Liputan6.com, Jakarta - Segala amal perbuatan manusia, sekecil apapun, tidak luput dari catatan Allah. Setiap langkah, perkataan, hingga niat di hati akan terekam dalam catatan yang tidak akan pernah terhapus.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3IA) Rembang Jawa Tengah KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Baha, menjelaskan pentingnya kesadaran bahwa setiap amal memiliki konsekuensi di hadapan Allah.
Dinukil dari tayangan video di kanal YouTube @PencerahanGusBaha, Gus Baha menegaskan bahwa manusia tidak perlu khawatir amal baiknya akan terlewat. "Anda nggak usah khawatir bahwa apa yang anda lakukan, apapun kecilnya, akan ditulis oleh Allah subhanahu wa ta'ala," ucapnya.
Ia kemudian mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang membuktikan hal tersebut. "Kata Allah: 'waaktubu ma qoddamu wa aatharuhum' sebagaimana disebutkan dalam Surat Yasin ayat 12," ujarnya.
Gus Baha menguraikan makna dari ayat tersebut:
"Innā nahnu nuhyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa aṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn."
Artinya: "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
Simak Video Pilihan Ini:
Kocak, Battle Dance Campursari ala SOBAT AMBYAR SMA Sigaluh Banjarnegara
Gus Baha Ingatkan Hal Ini
Menurutnya, ayat ini menjadi bukti bahwa sekecil apapun perbuatan manusia, baik atau buruk, akan tetap dicatat dan dihitung.
Ia menambahkan bahwa Allah memiliki kuasa penuh atas kehidupan dan kematian. "Saya bisa menghidupkan orang mati dan semua amal kalian saya tulis, kata Allah," ungkapnya.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa luput dari perhatian Allah. "Bahkan jejak-jejak perbuatan kita juga akan tetap tercatat. Artinya, dampak dari suatu kebaikan atau keburukan yang kita lakukan juga akan masuk dalam hitungan," paparnya.
Oleh karena itu, Gus Baha mengingatkan agar setiap orang senantiasa berhati-hati dalam berbuat. "Kalau kita berbuat baik, meskipun kecil, itu tetap akan dihitung sebagai kebaikan yang bisa menolong kita di akhirat. Sebaliknya, jika perbuatan buruk, maka catatannya juga tetap ada," jelasnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia menganggap hal-hal kecil tidak berarti. "Misalnya, tersenyum kepada orang lain, membantu meskipun sedikit, atau berkata yang baik, itu semua tetap masuk dalam catatan amal baik," ujarnya.
Tak Ada yang Terlewat
Sebaliknya, tindakan buruk sekecil apapun juga tidak akan terlewat. "Bahkan ketika seseorang menyakiti orang lain dengan perkataan, meskipun hanya sekilas, itu tetap akan ada dalam perhitungan di akhirat," tambahnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia. "Setiap detik yang kita lalui memiliki nilai. Maka, pastikan setiap detik kita diisi dengan kebaikan," pesannya.
Ia juga mengajak untuk lebih sadar dalam menjaga hati dan niat. "Kadang kita mengira hanya tindakan yang dihitung, padahal niat pun sudah termasuk dalam catatan Allah," ujarnya.
Dalam ajaran Islam, perhitungan amal ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyadarkan manusia agar lebih berhati-hati dalam hidup. "Karena itu, jangan remehkan hal kecil. Sebab, kebaikan kecil bisa menjadi penolong di akhirat, sementara keburukan kecil pun bisa membawa dampak buruk," imbuhnya.
Gus Baha berharap agar pemahaman ini semakin menumbuhkan kesadaran dalam diri setiap muslim. "Mulai sekarang, mari kita biasakan berbuat baik meskipun kecil, karena sekecil apapun tetap dicatat," pungkasnya.
Dengan memahami konsep ini, seseorang akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. "Jadikan setiap langkah kita sebagai ladang amal yang bisa kita petik di akhirat kelak," tutupnya.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul