8 Amalan Sunnah Pembentuk Karakter Muslim yang Kuat, Ibadah dan Muamalah

5 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Karakter Islami atau akhlaq al-karimah adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong seseorang melakukan perbuatan dengan mudah tanpa perlu pertimbangan panjang. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam mentransformasi karakter jahiliyah menjadi karakter Islami melalui empat pilar utama.

Merujuk ebook Materi Khutbah Jumat, berjudul Khutbah Jumat: Membangun Karakter Mukmin yang Kuat karya Abdul Halim Tri Hantoro, S.Pd.I, membangun karakter muslim yang kuat merupakan proses internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam jiwa sehingga menjadi sifat yang menetap dan melahirkan perbuatan baik dengan mudah.

Karakter ini setidaknya ditopang oleh empat pilar utama, yaitu kekuatan iman (quwwatul iman), kekuatan ilmu (quwwatul ilmi), kekuatan fisik (quwwatul jasad), dan kekuatan ekonomi (quwwatul iqtishad). Rasulullah SAW menegaskan keutamaan hal ini dalam hadis riwayat Abu Hurairah rRA: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah subhanahu wata'ala daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan" (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Berikut ini adalah ulasan mengenai amalan sunnah pembentuk karakter muslim yang kuat.

Merujuk Jurnal Pembentukan Karakter Islami dalam Hadis dan Implikasinya pada Jalur Pendidikan Nonformal, Yuliharti, Ibnu Miskawaih dalam kitab Tahdzib al-Akhlaq wa Tathhir al-A'raq mendefinisikan karakter sebagai sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang mendorong perbuatan tanpa perlu lagi melalui pertimbangan panjang.

Berikut ini adalah amalan sunnah pembentuk karakter muslim yang kuat:

1. Quwwatul Iman (Kekuatan Iman)

Kekuatan iman adalah fondasi utama yang melahirkan keberanian dan ketenangan dalam menghadapi rintangan. Amalan yang bisa dilakukan yaitu berinteraksi kuat dengan Al-Quran, melazimi perintah Allah, serta senantiasa berzikir.

Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab Asbab Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi menyebutkan tiga cara meningkatkan iman: mempelajari ilmu bermanfaat (tadabur Al-Quran), memperhatikan ayat kauniyah, dan bersungguh-sungguh dalam amal saleh.

2. Quwwatul Ilmi (Kekuatan Ilmu)

Penjelasan mengenai pilar-pilar kekuatan ini dirujuk oleh Syaikh Muhammad Ali ash-Shabuni dalam kitabnya yang berjudul Min Kunuzis Sunnah. Sifat-sifat karakter yang kuat ini mencakup kejujuran (HR. Muslim No. 4714), kesabaran (HR. Muslim No. 4673), hingga semangat kebangsaan (HR. Muslim No. 4681). 

Ilmu adalah penentu kemuliaan dan dasar dari setiap amal ibadah. Amalan sunnah yang bisa dilakukan yakni menuntut ilmu secara kontinu, membaca sirah Nabawiyah, dan mentadaburi alam.

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian, dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat" (QS. Al-Mujadilah: 11).

Dalam kitab Rijal Haula Rasul, dikisahkan kekhawatiran Abu Darda’ akan pertanggungjawaban ilmunya di akhirat, yang menegaskan bahwa ilmu harus melahirkan amal nyata.

3. Quwwatul Jasad (Kekuatan Fisik)

Fisik yang kuat diperlukan agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dan memberikan manfaat luas bagi orang lain. Olahraga yang dianjurkan seperti melatih kuda, memanah, dan menjaga kesehatan jasad.

"Sesungguhnya tiga hal yang tidak termasuk perbuatan sia-sia; seorang laki-laki yang melatih kudanya, suami yang mencandai istrinya, dan latihan memanah..." (HR. Nasa'i).

4. Quwwatul Iqtishad (Kemandirian Ekonomi)

Kemandirian ekonomi memungkinkan seorang muslim untuk berinfak dan membela agama tanpa bergantung pada orang lain. Amalan sunnahnya di antaranya bekerja keras mencari rezeki yang halal dan gemar bersedekah.

"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka pahalanya itu untuk kamu sendiri..." (QS. Al-Baqarah: 272).

5. Amalan Penguatan Karakter Sosial dan Hubungan Antar Manusia

Rasulullah SAW menekankan karakter yang kuat bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam interaksi sosial guna membangun kemaslahatan umat.

  • Bersahabat dan Komunikatif: Membangun hubungan yang baik dan terbuka dengan sesama.
  • Peduli Sosial: Memiliki empati dan memberikan bantuan nyata kepada mereka yang membutuhkan.
  • Toleransi (Tasamuh): Menghargai perbedaan dan bersikap lapang dada dalam pergaulan.
  • Semangat Kebangsaan: Memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan dan kemuliaan bangsa dan negara.
  • Menghargai Prestasi: Memberikan apresiasi terhadap pencapaian orang lain sebagai bentuk dukungan moral.

6. Amalan Penempaan Sifat Batin (Akhlaq al-Karimah)

Karakter yang kuat lahir dari jiwa yang stabil dan terdidik melalui amalan-amalan hati.

  • Sabar: Menahan diri dalam menghadapi kesulitan maupun dalam menjalankan ketaatan.
  • Rendah Hati (Tawadhu): Tidak sombong meskipun memiliki kekuatan fisik, ilmu, maupun ekonomi.
  • Kejujuran: Integritas dalam perkataan dan perbuatan merupakan fondasi karakter yang tak tergoyahkan.
  • Rasa Ingin Tahu yang Tinggi: Senantiasa bersemangat untuk belajar dan mencari kebenaran.
  • Syukur dan Ridha: Menerima segala ketentuan Allah dengan hati yang lapang.

7. Amalan Spiritual Malam dan Siang Hari

Karakter muslim yang kuat terbentuk dari keseimbangan antara hubungan dengan Pencipta dan aksi nyata di masyarakat.

  • Menangis dalam Taqarrub di Malam Hari: Melakukan ibadah malam (seperti tahajud) dengan penuh kekhusyukan untuk memperkuat mental dan spiritual.+1
  • Berjihad dan Berdakwah di Siang Hari: Melakukan upaya nyata melawan kezaliman serta menyeru pada kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar).

8. Amalan Disiplin Diri dan Lingkungan

Peduli lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai cerminan karakter muslim yang bertanggung jawab.

Disiplin dalam shalat dan infak, yakni enjadikan shalat dan infak sebagai amalan rutin yang melatih kedisiplinan dan pengorbanan.

People also Ask:

Mengapa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah?

Beliau hafizhahullah menjelaskan, bahwa mukmin yang kuat dalam imannya, badannya, amalnya itu lebih baik daripada mukmin yang lemah dalam imannya, atau lemah dalam amal dan badannya. Karena mukmin yang kuat akan memberikan manfaat yang besar kepada kaum muslimin karena kekuatan badannya, imannya, dan amaliahnya.

Apa yang dimaksud dengan mukmin yang kuat?

Seorang mukmin yang kuat secara spiritual akan memiliki keyakinan yang teguh, menjalankan ibadah dengan ikhlas, dan selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Apa definisi mukmin sejati menurut Al Quran dan hadits?

Dalam al-Qur'an disebutkan lima ciri orang mukmin sejati, yaitu “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Mukmin yang paling sempurna imannya itu mukmin yang bagaimana?

Kriteria sempurnanya keimanan seseorang terletak pada perpaduan keyakinan hati, ucapan lisan, dan amalan nyata yang konsisten, diwujudkan melalui akhlak yang mulia (menjaga lisan, memuliakan tetangga, berbuat baik), ibadah yang khusyuk (shalat, zakat, tawakal), serta sikap positif (menjauhi hal sia-sia, berlomba dalam kebaikan, bersikap adil, dan memperbanyak syukur). Kesempurnaan iman bukan hanya soal ritual, tapi bagaimana keimanan itu membentuk kepribadian yang baik dan bermanfaat bagi sesama, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |