Liputan6.com, Jakarta - Cukup banyak ayat al-qur’an tentang kehidupan dunia sebagai ujian. Dalam beberapa versi, terdapat 49 ayat Al-Qur'an dengan tema atau menyinggung dunia sebagai ujian.
Al-Qur'an secara eksplisit menegaskan keberadaan manusia di dunia bukanlah tanpa tujuan, melainkan sebuah fase krusial yang dipenuhi dengan berbagai bentuk penyaringan spiritual. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 155, Allah SWT berfirman mengenai keniscayaan ujian yang meliputi rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa sebagai instrumen untuk melihat kualitas iman hamba-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam diskursus teologis Islam, nikmat dan musibah memiliki kedudukan yang setara sebagai perangkat ujian untuk mengukur konsistensi hamba dalam beribadah. Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-Azhim, menjelaskan bahwa ujian-ujian ini berfungsi sebagai pembeda antara mereka yang memiliki kesabaran sejati dengan mereka yang hanya beriman di permukaan.
Berikut ini adalah 11 ayat Al-Qur’an tentang kehidupan dunia sebagai ujian, lengkap dengan penjelasan mufassir terkemuka, masa klasik maupun kontemporer.
1. Surat Al-Baqarah (2) Ayat 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir al-Qur’an al-Azhim menjelaskan bahwa Allah pasti akan menguji hamba-Nya untuk membedakan siapa yang sabar dan siapa yang berputus asa. Beliau merinci bahwa "sedikit ketakutan dan kelaparan" bermakna ujian tersebut tidaklah menghancurkan secara total, melainkan hanya kadar tertentu untuk menguji iman.
Kabar gembira (basyir) hanya diperuntukkan bagi mereka yang istiqamah saat musibah melanda.
2. Surat Ali 'Imran (3) Ayat 140
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Artinya: Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Kitab Taisir al-Karim al-Rahman menjelaskan konsep sunnatullah dalam pergiliran masa. Ujian berupa kekalahan (seperti di Perang Uhud) bertujuan agar Allah "mengetahui" (secara nyata dalam alam syahadah) siapa yang benar-benar beriman.
Ujian ini juga menjadi jalan bagi kaum mukmin untuk meraih derajat mulia sebagai syuhada (saksi kebenaran atau orang yang gugur syahid).
3. Surat Ali 'Imran (3) Ayat 141
وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
Artinya: Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
Imam al-Qurthubi dalam Kitab al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menjelaskan, kata yumahhisha berarti membersihkan atau menyaring.
Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ujian berfungsi sebagai pembersih dosa bagi orang beriman dan sekaligus sebagai sarana untuk menghancurkan (membinasakan) kekufuran orang-orang kafir melalui kesombongan mereka yang membawa pada kehancuran di akhirat.
4. Surat Ali 'Imran (3) Ayat 142
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Sayyid Quthb dalam Kitab Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan bahwa surga bukanlah komoditas murah. Ujian berupa jihad dan kesabaran adalah keharusan untuk membuktikan klaim iman seseorang.
Allah sudah mengetahui isi hati, namun ujian diperlukan agar manusia memberikan bukti nyata atas amalnya sebelum menerima balasan.
5. Surat Ali 'Imran (3) Ayat 152
وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
Imam ath-Thabari dalam Kitab Jami’ al-Bayan menyoroti sisi psikologis ujian dalam ayat ini. Allah menguji melalui kemenangan awal, namun saat nafsu duniawi muncul (keinginan terhadap harta rampasan), mereka goyah.
Ini menunjukkan bahwa dunia sering kali menjadi ujian yang lebih berat dibandingkan kesulitan fisik, yakni ujian terhadap kecenderungan hati.
6. Surat Ali 'Imran (3) Ayat 166
وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.
Buya Hamka dalam Kitab Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa segala musibah yang menimpa terjadi dengan "izin" Allah, yang berarti dalam lingkup hukum sebab-akibat yang ditetapkan-Nya.
Tujuannya adalah seleksi alamiah dan rohani; untuk melihat siapa yang tetap setia kepada Rasul saat kondisi sedang terpuruk.
7. Surat Al-Ma'idah (5) Ayat 48
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Artinya: Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
Imam al-Baghawi dalam Kitab Ma’alimut Tanzil menjelaskan bahwa perbedaan syariat antar-umat adalah bentuk ujian. Allah ingin melihat siapa yang patuh pada wahyu yang baru (Al-Qur'an) dan siapa yang fanatik buta pada aturan lama.
Perintah fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) adalah solusi dalam menghadapi ujian keberagaman tersebut.
8. Surat Al-An'am (6) Ayat 42
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
Imam al-Alusi dalam Kitab Ruhul Ma'ani menjelaskan Al-Alusi mengartikan al-ba’sa sebagai kemiskinan dan adh-dharra sebagai penyakit/penderitaan. Ujian pedih ini bukan untuk menyiksa, melainkan sebuah "undangan" dari Allah agar manusia merasa lemah dan kembali tunduk bersimpuh (tadharru) kepada-Nya.
9. Surat Al-An'am (6) Ayat 53
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Artinya: Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"
Syaikh Muhammad Abduh dalam Kitab Tafsir al-Manar menjelaskan, ayat ini menjelaskan ujian berupa stratifikasi sosial. Si kaya diuji dengan keberadaan si miskin (apakah mereka meremehkan?), dan si miskin diuji dengan si kaya (apakah mereka iri?).
Ujian ini bertujuan membongkar kesombongan manusia yang merasa kemuliaan hanya diukur dari materi.
10. Surat Al-An'am (6) Ayat 70
وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Artinya: Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
Syaikh Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab al-Tafsir al-Munir menjelaskan, bahwa dunia yang menipu adalah dunia yang dijadikan permainan. Orang yang tertipu akan kehilangan jati dirinya (tubsal). Ujian di sini adalah kemampuan manusia untuk tidak terlena oleh kesenangan semu yang menghalangi mereka dari kebenaran agama.
11. Surat Al-An'am (6) Ayat 165
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Kitab Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa perbedaan derajat (kekuasaan, kecerdasan, harta) adalah instrumen ujian. "Untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya" berarti setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
Kelebihan seseorang bukan tanda kemuliaan, melainkan beban amanah yang sedang diuji.
People also Ask:
Quran surat apa yang menjelaskan tentang ujian?
Untuk menghadapi ujian, surat-surat Al-Qur'an yang utama adalah Al-Baqarah ayat 286 (tentang batasan kemampuan dan pertolongan Allah), Al-Baqarah ayat 155-157 (tentang ujian hidup dan kesabaran), serta doa-doa seperti Thaha ayat 25-28 (untuk kelapangan dada dan kemudahan), Al-Kahfi ayat 10 (untuk petunjuk dan rahmat), dan Al-Ikhlas (untuk memohon pertolongan). Membaca surat-surat ini membantu menenangkan hati, menguatkan keyakinan, dan memohon pertolongan Allah SWT agar lulus ujian.
Apa yang Al-Quran katakan tentang kehidupan sebagai ujian?
Allah (SWT) berfirman dalam Al-Quran: “Dan Kami akan menguji kamu dengan rasa takut, kelaparan, kehilangan harta benda, jiwa, dan hasil panen. Tetapi berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali.’ Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat
Apa saja bentuk ujian Allah terhadap manusia menurut QS 2 155?
Al-Quran, dalam Surah Al-Baqarah (2:155-157), menyebutkan: “Dan Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Apakah isi ayat 47.4 dalam Al-Quran?
Surah Muhammad Ayat 4 (47:4 Quran) With Tafsir - My Islam(47:4) Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (dalam peperangan), penggallah leher mereka sampai mereka hancur, kemudian ikatlah tawananmu dengan kuat; setelah itu (kamu berhak) membebaskan mereka, baik dengan suatu tindakan kebaikan, atau dengan tebusan, sampai perang berakhir. Itu adalah hakmu untuk melakukannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515455/original/038121200_1772175725-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517161/original/038718300_1772418235-sule.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367999/original/062206100_1679493665-Sholat-Tarawih-Pertama-Ramadhan-2023-di-Musala-Nurul-Fajri-Depok-merdeka-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
