Liputan6.com, Jakarta - Doa sujud syukur merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat dan kebaikan yang diterima, dipanjatkan dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati. Ya, Islam selalu punya cara untuk mendekatkan umatnya pada Sang Pencipta. Tak cuma saat dilanda kesusahan, ketika merasakan kebahagiaan pun ada cara tersendiri bagi umat Islam untuk meluapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. Kebahagiaan yang dimaksud bukan hanya mendapat rezeki, tapi juga nasib baik lainnya, seperti selamat dari bahaya, kecukupan dalam hidup, atau bahkan kesempatan untuk berbuat baik. Perasaan senang dan bahagia ini bisa diekspresikan lewat ucapan “Alhamdulillah” dan dilengkapi dengan sujud syukur dengan doa sujud syukur. Ini adalah amalan sederhana untuk mengingat Allah di tengah kebahagiaan hati.
Doa sujud syukur adalah cara kita untuk berterima kasih kepada Allah SWT. Amalan ini sangat dianjurkan ketika kita mendapatkan kabar baik atau nikmat. Maka dari itu, sujud syukur sudah seharusnya dirutinkan seperti halnya doa sehari-hari ataupun Sholawat Ibrahimiyah yang rutin dibaca ketika sholat. Tapi, apa doa sujud syukur yang harus dibaca?
Apa Itu Sujud Syukur?
Sebelum mengetahui apa doa sujud syukur yang perlu dibaca, Anda harus tahu dulu apa sebenarnya amalan sujud syukur ini. Sujud syukur adalah amalan yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat atau keselamatan dengan cara bersujud satu kali kepada Allah SWT. Amalan ini juga dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mendapatkan berita gembira.
Sujud syukur ini berbeda dengan sujud dalam sholat. Pada dasarnya, gerakan dan pose sujudnya sama, tapi dalam sujud syukur tidak ada tasyahud, salam, dan tidak dilakukan 2 kali seperti sujud saat sedang sholat. Sujud syukur hanya meminta Anda untuk bersujud satu kali, membaca doa sujud syukur, selesai, dan Anda bisa bangkit kembali. Jadi kapan pun kita mendapat kabar yang membahagiakan, kita boleh langsung bersujud saat itu juga. Bahkan walau belum berwudhu atau belum menghadap kiblat, kalau memang situasinya tidak memungkinkan.
Fungsi dari sujud syukur adalah untuk menegaskan rasa syukur yang benar-benar keluar dari hati. Jadi, ekspresi kebahagiaan kita tidak hanya tersalurkan lewat lisan dengan ucapan “Alhamdulillah”, tapi juga ditunjukkan oleh seluruh tubuh dengan langsung tunduk. Artinya kita sadar sepenuhnya bahwa semua nikmat itu datang dari Allah, bukan datang dari kita atau orang sekitar kita.
Hukum Sujud Syukur
Soal hukum, para ulama besar sepakat kalau sujud syukur hukumnya sunnah, bahkan sunnah muakkadah alias sangat dianjurkan. Imam Syafi’i dan Imam Ahmad contohnya, mereka berpendapat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering melakukan sujud syukur, sehingga amalan ini merupakan sunnah.
Ada sebagian kecil ulama, terutama dari mazhab Hanafi, yang berpendapat jika sujud syukur bukan hal yang wajib dilakukan dan bahkan tidak disyariatkan secara khusus. Tapi pendapat ini lemah karena banyak hadits sahih yang menegaskan Nabi dan para sahabat melakukannya. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam kitab Manhajus Salikin menjelaskan kalau hukum sujud syukur itu sama dengan sujud tilawah. Jadi boleh dilakukan ketika ada sebab yang memicunya.
Menurut Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, sujud syukur tidak harus diawali dengan wudhu atau menghadap kiblat. Yang terpenting adalah kehadiran niat dan rasa syukurnya. Jadi bisa disimpulkan, sujud syukur ini amalan ringan tapi nilainya besar, dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan pun.
Waktu dan Sebab Melakukan Sujud Syukur
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan sujud syukur? Jawabannya tidak ada. Sujud syukur tidak memiliki waktu khusus. Kapan pun Anda mendapatkan kebaikan, keselamatan, dan kenikmatan, sujud syukur boleh dilakukan. Beberapa hal yang membuat seseorang disunnahkan untuk melakukan sujud syukur antara lain:
- Mendapat nikmat baru, contohnya anak lahir, rezeki tak terduga, sembuh dari penyakit, diterima kerja, dan sejenisnya.
- Selamat dari bahaya atau musibah, misalnya lolos dari kecelakaan, musibah besar, bencana, atau bahkan ancaman yang sudah di depan mata.
- Dengar kabar gembira yang menyangkut umat Islam, seperti kemenangan kaum muslimin, kabar baik untuk keluarga, atau sesuatu yang menggembirakan hati.
- Nikmat pribadi yang luar biasa, yang benar-benar membuat hati ingin segera bersujud.
Tata Cara Sujud Syukur
Berikut adalah langkah-langkah melakukan sujud syukur yang benar:
- Sebaiknya berwudhu dan menghadap kiblat dulu, walaupun sebenarnya tidak wajib. Kalau memang tidak sempat atau di tempat yang tidak memungkinkan, tidak apa-apa.
- Ucapkan “Allahu Akbar”, lalu langsung sujud. Tidak ada niat khusus.
- Saat sujud, dahi, hidung, tangan, lutut, dan ujung jari kaki menyentuh tanah seperti sujud biasa dalam sholat.
- Tidak ada bacaan khusus, jadi bacalah doa sujud atau dzikir memuji Allah sebagai doa sujud syukur.
- Setelah selesai membaca doa sujud syukur, bangkit dari sujud tanpa membaca salam, tanpa tasyahhud juga. Jadi tidak ada doa setelah sujud syukur yang perlu dibaca.
- Sujud ini hanya dilakukan satu kali, bukan dua kali seperti dalam shalat.
Jika seseorang sedang berada di kendaraan atau tempat yang tidak memungkinkan untuk melakukan sujud sempurna, boleh dengan menundukkan kepala atau membaca doa sujud syukur dalam hati. Allah tahu niat setiap hamba.
Untuk bacaannya, seperti yang dijelaskan bahwa tidak ada bacaan khusus untuk melakukan sujud ini. Anda hanya perlu membaca bacaan layaknya bacaan saat sujud ketika sholat, seperti:
1. سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى
SUBHANAA ROBBIYAL A’LAA
Artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi.
2. سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
SUBHANA ROBBIYAL A’LAA WA BI HAMDIH
Artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi dan pujian untuk-Nya.
3. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى
SUBHANAKALLAHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLAHUMMAGHFIR-LII
Artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku.
Keutamaan Sujud Syukur
Sujud syukur punya banyak manfaat yang kadang kita tidak sadari. Selain menjadi bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT, sujud syukur juga sebagai latihan hati supaya tidak terjebak dalam kesombongan.
1. Bukti Iman dan Kerendahan Hati
Ketika seseorang sujud, dia sedang menunjukkan bahwa dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Allah. Ini bentuk kerendahan hati yang sejati.
2. Allah Akan Tambahkan Nikmat
Dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur, nikmatnya akan ditambah. Jadi, setiap sujud syukur bisa jadi sebab datangnya nikmat baru.
3. Menghapus Sifat Sombong
Sujud itu posisi paling rendah, dan orang sombong biasanya susah menundukkan kepala. Maka, sujud syukur mengajarkan kita untuk membuang kesombongan.
4. Menenangkan Hati
Saat bersujud, hati terasa damai. Ada rasa dekat dengan Allah yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
5. Mendapat Pahala Besar
Walau hanya sebentar, tapi pahalanya besar karena termasuk amalan yang dicintai Allah. Satu sujud bisa jadi penghapus dosa kecil.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah sujud syukur harus dalam keadaan suci?
Tidak wajib, tetapi disunnahkan berwudhu terlebih dahulu.
2. Apakah sujud syukur boleh dilakukan di waktu terlarang shalat?
Boleh, karena bukan termasuk shalat sunnah.
3. Apakah boleh sujud syukur di kendaraan?
Boleh, cukup dengan isyarat kepala atau dzikir dalam hati.
4. Apakah sujud syukur dilakukan satu kali atau dua kali?
Dilakukan satu kali sujud saja.
5. Apa doa terbaik saat sujud syukur?
Doa tasbih dan tahmid seperti “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdih” atau dzikir lainnya yang memuji Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)