Liputan6.com, Jakarta - Amalan dan doa malam Isra Mikraj menjadi bagian penting untuk meningkatkan iman dan takwa. Berbagai amal ibadah dianjurkan untuk memperingati perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha, yang terjadi hanya dalam waktu semalam pada 27 Rajab.
Melalui Isra Mi'raj, lahirlah syariat ibadah utama umat Islam, yakni sholat fardhu lima waktu. Selain itu terdapat berbagai fadhilah dan hikmah pada malam istimewa tersebut.
Di berbagai daerah, malam Isra Mi'raj juga menjadi momentum kolektif untuk refleksi spiritual dan sosial. Merujuk jurnal Kehidupan Spiritual Desa Jembangan: Perayaan Isra Mi’raj Sebagai Wujud Ketaqwaan, oleh Muhammad Fathan Al Kubro dkk, selain aspek ibadah, amalan ini diperkaya dengan kegiatan sosial.
Amalan-amalan ini berfungsi sebagai sarana pengingat kolektif agar masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan shalat lima waktu (yang diperintahkan dalam peristiwa Isra Mi'raj) dan meningkatkan takwa.
Buku Rihlah Semesta Bersama Jibril: Menguak Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh Tim KASYAF, Ponpes Lirboyo, Isra’ Mi’raj sebagai al-Mu'jizat al-Kubra dari Aspek Hikmah, Nilai Filosofis, Pesan Simbolis, Sufistik, dan Saintifik menegaskan, peristiwa lima belas abad yang lalu ini bukanlah dongeng atau semacam cerita rakyat semata, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan nilai validitasnya.
Malam Is'ra Mi'raj menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan amal dan ibadah. Berikut ini amalan dan doa yang dianjurkan pada malam Isra Mi'raj, merujuk laman PPTQ At-Taubah dan sumber relevan lainnya adalah:
1. Memperbanyak Istigfar
Selama bulan Rajab dan menjelang Isra Mi'raj, amalan yang dianjurkan yakni membaca doa sayyidul istigfar.
Berikut bacaan doa sayyidul istigfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘t, a‘ūdzu bika min sharri mā shana‘t, wa abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa a‘tarifu bidzunūbī, faghfir lī dzunūbī, innahu lā yaghfiru dz-dzunūba illā anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau."
Doa sayyidul istigfar juga dapat dibaca pagi hari dan sore menjelang petang, sepanjang Rajab dan bulan lainnya.
Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari mengutip hadis sahih riwayat Bukhari: “Siapa yang mengucapkannya pada pagi hari dengan meyakininya, lalu meninggal sebelum petang, ia masuk surga. Dan siapa yang mengucapkannya pada sore hari dengan meyakininya, lalu meninggal sebelum pagi, ia masuk surga.”
Jaminan surga ini menunjukkan keagungan doa dan tingginya nilai istighfar yang terkandung di dalamnya.
2. Doa Perlindungan dari Siksa Neraka
Muslim juga membaca doa berikut ini. Doa ini dibacakan agar terhindar dari siksa api neraka.
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً
Latin: “Rabbanaṣrif ‘annā ‘ażāba Jahannama innā ‘ażābahā kāna gharāmā.Innahā sā’at mustaqarran wa muqāmā.”
Artinya: Ya Tuhan kami, semoga Engkau berkenan men jauhkan kami dari azab (siksa) api neraka jahannam, karena azabnya itu sungguh membinasakan dan seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Doa ini merupakan bagian dari ayat QS. Al-Furqan: 65–66, yaitu doa para hamba Allah yang bertakwa (ʿibādur-raḥmān):
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً ﴾ ﴿ إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً
Artinya: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal."
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para hamba Allah yang saleh (ʿibādur-raḥmān) memohon perlindungan kepada Allah dari azab neraka Jahanna.
Dalam konteks ini, umat Islam bertaubat dan bermuhasabah agar terhindar dari siksa akhirat.
3. Memperbanyak Doa dan Sholawat
Pada malam Isra Mi'raj di bulan Rajab, selain doa Sayyidul Istigfar dan doa perlindungan siksa akhirat, kita juga dapat membaca doa berikut ini, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.
Berikut bacaan doa Ulama di bulan Rajab yang meminta agar dipertemukan dengan Ramadhan.
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya’banaa wa ballighnaa romadhonaa
Artinya: "Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rojab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan."
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latā’if al-Ma‘ārif menjelaskan, doa ini menunjukkan harapan agar dipanjangkan umur dalam ketaatan. Doa ini dibaca oleh para salaf sebagai bentuk permohonan umur panjang bukan semata hidup, tetapi hidup dalam keadaan taat hingga mencapai Ramadhan, bulan penuh pahala.
Adapun sholawat yang dipanjatkan bisa bermacam-macam, mulai dari sholawat jibril, sholawat badar, sholawat ibrahimiyah dan lain sebagaianya.
4. Dzikir menjelang Isra Mi'raj
Merujuk laman PPTQ At-Tuabah, pada malam Isra Mi'raj, ada bacaan dzikir yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad SAW.
Dzikir tersebut diajarkan Nabi Ibrahim kepada Rasulullah SAW saat peristiwa Isra Mi'raj.
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
Latin: Laa haula walaa quwwata illa billah
Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."
Dzikir tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari ra.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِهِ مَرَّ عَلَى إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ مَنْ مَعَكَ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذَا مُحَمَّدٌ.فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ مُرْ أُمَّتَكَ فَلْيُكْثِرُوا مِنْ غِرَاسِ الْجَنَّةِ فَإِنَّ تُرْبَتَهَا طَيِّبَةٌ وَأَرْضَهَا وَاسِعَةٌ. قَالَ « وَمَا غِرَاسُ الْجَنَّةِ ». قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Ibrahim ketika itu bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Ia menjawab, “Muhammad.” Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.”
5. Ibadah Sunnah dan Sosial
Merujuk jurnal Kehidupan Spiritual Desa Jembangan: Perayaan Isra Mi’raj Sebagai Wujud Ketaqwaan, oleh Muhammad Fathan Al Kubro dkk dan Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra Mi’raj melalui Metode Pembelajaran Interaktif bagi Anak-Anak TPQ Desa Pilang. oleh Royhan Pradipta Setyana, dkk malam Isra Mi'raj juga menjadi momen kolektif untuk meningkatkan ibadah dan kesalehan sosial.
Di antaranya adalah dengan pengajian (kajian) akbar, shalawat dan dzikir bersama dengan tujuan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ada pula kegiatan doa bersama, sholat berjalaah dan tadarus Al-Qur'an dan kitab. Kegiatan shalat berjamaah diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara peningkatan ibadah sunnah.
Selain ibadah, amaliah yang bernilai sosial juga dianjurkan. Di antaranya sedekah dan gotong royong.
Kegiatan seperti gotong royong membersihkan masjid dan lingkungan serta tradisi berbagi makanan (sedekah makanan) dengan tetangga dan kaum dhuafa menjadi bagian integral perayaan. Ada pula penggalangan dana untuk membantu warga kurang mampu.
Fadhilah Isra Mi'raj
Menurut Kitab Dardir Qishshat-ul-Mi’raj yang diterjemahkan dari karya Syaikh Najmuddin al-Ghaithi (lil Imam Najmiddin Al Ghoithy), Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad SAW, di mana kisahnya berpusat pada awal perjalanan spiritual dan ujian keimanan bagi umat manusia.
Berikut ini adalah fadhilah peristiwa Isra Mi'raj:
1. Penetapan Kewajiban Shalat Lima Waktu.
Ini adalah perolehan terpenting dari peristiwa Mi’raj. Shalat lima waktu (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya) diwajibkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW saat berada di Sidratul Muntaha.
2. Penyucian Hati Nabi Muhammad SAW
Sebelum memulai perjalanan Isra’ dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami pembedahan dada (operasi spiritual) oleh Malaikat Jibril dan malaikat lainnya di dekat Hijir Ismail dan Sumur Zam-Zam.
3. Penegasan Posisi Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa)
Perjalanan Isra’ (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) menegaskan kedudukan Baitul Maqdis sebagai tempat suci ketiga umat Islam dan juga sebagai titik tolak perjalanan vertikal (Mi’raj).
Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan merupakan tempat berkumpulnya para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW naik ke langit. Ini menghubungkan risalah kenabian dari masa ke masa.
4. Bukti Kebenaran Kenabian (Mukjizat)
Peristiwa Isra Mi’raj adalah mukjizat fisik dan spiritual yang luar biasa. Kitab Dardir menyoroti bagaimana Nabi memberikan bukti detail tentang rombongan kafilah Quraisy yang sedang dalam perjalanan, yang semuanya terbukti benar. Bukti-bukti yang dikemukakan Nabi adalah tanda kekuasaan Allah dan kebenaran risalah kenabian beliau.
5. Ujian Keimanan (Fitnah) bagi Manusia
Sebagaimana disebutkan dalam penutup kisah Kitab Dardir, hasil terpenting yang diterima manusia adalah bahwa Isra Mi’raj berfungsi sebagai ujian keimanan (fitnah).
Peristiwa ini memisahkan antara orang-orang yang tulus dan teguh imannya (yang langsung membenarkan) dengan mereka yang lemah iman atau mendustakan (yang menolak karena tidak masuk akal), meskipun bukti-bukti kasat mata telah disampaikan.
6. Penguatan Mental dan Spiritual Nabi
Perjalanan ini terjadi di saat-saat sulit dalam hidup Nabi (setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, yang dikenal sebagai Aamul Huzni atau Tahun Kesedihan).
Esensi: Isra Mi’raj adalah hadiah istimewa dari Allah SWT untuk menghibur, menguatkan, dan menunjukkan kedudukan tinggi Nabi di hadapan-Nya, menegaskan bahwa beliau tidak sendirian dalam perjuangan dakwah.
People Also Ask:
Apa yang dibaca ketika malam Isra Miraj?
Zikir yang diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj adalah: La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil azhim. Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah SWT."
Malam Isra Miraj baca surat apa?
Ada satu bacaan zikir yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim untuk Nabi Muhammad SAW saat mengalami peristiwa Isra Miraj. Berikut bacaannya: "La haula wa la quwwata iilla billahil aliyyil azhim".
Malam 1 Rajab harus baca apa?
Membaca doa bulan Rajab
Pada bulan Rajab, terdapat hari mustajabnya doa, yaitu di malam 1 Rajab. Hadits Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan HR Bukhari, memiliki amalan doa saat memasuki bulan Rajab, yaitu: Allaahumma baariklanaa fii rajabawa syabaana, wa ballighnaa ramadhaana.
Apa yang harus dilakukan pada malam Lailatul Isra wal Miraj?
Keluarga merayakan Isra' wal Mi'raj dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an dan Shalawat, menghiasi rumah atau masjid setempat dengan lampu, dan berkumpul dalam kelompok untuk berbagi makanan dan mendengarkan kisah perjalanan malam

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)