Liputan6.com, Jakarta - Panduan pakaian ihram yang benar untuk pria menjadi salah satu satu aspek penting dalam ibadah haji dan umrah. Pakaian ihram adalah simbol pelepasan status sosial, kekayaan, dan atribut duniawi, simbol kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Pakaian ihram pria, yang tidak berjahit, menjadikannya bagian krusial dalam rangkaian ihram. Diriwayatkan seorang sahabat bertanya tentang pakaian ihram. Rasulullah lantas menjawab, yang artinya:
“Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian).” (HR. Bukhari no. 1542).
Hadis ini lantas menjadi landasan pakaian ihram yang benar, dengan beberapa penyesuaian. Di antaranya larangan bersepatu yang hanya berlaku di awal pensyariatan, dan kini lebih populer dengan penggunaan sandal.
Panduan Pakaian Ihram yang Benar untuk Pria
Berikut ini adalah panduan mengenakan pakaian ihram yang benar bagi pria ini dirangkum dari buku Manasik Haji dan Umrah serta panduan praktis laman Kemenag Sijunjung.
Panduan Mengenakan Pakaian Ihram Bagian Bawah (Izār)
• Pertama-tama, ambil salah satu kain untuk menutupi bagian bawah. yang akan digunakan sebagai sarung.
• Gunakan kain ini untuk menutupi bagian atas pusar hingga dibawah lutut.
• Kain yang digunakan merupakan kain yang lebih panjang.
• Kemudian bentangkan kaki dan mulai sarungkan kain yang lebih panjang tadi ke badan.
• Bentangkan tangan kanan sambil menggenggam dua ujung kain ihram yang disatukan, dan tangan kiri diletakkan dibawah ketiak kanan untuk menahan lipatan kain, ujung kain ihram yang disatukan ditarik ke arah kiri.
• Sedangkan tangan kanan bergantian menahan lipatan dibawah ketiak, ujung kain ihram yang disatukan dilipat kedalam sehingga tidak kelihatan dari depan dan nampak rapi, lipatan kain ihram digulung ke bawah seperti saat hendak mengenakan sarung untuk sholat.
• Pastikan dan perhatikan baik-baik apakah kain sudah terlipat sempurna, jangan sampai ketika duduk atau jongkok aurat kita terlihat.
• Pastikan Anda nyaman memakainya, jangan sampai ikatan terlalu kencang sehingga menyulitkan ketika berjalan.
Panduan Mengenakan Pakaian Ihram Bagian Atas (Rida' )
Gunakan kain satunya untuk menutupi bagian pundak kanan dan kiri dengan cara diselempangkan.
- Akan tetapi ketika melakukan tawaf, biarkan bagian pundak kanan terbuka dan lipatan satunya diturunkan di bawah ketiak sebelah kanan (Idhthiba').
- Supaya tidak mudah terlepas kaitkan ujung satu sisinya ke ujung lainnya.
- Setelah menyelesaikan tawaf, kain ihram kembali digunakan untuk menutupi semua badan seperti semula.
- Selain itu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ketika menggunakan kain ihram. Pertama kain tidak boleh melewati batas mata kaki, tidak boleh kotor. Ketika menggunakan kain ihram juga tidak perlu menggunakan pakaian dalam maupun aksesoris lainnya.
Larangan Terkait Pakaian Ihram
Setelah mengenakan pakaian ihram, jemaah pria harus berhati-hati terhadap hal yang dilarang terkait dengan pakaian:
- Tidak Boleh Berjahit: Larangan paling fundamental adalah menggunakan pakaian yang membentuk atau mengikuti bentuk tubuh yang memiliki jahitan (kaus, celana, pakaian dalam, atau bahkan handuk yang dijahit).
- Tidak Boleh Menutup Kepala: Larangan yang telah disebutkan, yaitu tidak boleh mengenakan penutup kepala yang melekat (peci, topi, sorban, atau ridā’ yang menutupi kepala).
-
Larangan mengenakan pakaian al makhith yang membentuk lekuk tubuh dan berjahit, maksudnya seperti kemeja, kaos dalam, celana dalam, celana pendek maupun celana panjang. Juga laki-laki dilarang menutup kepala dengan topi dan pecis saat berihram.
-
Larangan yang ditujukan pada laki-laki dan perempuan: memakai wewangian atau parfum. Namun yang sedang berihram diperkenankan untuk bersih-bersih (mandi). Ketika telah berniat ihram, maka tidak boleh lagi menggunakan wewangian seperti minyak misk dan lainnya. Akan tetapi sesuatu yang berbau wangi, namun tidak digunakan untuk tujuan wewangian, maka tidak mengapa digunakan.
Pakaian ihram, yang dimulai dengan niat dan diresmikan dengan Talbiyah, adalah penanda dimulainya hubungan eksklusif seorang hamba dengan Tuhannya.
Filosofi Pakaian Ihram Pria
Pakaian ihram pria terdiri dari dua helai kain putih tebal yang tidak berjahit (tanpa sambungan, jahitan, atau rajutan yang membentuk tubuh).
- Kain Bawah Izār Berfungsi sebagai sarung atau penutup bagian bawah tubuh (dari pinggang hingga lutut/betis). Tidak boleh dijahit dan dilarang menampakkan aurat.
- Kain Atas Ridā’ Berfungsi sebagai selendang atau penutup bagian atas tubuh (dari bahu hingga pinggang). Dilarang menutup kepala.
Filosofi Kesetaraan:
Merujuk penjelasan Imam Ghazali Said dalam bukunya, pakaian ihram ini mengingatkan pada kafan jenazah. Dengan menanggalkan pakaian berjahit yang mencerminkan kekayaan, jabatan, atau kelas sosial, jemaah didorong untuk fokus pada niat murni (ikhlas) dan menyadari bahwa semua manusia sama di hadapan pencipta.
Warna putih melambangkan kesucian batin dan menjadi manifestasi harapan gugurnya dosa, taubat, ampunan, dan penghambaan mutlak kepada Allah SWT.
People Also Ask:
Bagaimana pakaian ihram untuk laki-laki?
Baju/pakaian ihram untuk laki-laki adalah 2 helai kain yang dililitkan ke badan dengan tanpa jahitan. Warna untuk pakaian ihram tidak berprinsipnamun secara umum adalah putih. Yang menjadi prinsip adalah tidak berjahitnya itu.
Apa ukuran pakaian ihram untuk pria?
Handuk Ihram untuk Pria untuk Haji dan Umrah - 2 Handuk (Atas dan Bawah) Teknologi Tenun Mikrofiber Cepat Kering Terbaru (UKURAN 46x92 Inci )
Apa yang harus dikenakan pria saat mengenakan ihram?
Tidak, pria tidak boleh mengenakan pakaian dalam saat dalam keadaan Ihram. Ihram hanya terdiri dari dua kain putih yang tidak dijahit. Mengenakan barang-barang yang dijahit, seperti pakaian dalam, melanggar aturan Ihram. Kesederhanaan ini melambangkan kesucian dan kesetaraan.
Pakaian ihram laki-laki apakah boleh pakai celana dalam?
Tidak boleh, laki-laki yang sedang ihram haram memakai celana dalam karena termasuk pakaian berjahit yang menutupi anggota tubuh, meskipun ada inovasi celana dalam tanpa jahitan (seperti dengan tali), karena bentuknya tetap melingkar dan menutupi badan, sehingga jika melanggar, wajib membayar denda (dam). Aturan ihram mengharuskan pria memakai dua helai kain tanpa jahitan (izar dan rida').

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
