Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Simak Penjelasannya

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan sering dipertanyakan oleh mereka yang ingin menunaikan ibadah sunnah setelah Ramadan. Jadwal padat atau kondisi tertentu membuat puasa tidak selalu bisa berturut-turut.

Mengetahui apakah bolehkah puasa Syawal tidak berurutan membantu umat Islam menyesuaikan ibadah dengan kemampuan tanpa kehilangan pahala sunnah. Fleksibilitas ini membuat ibadah tetap tenang dan konsisten.

Selain itu, pemahaman tentang hukum puasa juga penting agar ibadah berjalan maksimal. Dengan mengetahui bolehkah puasa Syawal tidak berurutan, seseorang bisa menunaikan puasa kapan saja secara bergantian tanpa merasa bersalah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bolehkah puasa Syawal tidak berurutan, Kamis (19/3/2026).

Hukum Pelaksanaan Puasa Syawal Tidak Berurutan

Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa enam hari di bulan Syawal tidak wajib dilakukan secara berturut-turut. Umat Islam memiliki fleksibilitas untuk menjalankan puasa Syawal secara berurutan atau terpisah-pisah, menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu.

Hal yang terpenting adalah mencukupkan bilangan enam hari puasa selama masih dalam rentang waktu bulan Syawal. Puasa dapat dilakukan pada hari Senin dan Kamis, atau pada tanggal-tanggal tertentu yang dipilih selama bulan Syawal. 

Meskipun tidak wajib berurutan, yang paling utama adalah mengerjakannya secara berturut-turut sejak awal bulan Syawal, yaitu mulai tanggal 2 Syawal. Menyegerakan kebaikan lebih dianjurkan dan umumnya lebih mudah dilakukan. 

Mengutip buku berjudul 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam (2012) oleh Ustaz Abu Muslim, idealnya, puasa Syawal dimulai pada hari kedua setelah Idulfitri sampai enam hari ke depan. Jika tidak bisa, boleh dilakukan berselang-selang selama masih di bulan Syawal.

Mengutip buku berjudul Kunci-kunci Surga: Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga (2020) oleh Ahya Alfi Shobari, sebenarnya puasa Syawal dapat dilakukan pada tanggal kapanpun selama masih memasuki bulan Syawal. Adapun keutamaan dari puasa syawal yang telah disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw bahwa:

"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan. Kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun." (HR. Ahmad dan Muslim)

Niat dan Tata Cara Puasa Syawal

Niat merupakan syarat sahnya ibadah puasa, termasuk puasa Syawal. Niat dapat dilafalkan dalam hati atau secara lisan, idealnya pada malam hari sebelum berpuasa, yaitu setelah terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Waktu utama yang disarankan adalah awal malam atau setelah shalat Tarawih.

Untuk puasa sunah seperti Syawal, jika lupa berniat di malam hari, niat masih boleh dilakukan di pagi hari hingga sebelum waktu Zuhur. Syaratnya, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Lafal Niat Puasa Syawal

Niat di malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat di siang hari (jika lupa berniat di malam hari):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal

  1. Berniat puasa Syawal sesuai waktu yang dianjurkan.
  2. Disunahkan makan sahur sebelum waktu imsak atau terbit fajar.
  3. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib).
  4. Menyegerakan berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba.

Prioritas Qadha Ramadan dan Keutamaan Puasa Syawal

Mayoritas ulama mazhab Syafi'iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa lebih utama membayar utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.

Hal ini dilakukan agar keutamaan puasa setahun penuh bisa diperoleh, karena enam hari puasa Syawal sebaiknya dilakukan setelah menyempurnakan puasa Ramadan.

Beberapa ulama juga menyatakan bahwa puasa Syawal tetap memiliki keutamaan meski dilakukan bersamaan dengan puasa qadha atau nadzar, tetapi mendahulukan qadha tetap dianggap lebih utama.

Keutamaan Puasa Syawal

  1. Melaksanakan puasa Syawal setelah Ramadan akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.
  2. Puasa ini berfungsi sebagai bentuk pelatihan diri untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.
  3. Puasa Syawal membantu menyempurnakan ibadah fardhu dan menutupi kekurangan dalam puasa Ramadan.
  4. Ibadah ini dapat mencegah penyakit hati dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
  5. Puasa Syawal juga melatih disiplin diri, kesabaran, dan pengendalian nafsu.
  6. Melaksanakan puasa ini bisa menjadi sarana bersyukur atas kesempatan menjalankan ibadah Ramadan dengan sempurna.
  7. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."

Q & A Seputar Topik

Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan?

Ya, puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara berurutan. Umat Islam dapat melaksanakannya secara terpisah-pisah selama masih dalam rentang waktu bulan Syawal.

Kapan waktu terbaik untuk niat puasa Syawal?

Idealnya, niat puasa Syawal dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa. Namun, untuk puasa sunah, niat masih boleh dilakukan di pagi hari hingga sebelum waktu Zuhur, asalkan belum makan atau minum sejak terbit fajar.

Apa keutamaan utama puasa Syawal?

Keutamaan utama puasa Syawal adalah mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Apakah puasa qadha Ramadan harus didahulukan dari puasa Syawal?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa lebih utama membayar utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh secara sempurna.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |