Doa Ayat Kursi Arab, Latin, dan Terjemahannya: Dilengkapi Tafsir Mendalam

3 months ago 54

Liputan6.com, Jakarta - Doa Ayat Kursi Arab merupakan salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur'an yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Muslim. Ayat ini terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 255, menjadikannya sumber inspirasi dan ketenangan jiwa.

Ayat Kursi dikenal luas karena kandungannya yang menjelaskan tentang keesaan, kekuasaan, dan keagungan Allah SWT. Banyak Muslim yang menjadikan doa Ayat Kursi Arab sebagai bagian dari zikir harian mereka, baik setelah salat maupun sebelum tidur.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh M. Abdul Ghoffar dkk., surah Al-Baqarah ayat 255 ini disebut dengan Ayat Kursi karena memiliki kedudukan yang besar. Ayat Kursi merupakan ayat yang paling utama dalam Al-Qur'an, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits shahih.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025).

Bacaan Doa Ayat Kursi Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan lengkap doa Ayat Kursi dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang sering diamalkan umat Muslim untuk memohon perlindungan dan keberkahan.

Ayat Kursi Arab:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Ayat Kursi Latin:

Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).

Arti Ayat Kursi:

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Kedudukan Ayat Kursi

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah dalam Al-Qur'an. Ayat ini secara khusus membahas tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT yang mutlak atas seluruh alam semesta, menjadikannya salah satu doa Ayat Kursi Arab paling penting.

Kedudukannya sangat mulia dan sering disebut sebagai "tuan dari ayat-ayat Al-Qur'an yang lain" karena kandungan maknanya yang mendalam dan komprehensif mengenai sifat-sifat Allah. Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dalam bukunya TAFSIR DAN KEUTAMAAN AYAT KURSI menyebutkan bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling mulia di dalam Al-Qur'an. Memahami doa Ayat Kursi Arab ini sangat dianjurkan.

Keagungan Ayat Kursi juga ditegaskan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ubay bin Ka'b, di mana Nabi SAW bertanya tentang ayat Kitabullah yang paling agung, dan Ubay menjawab "Ayat Kursi". Pemahaman mendalam tentang Ayat Kursi sangat dianjurkan.

Ayat ini menghimpun semua sifat kesempurnaan dan keesaan Allah SWT, menjadikannya ayat kekuasaan dan keperkasaan Allah atas hamba-Nya. Kandungan Ayat Kursi mampu menggerakkan hati orang-orang mukmin dengan martabat, kecenderungan, keagungan, dan keindahan sifat-sifat Ilahi.

Tafsir Mendalam Ayat Kursi

Doa Ayat Kursi Arab mengandung penjelasan mendalam tentang sifat-sifat Allah SWT yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Lafaz "Allah tak ada tuhan selain Dia" menegaskan kalimat tauhid, bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Menurut Tafsir Jalalain, ini adalah intisari ajaran Islam dan seluruh syariat sebelumnya, yang berarti tidak boleh memberikan ibadah apapun kepada selain Allah.

Nama-nama Allah, Al-Hayyu (Yang Mahahidup) dan Al-Qayyum (Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya), adalah dua dari Al-Asma' Al-Husna yang menunjukkan bahwa Allah hidup dengan sendirinya dan selamanya. Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berpendapat bahwa kedua nama ini menunjukkan seluruh Al-Asma' Al-Husna yang lain, menegaskan bahwa semua makhluk membutuhkan-Nya dan tidak bisa berdiri tanpa Dia.

Ayat ini juga menjelaskan bahwa Allah tidak dilanda kantuk maupun tidur, menunjukkan kesempurnaan pengawasan-Nya atas segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia tidak lalai terhadap hamba-hamba-Nya. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi menegaskan bahwa seluruh alam semesta adalah milik, ciptaan, dan di bawah kekuasaan Allah.

Mengenai syafaat, Ayat Kursi menyatakan bahwa tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya, dan Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Ini menunjukkan keluasan ilmu-Nya yang meliputi masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, yang ditafsirkan sebagai ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, atau bahkan Kursi itu sendiri yang sangat besar, sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu sebagai tempat kedua telapak kaki Allah. Tafsir ini memperjelas keagungan Ayat Kursi.

Keutamaan Membaca Ayat Kursi

Membaca doa Ayat Kursi Arab memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu keutamaan yang paling dikenal adalah perlindungan dari gangguan setan.

Rasulullah SAW bersabda, "Bila engkau akan beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari." (HR Bukhari). Keutamaan ini menunjukkan betapa pentingnya Ayat Kursi sebagai pelindung.

Selain itu, membaca Ayat Kursi setelah setiap salat wajib juga memiliki keutamaan besar. An-Nasa'i meriwayatkan dalam kitab al-Kubra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membaca Ayat Kursi setiap kali selesai salat, maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalanginya untuk masuk surga sampai dia meninggal." Hadits ini telah dishahihkan oleh Al Albani.

Disunnahkan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, pada dzikir pagi dan sore, serta sebelum tidur, untuk mendapatkan berbagai keberkahan dan perlindungan yang dijanjikan. Ini adalah amalan sederhana dengan pahala yang luar biasa dari Ayat Kursi.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya) Ayat Kursi

Ayat Kursi turun melalui serangkaian kisah yang melibatkan Nabi Muhammad SAW, Abu Hurairah, setan, dan Malaikat Jibril. Kisah ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW menerima zakat berupa kurma yang sangat banyak dan menugaskan Abu Hurairah untuk menjaganya di serambi masjid.

Pada malam hari, seorang anak kecil (yang ternyata adalah setan) datang dan mencuri kurma tersebut. Abu Hurairah menangkap pencuri itu, namun melepaskannya setelah pencuri tersebut memohon dengan alasan kemiskinan dan kelaparan. Kejadian ini terulang hingga tiga kali, dan setiap kali Abu Hurairah melepaskan pencuri itu, Nabi Muhammad SAW selalu memberitahunya bahwa ia telah ditipu.

Pada kali ketiga, Abu Hurairah bertekad untuk tidak melepaskan pencuri tersebut. Saat ditangkap untuk terakhir kalinya, pencuri itu menawarkan sebuah doa keselamatan sebagai ganti kebebasannya. Ia mengatakan bahwa doa tersebut, jika dibaca di pagi hari akan menjaga seseorang sampai sore, dan jika dibaca di sore hari akan menjaga sampai pagi. Doa yang dimaksud adalah doa Ayat Kursi Arab.

Ketika Abu Hurairah melaporkan hal ini kepada Nabi SAW, Malaikat Jibril datang membawa Ayat Kursi dan Nabi SAW membenarkan perkataan setan tersebut, meskipun ia adalah penipu. Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Tafsir Ibnu Katsir oleh Shafiyurrahman Al-Mubarokfuri.

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Ayat Kursi

Doa Ayat Kursi Arab tidak hanya mengandung makna teologis yang mendalam, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Sebuah penelitian berjudul "KANDUNGAN AYAT KURSI DENGAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER (TELAAH TAFSIR TAHLILI )" oleh A. Fajar Awaluddin, mengidentifikasi beberapa nilai karakter penting.

Pertama

Pada bagian awal Ayat Kursi, yang menyatakan "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur," terdapat nilai religius yang kuat. Kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan dan ucapan mendorong manusia untuk menjaga diri dari hal-hal negatif dan selalu berpegang pada nilai-nilai kebaikan.

Kedua

Bagian "Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi" mengajarkan nilai tanggung jawab. Sifat tanggung jawab Allah sebagai Sang Pencipta harus dicontohi oleh hamba-Nya, yang merasa memiliki dan bertanggung jawab atas apa yang dimilikinya sesuai hak dan kewajibannya. Ini juga mencerminkan pentingnya kesadaran akan kepemilikan dan amanah.

Ketiga

Selanjutnya, kalimat "Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya" mengandung nilai disiplin. Ini mengajarkan bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan izin dan sesuai aturan, serta tidak mencederai hak orang lain. Disiplin dalam meminta izin dan menghargai otoritas adalah pelajaran penting dari bagian ini.

Keempat

Bagian "Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka" menekankan pentingnya berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif. Kesadaran akan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu mendorong manusia untuk belajar dari masa lalu, menganalisis masa kini, dan merencanakan masa depan dengan bijak.

Terakhir

Terakhir, "Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung" menanamkan nilai cinta ilmu. Pemahaman akan keluasan ilmu dan kekuasaan Allah mendorong manusia untuk terus mencari pengetahuan, menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap ilmu.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa itu Ayat Kursi?

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah yang menjelaskan keesaan, kekuasaan, dan keagungan Allah SWT.

2. Mengapa dinamakan Ayat Kursi?

Karena menyebut "kursi" Allah yang meliputi langit dan bumi, melambangkan keluasan ilmu dan kekuasaan-Nya.

3. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi?

Mendapat perlindungan dari gangguan setan, penjagaan Allah, serta menjadi sebab masuk surga jika rutin diamalkan.

4. Kapan dianjurkan membaca Ayat Kursi?

Setelah salat wajib, sebelum tidur, serta pada dzikir pagi dan sore.

5. Bagaimana bunyi Ayat Kursi dalam bahasa Arab?

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ... hingga ...وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

6. Apa arti singkat Ayat Kursi?

Menegaskan tiada Tuhan selain Allah, Dia Mahahidup, Maha Mengurus, ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi.

7. Apa nilai karakter yang terkandung dalam Ayat Kursi?

Mengajarkan nilai religius, tanggung jawab, disiplin, berpikir kritis, serta cinta ilmu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |