas yang mendalam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |