Surat yang Dianjurkan Dibaca saat Sholat Qobliyah Subuh, Rakaat Pertama dan Kedua

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sholat qobliyah subuh merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan (muakadah) dan istimewa. Rasulullah SAW menyebutnya lebih baik dari dunia seisinya. Dalam praktiknya, terdapat surat yang dianjurkan dibaca saat Sholat Qobliyah Subuh sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan para ulama.

Dalam kitab Attibyan fi Adabi Hamalatil Quran, Imam Nawawi menyebutkan bahwa ada dua surah dan dua ayat yang disunahkan untuk senantiasa dibaca saat melakukan salat sunah qabliyah Subuh. Kedua surah dan kedua ayat tersebut biasa dibaca oleh Nabi SAW ketika salat sunah qabliyah Subuh. Surah-surah ini mengandung inti tauhid yang sempurna, sehingga sangat tepat dibaca pada salat yang menjadi pembuka hari bagi seorang muslim.

Ustadz Muhammad Alif, Lc dalam buku Shalat Sunnah Fajar menjelaskan bahwa salat sunnah fajar memiliki keutamaan yang sangat agung, dan salah satu aspek yang ditekankan adalah bacaan surah yang sesuai dengan tuntunan Nabi. Demikian pula H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Rawatib menegaskan bahwa pada rakaat pertama salat qobliyah Subuh disunahkan membaca Surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas.

Surat yang Dianjurkan Dibaca pada Rakaat Pertama dan Kedua

1. Surah Al-Kafirun (Rakaat Pertama) dan Surah Al-Ikhlas (Rakaat Kedua)

Ini adalah bacaan yang paling utama dan paling masyhur berdasarkan hadits shahih dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya Rasulullah SAW dalam dua rakaat fajar membaca ‘Qul yaa ayyuhal kaafirun’ dan ‘Qul huwallahu ahad’.” (HR Muslim no. 726)

Rakaat Pertama: Surah Al-Kafirun (QS. Al-Kafirun/109)

Arab: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Latin: Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a‘budu mā ta‘budūn. Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud. Wa lā ana ‘ābidun mā ‘abadtum. Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.

Artinya: “Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.’”

Rakaat Kedua: Surah Al-Ikhlas (QS. Al-Ikhlas/112)

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahū kufuwan aḥad.

Artinya: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.’”

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama mengatakan hikmahnya adalah karena kedua surat ini mengandung makna tauhid yang sempurna dan berlepas diri dari kesyirikan.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyatakan bahwa para ulama sepakat (ijma’) tentang kesunahan membaca dua surat tersebut pada shalat sunah fajar dan maghrib.

Imam al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwazi menjelaskan bahwa hikmah membaca dua surat tersebut adalah karena keduanya mencakup tiga unsur tauhid: tauhid rububiyah, tauhid asma’ wa sifat (dalam Al-Ikhlas), dan tauhid ibadah (dalam Al-Kafirun).

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menegaskan: “Yang disunnahkan dalam sunah fajar itu diringankan (pelaksanaannya). Seseorang pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan di rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.”

2. Surah Al-Insyirah (Rakaat Pertama) dan Surah Al-Fil (Rakaat Kedua)

Selain dua surah di atas, terdapat riwayat lain yang menganjurkan membaca Surah Al-Insyirah (Alam Nasyrah) pada rakaat pertama dan Surah Al-Fil (Alam Taro Kaifa) pada rakaat kedua.

Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Muin menyebutkan membaca surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas di dua rakaat shalat sunnah fajar, karena ada hadis riwayat Imam Muslim dan lainnya. Juga di dua rakaat shalat sunnah fajar dianjurkan membaca surah Alam Nasyrah dan Alam Taro Kaifa, dan barangsiapa senantiasa membaca kedua surah tersebut dalam dua rakaat shalat sunnah fajar, maka akan hilang penyakit wasir darinya.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa keempat surah tersebut, yaitu Surah Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Insyirah, dan Al-Fil, dianjurkan untuk dibaca semua dalam shalat sunnah qabliyah Subuh. Caranya, pada rakaat pertama membaca Al-Insyirah dan Al-Kafirun, sementara pada rakaat kedua membaca Al-Fil dan Al-Ikhlas.

3. Ayat Al-Baqarah 136 dan Ali Imran 64

Imam Nawawi dalam kitab Attibyan fi Adabi Hamalatil Quran juga menyebutkan alternatif lain, yaitu membaca Surah Al-Baqarah ayat 136 pada rakaat pertama dan Surah Ali Imran ayat 64 pada rakaat kedua.

Rakaat Pertama: QS. Al-Baqarah/2:136

Arab: قُوْلُوْا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَمَآ اُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْۖ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ

Latin: Qūlū āmannā billāhi wa mā unzila ilainā wa mā unzila ilā ibrāhīma wa ismā‘īla wa isḥāqa wa ya‘qūba wal-asbāṭi wa mā ūtiya mūsā wa ‘īsā wa mā ūtiyan-nabiyyūna mir rabbihim, lā nufarriqu baina aḥadim minhum wa naḥnu lahū muslimūn.

Artinya: “Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman), ‘Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunannya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.’”

Niat dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Niat Sholat Qobliyah Subuh

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatas shubhi rak‘ataini qabliyyatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Aku niat sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah untuk membantu menghadirkan hati.

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

• Membaca niat sholat qobliyah subuh.

• Takbiratul ihram, mengucapkan “Allahu Akbar”.

• Membaca doa iftitah (sunnah).

• Membaca Surah Al-Fatihah.

• Membaca surah pilihan — rakaat pertama Surah Al-Kafirun, rakaat kedua Surah Al-Ikhlas (atau surah lain yang disebutkan di atas).

• Rukuk dengan tuma’ninah.

• I’tidal, berdiri setelah rukuk.

• Sujud pertama.

• Duduk di antara dua sujud.

• Sujud kedua.

• Berdiri untuk rakaat kedua, mengulangi urutan yang sama.

• Duduk tasyahud akhir.

• Salam.

Salat ini dikerjakan secara ringan namun tetap tuma’ninah, sesuai dengan hadits ‘Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW meringankan dua rakaat ini hingga beliau bertanya apakah Nabi membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah).

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim no. 725)

2. Salat yang Paling Dijaga oleh Rasulullah

‘Aisyah RA berkata: “Nabi SAW tidaklah menjaga salat sunnah yang lebih daripada menjaga salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Muslim no. 724)

3. Tidak Pernah Ditinggalkan dalam Safar

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad (1/315) menegaskan bahwa tidak pernah dinukil dari Rasulullah SAW salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib dalam safar kecuali salat witir dan sunnah fajar.

4. Menyempurnakan Salat Fardhu

Salat sunnah rawatib akan menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat fardhu pada hari kiamat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya perkara yang pertama kali yang akan diperhitungkan dari seorang hamba muslim pada hari kiamat adalah salat fardhunya...”

5. Mendapat Perlindungan dari Allah

Salat sunnah qobliyah Subuh turut memperkuat keistimewaan tersebut karena menjadi amalan pembuka hari yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Sholat Qobliyah Subuh

1. Surat apa yang paling utama dibaca saat sholat qobliyah subuh?

Surat yang paling utama adalah Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW membaca kedua surah tersebut dalam dua rakaat fajar.

2. Bolehkah membaca surat lain selain Al-Kafirun dan Al-Ikhlas?

Boleh. Selain dua surah tersebut, terdapat riwayat yang menganjurkan membaca Surah Al-Insyirah pada rakaat pertama dan Surah Al-Fil pada rakaat kedua. Imam Nawawi juga menyebutkan alternatif QS. Al-Baqarah 136 dan QS. Ali Imran 64. Pada dasarnya, boleh membaca surah atau ayat apa pun dari Al-Qur’an.

3. Apakah harus membaca surat saat sholat qobliyah subuh?

Membaca surah setelah Al-Fatihah hukumnya sunnah, bukan wajib. Akan tetapi, mengikuti sunnah Rasulullah dengan membaca surah yang dianjurkan akan mendatangkan pahala yang lebih besar dan keberkahan yang lebih sempurna.

4. Mengapa dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas?

Imam al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwazi menjelaskan bahwa kedua surat ini mencakup tiga unsur tauhid: tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa sifat (dalam Al-Ikhlas), serta tauhid ibadah (dalam Al-Kafirun). Karena itulah Rasulullah SAW mengawali harinya dengan membaca kedua surat ini.

5. Apakah sholat qobliyah subuh dikerjakan dengan bacaan panjang?

Tidak. Salat qobliyah subuh dikerjakan secara ringan dan tidak dipanjangkan. ‘Aisyah RA bahkan pernah bertanya apakah Rasulullah membaca Al-Fatihah karena sangat ringannya salat tersebut. Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud “ringan” bukan berarti tidak membaca surah sama sekali, melainkan ringan dibandingkan dengan kebiasaan beliau yang memanjangkan salat malam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |