Liputan6.com, Jakarta - Isra Miraj merupakan peristiwa agung yang sarat makna spiritual bagi umat Islam. Kisah perjalanan Rasulullah SAW dalam satu malam ini tidak hanya menyimpan mukjizat, tetapi juga mengandung pesan keimanan yang mendalam. Setiap detail perjalanan Nabi menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan kedudukan salat sebagai tiang agama.
Dalam memperingati Isra Miraj, umat Islam kerap melakukan berbagai bentuk refleksi, mulai dari pengajian hingga ceramah keagamaan. Namun, ada cara lain yang lebih lembut menyentuh perasaan, yaitu melalui karya sastra. Puisi menjadi medium yang mampu merangkum kisah agung ini dalam bahasa hati.
Melalui puisi isra miraj yang menyentuh hati, nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat dirasakan lebih dalam. Bait demi bait menjadi jalan sunyi untuk merenungi makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (15/1/2026).
1. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Malam Agung Penuh Hikmah
Malam Isra Miraj hadir membawa makna
Sunyi menjadi saksi kebesaran-Nya
Dari Masjidil Haram langkah dimulai
Menuju Aqsa, tanah yang diberkahi
Hingga Sidratul Muntaha penuh cahaya
Tempat segala doa bersua dengan ridha
Langit terbuka, rahasia tersingkap
Dalam kuasa Allah yang tak terbatas
Salat menjadi titipan paling mulia
Hadiah cinta untuk seluruh manusia
Penopang jiwa sepanjang masa
Saat dunia membuat hati terlupa
Pengingat bagi hati yang kerap alpa
Bahwa hidup bukan sekadar dunia
Dalam sujud, rindu bertemu-Nya
Dalam doa, jiwa kembali tenang dan percaya
2. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Langit Lapis Ketujuh
Malam sunyi berbalut doa yang lirih
Langit kelam tersingkap cerita kasih
Rasul dipanggil menuju Yang Maha
Dalam perjalanan agung penuh makna
Bersama Jibril, langkah suci dilalui
Bukan mimpi, namun nyata terjadi
Langit demi langit terbuka rapi
Menjadi saksi kemuliaan Nabi
Langit tujuh lapis pun dilalui
Para nabi menyambut penuh kasih
Salam persaudaraan para utusan Ilahi
Dalam cahaya iman yang tak pernah mati
Isra Miraj bukan sekadar kisah suci
Namun cermin bagi hati yang mencari
Bahwa iman adalah cahaya abadi
Penuntun hidup hingga akhir nanti
3. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Cahaya yang Diturunkan-Nya
Ya Rasulullah, engkaulah lentera
Penerang gulita jiwa manusia
Di saat hati terjebak gelapnya dosa
Engkau hadir membawa cahaya
Kau cahaya Mikraj yang diturunkan-Nya
Penunjuk langkah dalam ibadah
Menyapa umat dengan akhlak mulia
Melembutkan dunia dengan kasih-Nya
Dari gelap jahiliyah menuju terang
Kau tuntun manusia dengan kesabaran
Akhlakmu suci, penuh kasih sayang
Teladan hidup sepanjang zaman
Selawat kami terus mengembang
Mengiringi namamu dalam setiap doa
Hingga akhir hayat kami berharap
Bertemu dalam ridha-Nya kelak
4. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Malam Peneguh Iman
Langit malam berhiaskan bintang
Seolah ikut bersujud dalam tenang
Angin pun diam, waktu terhenti
Menyambut titah suci Ilahi
Salat lima waktu titah Ilahi
Peneguh iman sepanjang hari
Bukan beban, melainkan cahaya
Penjaga hati dari gelap dunia
Isra Miraj mengajarkan setia
Pada perintah-Nya tanpa ragu dan tanya
Meski akal tak mampu menjangka
Imanlah yang menjadi sandaran jiwa
Dalam sujud kami berserah
Menitipkan lelah, harap, dan resah
Mengharap ridha dan rahmat Allah
Agar hidup berakhir dalam berkah
5. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Perjalanan Sang Rasul
Buraq melesat menembus langit
Melampaui ruang dan waktu yang sempit
Dalam kecepatan yang tak terbayang
Mukjizat agung bagi insan beriman
Bersama Jibril, Rasul tercinta
Meniti jalan cahaya penuh makna
Menghadap Allah, Sang Maha Kuasa
Dalam kemuliaan yang tak terlukiskan kata
Hadiah salat untuk umat manusia
Tanda cinta-Nya sepanjang masa
Agar kami tak jauh dari-Nya
Di tengah hiruk pikuk dunia fana
Isra Miraj menjadi cahaya
Penuntun hidup dunia akhirat
Mengajarkan bahwa dekat dengan Allah
Adalah tujuan paling hakikat
6. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Malam yang Membuka Langit
Malam Isra, malam penuh hikmah
Langit terbuka menyambut Rasulullah
Malaikat bertasbih dalam syahdu
Menyaksikan perjalanan penuh restu
Dari bumi menuju Sidratul Muntaha
Rasul melangkah dalam cahaya-Nya
Membawa amanah bagi umat manusia
Agar tak tersesat di jalan dunia
Ya Allah, kuatkan kami
Menjaga salat sepenuh hati
Bukan hanya gerak dan bacaan
Namun hadirnya jiwa dalam penghambaan
Agar hidup bermakna sejati
Dalam ridha-Mu hingga akhir nanti
Hingga kelak kami pulang
Dalam ampunan dan kasih sayang
7. Contoh Puisi Isra Miraj yang Menyentuh Hati: Cahaya Iman di Malam Isra
Malam itu cahaya bersemi
Menembus gelap relung hati
Menyapa jiwa yang letih
Menguatkan iman yang hampir rapuh
Isra Miraj mengajarkan arti
Bahwa iman harus dijaga setiap hari
Bukan hanya saat lapang dan senang
Namun juga ketika dunia terasa sempit dan bimbang
Salat adalah jalan pulang
Saat jiwa lelah, hilang pegangan
Tempat hati bersimpuh tenang
Mengadu pada Tuhan Yang Maha Penyayang
Di malam Isra kami berjanji
Menjaga iman sepenuh hati
Menjadikan salat sebagai cahaya
Hingga akhir hidup kembali kepada-Nya
Makna Isra Miraj dalam Refleksi Sastra
Isra Miraj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), lalu dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha (Miraj). Perjalanan ini terjadi dalam satu malam dan menjadi bukti kekuasaan Allah SWT sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Isra ayat 1.
Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril dan singgah di beberapa tempat penting, seperti Madinah, Madyan, Thur Sina, Baitul Lahm, hingga Masjidil Aqsa. Setelah itu, Nabi melintasi tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu, hingga akhirnya menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini menegaskan bahwa salat adalah hadiah langsung dari Allah SWT untuk umat Islam.
Nilai-nilai inilah yang kemudian banyak dituangkan ke dalam karya sastra, khususnya puisi. Puisi Isra Miraj bukan sekadar rangkaian kata indah, tetapi juga refleksi iman, pengingat kewajiban, dan ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
FAQ Seputar Isra Miraj
1. Apa itu Isra Miraj?
Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.
2. Mengapa Isra Miraj penting bagi umat Islam?
Karena pada peristiwa inilah salat lima waktu diwajibkan, menjadikannya fondasi utama dalam ibadah umat Islam.
3. Kapan Isra Miraj diperingati?
Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah.
4. Apa hikmah utama dari Isra Miraj?
Hikmah utamanya adalah penegasan pentingnya salat, keimanan, dan ketaatan penuh kepada Allah SWT.
5. Mengapa puisi sering digunakan untuk memperingati Isra Miraj?
Karena puisi mampu menyampaikan pesan spiritual dengan bahasa yang menyentuh hati, sehingga lebih mudah direnungi dan dirasakan maknanya.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)