6 Keutamaan Shalat Lima Waktu yang Diturunkan saat Isra Miraj, Hadiah Agung dari Sidratul Muntaha

1 month ago 32
  • Apakah keutamaan perintah salat lima waktu yang diperoleh dalam peristiwa Isra Miraj?
  • Mengapa shalat 5 waktu diwajibkan setelah peristiwa Isra Miraj?
  • Apa keutamaan shalat 5 waktu?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Di antara hikmah perjalanan Isra Mi’raj adalah perintah shalat. sebuah ibadah yang berkedudukan paling istimewa dibandingkan ibadah-ibadah lainnya dalam Islam. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami keutamaan shalat lima waktu yang diturunkan saat Isra Miraj.

Shalat memiliki kedudukan istimewa karena menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha tanpa melalui perantara malaikat Jibril. Sebagaimana dikaji dalam jurnal Aisyah Nurul Aini dan Arif Chasanul Muna (2024), keistimewaan ini menegaskan bahwa shalat adalah "hadiah spiritual" dan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta yang melampaui dimensi fisik.

M. Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah mengungkapkan, penjemputan Rasulullah ke Sidratul Muntaha menunjukkan betapa tingginya urgensi shalat sebagai sarana "Mi’raj" bagi orang mukmin. Beliau menekankan bahwa shalat adalah momen pertemuan istimewa di mana seorang hamba melepaskan atribut duniawinya untuk berdialog langsung dengan Allah.

Merujuk Jurnal Isra Mi’raj Dan Keistimewaan Ibadah Shalat: Kajian Terhadap Ayat-Ayat Isra Mi’raj Dalam Al-Qur’an oleh Aisyah Nurul Aini dan Arif Chasanul Muna dan Jurnal Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra Mi’raj melalui Metode Pembelajaran nteraktif bagi Anak-Anak TPQ Desa Pilang, Royhan Pradipta Setyana, dkk dan pandangan ulama berikut adalah keutamaan shalat lima waktu ditinjau dari perspektif sejarah, dalil, dan penjelasan ulama mengenai peristiwa Isra Miraj:

1. Ibadah yang Diterima Langsung Tanpa Perantara

Berbeda dengan ibadah lain seperti zakat, puasa, atau haji yang perintahnya diturunkan melalui malaikat Jibril di bumi, shalat lima waktu diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha.

Surat An-Najm ayat 13-18 yang menggambarkan pertemuan agung di Sidratul Muntaha sebagai bukti kebenaran wahyu tersebut.

Dalam Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab (sebagaimana dirujuk dalam jurnal Aisyah Nurul Aini) menekankan bahwa keistimewaan ini menunjukkan kedudukan shalat sebagai "inti" penghambaan. Allah SWT menjemput hamba-Nya (Rasulullah) ke singgasana tertinggi untuk memberikan "hadiah" ini secara langsung.

2. Shalat sebagai "Mi’raj" bagi Orang Beriman (Al-Mi’raj al-Mu’min)

Salah satu nilai spiritual utama yang dikaji dalam jurnal Royhan Pradipta dkk. adalah konsep shalat sebagai sarana manusia untuk "naik" menemui Penciptanya secara rohani.

Para ulama sufi dan ahli tafsir sering menyebutkan “As-Shalatu Mi’rajul Mu’minin” (Shalat adalah Mi’raj-nya orang beriman). Hal ini berarti, jika Rasulullah melakukan Mi’raj secara fisik dan spiritual untuk bertemu Allah, maka umatnya melakukan "Mi’raj" melalui shalat untuk berkomunikasi langsung dengan-Nya.

Kajian di Desa Pilang mengungkapkan, bahwa pemahaman ini perlu dilatih sejak dini. Penting untuk membangun kekhusyukan anak-anak sejak usia dini, agar mereka merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap gerakan shalat.

3. Keistimewaan Pahala, 5 Waktu Setara 50

Peristiwa dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS di langit menjadi hujah penting mengenai keutamaan ganjaran atau pahala shalat. Meskipun jumlahnya dikurangi dari 50 waktu menjadi 5 waktu, namun pahalanya tetap menyamai 50 waktu.

Merujuk pada Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (Hadis Isra Mi'raj), Allah SWT berfirman: "Ia adalah lima (waktu) dan ia adalah lima puluh (pahala). Keputusan-Ku tidak dapat diubah lagi."

Hal ini menunjukkan sifat Rahman (Maha Pemurah) Allah SWT yang memberikan ganjaran berlipat ganda kepada umat Muhammad SAW.

4. Simbol Kesucian dan Penghapus Dosa

Dalam kajian jurnal Aisyah Nurul Aini, shalat yang diturunkan dalam peristiwa suci ini berfungsi sebagai sarana penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs).

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW disucikan hatinya dengan air Zamzam sebelum melakukan Isra Mi’raj, shalat lima waktu berfungsi membersihkan dosa-dosa kecil yang dilakukan manusia di antara waktu-waktu shalat tersebut.

Dalam Kitab Al-Fiqh al-Manhaji, dijelaskan bahwa shalat lima waktu ibarat sungai yang mengalir di depan pintu rumah seseorang, yang membersihkan kotoran lima kali sehari.

5. Sebagai Penghubung Makhluk dan Khalik (Al-Shilah)

Secara etimologi, shalat berasal dari kata al-shilah yang berarti hubungan. Isra Mi’raj adalah simbol hubungan vertikal yang paling sempurna antara makhluk dan Khalik.

Shalat adalah satu-satunya ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun (kecuali uzur syar'i). Karena sholat merupakan saluran utama yang menghubungkan hamba dengan Penciptanya. Memutuskan shalat berarti memutuskan hubungan dengan Allah.

6. Melatih Disiplin dan Karakter

Keutamaan shalat yang diturunkan pada waktu-waktu tertentu (dari Fajar hingga Isya) melatih kedisiplinan manusia. Kajian interaktif di TPQ Desa Pilang menunjukkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan integritas.

Nabi Muhammad SAW menunjukkan kepatuhan mutlak dalam menerima perintah, yang kemudian diterjemahkan menjadi karakter disiplin waktu bagi umat Islam.

Shalat adalah Imaduddien (Tiang Agama). Barangsiapa mendirikannya, maka ia mendirikan agama. Hal ini dimulai dari komitmen terhadap waktu-waktu yang telah ditetapkan sejak peristiwa Mi’raj.

Manfaat Sholat di Era Modern

Berikut adalah 5 manfaat shalat di era modern yang relevan dengan tantangan zaman sekarang, berdasar literatur kontemporer:

1. Sarana Self-Healing dan Manajemen Stres

Era modern identik dengan tekanan mental dan kecemasan tinggi (high anxiety). Shalat berfungsi sebagai momen "jeda" atau pause button dari kebisingan dunia. Gerakan yang tenang dan bacaan yang khusyuk menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan memberikan efek relaksasi yang serupa dengan meditasi tingkat dalam, namun dengan dimensi spiritual yang lebih kuat.

2. Digital Detox yang Terjadwal

Tanpa disadari, kita sering terjebak dalam doomscrolling atau ketergantungan pada layar gadget. Shalat lima waktu memaksa kita untuk melakukan disconnect to reconnect—memutuskan hubungan sejenak dengan dunia maya untuk menyambungkan kembali koneksi dengan Sang Pencipta. Ini adalah cara alami untuk menjaga kesehatan mental dari paparan informasi berlebih.

3. Latihan Kedisiplinan dan Manajemen Waktu

Dunia profesional menuntut manajemen waktu yang ketat. Shalat melatih kita untuk mengatur ritme kerja berdasarkan waktu-waktu yang sudah ditetapkan (Subuh hingga Isya). Kedisiplinan menunaikan shalat di awal waktu secara tidak langsung membentuk pola pikir proaktif dan menghargai waktu dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

4. Aktivitas Fisik Ringan dan Fleksibilitas

Gaya hidup sedentary (banyak duduk) adalah masalah umum pekerja modern. Gerakan shalat, mulai dari berdiri tegak, ruku’, hingga sujud, melibatkan peregangan otot dan persendian secara ringan namun konsisten. Jika dilakukan dengan benar (tuma'ninah), shalat membantu menjaga kelancaran aliran darah dan fleksibilitas tubuh di sela-sela kesibukan.

5. Penguatan Kecerdasan Emosional (EQ)

Shalat, terutama yang dilakukan secara berjamaah, memupuk rasa empati dan kesetaraan. Di masjid, semua orang berdiri sejajar tanpa memandang jabatan atau status sosial. Hal ini melatih kerendahan hati dan kesadaran sosial, yang merupakan komponen kunci kecerdasan emosional untuk berinteraksi secara sehat dalam masyarakat yang semakin individualis.

People Also Ask:

Apakah keutamaan perintah salat lima waktu yang diperoleh dalam peristiwa Isra Miraj?

Hikmah dari Peristiwa Isra Mi'raj

Kewajiban ini menunjukkan pentingnya shalat sebagai medium komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya, sebagaimana Nabi SAW melakukan mi'raj ke langit untuk menerima perintah ini.

Mengapa shalat 5 waktu diwajibkan setelah peristiwa Isra Miraj?

Shalat 5 waktu diwajibkan setelah Isra Mi'raj karena peristiwa tersebut adalah momen istimewa di mana Nabi Muhammad SAW naik ke langit ketujuh untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT, menjadikannya ibadah paling utama sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya, serta simbol penghambaan yang tak terputus, menunjukkan rahmat dan kemudahan ibadah meskipun pahalanya setara 50 waktu sholat. Awalnya 50 waktu, atas anjuran Nabi Musa, Allah meringankan menjadi 5 waktu dengan pahala tetap setara 50 waktu.

Apa keutamaan shalat 5 waktu?

Menjaga shalat dengan baik akan mendatangkan lima bentuk kemuliaan, seperti kelapangan rezeki, terhindar dari siksa kubur, dan masuk surga tanpa hisab. Sebaliknya, mengabaikan shalat akan membawa balasan bagi pelakunya, baik itu balasan berupa siksaan di dunia hingga nanti di akhirat.

Apa keutamaan Isra Miraj?

TGM demikian sapaan akrab Wakil Wali Kota Mataram menambahkan, hikmah lain dari peristiwa Isra Mi'raj adalah keyakinan bahwa pertolongan Allah SWT selalu datang kepada hamba-Nya yang berikhtiar dan bertakwa.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |