Liputan6.com, Jakarta - Dalam tradisi ibadah umat Islam, detik-detik menjelang waktu berbuka puasa menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan karena menandai selesainya ibadah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Keutamaan doa berbuka puasa sendiri tidak hanya sekadar ucapan rutinitas, tetapi juga mengandung harapan penuh keberkahan serta penerimaan ibadah dari Allah SWT yang dijanjikan dalam banyak hadis. Dzikir ini memiliki bacaan-bacaan khusus dari sunnah Nabi Muhammad SAW yang telah diwariskan dan dipraktikkan oleh umat Islam selama berabad-abad.
Pada momen maghrib tiba, umat yang berpuasa dianjurkan tidak hanya menyegerakan berbuka, tetapi juga mengucapkan doa yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW sebagai bentuk syukur dan pengakuan atas rahmat-Nya yang tak terhingga. Adanya sejumlah lafadz dan niat yang dapat diamalkan menawarkan pilihan bagi umat Islam untuk mengikuti sunnah dengan cara yang benar, mulai dari yang ringkas hingga yang lebih mendalam maknanya.
Keteraturan dalam membaca niat dan doa berbuka puasa juga dianggap sebagai wujud keterikatan spiritual yang meningkat sepanjang bulan Ramadan, di mana setiap ibadah dihitung sebagai amal ibadah yang penuh pahala dan rahmat. Berikut langkah-langkah dan bacaan doa berbuka puasa lengkap sesuai tuntunan, sebab memahami konteks sunnah akan membuat ibadah puasa lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT.
1. Doa Berbuka Puasa dari Riwayat Muadz bin Zuhrah
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Arab Latin : Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu
Artinya : "Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."
2. Doa Berbuka Puasa dari Riwayat Abdullah bin Umar
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Arab Latin : Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah
Artinya : “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insya Allah."
3. Doa Berbuka Puasa Menurut Kitab Fathul Muin
Menurut kitab Fathul Muin menjelaskan bahwa doa berbuka puasa yang baik adalah mengikuti doa yang sesuai dengan riwayat Muadz bin Zuhrah. Kemudian, untuk doa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dapat ditambahkan ketika berbuka dengan air.
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Artinya : “Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."
4. Doa Berbuka Puasa Menurut Kitab Karya Sulaiman Bujairimi
Menurut kitab karya Sulaiman Bujairimi yang berjudul Hasyiyah Iqna menganjurkan untuk berdoa berbuka puasa sebagai berikut.
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Arab Latin : Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu
Artinya : "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."
5. Pengertian dan Makna di Balik Doa Berbuka Puasa
Doa berbuka puasa sejatinya bukan sekadar bacaan formal, tetapi mengandung makna spiritual dan psikologis yang mendalam terkait rasa syukur dan keikhlasan menjalankan ibadah. Menurut ulama, bacaan doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk menyadari bahwa segala kekuatan, kesabaran, dan rezeki yang diterima sepanjang berpuasa adalah karunia dari Allah SWT semata.
Dengan memanjatkan doa tepat ketika waktu maghrib tiba, seseorang menguatkan hubungan batin antara dirinya dengan Allah, serta mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, ketundukan, dan tanggung jawab spiritual.
Penghayatan doa ini membantu seorang Muslim mengakhiri ibadah puasa dengan rasa tenang dan penuh harap, bukan hanya terhadap makanan dan minuman, tetapi terhadap pahala dan keberkahan yang berasal langsung dari Allah SWT sebagai balasan atas ibadah yang dijalankan.
6. Tata Cara Membaca Doa Sebelum Berbuka Puasa
Tata cara membaca doa berbuka puasa juga dicatat dalam banyak sumber hadits dan kajian fikih yang menekankan urutan yang baik serta adab sunnah saat berbuka. Sebagaimana disebutkan dalam tradisi Islam, segera membaca doa setelah azan maghrib merupakan sunnah yang kuat.
Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka dan membaca bacaan-bacaan sunnah lain seperti basmalah sebelum makan dan minum untuk memperkuat kesadaran spiritual bahwa makanan yang akan disantap adalah rezeki yang halal dan diberikan oleh Allah SWT.
Adab-adab ini mencakup mempersiapkan diri secara batin dan jasmani, membaca doa dengan penuh kesungguhan hati, serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan setelah berbuka sehingga makna ibadah puasa tidak hanya selesai secara ritual tetapi juga secara spiritual.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa doa berbuka puasa yang benar menurut sunnah?
Doa berbuka puasa yang dianjurkan adalah Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu yang berarti syukur atas puasa dan rezeki berbuka.
2. Kapan waktu yang tepat membaca doa berbuka?
Waktu yang tepat adalah sesaat setelah azan maghrib ketika sudah yakin matahari terbenam.
3. Apakah ada doa tambahan setelah doa berbuka utama?
Ya, seperti Dzahabadzh... yang menambahkan syukur atas hilangnya haus dan basahnya urat.
4. Mengapa doa berbuka puasa penting?
Karena doa ini mengandung syukur dan permohonan penerimaan ibadah serta pahala dari Allah SWT.
5. Apakah doa berbuka puasa berbeda di bulan Ramadan dan puasa sunnah?
Lafadznya sama secara umum, karena inti syukurnya tetap serupa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)