Liputan6.com, Jakarta - Cara melakukan tawaf yang benar sesuai sunnah menjadi perhatian utama jamaah haji dan umrah yang ingin ibadahnya sah dan bernilai maksimal. Tawaf bukan sekadar mengelilingi Ka’bah, tetapi ibadah yang sarat adab dan tuntunan Rasulullah SAW. Pemahaman yang tepat akan membantu jamaah lebih tenang saat beribadah.
Memahami cara melakukan tawaf yang benar sesuai sunnah membantu jamaah terhindar dari kesalahan umum di Masjidil Haram. Setiap putaran tawaf memiliki makna kepasrahan dan ketundukan kepada Allah SWT. Ibadah ini juga menuntut kesiapan fisik dan mental.
Tawaf termasuk rukun haji dan umrah yang tidak boleh ditinggalkan. Tanpa tawaf, rangkaian ibadah haji dan umrah tidak dianggap sempurna. Karena itu, jamaah wajib memahaminya sejak awal.
Secara umum, tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Pelaksanaannya dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Arah tawaf harus berlawanan dengan jarum jam.
Persiapan Penting Sebelum Tawaf
Persiapan menjadi langkah awal agar tawaf berjalan tertib dan khusyuk. Jamaah dianjurkan memahami rukun, syarat, dan sunnah sebelum memasuki area Ka’bah. Pengetahuan ini penting agar ibadah tidak ragu-ragu.
Kondisi tubuh yang sehat juga sangat berpengaruh. Jamaah sebaiknya makan secukupnya dan mengatur stamina sebelum tawaf. Kelelahan berlebihan dapat mengurangi kekhusyukan.
Niat yang ikhlas menjadi fondasi utama. Tawaf dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan sekadar mengikuti rombongan. Keikhlasan niat akan menentukan nilai ibadah.
Kebersihan diri juga harus diperhatikan. Jamaah wajib suci dari hadas besar dan kecil sebelum memulai tawaf. Hal ini menjadi syarat sah tawaf menurut mayoritas ulama.
Niat dan Ihram Sesuai Sunnah
Memakai pakaian ihram sesuai ketentuan menjadi syarat penting. Pakaian ihram mencerminkan kesederhanaan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT. Tidak ada perbedaan status saat mengenakannya.
Tidak ada lafaz niat khusus untuk tawaf yang dibaca keras. Niat cukup dihadirkan di dalam hati saat memulai ibadah. Cara ini lebih sesuai dengan tuntunan sunnah.
Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan idhthiba’ saat tawaf qudum. Idhthiba’ dilakukan dengan membuka bahu kanan. Amalan ini dilakukan selama tawaf, bukan setelahnya.
Jamaah juga dianjurkan memahami area tawaf agar tidak salah jalur. Arah tawaf harus berlawanan dengan jarum jam. Kesalahan arah bisa membatalkan tawaf.
Memulai Tawaf dari Hajar Aswad
Tawaf dimulai tepat di Hajar Aswad. Jika memungkinkan, jamaah boleh menyentuh atau menciumnya tanpa menyakiti orang lain. Keselamatan jamaah lain tetap harus diutamakan.
Jika tidak memungkinkan, cukup berisyarat dengan tangan. Isyarat tersebut tetap bernilai sunnah. Jamaah dianjurkan tidak memaksakan diri.
Saat memulai tawaf, disunnahkan membaca takbir berikut ini.
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
Bismillāhi wallāhu akbar
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.
Takbir ini dibaca setiap melewati Hajar Aswad. Jamaah tidak perlu mengeraskan suara secara berlebihan. Ketertiban dan ketenangan tetap dijaga.
Putaran Tawaf dan Doa
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh. Setiap putaran dihitung sejak sejajar dengan Hajar Aswad. Ketelitian sangat diperlukan agar tidak kurang hitungan.
Pada tiga putaran pertama tawaf qudum, jamaah laki-laki disunnahkan melakukan ramal atau jalan cepat. Empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan biasa. Sunnah ini menunjukkan semangat beribadah.
Tidak ada doa khusus di setiap putaran tawaf. Jamaah bebas berdoa sesuai hajat dan kebutuhan masing-masing. Doa boleh dibaca lirih atau dalam hati.
Namun, di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca doa berikut.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana ātinā fid-dunyā hasanah wa fil-ākhirati hasanah wa qinā ‘adzāban-nār
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat serta lindungi kami dari siksa neraka.
Setelah Selesai Tawaf
Setelah tujuh putaran selesai, jamaah dianjurkan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika penuh, sholat boleh dilakukan di mana saja di Masjidil Haram. Hal ini menunjukkan kelapangan syariat Islam.
Pada rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-Kafirun. Pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas. Kedua surat ini mencerminkan kemurnian tauhid.
Usai sholat, jamaah dianjurkan minum air zam-zam. Air zam-zam diyakini membawa keberkahan sesuai niat peminumnya. Anjuran ini bersumber dari hadits shahih.
Sebagian jamaah kembali menuju Hajar Aswad untuk berisyarat. Praktik ini termasuk sunnah jika memungkinkan. Namun tidak wajib dilakukan.
Rangkaian tawaf biasanya dilanjutkan dengan sa’i antara Safa dan Marwah. Urutan ini penting untuk menjaga kesempurnaan ibadah. Sa’i tidak sah tanpa tawaf sebelumnya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan umum adalah mendorong jamaah lain. Tawaf harus dilakukan dengan menjaga adab dan keselamatan. Sikap sabar menjadi kunci utama.
Kesalahan lain adalah mengkhususkan doa tertentu di setiap putaran. Hal ini tidak memiliki dasar sunnah yang kuat. Jamaah sebaiknya tidak memberatkan diri.
Jamaah juga sering lupa menghitung putaran dengan benar. Kesalahan hitungan dapat memengaruhi keabsahan tawaf. Karena itu, fokus sangat dibutuhkan.
Menjaga ketenangan dan kesabaran menjadi kunci. Tawaf adalah ibadah, bukan ajang tergesa-gesa. Sikap tenang akan membantu kekhusyukan.
Dengan memahami cara melakukan tawaf yang benar sesuai sunnah, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tawaf yang dilakukan dengan ilmu dan adab akan menghadirkan kekhusyukan dan keberkahan. Pemahaman ini penting bagi setiap calon tamu Allah.
People Also Talk
1. Apakah tawaf harus dilakukan dalam keadaan suci?Ya, tawaf wajib dilakukan dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar menurut mayoritas ulama.
2. Apakah mencium Hajar Aswad wajib saat tawaf?Tidak wajib, mencium Hajar Aswad hukumnya sunnah dan boleh diganti dengan isyarat jika tidak memungkinkan.
3. Bolehkah berdoa dengan bahasa sendiri saat tawaf?Boleh, karena tidak ada doa khusus yang diwajibkan di setiap putaran tawaf.
4. Bagaimana jika salah menghitung jumlah putaran tawaf?Jika kurang dari tujuh putaran, tawaf wajib disempurnakan hingga genap tujuh kali.
5. Apakah tawaf bisa dilakukan dengan kursi roda?Boleh, terutama bagi jamaah yang memiliki uzur atau keterbatasan fisik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
