Doa di Multazam Penting Bagi Jamaah Haji, Begini Bacaan dan Tata Cara Lengkapnya

2 months ago 62

Liputan6.com, Jakarta - Doa di Multazam penting bagi jamaah haji dan umrah yang ingin memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk memohon hajat kepada Allah SWT.

Banyak jemaah bertanya bagaimana tata cara membaca Doa di Multazam dan apa saja dasar klasiknya. Dalam tradisi Islam, tempat ini disebut sebagai area khusus yang sangat dianjurkan untuk berdoa setelah tawaf dan ibadah sunnah lainnya.

Multazam adalah area dinding Ka'bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Dalam kitab-kitab hadis disebutkan bahwa doa di tempat ini sangat mudah dikabulkan bagi siapa pun yang memohon dengan tulus.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar juga menegaskan bahwa Multazam adalah lokasi doa mustajab. Redaksi beliau:

“وهو ما بين الكعبة والحجر الأسود… يُستجاب فيه الدعاء”

yang berarti doa di tempat ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Riwayat Klasik Tentang Multazam

Terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan bagaimana para sahabat mempraktikkan doa di Multazam, termasuk tata cara menempelkan dada, wajah, lengan dan telapak tangan pada dinding Ka’bah.

Salah satu riwayat panjang dari Sunan Abu Daud menyebutkan bagaimana Abdullah bin Umar mencontohkan praktik Rasulullah SAW saat berdiri di Multazam dengan penuh pengharapan.

Riwayat itu berbunyi lengkap dalam bahasa Arab sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ… ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَفْعَلُهُ

Latin: Haddatsanâ Musaddad… tsumma qâla: hakadzâ ra'aitu Rasûlallâh yaf’aluhu.

Artinya: “Musaddad menceritakan… lalu ia berkata: seperti inilah aku melihat Rasulullah melakukannya.”

Riwayat serupa muncul dalam Sunan Ibn Majah, di mana Abdullah bin Amr melakukan hal yang sama setelah menyelesaikan tawaf.

Doa-doa yang Dibaca di Multazam

Riwayat dari Imam Nawawi dalam Al-Adzkar memberi pedoman mengenai doa panjang yang dianjurkan di Multazam. Doa ini berisi pujian kepada Allah, permohonan perlindungan, serta permintaan istiqamah.

اللهم لك الحمد حمداً يوافي نعمك ويكافئ مزيدك…

Allâhumma lakal hamdu hamdan yuwâfî ni‘amaka wa yukâfi‘u mazîdaka…

Artinya:“Ya Allah, bagi-Mu segala pujian yang meliputi seluruh nikmat-Mu…”

Doa ini dibaca dengan penuh kekhusyukan sambil menempelkan wajah dan dada ke dinding Multazam sebagaimana diajarkan para ulama.

Selain doa yang diajarkan Imam Nawawi, jamaah juga diperbolehkan membaca doa pribadi sesuai kebutuhan masing-masing.

Tata Cara Berdoa di Multazam

Berbagai kitab fikih menjelaskan tata cara berdoa di Multazam dengan cukup rinci, dimulai dari menyelesaikan tawaf hingga menempelkan badan ke dinding Ka’bah.

Langkah pertama adalah menyelesaikan tawaf terlebih dahulu, sesuai riwayat sahabat Abdullah bin Umar dalam Sunan Abu Daud dan Ibn Majah.

Setelah tawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim sebelum menuju Multazam.

Di lokasi Multazam, jamaah berdiri di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah sambil merapatkan dada, wajah, lengan dan telapak tangan.

Keutamaan Berdoa di Multazam

Kitab-kitab hadis seperti Musnad Ahmad menyebutkan dengan jelas bahwa doa di Multazam tidak akan ditolak. Imam Ahmad meriwayatkan:

“لا يُسأل الله شيئاً بين الركن والباب إلا أعطاه إياه.”

Artinya: “Tidaklah seseorang berdoa di antara rukun dan pintu Ka’bah, melainkan Allah mengabulkannya.”

Keutamaan ini menjadikan Multazam sebagai titik spiritual yang sangat dicari jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Para ulama juga menyebut Multazam sebagai simbol kedekatan antara hamba dan Tuhannya, tempat curahan munajat tanpa batas.

Perspektif Kitab Klasik dan Modern

Dalam kitab fikih haji klasik, para ulama memberi penjelasan rinci terkait adab berdoa di Multazam. Bagian ini menjadi rujukan utama bimbingan manasik.

Sementara itu, buku panduan haji modern juga menegaskan pentingnya memahami riwayat sahih sebelum mempraktikkan doa di tempat mustajab ini. Beberapa jurnal akademik turut membahas Multazam dari sudut pandang sejarah, arsitektur Masjidil Haram, hingga aspek sosiologi ibadah. Artikel ilmiah dari kampus Islam seperti UIN Jakarta sering mengulas makna spiritual doa dalam Islam, termasuk konteks keberadaan Multazam.

Pemahaman Populer Jamaah Masa Kini

Bagi jamaah Indonesia, Multazam sering dianggap sebagai momen paling emosional dalam rangkaian haji. Banyak jamaah menghabiskan waktu lama untuk berdoa di titik ini. Pemandu haji pun biasanya menyiapkan sesi khusus bagi jamaah agar bisa mendekat ke Multazam, terutama di luar waktu padat. Multazam juga dipandang sebagai tempat curahan doa yang paling personal, karena jamaah menempelkan tubuh langsung pada dinding Ka’bah. Berbagai buku panduan haji lokal turut memasukkan doa-doa khusus yang direkomendasikan untuk dibaca di Multazam.

Informasi Praktis Bagi Jamaah

Sebelum mengarah ke Multazam, jamaah dianjurkan mempersiapkan doa-doa pribadi agar tidak bingung saat berada di lokasi. Situasi di area Multazam biasanya sangat padat, sehingga jamaah perlu memperhatikan keselamatan dan menghindari dorong-mendorong. Pemerintah Arab Saudi juga mengingatkan jamaah untuk selalu mengikuti arahan petugas Masjidil Haram ketika ingin mendekat ke area pintu Ka’bah. Jamaah diperbolehkan membaca doa dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia sesuai pemahaman masing-masing.

Setelah memahami seluruh penjelasan, semakin jelas bahwa Doa di Multazam bukan sekadar amalan sunnah, tetapi tradisi ibadah penuh makna yang dihidupkan dari zaman Nabi hingga hari ini.

People Also Talk

1. Apa waktu terbaik menuju Multazam?Biasanya setelah selesai tawaf atau di saat jamaah tidak terlalu padat.

2. Apakah doa di Multazam pasti dikabulkan?Dalam riwayat disebutkan sangat mustajab, namun tetap sesuai kehendak Allah.

3. Bolehkah berdoa dengan bahasa sendiri?Boleh, termasuk bahasa Indonesia.

4. Apakah perempuan juga boleh berdoa di Multazam?Boleh, imam dan ulama tidak membedakan.

5. Apakah harus menempelkan dada ketika berdoa?Sunnah berdasarkan riwayat sahabat, namun tidak wajib.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |