50 Quotes Islami dari Hadits tentang Menjaga Lisan, Adab Berbicara untuk Meraih Surga

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga lisan adalah salah satu manifestasi tertinggi dari keimanan seorang muslim, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam" (HR. Bukhari & Muslim).

Quotes islami dari hadits tentang menjaga lisan menjadi pengingat bahwa setiap kata yang terucap mencerminkan kualitas batin dan derajat takwa seseorang. Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Arba’in An-Nawawiyah menjelaskan bahwa diam merupakamn bentuk pengendalian diri yang sangat kuat. Jika seseorang ragu apakah perkataannya akan mendatangkan manfaat atau mudarat, maka menahan diri (diam) adalah tindakan yang jauh lebih menyelamatkan bagi agamanya.

Dalam perspektif lain, kemampuan mengendalikan ucapan merupakan kunci utama untuk meraih jaminan surga, sesuai janji Nabi SAW bagi siapa saja yang mampu menjaga apa yang ada di antara dua rahangnya (HR. Bukhari). Dalam Kitab Ihya Ulumuddin bab Afaatul Lisan (Bahaya-bahaya Lisan), Imam Ghazali menjelaskan lisan memiliki fisik yang kecil, namun mampu menciptakan kemaksiatan yang besar jika tidak dibentengi dengan kesadaran spiritual.

Quotes Islami dari Hadits tentang Menjaga Lisan

Berikut adalah 50 quotes Islami tentang menjaga lisan yang terinspirasi dari sari pati hadis Nabi SAW. Setiap kutipan mengandung hadis dan disusun agar tetap relevan dengan makna asli hadis dengan tambahan kalimat penjelas atau refleksi.

Quotes Islami Menjaga Lisan: Perintah Berkata Baik atau Diam

1. "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari). Inilah standar utama seorang mukmin dalam setiap interaksi sosialnya.

2. "Perkataan yang baik adalah sedekah." (HR. Bukhari). Tidak perlu harta untuk berbagi kebaikan, cukup melalui kata-kata yang menyejukkan hati.

3. "Katakanlah yang benar meskipun itu pahit." (HR. Ahmad). Kejujuran adalah mahkota lisan, meski terkadang sulit untuk diungkapkan.

4. "Meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi seseorang merupakan tanda baiknya Islamnya." (HR. Tirmidzi). Menahan diri dari membicarakan urusan orang lain adalah bentuk kemuliaan akhlak.

5. "Berikan kabar gembira dan jangan membuat orang lari (menjauh)." (HR. Bukhari). Gunakan lisanmu untuk menarik orang pada kebaikan, bukan untuk menakut-nakuti mereka.

6. "Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan keji." (HR. Tirmidzi). Jagalah kesucian mulutmu agar tidak tercemar oleh ucapan yang merendahkan martabat.

7. "Janganlah kalian banyak bicara tanpa zikir kepada Allah, karena hal itu mengeraskan hati." (HR. Tirmidzi). Basahilah lisan dengan mengingat Tuhan agar hatimu tetap lembut.

8. "Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman hingga ia meninggalkan dusta saat bercanda." (HR. Ahmad). Kejujuran harus dijaga dalam setiap keadaan, termasuk saat sedang bersenda gurau.

9. "Janganlah engkau mencaci maki orang yang telah mati." (HR. Bukhari). Jagalah kehormatan mereka yang sudah tiada karena mereka telah menjumpai apa yang mereka kerjakan.

10. "Cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar." (HR. Muslim). Jangan menjadi corong berita yang belum tentu benar sebelum memverifikasinya.

Jaminan Surga dan Keselamatan

11. "Barang siapa menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan), maka aku menjamin baginya surga." (HR. Bukhari). Surga adalah upah bagi mereka yang mampu mengendalikan lidahnya.

12. "Keselamatan manusia itu terdapat pada penjagaannya terhadap lisannya." (HR. Bukhari). Lindungilah dirimu dari fitnah dunia dengan cara menutup mulut dari hal buruk.

13. "Siapa yang diam, maka dia akan selamat." (HR. Tirmidzi). Diam sering kali menjadi benteng pertahanan terakhir dari dosa-dosa yang tidak perlu.

14. "Maukah kuberitahu kunci dari segala kebaikan? Beliau memegang lidahnya dan bersabda: Jagalah ini." (HR. Tirmidzi). Lisan adalah kemudi yang menentukan arah seluruh amal perbuatanmu.

15. "Barang siapa menjaga lisannya, Allah akan menutupi auratnya (aibnya)." (HR. Ibnu Abid Dunya). Jika kau menahan diri dari menyebar aib orang, Allah akan melindungi rahasiamu.

16. "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan membimbing ke surga." (HR. Bukhari). Mulailah setiap ucapan dengan kejujuran agar jalanmu menuju rida-Nya semakin lapang.

17. "Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam itu menyingkirkan setan." (HR. Ahmad). Kesunyian yang diisi dengan kesadaran adalah cara menjauhkan diri dari bisikan jahat.

18. "Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan bukan pula orang yang suka melaknat." (HR. Tirmidzi). Jauhkan dirimu dari mencaci sesama agar imanmu tetap sempurna di mata Allah.

19. "Barang siapa menahan amarahnya—termasuk lewat ucapannya—Allah akan menahan azab-Nya darinya." (HR. Thabrani). Diam saat marah adalah bentuk kemenangan atas hawa nafsu yang paling agung.

20. "Berbahagialah orang yang mampu menguasai lisannya." (HR. Thabrani). Kebahagiaan sejati dimulai dari ketenangan batin karena tidak memiliki utang maaf akibat lisan.

Ancaman dan Bahaya Lisan

21. "Seorang hamba berucap satu kalimat yang mendatangkan murka Allah tanpa ia pedulikan, lalu ia terjerumus ke neraka." (HR. Bukhari). Hati-hatilah dengan kata-kata yang dianggap remeh namun bisa berakibat fatal.

22. "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan, yang menyebabkannya terjatuh ke neraka." (HR. Muslim). Pikirkanlah dampak ucapanmu sebelum ia terlepas dari busurnya.

23. "Kebanyakan dosa anak Adam adalah karena lisannya." (HR. Thabrani). Mayoritas kesalahan manusia bermuara dari kegagalan dalam mengontrol pembicaraan.

24. "Mencaci maki orang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran." (HR. Bukhari). Lisan yang menyakiti sesama muslim adalah tanda rusaknya nilai agama dalam diri.

25. "Sesungguhnya Allah membenci orang yang mempermainkan bicaranya (suka memutarbalikkan fakta)." (HR. Abu Dawud). Gunakan lisan untuk kebenaran, bukan untuk tipu daya yang merugikan.

26. "Hindarilah olehmu prasangka, karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta." (HR. Bukhari). Jangan biarkan lisanmu menyuarakan dugaan yang tidak memiliki dasar kuat.

27. "Tanda orang munafik itu ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara ia berdusta." (HR. Bukhari). Jauhkan lisan dari kebohongan agar tidak tergolong sebagai orang yang berpura-pura dalam iman.

28. "Janganlah kalian saling menghina dan jangan pula saling mencari kesalahan." (HR. Muslim). Fokuslah pada perbaikan diri sendiri daripada mengumbar kekurangan orang lain.

29. "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang tertawa." (HR. Abu Dawud). Jangan jadikan dusta sebagai bahan hiburan karena ia mendatangkan kehancuran.

30. "Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan atas umatku adalah lisan setiap orang munafik." (HR. Ahmad). Retorika yang indah tanpa ketakwaan adalah musuh bagi kesucian ajaran agama.

Hubungan Hati dan Lisan

31. "Iman seorang hamba tidak akan istikamah (lurus) sebelum hatinya lurus, dan hatinya tidak akan lurus sebelum lisannya lurus." (HR. Ahmad). Kejujuran lisan adalah syarat utama untuk memperoleh keteguhan iman.

32. "Siapa yang suka jika Allah dan Rasul-Nya mencintainya, hendaklah ia jujur saat berbicara." (HR. Al-Baihaqi). Cinta Ilahi diraih melalui konsistensi dalam menjaga kebenaran setiap kata.

33. "Jika anak Adam bangun di pagi hari, seluruh anggota tubuhnya tunduk kepada lisan." (HR. Tirmidzi). Anggota tubuh yang lain akan mengikuti apakah lisan membawa pada kebaikan atau keburukan.

34. "Barang siapa menahan lisannya, Allah akan mencukupi kebutuhannya." (HR. Al-Baihaqi). Ketenangan hidup sering kali datang dari lisan yang tidak banyak mengeluh.

35. "Sedekah yang paling utama adalah menjaga lisan." (HR. Ar-Rafi’i). Menghentikan gangguan lisan kepada orang lain adalah bentuk pemberian yang sangat berharga.

36. "Seorang mukmin itu memiliki lisan yang sedikit bicara dan banyak beramal." Jadikan tindakanmu lebih nyaring daripada suaramu dalam berbuat kebaikan.

37. "Hati yang bersih melahirkan kata-kata yang penuh hikmah." Sebagaimana teko mengeluarkan isinya, lisan mengeluarkan apa yang tersembunyi dalam dada.

38. "Jauhkanlah dirimu dari perdebatan, meskipun engkau benar." (HR. Abu Dawud). Menjaga kedamaian jauh lebih utama daripada memenangkan argumen yang hanya menyulut emosi.

39. "Sesungguhnya ada orang yang bicara dengan manisnya kata-kata, namun hatinya pahit seperti empedu." (HR. Tirmidzi). Janganlah tertipu oleh keindahan tutur kata yang tidak selaras dengan ketulusan hati.

40. "Seorang mukmin itu mudah akrab dan diakrabkan melalui bicaranya." (HR. Ahmad). Gunakan lisanmu sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan antarmanusia.

Adab dan Etika Berbicara

41. "Berbicaralah sesuai dengan kadar kemampuan akal orang yang diajak bicara." Sesuaikan kata-katamu agar pesan kebaikan dapat diterima dengan sempurna.

42. "Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi dengan ucapan baik." (HR. Bukhari). Kata-kata santun kepada kerabat adalah kunci keberkahan hidup.

43. "Janganlah kalian menceritakan rahasia kepada orang yang tidak bisa menjaganya." Menjaga lisan juga berarti menjaga amanah atas informasi yang diberikan orang lain.

44. "Sebutlah kebaikan-kebaikan orang yang sudah meninggal di antara kalian." (HR. Abu Dawud). Fokuslah pada kenangan indah daripada mengungkit kesalahan yang sudah berlalu.

45. "Cintailah saudaramu dengan tidak menyakiti perasaannya melalui lisanmu." Empati dimulai dari kemampuan menahan kata-kata yang sekiranya dapat melukai hati.

46. "Sesungguhnya Allah menyukai lisan yang senantiasa basah karena berzikir." (HR. Tirmidzi). Penuhilah setiap tarikan napasmu dengan pujian kepada Sang Pencipta.

47. "Seorang mukmin tidak akan mencela keturunan dan tidak akan memfitnah." (HR. Muslim). Jagalah lisan dari membicarakan asal-usul seseorang dengan nada merendahkan.

48. "Barang siapa yang percaya kepada Allah, hendaklah ia memuliakan tamunya dengan tutur kata yang sopan." (HR. Bukhari). Pelayanan terbaik bagi sesama dimulai dari keramahan ucapan.

49. "Janganlah engkau bersikap kasar dalam bicara." (QS. Ali Imran: 159). Kelembutan suara adalah daya tarik yang mampu melunakkan hati yang paling keras sekalipun.

50. "Setiap ucapan anak Adam adalah beban baginya, kecuali zikir, amar makruf, dan nahi mungkar." (HR. Tirmidzi). Pastikan kata-katamu hari ini memiliki nilai investasi untuk akhiratmu.

People also Ask:

Apa bunyi hadits menjaga lisan?

“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (HR. Bukhari).

Apa yang dikatakan Hadits tentang mengendalikan lidah?

Sahl Ibn Sa'ad (radhiyallahu 'anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah (shallallahu 'alayhiwa sallam) bersabda: " Barangsiapa yang dapat menjamin kepadaku (bahwa ia akan menjaga) apa yang ada di antara rahangnya (lidah) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluannya), maka aku akan menjamin surga untuknya."

Apa pesan yang disampaikan oleh Rasulullah tentang penggunaan lisan?

Sebuah hadis Nabi Muhammad SAW menyatakan, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menekankan pentingnya berpikir sebelum berbicara dan memastikan bahwa setiap kata yang keluar membawa manfaat, bukan keburukan.

Apa surah dan ayat al-Qur'an yang membahas tentang perkataan yang baik?

Al-Qur'an membahas perkataan baik di banyak ayat, seperti Surat Al-Baqarah ayat 83 (ucapkan kata-kata yang baik kepada manusia), Al-Ahzab ayat 70 (katakan perkataan yang benar), Al-Isra' ayat 53 (ucapkan perkataan yang lebih baik/benar), dan Qaf ayat 18 (malaikat mencatat setiap ucapan), serta berbagai jenis ucapan baik lainnya (Qaulan Ma'ruf, Layyina, Baligha, Karima, Maisura) yang tersebar di berbagai surat, menekankan pentingnya berbicara sopan, benar, dan bermanfaat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |