Taubat sebelum Ramadhan tapi Maksiat lagi di Bulan Suci, Apakah Dosanya Akan Diampuni? Ini Kata UAH

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan begitu dinantikan umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali muslim Indonesia. Ramadhan 2025 ini sangat ditunggu-tunggu karena banyak keutamaan, keberkahan, dan kemuliaan di dalamnya.

Ramadhan adalah bulan yang dapat dijadikan momentum umat Islam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Pahala ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan Allah, lebih banyak daripada hari biasanya.

Sebelum memasuki Ramadhan, akan jauh lebih baik jika seorang muslim membersihkan terlebih dahulu dari dosa-dosa yang pernah ia lakukan. Dosa dari perbuatan maksiat akan menghambat seseorang dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.

"Amalan terbaik (sebelum Ramadhan) adalah mengakui dosa dan mohon ampun, istighfar. Memohon ampun syaratnya menyesal. Pastikan Anda menyesal, yang tidak pernah menyesal tidak akan diampuni oleh Allah," kata Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Kamis (27/2/2025).

Namun yang menjadi pertanyaan, jika sebelum Ramadhan sudah bertaubat tapi kembali melakukan maksiat di bulan suci, apakah dosa-dosanya akan diampuni Allah SWT? Simak penjelasan ulama kharismatik Ustadz Adi Hidayat atau UAH di bawah ini.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Menilik Pesantren Berbasis Buah-Buahan di Pegunungan Cilacap

Penjelasan UAH

Untuk menjawab pertanyaan di atas, UAH mengutip firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 17.

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا 

Artinya: “Sesungguhnya bertaubat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertaubat. Taubat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

“Jadi taubat itu jangan ketika Anda kerjakan, misalnya terjadi lagi, Anda simpulkan gak terima. Jangan gitu. Artinya terus taubat, taubat, taubat sampai Anda di titik menyesali itu. Jangan berhenti,” tutur UAH, dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official.

UAH mengatakan, Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang bertaubat. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 222.

“Salah, taubatin lagi. Salah, taubatin lagi sampai kita merasakan titik jenuh dalam bermaksiat dan kembali kepada taubat,” imbuhnya.

Tips agar Tidak Mengulangi Maksiat saat Ramadhan

Mengulangi kesalahan serupa yang membuat dosa memang sering dilakukan oleh sebagian orang. Seseorang seharusnya segera bertaubat ketika kemaksiatan itu dilakukan lagi.

Lantas, bagaimana cara agar selalu bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan maksiat, khususnya saat Ramadhan?

UAH menuturkan, saat terdorong berbuat maksiat, misalnya karena syahwat, maka saran para ulama adalah membayangkan saat itu juga akan diwafatkan oleh Allah. Menurut para ulama, itu cara menghentikan maksiat yang terulang. 

“Ada dorongan syahwat nih. Ketika akan berpikir untuk melakukan, bayangkan dan rasakan bagaimana kalau diwafatkan saat itu. Itu akan menghentikan seketika,” ujarnya.

Cara lain untuk menghentikan perbuatan maksiat adalah bergaul dengan orang saleh. Kemudian melaksanakan sholat, karena sesungguhnya sholat adalah kunci untuk mencegah dari perbuatan keji dan munkar. 

“Pencegah utamanya adalah sholat. Maka dalam sujud mohonkan khusus kepada Allah supaya bisa dibimbing diberikan kekuatan oleh Allah untuk mengendalikan syahwatnya,” kata UAH.

Cara berikutnya adalah berpuasa. Sebab puasa merupakan salah satu ibadah yang paling efektif untuk bisa mencegah maksiat. Seharusnya, puasa Ramadhan dapat mencegah perbuatan maksiat.

“Anda kalau syahwat sedang muncul (tapi) sedang puasa gak akan dilakukan, berat untuk melakukan (maksiat) itu. Minimal yang pertama takut batal. Ke sananya lagi itu akan terbiasa (tidak melakukannya),” tandas UAH.

Wallahu a'lam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |