Liputan6.com, Jakarta - Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan langit yang ajaib, melainkan kisah paling lembut tentang cinta, ketaatan, dan kedekatan manusia kepada Tuhan. Dalam keheningan malam, Rasulullah Muhammad SAW diangkat dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini bukan hanya mukjizat luar biasa, tetapi juga simbol perjalanan spiritual yang bisa dijalani setiap hati yang rindu pada Tuhannya. Dari peristiwa ini, lahirlah berbagai bentuk sholawat, doa dan pujian yang menghidupkan kembali makna cinta kepada Nabi.
Membaca sholawat di malam Isra Mi’raj seperti menapaki kembali jejak langkah Nabi menuju cahaya. Setiap lafaznya membawa kedamaian, setiap harakatnya menenangkan hati yang letih oleh hiruk-pikuk dunia. Dalam tradisi para ulama, sholawat bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan rindu dan jalan untuk meraih syafaat Rasulullah Muhammad SAW. Berikut ini 13 sholawat yang kerap dibaca dalam peringatan Isra Mi’raj 27 Rajab, lengkap dengan teks Arab, latin, terjemahan, dan maknanya bagi kehidupan modern.
1. Sholawat Thibbil Qulub
Sering dibaca untuk memohon kesembuhan, Sholawat Thibbil Qulub dipercaya membawa ketenangan bagi hati dan tubuh.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ’ihâ, wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ’ihâ, wa nûril abshâri wa dhiyâ’ihâ, wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallim.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penyembuh hati dan obatnya, penyehat badan dan kesembuhannya, cahaya pandangan dan sinarnya, serta kepada keluarga dan sahabatnya.
Bacaan ini dianggap membawa energi penyembuhan, bukan hanya untuk tubuh tetapi juga bagi hati yang gundah. Maknanya menegaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sumber ketenangan bagi siapa pun yang mencintainya. Banyak umat membaca sholawat ini saat sakit atau dalam masa-masa sulit, sebagai wujud harapan pada kesembuhan yang datang melalui rahmat Allah. Ia juga menjadi pengingat bahwa kesehatan sejati lahir dari hati yang damai dan penuh cinta kepada Nabi.
2. Sholawat Nariyah
Sholawat ini sering dibaca ketika seseorang berharap agar urusannya dipermudah dan rezekinya dilancarkan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
(Allahumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadin alladzî tanhallu bihil ‘uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawâ’iju wa tunâlu bihir raghaibu wa husnul khawâtimi wa yustasqal ghamâmu bi wajhihil karîmi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’lûmin laka.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan beliau terurai segala kesulitan, hilang segala kesedihan, terpenuhi segala hajat, tercapai segala keinginan, diperoleh akhir yang baik, dan dengan wajahnya yang mulia awan diminta hujan, serta limpahkanlah pula kepada keluarganya dan sahabatnya dalam setiap pandangan dan napas sebanyak ilmu-Mu.
Sholawat ini dikenal sebagai sholawat pembuka jalan, yang diyakini mampu menghilangkan kesulitan dan mendatangkan keberkahan. Banyak orang membaca Sholawat Nariyah ketika menghadapi kesulitan ekonomi, kesehatan, maupun urusan hidup lainnya. Setiap kalimatnya berisi doa yang dalam, menggambarkan keagungan Rasulullah Muhammad SAW sebagai sumber pertolongan melalui rahmat Allah. Dalam peringatan Isra Mi’raj, bacaan ini sering dilantunkan bersama-sama sebagai bentuk harapan akan jalan hidup yang dimudahkan.
3. Sholawat Jibril
Pendek namun sarat makna, Sholawat Jibril menjadi salah satu bacaan yang paling sering dilantunkan oleh umat Islam.
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
(Shallallâhu ‘alâ Muhammad)
Artinya: Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada Nabi Muhammad.
Meskipun sangat singkat, kalimat ini diyakini pertama kali diucapkan oleh malaikat Jibril sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Karena itu, setiap kali dibaca, seolah kita ikut menyambung doa dari langit yang penuh cinta. Bacaan ini sering dijadikan dzikir ringan di sela aktivitas harian karena mudah diingat dan menenangkan jiwa. Di balik kesederhanaannya, Sholawat Jibril mengandung makna mendalam tentang hubungan manusia dengan malaikat dan Sang Pencipta.
4. Sholawat Ibrahimiyah
Menjadi bacaan wajib dalam setiap salat, Sholawat Ibrahimiyah menegaskan hubungan spiritual antarpara nabi.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammadin, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîma wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîma, innaka hamîdun majîd.)
Artinya: Ya Allah, berikanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi sholawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Sholawat ini menjadi jembatan spiritual antara dua nabi besar, menandai kesinambungan ajaran tauhid dari Ibrahim hingga Muhammad Muhammad SAW. Karena dibaca di dalam salat, umat Islam memanjatkan doa ini setiap hari tanpa disadari. Ia menjadi simbol penghormatan dan pengakuan atas keagungan para nabi dalam membimbing manusia kepada jalan kebenaran. Dalam konteks Isra Mi’raj, sholawat ini mengingatkan bahwa perjalanan Nabi ke langit adalah lanjutan dari misi suci para rasul terdahulu.
5. Sholawat Kamaliyah
Bacaan ini melambangkan penghormatan atas kesempurnaan akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا يَنْبَغِي لَهُ مِنَ الْكَمَالِ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin kamâ yanbaghî lahu minal kamâl.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad sebagaimana layak bagi kesempurnaannya.
Sholawat Kamaliyah dikenal karena menegaskan betapa mulianya pribadi Nabi Muhammad Muhammad SAW. Kalimatnya sederhana, tapi sarat dengan pengakuan bahwa tidak ada pujian yang mampu menandingi kemuliaan beliau. Umat yang membaca sholawat ini berharap bisa meneladani kesempurnaan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Di masa Isra Mi’raj, kesempurnaan Nabi tampak jelas, karena beliau satu-satunya manusia yang diizinkan Allah mencapai langit tertinggi.
6. Sholawat Taziyah
Biasanya dibaca saat menghadiri takziah, namun maknanya lebih luas daripada sekadar doa bagi yang telah wafat.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَشَفِيعِ الْأُمَّةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
(Allahumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ Muhammadin nabiyyir rahmah wa syafî’il ummah wa ‘alâ âlihi wa shahbihi ajma’în.)
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, Nabi pembawa kasih sayang dan pemberi syafaat bagi umatnya, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Sholawat ini mengingatkan umat bahwa Rasulullah adalah sumber rahmat dan syafaat bagi seluruh umat manusia. Membacanya memberi rasa tenang di tengah kehilangan, sekaligus harapan akan rahmat Allah yang luas. Dalam konteks Isra Mi’raj, sholawat ini seakan menegaskan misi Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan penolong umat di akhirat kelak. Bacaan ini juga sering dipanjatkan agar kita dan orang yang dicintai selalu berada dalam lindungan kasih sayang Allah.
7. Sholawat Ummi
Sholawat ini menonjolkan kesederhanaan dan kebijaksanaan Nabi Muhammad Muhammad SAW yang disebut sebagai “Nabi ummi.”
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin an-nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallim.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), serta kepada keluarga dan sahabatnya.
Makna “ummi” bukan berarti kekurangan, melainkan simbol ketulusan dan kesucian ilmu yang langsung bersumber dari Allah. Rasulullah Muhammad SAW menunjukkan bahwa kebijaksanaan sejati lahir dari hati yang bersih, bukan dari banyaknya tulisan. Sholawat ini mengingatkan agar manusia tetap rendah hati meski berilmu tinggi. Dalam suasana Isra Mi’raj, sholawat ini menjadi simbol bahwa kedekatan dengan Allah tidak bergantung pada status duniawi, melainkan pada keikhlasan hati.
8. Sholawat Munjiyat
Biasa disebut sebagai “sholawat penyelamat,” bacaan ini populer di majelis-majelis doa dan dzikir.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنَجِّنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunajjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfâti, wa taqdhi lanâ bihâ jamî’al hâjâti, wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyi’âti, wa tarfa’unâ bihâ a’lâ ad-darajâti, wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyâti min jamî’il khayrâti fil hayâti wa ba’dal mamât.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sholawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala kesulitan dan bencana, memenuhi segala kebutuhan kami, menyucikan kami dari segala kesalahan, mengangkat kami ke derajat tertinggi, dan menyampaikan kami kepada tujuan akhir dari segala kebaikan, di dunia maupun di akhirat.
Sholawat Munjiyat sering dijadikan doa keselamatan dan perlindungan, terutama dalam masa penuh cobaan. Maknanya menggambarkan harapan agar hidup dijauhkan dari bahaya dan diberi jalan keluar atas segala masalah. Dalam konteks Isra Mi’raj, sholawat ini menegaskan peran Nabi sebagai pembawa keselamatan bagi umatnya. Membacanya juga diyakini membawa ketenangan dan rasa aman dari berbagai kesulitan hidup.
9. Sholawat Fatih
Dikenal dengan keagungannya, Sholawat Fatih sering dibaca untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَنَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin al-fâtihi limâ ughliqa wal khâtimi limâ sabaqa wa nâshiril haqqi bil haqqi wal hâdî ilâ shirâthikal mustaqîm wa ‘alâ âlihi haqqa qadrihi wa miqdârihil ‘azhîm.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembuka segala yang tertutup, penutup segala yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan penunjuk ke jalan-Mu yang lurus, serta kepada keluarganya dengan kadar dan ukuran yang agung.
Sholawat ini sering dibaca untuk memohon terbukanya jalan hidup, usaha, atau ilmu. Kata Fatih berarti “pembuka”, menggambarkan Nabi Muhammad Muhammad SAW sebagai pembuka rahmat dan penunjuk jalan bagi umat manusia. Banyak ulama menyebutnya sebagai bacaan yang mengandung keberkahan besar. Dalam konteks Isra Mi’raj, Sholawat Fatih mengingatkan bahwa perjalanan menuju Allah selalu dimulai dengan pintu ketaatan kepada Rasul-Nya.
10. Sholawat Busyro
Sholawat ini sering dilantunkan untuk memohon kabar gembira dan ketenangan batin.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَكُونُ لَنَا بُشْرَى فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
(Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin shalâtan takûnu lanâ busyrâ fid-dunyâ wal âkhirah.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sholawat yang menjadi kabar gembira bagi kami di dunia dan di akhirat.
Makna “busyro” berarti kabar baik, menggambarkan doa agar setiap langkah hidup disertai harapan dan kebahagiaan. Bacaan ini memberi semangat bagi mereka yang tengah berjuang melewati masa sulit. Dalam Isra Mi’raj, kabar gembira terbesar adalah perintah salat sebagai bentuk kasih Allah kepada umat. Maka, Sholawat Busyro menjadi simbol optimisme dan rasa syukur dalam menghadapi setiap ujian hidup.
11. Sholawat Nuuridz Dzatiyyah
Dikenal dengan keindahan lafaznya, Sholawat Nuuridz Dzatiyyah melambangkan cahaya keagungan Nabi Muhammad Muhammad SAW.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الذَّاتِ وَسِرِّ السَّرَائِرِ وَتِرْيَاقِ الْأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ الْبَابِ وَسِرِّ الْحِجَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
(Allahumma shalli ‘alâ nûridz dzâti wa sirris sarâiri wa tiryâqil aghyâri wa miftaahil bâbi wa sirril hijâbi sayyidinâ Muhammadin al-mukhtâr wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallim.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dzat dan rahasia segala rahasia, penawar segala sesuatu, pembuka pintu dan rahasia hijab, yaitu junjungan kami Nabi Muhammad al-Mukhtar, serta kepada keluarga dan sahabatnya.
Bacaan ini sering dikaitkan dengan permohonan agar hati diterangi cahaya iman. Kata “nûr” berarti cahaya, menandakan bahwa Nabi adalah sumber pencerahan spiritual bagi umat manusia. Dalam peringatan Isra Mi’raj, sholawat ini mencerminkan perjalanan Nabi menuju sumber cahaya sejati, yaitu Allah. Dengan melafalkannya, seseorang diharapkan mendapat ketenangan dan kedamaian batin.
12. Sholawat Tafrijiyah (Tafrijiyyah Kubra)
Disebut juga Sholawat Kubro, bacaan ini kerap diamalkan untuk melancarkan segala urusan dan menghapus kesedihan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
(Allahumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadin alladzî tanhallu bihil ‘uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawâ’iju wa tunâlu bihir raghaibu wa husnul khawâtimi wa yustasqal ghamâmu bi wajhihil karîmi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’lûmin laka.)
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam yang sempurna kepada Nabi Muhammad, yang dengan beliau terurai segala kesulitan, terangkat segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala cita-cita, dan diperoleh akhir yang baik, serta kepada keluarganya dan sahabatnya dalam setiap waktu sebanyak ilmu-Mu.
Bacaan ini dianggap sebagai sholawat besar yang mampu memberikan kelapangan dalam hidup. Banyak ulama menilai sholawat ini mengandung kekuatan spiritual tinggi karena setiap katanya mengandung doa untuk kemudahan dan ketenangan. Dalam Isra Mi’raj, Nabi Muhammad Muhammad SAW menjadi simbol pembuka jalan bagi umat manusia menuju cahaya Allah. Sholawat Tafrijiyah pun menjadi cara umat meneladani beliau dalam menghadapi kesulitan dengan sabar dan doa.
13. Sholawat Mukafa’ah
Berikut teks Sholawat Mukafa’ah, lengkap dengan cara baca dalam latin serta terjemahan dari Bahasa Arabnya:
(صلوات المكافأة)
أَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ أۤلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً دَائِمَةً مَقْبُوْلَةً، تُـؤَدِّيْ بِهَا حَقَّهُ الْعَظِيْمِ
Baca Latin:
Allahumma sholli ala Sayidina Muhammad, wa ala ali Sayidina Muhammad, sholatan maqbulatan tu'addi biha haqqohul adzim.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad, dan atas keluarganya pula, dengan rahmat yang tetap langgeng dan diterima, yang dengan sholawat tersebut, Engkau menyampaikan dari kami hak-hak agung kepadanya.”
Sholawat ini tidak hanya dibaca sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga diyakini membawa ketenangan batin bagi siapa pun yang mengamalkannya secara rutin. Banyak ulama mengajarkan bahwa istiqamah membaca Sholawat Mukafa’ah dapat menjadi jalan turunnya rahmat, keberkahan, dan kemudahan dalam hidup. Dengan memahami teks, lafal latin, serta terjemahannya, pembaca dapat lebih menghayati makna setiap kalimat yang diucapkan. Membaca sholawat ini dengan niat tulus menjadi bagian dari dzikir yang menautkan hati pada Rasulullah Muhammad SAW serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat iman dan Islam.
Pertanyaan seputar Sholawat Isra Miraj
1. Apa hubungan Isra Mi’raj dengan sholawat?
Isra Mi’raj adalah peristiwa spiritual di mana Nabi Muhammad Muhammad SAW menerima perintah salat. Sholawat menjadi bentuk penghormatan atas peristiwa agung tersebut sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah.
2. Apakah semua sholawat bisa dibaca saat Isra Mi’raj?
Ya. Semua jenis sholawat boleh dibaca kapan saja, terutama saat peringatan Isra Mi’raj sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad Muhammad SAW.
3. Berapa kali sebaiknya membaca sholawat setiap hari?
Tidak ada batasan pasti. Namun banyak ulama menyarankan untuk membaca minimal 100 kali sehari agar hati menjadi tenang dan hidup penuh berkah.
4. Apakah membaca sholawat bisa membawa rezeki?
Banyak hadis dan pengalaman ulama menyebutkan bahwa memperbanyak sholawat membuka pintu rezeki, karena Allah mencurahkan rahmat kepada orang yang mencintai Rasul-Nya.
5. Apa manfaat membaca sholawat sebelum tidur?
Selain mendatangkan ketenangan, membaca sholawat sebelum tidur diyakini dapat menjaga seseorang dari mimpi buruk dan menjadi amalan ringan yang bernilai tinggi di sisi Allah.
Sumber:
https://nadirhosen.net/kehidupan/ibadah/isra-miraj-dan-shalawat-tarhim/
https://www.liputan6.com/islami/read/6190886/sholawat-ibrahimiyah
https://www.dutaislam.or.id/2023/02/teks-sholawat-mukafaah-arab-latin-dan-terjemah.html

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)