Sidang Bea Cukai, Dedi Congor Disebut Dapat Rp 5 M Per Bulan

3 days ago 9

NAMA Ahmad Dedi alias Dedi Congor muncul dalam sidang bos PT Blueray Cargo, John Field, pada Rabu, 20 Mei 2026 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Pegawai Fungsional Madya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan itu diduga merupakan inisial D yang muncul dalam catatan keuangan perusahaan forwarder tersebut.

Jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Takdir mulanya menunjukkan bukti chat antara John Field dengan saksi Vini Liverie Vi, pegawai Blueray Cargo. “‘Ko John, ini Pak D 5 miliar fix 13.500’. Bener ini, Bu, ya?” kata jaksa bertanya saat sidang Rabu malam, 20 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Vini membenarkan. Namun, ia tak mengetahui inisial D itu merujuk pada siapa.

Jaksa KPK kemudian menanyakan hal yang sama kepada saksi Indra Setiawan Putra. Pegawai Blueray itu bertugas mencatat pemberian uang kepada pihak Ditjen Bea Cukai. Setiap kali ada laporan pemberian dari Vini, ia mencatatnya. Indra menjelaskan, pemberian tersebut berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.

“Total biaya bonus Juli 2025 sampai Januari 2026 Rp 61.301.939.000?” tanya jaksa KPK. 

“Iya, betul,” jawab Indra. 

Namun, jaksa menyoroti catatan lain dengan angka berbeda. “Ada penambahan Rp 30 miliar. Ini maksudnya?”

Indra menjawab lagi: “karena pas panggilan pertama, saya tahunya hanya bonus total sekian. Setelah itu panggilan kedua, setelah diskusi dengan Bu Vini, dikasih tahu kalau ada perbedaan. Ada tambahan pemberian ke orang lain tiap bulannya.” 

Jaksa KPK bertanya lagi: “yang tadi inisial D Rp 5 miliar tiap bulan? Jadi Rp 5 miliar dikali 6 bulan, Rp 30 miliar?”

“Iya, betul,” jawab Indra. 

Jaksa KPK kemudian meminta saksi Yohanes Setiawan selaku asisten pribadi John Field untuk mengidentifikasi inisial D. “Nah, kemudian tadi yang disinggung tentang inisial D. Ini, yang saksi temui, Ahmad Dedi?”

“Jujur, saya gak pernah ketemu beliau langsung. Yang bertemu hanya Pak John,” jawab Yohanes. Pertemuan itu berlangsung di restoran AB Steak Senayan City. 

Jaksa kembali bertanya, “nah, itu bagaimana sampai saksi bisa tahu?”

“Ketika saya bayar bill, saya tanya ‘ketemu siapa, Ko?’. ‘Pak Dedi' gitu,” jawab Yohanes. 

Jaksa KPK kemudian memperlihatkan foto Ahmad Dedi seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. “Izin, Majelis, di berita acara pemeriksaan nomor 102 setelah dilihatkan foto: ‘bahwa setelah saya melihat foto Ahmad Dedi yang ditunjukkan oleh penyidik, dapat saya sampaikan foto tersebut adalah orang yang disebut dengan Pak Dedi,’.”

“Iya, itu penyidik KPK kasih lihat ke saya,” ujar Yohanes. 

 Jaksa bertanya, “saksi tahu jadinya, kan?”

“Ah, iya. Jadi ceritanya itu, kronologinya pada saat di AB Steak itu kan lewat doang. Tamunya datang dari samping. Saya bilang ke penyidik pada saat itu ‘dari samping pokoknya pakai kacamata baca orangnya, tapi saya mukanya enggak hafal’,” tutur Yohanes. 

Penyidik kemudian menunjukkan beberapa foto kepadanya. “Yang paling mirip yang ini, dari penglihatan saya,” lanjut Yohanes. 

Pada Jumat, 8 Mei 2026 lalu, Ahmad Dedi hadir sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Seusai pemeriksaan, ia lari terbirit-birit untuk menghindari awak media. Videonya saat berlari itu pun viral di media sosial. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |