Liputan6.com, Jakarta - Pengertian Thawaf perlu dipahami oleh setiap jemaah haji dan umrah karena menjadi salah satu ibadah utama yang dilakukan di Masjidil Haram. Thawaf dilaksanakan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran sebagai bagian dari rangkaian ibadah yang memiliki tata cara, syarat, dan ketentuan tertentu sesuai syariat Islam.
Pelaksanaan thawaf berkaitan erat dengan sejarah ibadah sejak masa Nabi Ibrahim AS dan terus dijalankan oleh umat Islam hingga sekarang. Saat thawaf, jemaah bergerak mengelilingi Ka'bah sambil membaca doa dan dzikir sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Ibadah ini juga menjadi gambaran persatuan umat Islam karena dilakukan bersama oleh jemaah dari berbagai negara dalam satu arah dan tujuan yang sama.
Lantas bagaimana pengertian Thawaf sebenarnya? Untuk mengetahuinya, simak informasinya berikut, termasuk tata caranya yang dianjurkan sesuai syariat serta rukun ibadah haji, dirangkum Liputan6, Jumat (8/5).
Pengertian Thawaf
Dalam situs Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Thawaf diartikan sebagai ibadah yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Rangkaian ini merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah. Pelaksanaan thawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram, tempat Ka'bah berada.
Secara bahasa, thawaf bermakna mengelilingi. Dalam konteks ibadah, thawaf diartikan sebagai amalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri jemaah.
Thawaf menjadi penentu keabsahan ibadah haji atau umrah, sehingga tidak dapat diganti dengan denda apabila ditinggalkan. Thawaf adalah bagian dari rukun kedua saat melaksanakan haji dan umrah. Kegiatan ini dilakukan sebagai pembuka dan penutup ibadah di Masjidil Haram. Setiap putaran thawaf harus utuh dan dimulai dari titik Hajar Aswad.
Tata Cara Melakukan Thawaf yang Benar Sesuai Rukun Ibadah Haji
Pelaksanaan thawaf memerlukan perhatian khusus agar ibadah menjadi sah dan diterima. Persiapan sebelum thawaf merupakan langkah penting yang harus dilakukan dengan seksama, meliputi aspek fisik dan spiritual.
Jemaah perlu memastikan diri dalam keadaan suci dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Setelah persiapan fisik dan niat yang benar, jemaah dapat memulai thawaf dengan mengikuti langkah-langkah yang telah diajarkan.
Setiap putaran mengelilingi Ka'bah memiliki ketentuan yang harus dipatuhi, memastikan setiap gerakan memiliki nilai ibadah yang sempurna. Ketepatan dalam tata cara ini menjadi kunci utama dalam menjalankan rukun haji dan umrah.
Berikut adalah tata cara melakukan thawaf yang benar:
- Niat. Jemaah harus berniat melakukan thawaf karena Allah Ta'ala. Niat ini diucapkan dalam hati atau dengan suara rendah saat memulai thawaf.
- Suci dari hadas dan najis. Jemaah harus dalam keadaan suci dari hadas kecil dan hadas besar, serta pakaian harus bersih dari najis.
- Menutup aurat. Aurat jemaah harus tertutup sempurna selama pelaksanaan thawaf.
- Memulai dari Hajar Aswad. Thawaf dimulai dari tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad. Jika jemaah memulai thawaf sebelum sampai di Hajar Aswad, putaran tersebut tidak dianggap sah.
- Ka'bah di sebelah kiri. Selama mengelilingi Ka'bah, posisi Ka'bah harus selalu berada di sebelah kiri jemaah.
- Tujuh kali putaran. Thawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran sempurna. Jika putaran kurang, thawaf tidak sah.
- Di luar Ka'bah. Pelaksanaan thawaf harus di luar bangunan Ka'bah, termasuk di luar Hijir Ismail dan Syadzarwan, karena area tersebut merupakan bagian dari Ka'bah.
- Berjalan ke depan. Jemaah harus berjalan ke depan, tidak mundur atau menyamping.
- Berjalan kaki. Thawaf dilakukan dengan berjalan kaki, jika mampu.
- Tidak tergesa-gesa. Rasulullah mencontohkan thawaf dengan berjalan santai.
- Berdoa dan berzikir. Selama thawaf, jemaah dianjurkan untuk berdoa dan berzikir, mengingat kebesaran Allah.
Thawaf Hukumnya Wajib dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah
Thawaf memiliki kedudukan penting dalam ibadah haji dan umrah. Thawaf Ifadhah, khususnya, merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan. Apabila thawaf Ifadhah tidak dikerjakan, ibadah haji dianggap tidak sah dan tidak dapat diganti dengan ibadah lain atau denda. Selain thawaf Ifadhah, terdapat jenis thawaf lain dengan hukum berbeda.
Thawaf Qudum, atau thawaf selamat datang, hukumnya sunnah bagi jemaah yang baru tiba di Mekkah. Sementara itu, thawaf Wada', atau thawaf perpisahan, hukumnya wajib bagi jemaah haji yang akan meninggalkan Mekkah, meskipun ada perbedaan pendapat ulama mengenai hukumnya untuk umrah. Thawaf secara umum adalah ibadah yang dapat dilakukan di luar rangkaian haji dan umrah sebagai amalan sunnah.
Namun, dalam konteks haji dan umrah, beberapa jenis thawaf memiliki status rukun atau wajib yang tidak dapat diabaikan. Pemahaman mengenai hukum setiap jenis thawaf membantu jemaah menjalankan ibadah dengan benar.
Asal Usul Thawaf
Merujuk MUI, Thawaf lahir dari akar sejarah dan makna spiritual yang sangat tua dalam tradisi Islam. Praktik ini terkait erat dengan rumah purba yang disebut Bait al-‘Atiq. Bahkan sebelum zaman Nabi Muhammad, thawaf telah menjadi ibadah yang dikenal. Asal-usul thawaf dimulai ketika Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Para malaikat kemudian mengelilingi Arsy, lalu Allah menciptakan Baitul Makmur di bawah Arsy, dan para malaikat diperintahkan untuk mengelilingi rumah tersebut. Allah kemudian memerintahkan malaikat turun ke bumi untuk membangun rumah serupa, yang kelak dikenal sebagai Ka'bah. Sejarah thawaf juga terkait erat dengan pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, atas perintah Allah.
Setelah Ka'bah berdiri, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar berhaji. Praktik thawaf pernah menyimpang pada masa jahiliah, namun kemudian diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad sesuai tuntunan wahyu Ilahi.
Makna dari Melakukan Thawaf
Thawaf bukan sekadar gerakan fisik mengelilingi Ka'bah, melainkan sebuah aktivitas yang sarat makna spiritual. Ritual ini mencerminkan kesederhanaan, kesetiaan, dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Saat seorang Muslim mengelilingi Ka'bah, ia memusatkan hati, jiwa, dan pikiran kepada Allah, merenungkan kebesaran-Nya.
Gerakan thawaf yang berlawanan arah jarum jam, dengan Ka'bah berada di sisi kiri, melambangkan bahwa hati seorang hamba harus terus terhubung dengan Tuhannya. Dalam setiap putaran, hati berdetak dalam zikir, tubuh bergerak dalam ketaatan, dan ruh larut dalam cinta Ilahi. Thawaf adalah simbol tauhid murni, bahwa tidak ada tujuan lain dalam hidup ini kecuali Allah.
Thawaf juga melambangkan perjalanan hidup seseorang atau menggambarkan perjalanan menuju Allah sebagai bentuk penyerahan diri secara total. Ka'bah menjadi poros kiblat, dan thawaf merepresentasikan hidup seorang Muslim yang berpusat hanya kepada Allah. Ini adalah manifestasi kepatuhan total manusia kepada Allah, menggambarkan kesatuan umat Islam dalam menyembah satu Tuhan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa itu thawaf dalam ibadah haji?
A: Thawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran sebagai salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah.
Q: Berapa kali putaran thawaf dilakukan?
A: Thawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran sempurna mengelilingi Ka'bah.
Q: Apa hukum thawaf Ifadhah dalam haji?
A: Thawaf Ifadhah adalah rukun haji yang hukumnya wajib dan tidak dapat digantikan.
Q: Kapan thawaf dimulai?
A: Thawaf dimulai dari tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad.
Q: Apa makna spiritual dari thawaf?
A: Thawaf mencerminkan kesederhanaan, kesetiaan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241347/original/056837800_1748947656-20250603-Suasana_Masjidil_Haram-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253162/original/014151700_1750020036-WhatsApp_Image_2025-06-16_at_02.37.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417161/original/003976100_1763523452-Haji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417164/original/022570200_1763523453-Berhaji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2874912/original/065591300_1565143362-20190806-Berburu-Oleh-oleh-Haji-di-Tanah-Suci-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437659/original/087344800_1684829069-5452136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400328/original/025896800_1762084153-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.46.56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387154/original/093125200_1761032963-ilustrasi_wudhu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)