Panduan Lengkap Dzikir setelah Salat yang Membawa Keberkahan Hidup, Simak Fadhilahnya

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, umat Islam diberikan sebuah amalan sederhana namun bermakna luar biasa: berdzikir. Di antara waktu paling utama berdzikir adalah setelah sholat. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui dan mengamalkan dzikir setelah salat yang membawa keberkahan hidup

Momen setelah sholat menjadi waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 103, "... Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring..."

Rasulullah SAW pun memberikan perumpamaan yang tegas tentang pentingnya berdzikir ini, "Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan mati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat atas kesunahan dzikir setelah salat. Merujuk berbagai literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah bacaan dzikir setelah salat, lengkap urutannya.

Berdasarkan kitab Hisnul Muslim serta buku Amalan Sesudah Shalat karya Ibnu Muhammad Salim, berikut adalah susunan bacaan zikir yang sebaiknya diamalkan untuk meraih keberkahan hidup:

1. Istighfar (3 Kali)

Dzikir dimulai dengan memanjatkan permohonan ampun, membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin terjadi.

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x) (redaksi ini adalah yang paling ringkas dan sahih sebagaimana hadis dari Syaddad bin Aus)

Latin: Astaghfirullah (3x)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Hadis dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW apabila selesai salat, beliau beristigfar tiga kali (HR. Muslim). Imam Nawawi dalam al-Azdkar menjelaskan bahwa ini adalah amalan yang disepakati oleh para ulama.

Kesadaran akan dosa dan memohon ampun adalah langkah awal meraih keberkahan, karena dosa sering menjadi penghalang utama datangnya rahmat Allah.

2. Doa Keselamatan (1 Kali)

Setelah beristigfar, dilanjutkan dengan memuji Allah sebagai satu-satunya sumber keselamatan.

Arab: للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Latin: Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, wa ilaika ya'uudus salaam, fahayyinaa rabbanaa bis salaam, wa adkhilnal jannata daaras salaam, tabaarokta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Memberi Keselamatan, dan dari-Mu lah keselamatan itu. Hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kesejahteraan, dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri yang penuh kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Imam an-Nawawi dalam al-Azkar menukilkan doa ini sebagai doa keselamatan yang dibaca setelah salat. Memohon keselamatan pada Allah merupakan fondasi kehidupan yang tenang dan berkah.

3. Wirid 33 Kali: Tasbih, Tahmid, Takbir (33x, 33x, 33x)

Zikir ini merupakan inti dari amalan setelah salat dan menjadi sumber utama keberkahan.

Tasbih (33x):

  • Arab: سُبْحَانَ اللهِ
  • Latin: Subhanallah
  • Artinya: “Mahasuci Allah.”

Tahmid (33x):

  • Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
  • Latin: Alhamdulillah
  • Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Takbir (33x):

  • Arab: اللهُ أَكْبَرُ
  • Latin: Allahu Akbar
  • Artinya: “Allah Mahabesar.”

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bertasbih (33x), bertahmid (33x), dan bertakbir (33x) setelah salat fardu, lalu menggenapkannya menjadi 100 dengan kalimat 'Laa ilaha illallah...', maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”. Ini adalah pahala yang luar biasa.

4. Tahlil Pelebur Dosa (Menyempurnakan 100)

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Selanjutnya, membaca tahlil 100 kali:

  • Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
  • Latin: Laa ilaaha illallah
  • Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah

Dzikir ini dianjurkan untuk dibaca sekali setelah tasbih-tahmid-takbir. Mengakui keesaan dan kekuasaan Allah adalah kunci utama pembuka pintu keberkahan.

5. Ayat Kursi (1 Kali)

Ayat Kursi merupakan Surat Al-Baqarah ayat 255. Berikut ini bacaannya.

Arab: فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ (QS. Al-Baqarah: 255)

Latin: allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi setelah setiap salat fardu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian. Ini adalah ikatan spiritual yang paling kuat untuk mendapatkan perlindungan dari kejahatan makhluk.

6. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (1 Kali, khusus Subuh & Maghrib 3 Kali)

Surat Al-Ikhlas

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۝

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”

Surat Al-Falaq

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Qul a‘ūdzu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Surat An-Nas

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Qul a‘ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (setan) yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Uqbah bin Amir RA bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membaca surat-surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) setelah setiap salat. Khusus untuk salat Subuh dan Maghrib, dianjurkan membaca masing-masing tiga kali sebagai bentuk perlindungan maksimal di permulaan dan penghujung hari. 

Doa Penutup (Kebaikan Dunia Akhirat)

Setelah seluruh rangkaian dzikir selesai, dianjurkan menutupnya dengan doa:

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al-Baqarah: 201).

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa doa ini mencakup seluruh kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya doa yang paling komprehensif.

Fadhilah yang Diraih dengan Mengamalkan Dzikir

Allah SWT menjanjikan keberkahan dan keuntungan bagi mereka yang memperbanyak ingatan kepada-Nya setelah salat. Berikut adalah poin-poin utama mengenai bagaimana dzikir setelah salat dapat menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan:

  • Penyempurna Ibadah dan Kekhusyukan: Dzikir berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah salat. Terkadang, hati seorang hamba mungkin lalai saat salat, tetapi dengan berzikir setelahnya, hubungan spiritual kepada Allah tetap terjaga. Ini menumbuhkan kesadaran (muraqabah) bahwa setiap aktivitas harus selalu dalam koridor ridha Allah, sehingga mendatangkan keberkahan dalam setiap langkah.
  • Penghapus Dosa: Dzikir setelah salat, seperti wirid tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, menjadi sebab diampuninya dosa-dosa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang bertasbih 33x, bertahmid 33x, dan bertakbir 33x setelah salat fardu, lalu menggenapkannya menjadi 100 dengan kalimat ‘Laa ilaha illallah...’, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”. Hati yang bersih dari dosa merupakan fondasi kehidupan yang penuh berkah, karena keberkahan sejati akan sulit hadir jika hati masih dipenuhi noda dosa.
  • Sumber Ketenangan Jiwa: Tujuan utama dari dzikir adalah untuk meraih ketenteraman hati. Allah SWT berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d: 28). Hati yang tenteram akan memproyeksikan energi positif dalam segala aspek kehidupan, membawa ketenangan dalam rumah tangga, pekerjaan, dan interaksi sosial.
  • Pembuka Pintu Rezeki: Banyak dalil yang menghubungkan dzikir dan istigfar dengan kelapangan rezeki. Dalam surat Nuh, Allah menjanjikan hujan lebat, harta, dan anak-anak bagi mereka yang beristigfar. Waktu setelah salat adalah momen paling mustajab, sehingga memohon kelapangan dan keberkahan rezeki pada saat ini sangat dianjurkan.
  • Perlindungan dan Pertolongan Allah: Membaca dzikir seperti Ayat Kursi setelah salat akan mendatangkan perlindungan Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi setelah setiap salat wajib, maka tiada yang menghalanginya masuk surga selain kematian. Perlindungan dari gangguan setan dan musibah inilah yang menjaga stabilitas hidup dan mendatangkan ketenangan berkepanjangan.
  • Mendapat Petunjuk dan Ketenangan Hadapi Musibah: Selain mendapat ampunan dan pahala yang besar, dengan berzikir, orang-orang yang beriman juga akan mendapatkan keteguhan hati, baik dalam menghadapi musibah atau cobaan dari Allah SWT.. Sikap tabah dan tawakal inilah yang membuat seorang Muslim tetap produktif dan optimis di tengah kesulitan, sehingga keberkahan tetap mengalir.

Pertanyaan Seputar Dzikir setelah Salat yang Membawa Keberkahan Hidup

Mengapa dzikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan setelah selesai melaksanakan salat?

Berdzikir kepada Allah setelah salat sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah dengan memohon ampunan, menambal kekurangan saat salat, serta menjaga hati tetap terhubung dengan-Nya. Amalan ini juga berfungsi sebagai bentuk syukur dan mendekatkan diri kepada Allah agar senantiasa dilimpahi rahmat dan ketenangan.

Kapan waktu yang paling baik untuk berdzikir dan berdoa?

Ada waktu-waktu khusus yang dianjurkan untuk berdzikir, seperti setelah shalat (Qaf [50]: 39-40) dan pertengahan malam atau saat terbenamnya bintang-bintang (al-Thur [52]: 48-49).

Bagaimana pengaruh salat dan dzikir dalam kehidupan seseorang?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacaan shalat yang mengandung unsur doa, dzikir, dan penghayatan spiritual berperan dalam menurunkan stres, meningkatkan kontrol diri, serta memperkuat keseimbangan emosi. Selain itu, shalat juga berfungsi sebagai terapi ruhaniah yang mendukung proses pemulihan psikologis.

Apa balasan bagi orang selalu berdzikir?

Orang yang selalu berdzikir akan mendapatkan cinta, pertolongan, dan ampunan dari Allah SWT. Berdasarkan janji-Nya dalam Al-Qur'an, Allah akan senantiasa mengingat hamba yang mengingat-Nya, memberikan ketenteraman hati, serta menjanjikan pahala besar dan perlindungan dari siksa api neraka.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |