Liputan6.com, Jakarta - Shalat tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang istimewa di bulan Ramadhan. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah shalat tarawih pakai doa iftitah? Jawaban dari para ulama menyebutkan bahwa membacanya dianjurkan, namun tidak wajib, sehingga jika ditinggalkan shalat tetap sah.
Doa iftitah sendiri merupakan bacaan yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum surat Al-Fatihah. Dalam praktik shalat tarawih, doa ini tetap relevan untuk diamalkan meski hukumnya sunnah, karena dapat menambah kekhusyukan ibadah. Oleh karena itu, umat Islam bebas memilih membacanya atau tidak, sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Membaca doa iftitah memiliki kedudukan sunnah muakkadah. Artinya, mengamalkannya lebih baik dan berpahala, namun meninggalkannya tidak membatalkan shalat tarawih. Inilah yang membuat sebagian ulama menekankan pentingnya pemahaman agar tidak timbul keraguan dalam beribadah.
Para ulama juga menjelaskan bahwa doa iftitah bukanlah bagian wajib dari shalat, melainkan penyempurna ibadah. Karena itu, jawaban atas pertanyaan apakah shalat tarawih pakai doa iftitah perlu dikaitkan dengan hukum asalnya yang sunnah, bukan syarat sah shalat.
Penjelasan Doa Iftitah
Doa iftitah adalah doa pembuka shalat yang dibaca setelah takbiratul ihram. Nabi Muhammad SAW sendiri mencontohkan bacaan ini dalam shalat-shalat malam, termasuk qiyamul lail. Dalam konteks tarawih yang merupakan bagian dari qiyamul Ramadhan, doa ini tetap dianjurkan.
Secara umum, doa iftitah memiliki banyak versi bacaan, di antaranya versi panjang, versi pendek, dan bacaan yang lazim dipakai Muhammadiyah. Perbedaan redaksi tidak menjadi masalah karena semuanya memiliki dasar dari riwayat hadis.
Bacaan iftitah versi panjang di antaranya adalah:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Latin: Allahumma baa‘id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa‘adta bainal-masyriqi wal-maghribi, Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqath-thawbul abyadhu minad-danasi, Allahumma-ghsil khathaayaaya bil maa-i wats-tsalji wal-baradi.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”
Hukumnya Sunah
Menurut para ulama, membaca doa iftitah dalam shalat tarawih hukumnya sunah. Artinya, dikerjakan berpahala, ditinggalkan tidak membatalkan shalat. Hal ini berlaku baik dalam shalat wajib maupun shalat sunnah.
Sebagian ulama mazhab Syafi’i dan Hanbali menyebut bahwa doa iftitah cukup dibaca pada rakaat pertama shalat tarawih. Namun, ada juga yang berpendapat doa ini dibaca setiap kali memulai dua rakaat karena setiap salam dianggap sebagai shalat tersendiri.
Di kalangan Muhammadiyah, doa iftitah juga tetap dianjurkan. Bacaan yang lazim digunakan adalah:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Latin: Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas-samaawaati wal-ardha haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin.
Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik.”
Kapan Doa Iftitah Dibaca?
Waktu membaca doa iftitah adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah. Dalam tarawih yang terdiri dari dua rakaat satu salam, terdapat dua pendapat mengenai pengulangannya.
Pendapat pertama, doa iftitah cukup dibaca sekali saja di rakaat pertama. Pendapat kedua, doa iftitah dibaca pada setiap awal dua rakaat shalat tarawih karena dianggap sebagai shalat yang berdiri sendiri.
Bagi makmum, jika imam sudah membacanya dengan suara pelan, makmum tidak wajib mengulanginya. Lebih utama makmum mendengarkan bacaan imam daripada sibuk membaca sendiri.
Perbedaan Pendapat Ulama
Perbedaan pandangan mengenai apakah shalat tarawih pakai doa iftitah memang wajar terjadi. Sebagian ulama merujuk pada hadis Aisyah yang menunjukkan bahwa Nabi SAW memulai shalat malam dengan doa iftitah, sehingga cukup dibaca sekali di awal.
Namun, hadis lain dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi SAW setiap kali takbiratul ihram membaca doa pembuka sebelum Al-Fatihah.
Inilah yang menjadi dasar pendapat bahwa doa iftitah sebaiknya dibaca setiap memulai rakaat tarawih.
Kedua pendapat sama-sama kuat, sehingga umat Islam dapat memilih sesuai dengan keyakinan dan kenyamanan dalam beribadah.
Penjelasan Shalat Tarawih
Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam bulan Ramadhan. Hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan, baik dilakukan berjamaah maupun sendirian.
Keutamaan tarawih antara lain mendapat pahala besar, memperbanyak qiyamul lail, serta menambah kedekatan kepada Allah SWT. Selain itu, shalat tarawih juga menjadi sarana menjaga silaturahmi saat dilakukan berjamaah di masjid.
Tarawih umumnya dikerjakan 20 rakaat di banyak negara, sementara Muhammadiyah dan sebagian ulama menganjurkan 8 rakaat ditambah witir. Semua bentuknya tetap sah karena yang lebih utama adalah kekhusyukan, bukan jumlah rakaat.
Dari penjelasan para ulama, dapat dipahami bahwa membaca doa iftitah dalam shalat tarawih hukumnya sunnah. Artinya, pertanyaan apakah shalat tarawih pakai doa iftitah terjawab: boleh dibaca, dan jika ditinggalkan shalat tetap sah.
Umat Islam bisa memilih membacanya sekali di awal atau mengulanginya setiap dua rakaat sesuai pandangan mayoritas ulama. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dalam ibadah Ramadhan ini.
Dengan demikian, doa iftitah menjadi bagian yang melengkapi tarawih, meski tidak wajib. Amalan ini menjadi penyempurna ibadah malam Ramadhan agar lebih khusyuk dan penuh keberkahan.
People Also Talk
1. Apakah doa iftitah wajib dalam shalat tarawih?Tidak, hukumnya sunnah. Jika ditinggalkan, shalat tetap sah.
2. Apakah doa iftitah dibaca setiap dua rakaat tarawih?Mayoritas ulama menganjurkan iya, tetapi ada yang berpendapat cukup sekali di awal.
3. Apa bacaan doa iftitah versi pendek?“Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas-samaawaati wal-ardha haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin.”
4. Apakah Muhammadiyah juga membaca doa iftitah?Ya, Muhammadiyah menganjurkan bacaan versi pendek sebagaimana disebutkan dalam buku Tuntunan Ramadhan.
5. Jika imam sudah baca doa iftitah, apakah makmum ikut membaca?Tidak wajib, karena mendengarkan imam lebih utama daripada membaca sendiri.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)








