Liputan6.com, Jakarta - Sholat Tarawih merupakan amalan yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Sholat ini dilaksanakan setelah Isya dan waktunya terbentang hingga sebelum Subuh.
Hukum melaksanakan sholat Tarawih adalah sunnah. Meski tidak sampai wajib, tapi umat Islam sangat dianjurkan mengerjakan ibadah sunnah ini. Berikut adalah dalil yang menjadi landasan sholat Tarawih, dikutip dari Suara Muhammadiyah.
عَن أَبي هريرة قال كان رسول الله ص.م يُرَغِّبُ في قِياَمِ رَمَضَان مِن غَيرِ أَن يأمُرهم بَعَزِيمة فيقولمَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه (رواه البخاري و اللفظ المسلم)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Adalah Rasulullah saw menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamu Ramadhan tetapi tidak mewajibkan, sebagaimana sabda beliau: Barang siapa yang terjaga (melakukan qiyam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Dua ahli hadis, dan lafalnya adalah lafal Muslim)
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Ada yang berpendapat sholat Tarawih dilakukan sebanyak delapan rakaat ditambah witir tiga rakaat dan 20 rakaat ditambah witir tiga rakaat.
Muhammadiyah termasuk yang mengambil pendapat sholat Tarawih 11 rakaat -sudah termasuk Witir tiga rakaat. Dalilnya ialah hadis riwayat Abi Salamah bin Abdirrahman ketika beliau bertanya pada ‘Aisyah, istri Rasulullah SAW.
“Bagaimana sholatnya Rasulullah SAW di bulan Ramadhan? Aisyiyah menjawab: Tidaklah Rasulullah SAW menambah baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat maka janganlah kamu tanyakan bagus dan lamanya, kemudian beliau sholat empat rakaat, maka janganlah kamu tanyakan bagus dan lamanya, kemudian beliau mengerjakan shalat tiga raka’at.” (HR al-Bukhari)
Dalam praktiknya, sholat Tarawih 11 rakaat bisa dilakukan dengan formasi 4-4-3 dua salam Tarawih dan satu salam Witir. Formasi lainnya adalah 2-2-2-2-2-1 dengan salam setiap dua rakaat, lalu ditutup witir satu rakaat.
Sebagai panduan, berikut Liputan6.com ulas tata cara sholat Tarawih 11 rakaat dengan formasi 4-4-3 dan 2-2-2-2-2-1 lengkap dengan bacaan niatnya.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Kesibukan Salon Kambing Cilacap Sebelum Idul Adha
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Formasi 4-4-3
Sholat Tarawih 11 rakaat dengan formasi 4-4-3 meliputi delapan rakaat sholat Tarawih dengan dua kali salam dan dilanjut tiga rakaat witri dengan satu kali salam.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang berbunyi,
“Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan salat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi tiga rakaat (witir).”
“Rakaat pertama witir baca Surat Al-A’la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga baca Al-Ikhlas. Atau bisa tiga qul itu (Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas),” kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Tri Sundani, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Kamis (27/2/2025).
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Formasi 2-2-2-2-2-1
Cara kedua adalah sholat Tarawih 11 rakaat dengan formasi 2-2-2-2-2-1. Agus menjelaskan, jika menggunakan formasi ini berarti sholat Tarawihnya sebanyak sepuluh rakaat dan witirnya satu rakaat. Ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari sahabat Ibn Abbas yang berbunyi,
“Aku berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah sholat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah sholat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan sholat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan sholat subuh.”
“Nah karena Muhammadiyah memperbandingkan hadis-hadis itu, maka pilihan yang dipilih oleh Tarjih Muhammadiyah adalah dua tadi. Jadi warga Muhammadiyah bisa memilih salah satu dari dua tadi karena itu tanawu’ ibadah. Pilihan dalam ibadah,” jelas Agus.
Niat Sholat Tarawih
Niat bagian dari rukun sholat, termasuk dalam sholat Tarawih. Berikut ini niat sholat Tarawih yang dilakukan secara jemaah atau sendiri.
1. Lafal Niat Sholat Tarawih bagi Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”
2. Lafal Niat Sholat Tarawih bagi Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”
3. Lafal Niat Sholat Tarawih Sendirian
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.”
Wallahu a’lam.