Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI, telah mengumumkan jadwal perjalanan haji 2026. Bagi calon jemaah haji dan muslim, salah satu hal terpenting adalah mengetahui rukun haji dan wajib haji.
Pengetahuan ini penting mengingat keduanya berpengaruh terhadap keabsahan haji. Tiap muslim pasti ingin menjadi haji mabrur. Untuk menjadi haji mabrur, salah satu syaratnya adalah dalam aspek kesempurnaan pelaksanaannya.
Secara umum, perjalanan ibadah haji bakal dimulai pada 21 April 2026, di mana jemaah haji mulai masuk ke embarkasi, dilanjutkan dengan penerbangan jemaah haji gelombang I ke ke Madinah mulai tanggal 22 April 2026.
Perjalanan ibadah haji berakhir pada 1 Juli 2026/16 Muharram 1448 H, di mana jemaah haji gelombang II tiba di tanah air.
Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai rukun dan wajib haji, mulai dari pengertian, hingga pelaksanaannya.
Pengertian Rukun Haji dan Wajib Haji
Merujuk Buku Fikih Haji dan Umrah karya Suwarjin, rukun haji merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang harus dipenuhi agar haji dianggap sah. Menurut perspektif empat mazhab, meskipun terdapat perbedaan dalam jumlah dan detail rukun, semua sepakat bahwa wuquf di Arafah dan tawaf ifadhah merupakan inti dari rukun haji.
Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka haji seseorang tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan membayar dam atau denda. Konsekuensinya, orang tersebut wajib mengulangi ibadah hajinya pada tahun berikutnya.
Pemahaman yang mendalam tentang rukun haji sangat penting bagi setiap jamaah agar ibadah yang dilaksanakan tidak sia-sia, mengingat besarnya pengorbanan baik materi, fisik, dan waktu yang telah dikeluarkan.
Sementara itu, wajib haji merupakan rangkaian amalan yang harus dilaksanakan, namun jika terlewatkan tidak membatalkan haji.
Rukun Haji
Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, terbitan Kemenag RI, Rukun haji adalah serangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka haji tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam.
1. Ihram (Niat)
Niat memasuki ibadah haji dengan mengucapkan lafaz niat dan mematuhi larangan-larangan ihram. Dilakukan dari miqat yang telah ditentukan.
2. Wukuf di Arafah
Berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah mulai dari tergelincir matahari (zawal) hingga terbenam. Merupakan puncak ibadah haji. Sabda Nabi: "Haji adalah wukuf di Arafah." (HR. At-Tirmidzi)
3. Thawaf Ifadhah
Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran setelah kembali dari Mina. Dilakukan setelah tanggal 10 Dzulhijjah. Tahwaf Ifadah merupakan salah satu rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan.
4. Sa’i
Berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Dilakukan setelah thawaf ifadhah.
5. Bercukur atau Memotong Rambut
Memotong atau mencukur sebagian rambut kepala minimal 3 helai. Merupakan tanda selesainya sebagian larangan ihram (tahallul awal).
6. Tertib
Melaksanakan rukun haji secara berurutan sesuai tata cara yang ditetapkan.
Wajib Haji
Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dikerjakan, tetapi jika ditinggalkan haji tetap sah dengan catatan harus membayar dam. Jika ditinggalkan tanpa uzur syar’i, pelaku berdosa.
1. Ihram dari Miqat
Memulai niat haji dari batas tempat yang telah ditentukan (miqat makani).
Contoh:
- Gelombang I: Bir Ali (Madinah)
- Gelombang II: Asrama haji, pesawat, atau Bandara Jeddah
2. Mabit di Muzdalifah
Bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah setelah wukuf.
Kadar Sah: Cukup melewati tengah malam.
3. Mabit di Mina
Bermalam di Mina pada:
- Malam 11–12 Dzulhijjah (nafar awwal)
- Malam 11–13 Dzulhijjah (nafar tsani)
Kadar Sah: Sebagian besar malam.
4. Melontar Jamrah
Melemparkan batu kerikil ke tiga jamrah (Sughra, Wustha, Kubra) pada hari nahar dan hari tasyriq. Dimulai dari Jamrah Sughra, Wustha, lalu Kubra.
5. Thawaf Wada’
Thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Tidak wajib bagi perempuan haid/nifas dan penduduk Makkah.
Perbedaan Antara Rukun dan Wajib Haji
Mengingat kemiripan rukun haji dan wajib haji, umat Islam perlu mengetahui perbedaan antara keduanya.
Rukun Haji:
- Merupakan amalan inti yang harus dilakukan dalam ibadah haji
- Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka ibadah haji tidak sah
- Tidak dapat diganti dengan membayar dam (denda)
Contoh: Ihram, wukuf di Arafah, thawaf ifadhah, sa'i, bercukur, dan tertib
Wajib Haji:
- Merupakan amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji
- Jika ditinggalkan, ibadah haji tetap sah namun harus membayar dam
- Dapat diganti dengan membayar dam ketika ditinggalkan
Contoh: Ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jamrah, dan thawaf wada'
Catatan Penting Rukun Haji dan Wajib Haji
Merujuk buku Fiqih Haji dan Umrah, berikut ini adalah hal-hal perlu diperhatikan jemaah haji:
- Rukun haji bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar - jika ditinggalkan maka haji tidak sah
- Wajib haji memberikan kelonggaran dengan adanya alternatif membayar dam jika tidak dapat dilaksanakan
- Pelaksanaan haji perlu disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah, terutama bagi lansia, sakit, atau penyandang disabilitas
- Sangat dianjurkan untuk mempelajari dan memahami tata cara setiap rukun dan wajib haji sebelum berangkat ke tanah suci
- Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini akan membantu jemaah dalam melaksanakan ibadah haji dengan benar dan tenang
People also Ask:
1. Wajib haji ada 7 apa saja?
- Tujuh wajib haji yang wajib dipenuhi agar ibadah haji sah adalah:
- Ihram dari miqat.
- Wukuf di Arafah: (pada 9 Dzulhijjah).
- Mabit (bermalam) di Muzdalifah: (sebagian malam 10 Dzulhijjah).
- Mabit (bermalam) di Mina: (pada hari-hari tasyriq).
- Melempar jumrah: (secara berurutan).
- Mencukur atau memotong rambut.
- Thawaf wada': (thawaf perpisahan).
2. Rukun haji ada 3 apa saja?
6 Rukun Haji dan Penjelasannya yang Perlu DiperhatikanTiga rukun haji yang paling utama adalah Ihram, Wukuf di Arafah, dan Tawaf. Ada juga rukun lain seperti Sai, Tahallul, dan Tertib, sehingga total ada enam rukun haji yang harus dilaksanakan agar ibadah haji dianggap sah.
3. Apa saja wajib haji dan rukun haji?
Sementara wajib haji terdiri atas tiga hal. Artinya: Rukun haji ada empat, yaitu ihram beserta niat, wukuf di Arafah, tawaf, dan sa'i antara Shafa dan Marwa. Wajib haji di luar rukun haji ada tiga, yaitu ihram dari miqat, lempar tiga jumrah, dan cukur. Abu Syuja menempatkan cukur ke dalam wajib haji, bukan rukun haji.
4. Apa saja 6 rukun haji?
Infografis Rukun Haji | Republika OnlineYa, rukun haji memang ada enam, yaitu niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahalul, dan tertib. Keenam rukun ini wajib dilaksanakan secara berurutan agar ibadah haji dianggap sah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)