Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan merupakan waktu terbaik memanen pahala dan fadhilah dari amal dan kebaikan yang dilakukan. Karena itu, umat Islam perlu memehami amalan sedekah dan zakat di bulan Ramadhan 2026.
Merujuk Mohammad Iqbal Ghazali dalam Buku Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan, sedekah dan zakat menjadi kunci agar ibadah di bulan Ramadhan tidak terjebak dalam aspek seremonial semata. Sedekah di bulan Ramadhan menempati kedudukan istimewa karena kemuliaan waktunya (syaraful zaman). Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan meningkatkan kedermawanannya secara drastis di bulan ini.
Sementara, zakat fitrah menjadi instrumen penyempurna dan pensuci puasa. Setiap Muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai rukun Islam sekaligus penyempurna ibadah puasa.
Ahmad Syaikhu dalam Ramadhan di Tengah Wabah memandang zakat fitrah sebagai pelindung atau asuransi spiritual. Zakat bukan sebatas transaksi materi, melainkan mekanisme untuk menutup celah kekurangan selama berpuasa dan memperkuat ikatan kemanusiaan di tengah kondisi sulit.
Hukum Sedekah dan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan
Hukum sedekah dan zakat fitrah di bulan Ramadhan memiliki perbedaan mendasar dari segi sifat kewajibannya. Zakat fitrah merupakan ibadah yang hukumnya wajib (fardu ain) bagi setiap Muslim yang menemui sebagian bulan Ramadhan dan sebagian bulan Syawal serta memiliki kelebihan makanan pokok.
Sebagaimana dirujuk dalam karya Mohammad Iqbal Ghazali, MA, zakat fitrah adalah rukun Islam yang berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan sebagai makanan bagi fakir miskin (HR. Abu Dawud).
Sebaliknya, sedekah di bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan namun tidak bersifat wajib secara hukum fiqih. Meskipun sunnah, sedekah di bulan ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena meneladani sifat kedermawanan Rasulullah SAW yang meningkat drastis melebihi "angin yang berhembus" (HR. Bukhari).
Sedekah merupakan pelengkap amal yang bersifat sukarela untuk memperkuat imunitas spiritual dan empati sosial, sedangkan zakat fitrah adalah kewajiban formal yang menjadi penyempurna dan penutup rangkaian ibadah puasa seseorang.
Waktu Pelaksanaan Sedekah dan Zakat Fitrah
Waktu Pelaksanaan Sedekah Sangat Fleksibel
Sedekah tidak memiliki batasan waktu tertentu. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, mulai dari malam pertama Ramadhan hingga akhir bulan, baik siang maupun malam hari.
Meskipun bisa dilakukan kapan saja, sedekah paling utama dilakukan setiap hari di bulan Ramadhan untuk meneladani Nabi SAW yang kedermawanannya meningkat drastis setiap hari di bulan ini.
Waktu yang sangat dianjurkan adalah saat fajar (Sedekah Subuh) dan saat menjelang berbuka (memberi makan orang yang berpuasa).
Waktu Pelaksanaan Zakat Fitrah
Berbeda dengan sedekah, zakat fitrah memiliki batasan waktu yang mengikat secara syariat:
- Waktu Takjil (Awal): Diperbolehkan menunaikan zakat fitrah sejak memasuki awal bulan Ramadhan (awal puasa).
- Waktu Wajib: Waktu yang paling utama adalah saat terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
- Waktu Batas Akhir (Haram): Jika zakat fitrah dikeluarkan setelah Shalat Idul Fitri selesai, maka amalan tersebut tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya dianggap sebagai sedekah biasa, dan orang tersebut berdosa karena melampaui batas waktu wajib.
Sedekah dan Zakat sebagai Filantropi Islam
Sedekah dan zakat fitrah adalah bentuk filantropi Islam. Dalam perspektif ini, keduanya dirancang untuk mengubah struktur batin seorang mukmin, bukan sekadar menggugurkan kewajiban atau pengamalan sunnah.
Dalam Agar Ramadhan Tidak Sekedar Seremonial: Antologi Esai Ramadhan 1435 H, Dr. Rianawati, M.Ag menekankan pentingnya kedermawanan dalam membentuk emotional awareness (kesadaran emosional). Sedekah dan zakat fitrah yang didasari empati membantu seseorang bertransformasi menjadi "kupu-kupu" yang indah budi pekertinya, bukan seperti ular yang hanya berganti kulit namun tetap berbisa.
Agar berdampak lebih luas bagi si pemberi, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa sedekah harus "nyata di dada", artinya dilakukan dengan keikhlasan penuh untuk memadamkan sifat kikir dan sombong, sehingga melahirkan pribadi Muttaqin yang seimbang secara vertikal dan horizontal.
Dalam hal ini, seorang muslim juga perlu memahami manajemen waktu pemberian sedekah dan zakat fitrah. Mohammad Iqbal Ghazali mengungkapkan, sedekah harian adalah cara untuk terus menghidupkan jiwa kedermawanan sepanjang bulan tanpa terputus.
Sementara, zakat fitrah di akhir Ramadhan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial agar kaum dhuafa dapat merayakan hari raya dengan layak. Sementara itu, Mohammad Iqbal Ghazali menekankan bahwa sedekah harian adalah cara untuk terus menghidupkan jiwa kedermawanan sepanjang bulan tanpa terputus.
Kesamaan Sedekah dan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan
Meskipun memiliki perbedaan secara hukum (wajib dan sunnah), sedekah dan zakat fitrah di bulan Ramadhan memiliki beberapa kesamaan prinsip yang fundamental. Berikut adalah penjelasannya:
1. Dimensi Pensuci (Tathhir)
Keduanya berfungsi sebagai alat pembersih. Zakat fitrah menyucikan jiwa dan menambal kekurangan ibadah puasa, sementara sedekah menyucikan harta serta memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.
2. Orientasi Kemanusiaan dan Keadilan Sosial
Keduanya bertujuan untuk membantu sesama, terutama kaum dhuafa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ahmad Syaikhu, keduanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial agar kelompok rentan dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan di bulan suci.
3. Pemicu Transformasi Karakter
Baik sedekah maupun zakat fitrah merupakan latihan untuk mengikis sifat kikir dan egoisme. Sesuai pemikiran Dr. Rianawati, keduanya menjadi sarana "metamorfosis" agar seorang Muslim tidak hanya saleh secara ritual (seremonial), tetapi juga peka secara emosional terhadap kesulitan orang lain.
4. Pelipatgandaan Pahala
Keduanya sama-sama mendapatkan keistimewaan karena dilakukan pada bulan Ramadhan. Karena faktor Syaraful Zaman (kemuliaan waktu), nilai setiap rupiah yang dikeluarkan—baik melalui jalur wajib (zakat) maupun sukarela (sedekah)—akan dibalas dengan ganjaran yang berlipat ganda oleh Allah SWT.
5. Membangun Kedekatan dengan Allah (Taqarrub)
Keduanya merupakan bentuk ibadah harta (maliyah) yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengeluarkan sebagian harta, seorang hamba membuktikan bahwa kecintaannya kepada Sang Pencipta lebih besar daripada kecintaannya terhadap dunia.
Panduan dan Tips Sedekah di Bulan Ramadhan
Berdasarkan sintesis dari pemikiran Mohammad Iqbal Ghazali, Dr. Rianawati, dan Ahmad Syaikhu, berikut adalah tips singkat namun strategis dalam bersedekah di bulan Ramadhan:
1. Niatkan dengan Ikhlas
Sedekah jangan hanya dianggap sebagai pemberian materi, tetapi sebagai sarana "metamorfosis" jiwa. Gunakan sedekah untuk mengikis sifat kikir dan sombong, sehingga Anda berubah menjadi pribadi yang lebih peka secara emosional (emotional awareness).
2. Prioritaskan Memberi Makan Orang Berbuka (Ifthar)
Amalan ini sangat strategis karena menjanjikan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Ini adalah cara melipatgandakan pahala dengan berbagi hidangan sederhana sekalipun.
3. Jaga Konsistensi (Sedekah Harian)
Lebih baik bersedekah dalam jumlah kecil namun rutin setiap hari (seperti sedekah Subuh) daripada jumlah besar hanya sekali. Konsistensi harian memastikan Anda mendapatkan doa khusus dari malaikat yang turun setiap pagi untuk mendoakan keberkahan bagi orang yang berinfak.
4. Niatkan Sebagai Penyempurna Puasa
Sedekah berfungsi sebagai pensuci (tathhir) atas kekhilafan lisan atau perbuatan sia-sia yang mungkin dilakukan selama berpuasa. Anggaplah sedekah sebagai penutup kekurangan ibadah agar puasa Anda mencapai derajat yang sempurna.
5. Rahasiakan untuk Menghindari "Seremonial"
Agar terhindar dari sifat riya atau ibadah yang sekadar formalitas, usahakan sebagian sedekah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini menjaga keikhlasan hati dan memastikan amalan tersebut benar-benar "nyata di dada", bukan sekadar teks atau dokumentasi sosial.
6. Manfaatkan Platform Digital
Bagi pekerja yang sibuk, gunakan aplikasi zakat atau sedekah online (seperti BSI Maslahat atau Laju Peduli) untuk menjadwalkan sedekah secara otomatis. Ini membantu agar tidak ada hari yang terlewat tanpa amalan berbagi di bulan suci.
Panduan Zakat Fitrah
Setelah mengetahui hukum zakat fitrah, seorang muslim juga perlu mengetahui tata cara pelaksanakaan zakat fitrah.
1. Syarat Wajib Zakat Fitrah
- Seorang Muslim wajib membayar zakat fitrah jika:
- Beragama Islam.
- Menemui Waktu: Hidup pada sebagian bulan Ramadhan dan sebagian bulan Syawal (setelah matahari terbenam di akhir Ramadhan).
- Memiliki Kelebihan: Mempunyai kelebihan harta untuk kebutuhan pokok pada malam dan hari raya Idul Fitri.
2. Besaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok daerah setempat atau uang. Ukuran: 1 Sha' (sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter) beras/makanan pokok per jiwa.
Di Indonesia, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga 2,5 kg/3,5 liter beras kualitas terbaik yang biasa dikonsumsi. (SK Ketua BAZNAS biasanya menetapkan standar harga ini setiap tahun).
3. Waktu Pembayaran
Waktu pembayaran zakat fitrah terbagi menjadi beberapa fase:
- Waktu Mubah: Sejak awal hingga akhir bulan Ramadhan.
- Waktu Wajib: Saat matahari terbenam di akhir Ramadhan (malam takbiran).
- Waktu Sunnah (Afdhal): Setelah shalat Subuh sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
- Waktu Makruh: Setelah Shalat Idul Fitri hingga sebelum matahari terbenam pada 1 Syawal.
- Waktu Haram: Setelah hari raya Idul Fitri berakhir (dianggap sedekah biasa dan berdosa jika sengaja menunda).
4. Niat Zakat Fitrah
Niat dilakukan di dalam hati, namun diperbolehkan melafalkannya untuk kemantapan:
Untuk Diri Sendiri: "Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa." (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala).
People Also Ask:
7 Keutamaan sedekah di Bulan Ramadhan?
Ketahui Keutamaan Bersedekah di Bulan RamadhanMenghapus Dosa. ...Mendapatkan Naungan di Hari Akhir. ...Harta yang Berkah. ...Terbebas dari Siksa Kubur. ...Melipatgandakan Pahala.
Bulan puasa 2026 bulan berapa?
Berdasarkan perhitungan astronomi dan kalender Hijriah, Awal Puasa Ramadhan 2026 diprediksi jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026 atau Kamis, 19 Februari 2026.
Kapan berpuasa Ramadan 2026?
Tahun ini, Ramadan diperkirakan akan dimulai pada Rabu malam, 18 Februari 2026 dan berakhir pada Kamis, 19 Maret atau Jumat, 20 Maret 2026, tergantung pada penampakan bulan.
5 Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan?
Berikut adalah lima keutamaan sedekah di bulan Ramadan.Dilipatgandakan Pahalanya. ...Menyempurnakan Ibadah Puasa. ...Memberikan Keberkahan dalam Rezeki. ...Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat. ...Menghidupkan Nilai Kepedulian dan Solidaritas Sosial. ...Mulai Berbagi, Raih Keberkahan!

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423472/original/065770100_1764063704-masjid_di_malam_nisfu_syaban.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133008/original/019342800_1589908303-383627-PBYJ2M-458.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253083/original/040592000_1749992019-WhatsApp_Image_2025-06-14_at_23.20.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400640/original/079783300_1762143236-ilustrasi_tangan_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5143865/original/072157300_1740556458-medium-shot-people-celebrating-eid-al-fitr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3447617/original/047481400_1620114129-Ilustrasi_Alquran.jpg)





























