Liputan6.com, Jakarta - Surah Al-Baqarah merupakan surah terpanjang di dalam Al-Qur'an yang menyimpan berbagai hukum dan pedoman hidup bagi umat Islam. Di antara ayat-ayat yang terdapat dalam surah ini, tiga ayat terakhir, yaitu ayat 284, 285, dan 286, disebut memiliki kedudukan istimewa.
Ketiga ayat itu disebut mengandung prinsip keimanan yang mendalam, termasuk menjanjikan keutamaan bagi siapa saja yang membaca dan merenungkan maknanya. Ayat-ayat ini juga sering disebut sebagai "dua ayat terakhir" dalam beberapa riwayat hadis, merujuk pada ayat 285 dan 286 yang memiliki keutamaan khusus. Namun, ayat 284 sebenarnya juga memberikan konteks tentang kekuasaan Allah atas segala sesuatu.
Banyak umat Islam meyakini bahwa mengamalkan tiga ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah dapat mendatangkan berbagai keberkahan, termasuk kecukupan rezeki dan perlindungan dari marabahaya. Oleh karena itu, siapapun disarankan mengamalkannya sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian. Lantas bagaimana tafsir beserta keutamaannya? Simak informasi selengkapnya berikut, dirangkum Liputan6, Senin (19/1).
Bacaan Arab, Latin dan Terjemahan Ayat 284 Surat Al Baqarah
Ayat 284 Surah Al-Baqarah membuka rangkaian penutup surah ini dengan menegaskan kekuasaan Allah atas seluruh ciptaan-Nya. Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi adalah milik Allah, serta Dia mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati manusia. Pemahaman ayat ini memberikan kesadaran tentang pengawasan ilahi yang meliputi setiap aspek kehidupan.
Bacaan Al Baqarah Ayat 284:
"لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ"
Bacaan Latin Ayat Ini:
"Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yagfiru limay yasyā`u wa yu‘ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr."
Terjemahan Al Baqarah Ayat 284:
"Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Bacaan Arab, Latin dan Terjemahan Ayat 285 Surat Al Baqarah
Ayat 285 Surah Al-Baqarah melanjutkan dengan menggambarkan keimanan Rasulullah Muhammad dan orang-orang mukmin. Ayat ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar keimanan yang meliputi kepercayaan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya tanpa membeda-bedakan. Ini merupakan pernyataan ketaatan dan kepasrahan total kepada kehendak ilahi.
Bacaan Arab Al Baqarah Ayat 285:
"اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ"
Bacaan Latin dari ayat ini:
"Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minūn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālū sami‘nā wa aṭa‘nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr."
Terjemahan Al Baqarah Ayat 285:
"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”"
Bacaan Arab, Latin dan Terjemahan Ayat 286 Surat Al Baqarah
Ayat 286 Surah Al-Baqarah merupakan penutup yang memberikan ketenangan dan harapan bagi umat Islam. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, serta mengajarkan doa-doa penting untuk memohon ampunan, keringanan beban, dan pertolongan. Ayat ini menjadi puncak dari pesan-pesan sebelumnya, memberikan jaminan rahmat ilahi.
Bacaan Al Baqarah Ayat 286:
"لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَاْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ"
Bacaan Latin dari Ayat Ini:
"Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahū ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn."
Terjemahan Al Baqarah Ayat 286:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”"
Tafsir Al Baqarah 284-286
Tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yaitu ayat 284, 285, dan 286, membentuk sebuah kesatuan makna yang mendalam, merangkum prinsip-prinsip fundamental akidah dan syariat Islam. Ayat-ayat ini memberikan gambaran tentang kekuasaan Allah, keimanan yang benar, serta rahmat-Nya yang luas kepada hamba-hamba-Nya.
Memahami tafsir dari rangkaian ayat ini membantu umat Islam menghayati pesan-pesan ilahi secara lebih utuh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tafsir lengkapnya, dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online:
Al Baqarah Ayat 284
Ayat 284 menjelaskan bahwa Allah mengetahui itu semua dan akan meminta pertanggungjawaban manusia, sebab kekuasaan-Nya meliputi seluruh jagat raya. Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Dialah yang mengatur dan mengelola semua itu. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya tentang perbuatan itu bagimu, dan akan memberikan balasan yang setimpal.
Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan sikap dan kehendak hamba-Nya, yaitu yang menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan, atau Dia akan mengampuni walau tanpa permohonan ampunan dan mengazab siapa yang Dia kehendaki sesuai sikap hamba-Nya yang selalu melakukan dosa dan maksiat.
Pilihan berada di tangan manusia. Siapa yang mau diampuni, maka lakukanlah apa yang ditetapkan Allah guna meraih ampun-an-Nya, dan siapa yang hendak berada dalam siksa, maka silakan langgar ketentuan-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Al Baqarah Ayat 285
Ayat 285 kemudian menguraikan bahwa, seorang muslim harus menaati firman Allah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah. Sikap beliau dan para pengikutnya yang beriman menyangkut kitab suci Al-Qur'an dan kitab-kitab terdahulu serta para nabi dan rasul adalah bahwa Rasul, yakni Nabi Muhammad, beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya, yakni Al-Qur'an, dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman meski dengan kualitas keimanan yang berbeda dengan Nabi. Semua, yakni Nabi Muhammad dan orang mukmin, beriman kepada Allah bahwa Dia wujud dan Maha Esa, Mahakuasa, tiada sekutu bagi-Nya, dan Mahasuci dari segala kekurangan. Mereka juga percaya kepada malaikat-malaikat-Nya sebagai hamba-hamba Allah yang taat melaksanakan segala apa yang diperintahkan kepada mereka dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Demikian juga dengan kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para rasul, seperti Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, dan juga percaya kepada rasul-rasul-Nya sebagai hamba-hamba Allah yang diutus membimbing manusia ke jalan yang lurus dan diridai-Nya. Mereka berkata, “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya dalam hal kepercayaan terhadap mereka sebagai utusan Allah.” Dan mereka berkata, “Kami dengar apa yang Engkau perintahkan, baik yang melalui wahyu dalam Al-Qur’an maupun melalui ucapan NabiMu, dan kami taat melaksanakan perintah-perintah-Mu dan menjauhi larangan-larangan-Mu.” Dengan rendah hati mereka juga berucap, “Ampunilah kami, Ya Tuhan kami, dan hanya kepada-Mu, tidak kepada selain-Mu, tempat kami kembali.”
Al Baqarah Ayat 286
Ayat 286 memberikan penegasan bahwa tidak ada yang berat dalam beragama, dan tidak perlu ada kekhawatiran tentang tanggung jawab atas bisikan-bisikan hati, sebab Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia, yakni setiap manusia, mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya walaupun baru dalam bentuk niat dan belum wujud dalam kenyataan, dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya dan wujud dalam bentuk nyata.
Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa dalam melaksanakan apa yang Engkau perintahkan atau kami melakukan kesalahan karena suatu dan lain sebab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami seperti orang-orang Yahudi yang mendapat tugas yang cukup sulit karena ulah mereka sendiri, misalnya untuk bertobat harus membunuh diri sendiri. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya, baik berupa ketentuan dalam beragama maupun musibah dalam hidup dan lainnya. Maafkanlah kami, yakni hapuslah dosa-dosa kami, ampunilah kami dengan menutupi aib kami dan tidak menghukum kami akibat pelanggaran, dan rahmatilah kami dengan sifat kasih dan rahmat-Mu yang luas, melebihi penghapusan dosa dan penutupan aib. Engkaulah pelindung kami, karena itu maka tolonglah kami dengan argumentasi dan kekuatan fisik dalam menghadapi orang-orang kafir.”
Keutamaan 3 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah
Tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah memiliki keutamaan yang besar dalam ajaran Islam, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad. Keutamaan ini mencakup perlindungan, kecukupan, dan penerimaan doa, menjadikannya amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim.
Memberi Kecukupan Bagi Pengamalnya:
Salah satu keutamaan utama dari dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah (ayat 285-286) adalah memberikan kecukupan bagi pembacanya. Rasulullah Muhammad bersabda, "Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." Kecukupan ini dapat berarti perlindungan dari gangguan setan, penjagaan dari segala keburukan, atau pemenuhan kebutuhan hidup. Beberapa ulama menafsirkan "kecukupan" sebagai perlindungan dari gangguan setan, sementara yang lain mengartikannya sebagai penjagaan dari penyakit atau pemenuhan kebutuhan spiritual dan duniawi. Hadis lain dari An-Nu'man ibnu Basyir menyebutkan bahwa Allah menurunkan dua ayat ini untuk mengakhiri Surah Al-Baqarah, dan rumah yang dibacakan ayat-ayat ini selama tiga malam tidak akan didekati setan. Ini menunjukkan fungsi perlindungan yang kuat dari ayat-ayat tersebut.
Dapat Membuka Pintu Langit:
Keutamaan lain dari tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah adalah statusnya sebagai perbendaharaan dari bawah Arsy Allah. Rasulullah Muhammad memberitahukan bahwa beliau dianugerahi penutup Surah Al-Baqarah sebagai gudang (penyimpan harta) di bawah Arsy. Ini menunjukkan nilai yang tinggi dan keberkahan yang melimpah dari ayat-ayat tersebut. Selain itu, membaca ayat-ayat ini juga diyakini dapat membuka pintu langit, yang berarti doa-doa yang dipanjatkan setelah membacanya memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Imam An-Nawawi mencantumkan hadis tentang keutamaan membaca Surah Al-Baqarah dalam bab "Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Membaca Surah Al-Baqarah," menunjukkan pentingnya amalan ini.
Membimbing Umat Islam untuk Memohon Ampunan:
Ayat 286 secara khusus mengandung doa-doa yang diajarkan langsung oleh Allah kepada hamba-Nya, memohon ampunan, keringanan beban, dan pertolongan. Allah telah mengabulkan doa ini dengan menjadikan syariat Islam mudah dan tidak membebani di luar kemampuan. Membaca dan menghayati doa ini secara rutin merupakan bentuk tawakal dan ketundukan kepada Allah, serta harapan akan rahmat dan pertolongan-Nya dalam menghadapi segala tantangan hidup. Seseorang yang mengamalkan tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah juga akan terhindar dari kelalaian, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa keutamaan utama membaca tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah?
A: Keutamaan utama membaca tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah adalah mendapatkan kecukupan dan perlindungan dari berbagai hal buruk, termasuk gangguan setan.
Q: Apakah tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah dapat membantu dalam hal rezeki?
A: Ya, keutamaan "kecukupan" yang disebutkan dalam hadis sering diinterpretasikan mencakup kecukupan rezeki.
Q: Kapan waktu yang dianjurkan untuk membaca tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah?
A: Waktu yang dianjurkan untuk membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah adalah pada malam hari.
Q: Mengapa ayat 284 Surah Al-Baqarah sempat membuat para sahabat merasa berat?
A: Ayat 284 Surah Al-Baqarah sempat membuat para sahabat merasa berat karena mereka khawatir akan dihisab atas bisikan hati.
Q: Apa makna dari kalimat "Kami dengar dan kami taat" dalam ayat 285 Surah Al-Baqarah?
A: Kalimat "Kami dengar dan kami taat" menunjukkan kepasrahan total dan ketundukan seorang mukmin terhadap perintah Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423472/original/065770100_1764063704-masjid_di_malam_nisfu_syaban.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133008/original/019342800_1589908303-383627-PBYJ2M-458.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253083/original/040592000_1749992019-WhatsApp_Image_2025-06-14_at_23.20.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400640/original/079783300_1762143236-ilustrasi_tangan_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5143865/original/072157300_1740556458-medium-shot-people-celebrating-eid-al-fitr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3447617/original/047481400_1620114129-Ilustrasi_Alquran.jpg)





























