6 Tips Persiapan Berangkat Haji: Ibadah Tenang, Nyaman dan Mabrur

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual sekaligus fisik yang membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi ibadah, mental, fisik, maupun administrasi. Maka itu penting bagi seorang yang dianugerahi keberangkatan haji 2026 ini untuk melakukan berbagai persiapan agar dapat beribadah haji dengan tenang dan nyaman.

Persiapan lahir dan batin itu penting supaya jemaah mampu melaksanakan seluruh rukun, wajib dan sunnah haji, sebagaimana diatur syariat. Muaranya adalah agar menjadi haji mabrur, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Haji yang mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan, pendapat yang paling sahih, haji mabrur adalah haji yang tidak bercampur dengan dosa dan dikerjakan dengan penuh ketaatan. Hal itu mencakup pelaksanaan sesuai tuntunan syariat, tidak maksiat, kebaikannya berdampak hingga pulang, dan dikerjakan dengan harta halal.

Berikut ini adalah tips persiapan berangkat haji merangkum berbagai sumber resmi, disesuaikan dengan regulasi pemerintah dan Arab Saudi.

1. Persiapan Spiritual dan Niat

Merujuk Buku Tuntunan Manasik Haji, Kemenag RI dan Fikih Haji dan Umrah, Dr Suwarjin, MA, laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan laman Kemenag Sulteng, berikut ini adalah persiapan sebelum pemberangkatan haji. Persiapan ini bisa dilakukan jauh hari dan bertahap:

Sebelum memikirkan bekal fisik dan materi, pondasi utama ibadah haji adalah ketulusan niat dan kesiapan spiritual.

  • Niat Ikhlas karena Allah: Teguhkan niat semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Hindari sifat riya (pamer), sum'ah (ingin terkenal), dan mubahah (sombong).
  • Bertaubat dan Memperbanyak Istighfar: Mulailah dengan membersihkan hati, memohon ampun atas segala dosa, dan memohon bimbingan-Nya.
  • Memperbaiki Hubungan: Selesaikan urusan dan tanggung jawab terhadap keluarga, tetangga, serta lunasi semua utang-piutang. Sambung silaturahmi dan mintalah maaf serta doa restu.
  • Mempelajari Ilmu Manasik: Pahami dengan benar tata cara, rukun, wajib, sunnah, serta larangan dalam ibadah haji dan umrah. Gunakan buku tuntunan resmi dari Kemenag sebagai pedoman utama.

2. Persiapan Fisik dan Kesehatan

Kondisi fisik yang prima sangat menentukan kelancaran ibadah di Tanah Suci yang padat aktivitas dan cuaca ekstrem.

  • Pola Hidup Sehat: Biasakan pola makan bergizi, tidur cukup, dan berolahraga teratur untuk meningkatkan stamina.
  • Pemeriksaan dan Pembinaan Kesehatan: Ikuti seluruh program pembinaan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Bawa buku/kartu kesehatan serta catatan medis pribadi.
  • Vaksinasi: Pastikan telah mendapatkan vaksinasi wajib sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.
  • Persiapan Khusus Lansia & Risti: Bagi jamaah lanjut usia atau berisiko tinggi, konsultasikan secara mendalam dengan dokter. Pahami rukhsah (keringanan) yang diberikan syariat, seperti penggunaan kursi roda, skuter, atau mewakilkan sebagian manasik.

3. Persiapan Administrasi

Dokumen yang lengkap dan tertib adalah kunci kelancaran perjalanan.

Dokumen Wajib

Pastikan Anda membawa:

  • Bukti Setor Lunas BIPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji)
  • Paspor dan Visa Haji
  • Buku/Kartu Kesehatan Haji
  • Kartu BPJS (jika ada)
  • Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA)

Dokumen Tidak Perlu Dibawa: Tinggalkan di rumah dokumen seperti SIM yang tidak diperlukan di Arab Saudi.

Uang dan Alat Pembayaran: Bawa living cost yang telah diberikan (750 Riyal untuk gelombang tertentu, disesuaikan). Bawa juga kartu ATM untuk kebutuhan tambahan. Kartu debit dianjurkan untuk meminimalkan risiko.

4. Perlengkapan dan Barang Bawaan

Pilih barang bawaan dengan cermat, prioritaskan keperluan pokok dan kenyamanan.

Pakaian:

  • Siapkan 5 stel pakaian sehari-hari, termasuk seragam batik nasional.
  • Pakaian ihram (2 helai kain putih untuk pria, busana muslimah syar'i untuk wanita).
  • Pakaian untuk cuaca dingin (terutama jika berada di Madinah pada musim tertentu).

Obat-obatan Pribadi: Bawa obat rutin dalam kemasan asli beserta resep dokter. Siapkan juga obat darurat seperti sakit kepala, maag, atau pelega tenggorokan.

Perlengkapan Ibadah & Pribadi: Mukena, sajadah kecil, Al-Qur'an portabel, botol air minum, masker, senter, dan alas kaki yang nyaman.

Barang Berharga: Simpan uang, emas, dan handphone di tas kecil (tas tentengan) yang selalu menyertai Anda. Manfaatkan safety box di hotel untuk penyimpanan.

5. Larangan dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Agar perjalanan lancar dan terhindar dari masalah, perhatikan hal-hal berikut ini.

Larangan di Pesawat & Bandara:

  • Dilarang membawa benda tajam, bahan mudah terbakar, atau cairan lebih dari 100 ml dalam kabin.
  • Jangan membawa obat tanpa resep, narkoba, atau majalah/materi pornografi.
  • Jangan sekali-kali menerima titipan barang dari orang yang tidak dikenal.

Larangan di Tanah Suci:

  • Patuhi semua larangan ihram saat telah memakainya.
  • Hindari berdesak-desakan yang membahayakan, terutama saat mencium Hajar Aswad atau thawaf.
  • Dilarang menjemur pakaian di lorong hotel, merokok di area terlarang, atau memasak di dalam kamar.

Keamanan Diri: Selalu waspada terhadap barang bawaan, terutama di keramaian. Catat nomor kamar, nama hotel, dan tanda lingkungan sekitar.

6. Persiapan Mental dan Adaptasi

Persiapan mental tidak kalah penting untuk menghadapi situasi yang mungkin berbeda dengan harapan.

  • Bersabar dan Tawakal: Perjalanan haji melibatkan jutaan orang dari berbagai budaya. Bersiaplah untuk antre, berdesakan, dan menghadapi pelayanan yang mungkin terbatas. Jadikan semua itu sebagai bagian dari ujian dan proses penyucian diri.
  • Menjaga Ukhuwah dan Akhlak: Hindari pertengkaran (jidal), ucapan kotor (rafats), dan perbuatan maksiat (fusuq). Tunjukkan akhlak terpuji sebagai tamu Allah.
  • Mengikuti Arahan Petugas: Patuhi arahan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan petugas kloter. Mereka bertugas untuk melindungi dan memandu Anda.
  • Fokus pada Tujuan Utama: Ingatlah bahwa tujuan utama adalah ibadah. Jangan sampai kelelahan mencari oleh-oleh atau melakukan ziarah sunnah yang justru menguras tenaga dan mengganggu kesehatan.

People Also Ask:

Apa yang harus dilakukan sebelum berangkat haji?

Sebelum berangkat haji, Anda harus melakukan persiapan fisik dan mental, mengurus dokumen-dokumen penting, serta menyiapkan perlengkapan pribadi. Persiapan rohani meliputi memantapkan niat, bertaubat, dan meminta restu. Sementara itu, persiapan fisik mencakup menjaga kebugaran dan melakukan vaksinasi wajib, seperti meningitis. Dari sisi administrasi, pastikan memiliki paspor, visa, dan dokumen lainnya yang diperlukan.

Apa saja yang perlu disiapkan untuk berangkat haji?

  • Dokumen penting.
  • Pakaian ihram.
  • Pakaian pribadi.
  • Perlengkapan pertolongan pertama.
  • Obat-obatan dan suplemen.
  • Makanan dan perlengkapan makan.
  • Perlengkapan mandi.
  • Perlengkapan tambahan, seperti sunscreen, payung, topi, detergen, atau gantungan pakaian.

Cara agar berangkat haji lebih cepat?

Cara agar Cepat Berangkat Haji tanpa Antre PanjangUntuk mempercepat keberangkatan haji, pilihlah jalur haji khusus atau haji furoda yang memiliki masa tunggu lebih singkat, mulailah menabung dan berinvestasi sejak dini, dan daftarlah sejak usia muda. Selain itu, amalkan ibadah seperti menjaga shalat lima waktu, berbuat baik, serta memperbanyak istigfar dan doa.

Berapa uang saku yang harus dibawa saat haji?

Berapa Uang Saku Ideal untuk Jamaah Haji Selama di Tanah Suci ...Untuk Haji 2025, jemaah reguler Indonesia mendapatkan uang saku dari pemerintah sebesar 750 Riyal Arab Saudi (SAR) atau sekitar Rp3 jutaan, yang diberikan tunai untuk kebutuhan pribadi seperti makan di luar atau oleh-oleh, namun disarankan membawa dana tambahan sekitar SAR 1.000-2.000 (Rp4,4-8,9 juta) atau sesuai kebutuhan untuk keperluan tak terduga dan oleh-oleh.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |