Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa dan mulia, sering disebut sebagai "Bulan Allah". Rangkaian setelah Rajab adalah Sya'ban, sehingga kedua bulan ini disebut sebagai gerbang Ramadhan.
Dalam tradisi Islam di Nusantara, pada Rajab dan Sya'ban terdapat amalan doa yang begitu populer, yaitu doa keberkahan umur. Mengutip Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin: Kajian Hadis Doa Memasuki Bulan Rajab, Moh. Farhan Abdul Ghoni menjelaskan, doa ini tidak hanya dibaca sendiri-sendiri oleh umat muslim tapi juga secara bersama-sama setiap kali selesai adzan atau yang lebih populer sebagai pujian.
"Bahkan di sebagian tempat doa ini juga dijadikan sebagai background sebuah himbauan atau pengumuman untuk acara-acara keislaman," demikian tertulis dalam Ushuly.
Berikut ini adalah doa memohon keberkahan umur di bulan Rajab dan Sya’ban, sekaligus analisis kualitas dalil dan hikmahnya untuk umat Islam.
1. Doa Keberkahan Umur pada Malam 1 Rajab Rasulullah
Merujuk Ushully, doa keberkahan umur diriwayatkan dalam hadis yang kemudian dikutip oleh para ulama klasik, di antaranya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam Al-Adzkâr.
Doa Malam 1 Rajab Rasulullah
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan."
Doa ini bersumber dari sebuah hadist riwayat Bukhari, yaitu:
إِنَّ نَبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: Sesungguhnya, Nabi Saw. apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. (HR. Bukhari).
2. Doa Keberkahan Umum Rasulullah versi Panjang
Tercatat dalam kitab yang sama, merunut dalam Mafâtih al-Jinân, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat hilal atau bulan sabit penanda tibanya bulan Rajab, beliau berdoa, dengan lafal lebih lengkap (panjang):
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلَّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظ اللِّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ
Latin: Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna syahra Ramadhana wa a'inna 'ala ash-shiyami wal-qiyami wa hifzhil-lisani wa ghadhdhil-bashari wa laa taj'al hazhzhana minhu al-ju'a wal-'athasya.
Artinya: "Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus."
Doa Malam 1 Rajab Ali bin Abi Thalib RA
Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab al-Ghun-yah meriwayatkan, Sayyidina Ali karramallahu wajhah mengintensifkan diri beribadah pada empat malam dalam setahun. Di antaranya adalah malam pertama bulan Rajab.
Di antara doa Ali RA pada malam-malam tersebut adalah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات
Latin: Allahumma shalli ‘alā Muḥammadin wa ālihi maṣābīḥil-ḥikmah, wa mawālīn-ni‘mah, wa ma‘ādinil-‘iṣmah, wa‘ṣimnī bihim min kulli sū’, wa lā ta’khudhnī ‘alā girrah, wa lā ‘alā ghaflah, wa lā taj‘al ‘awāqiba amrī ḥasratan wa nadāmah, warḍa ‘annī; fa inna maghfirataka liẓ-ẓālimīn, wa anā minaẓ-ẓālimīn.
Allahummaghfir lī mā lā yaḍurruka, wa a‘ṭinī mā lā yanfa‘uka, fa innaka al-wāsi‘atu raḥmatuhu, al-badī‘atu ḥikmatuhu, fa a‘ṭinī as-sa‘ata wad-da‘ata, wal-amna waṣ-ṣiḥḥata, wasy-syukra wal-mu‘āfāta wat-taqwā, wa afriġiṣ-ṣabra waṣ-ṣidqa ‘alayya wa ‘alā awliyā’ika, wa a‘ṭinī al-yusra, wa lā taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa‘mmim bidzālika ahlī wa waladī wa ikhwanī fīka, wa man waladanī, minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu’minīna wal-mu’mināt.
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat ta'dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami sebab (keberkahan) mereka-dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam kondisi tertipu, tidak pula dalam keadaan lupa. Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhailah kami. Sesungguhnya ampunan-Mu bagi orang-orang yang zalim, dan aku bagian orang yang zalim itu. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan-Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk-Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat-Nya. Hikmahnya yang sangat indah. Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mu'minin mu'minat.".
Analisis Kualitas Hadis Sumber Doa
Merujuk Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin: Kajian Hadis Doa Memasuki Bulan Rajab, doa-doa Rasulullah sebagaimana disebut di atas tersebut bersumber dari riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad Ahmad (Juz 4, hal. 180, hadis nomor 2346).
- Kualitas Sanad (Rantai Perawi): Dinilai Dha'if (Lemah). Hal ini disebabkan adanya dua perawi dalam sanadnya yang bermasalah menurut kritikus hadis, yaitu:
- Ziyad bin Abdullah al-Numayri: Disepakati oleh para kritikus sebagai perawi yang lemah (dha'if).
- Zaidah bin Abi al-Ruqad: Dinyatakan sebagai perawi yang diingkari hadisnya (munkar al-hadis).
- Kualitas Matan (Redaksi Doa): Meskipun sanadnya lemah, redaksi atau isi doa ini dianggap Shahih (Benar) karena isinya baik, tidak mengandung penyimpangan, dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.
Anjuran Ulama Terkait Doa Keberkahan Umur
Meskipun terdapat catatan pada kualitas sanad, para ulama tetap menganjurkan dan mengamalkan doa ini sebagai bagian dari fadha’ilul a’mal (keutamaan amal).
- Persiapan Ramadhan: Ulama menekankan bahwa bulan Rajab adalah momen untuk meningkatkan ketaatan agar saat memasuki Ramadhan, kualitas ibadah sudah lebih baik daripada bulan-bulan sebelumnya.
- Waktu Pengamalan: Doa ini banyak diamalkan oleh para ulama dan orang-orang saleh sejak awal memasuki bulan Rajab. Di masyarakat, doa ini sering dibaca bersama-sama setelah adzan (pujian) atau dibacakan oleh imam setelah shalat fardhu.
- Anjuran Tambahan: Selain doa keberkahan umur, ulama seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dan Imam Ali bin Abi Thalib menyarankan untuk mengkhususkan ibadah pada malam pertama bulan Rajab dengan doa-doa permohonan ampunan dan perlindungan dari kelalaian.
Doa keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban merupakan warisan spiritual yang berharga. Walaupun hadis pendukungnya secara formal sanad dikategorikan lemah, secara substansi doa ini sangat dianjurkan karena mencerminkan kerinduan seorang hamba untuk dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dalam keadaan penuh berkah.
Hikmah Doa Keberkahan Umur di Bulan Rajab dan Sya'ban
Berdasarkan sintesis dari jurnal ilmiah Moh. Farhan Abdul Ghoni dan panduan praktis Abu Ziyad, membaca doa keberkahan umur di bulan Rajab dan Sya’ban bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan memiliki hikmah mendalam sebagai berikut:
1. Membangun Kesadaran Spiritual
Membaca doa ini sejak awal Rajab berfungsi sebagai "alarm" bagi seorang Muslim bahwa bulan suci Ramadan sudah dekat. Hikmahnya adalah agar transisi spiritual tidak terjadi secara mendadak, sehingga jiwa sudah mulai tenang dan terbiasa dengan iklim ibadah sebelum memasuki bulan puasa.
2. Menanamkan Orientasi Keberkahan
Dalam ulasan Abu Ziyad, ditekankan bahwa yang diminta bukan sekadar "panjang umur", melainkan "keberkahan umur". Hikmahnya adalah kesadaran bahwa kualitas waktu jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Umur yang berkah adalah umur yang diisi dengan ketaatan dan manfaat, bukan kelalaian.
3. Manifestasi Kerinduan kepada Ibadah
Redaksi wa ballighna Ramadhana (sampaikan kami pada Ramadan) menunjukkan kerinduan yang mendalam. Hikmahnya adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap perintah Allah. Seorang mukmin yang berdoa demikian menunjukkan bahwa baginya Ramadan adalah hadiah yang dinanti, bukan beban yang dihindari.
4. Sarana Tarbiyah Disiplin Diri
Rajab dianggap bulan menanam dan Sya'ban bulan menyiram. Hikmah membaca doa ini adalah memotivasi diri untuk mulai disiplin menjaga lisan, mata, dan hati (sebagaimana disebutkan dalam variasi doa di Ebook Amalan Rajab), sehingga saat Ramadan tiba, seseorang sudah dalam kondisi "siap tempur" secara batiniah.
5. Perlindungan dari Kematian yang Lalai
Sesuai dengan kutipan doa Imam Ali bin Abi Thalib, hikmah berdoa di waktu-waktu ini adalah memohon agar Allah tidak mencabut nyawa kita dalam keadaan ghirrah (tertipu dunia) atau ghaflah (lalai). Doa ini menjadi perisai agar sisa umur kita berakhir dengan husnul khatimah, bukan penyesalan (hasratan wa nadamah).
People Also Ask:
Doa berkah bertambah usia?
Dengan mengucapkan “Barakallah fii umrik,” seseorang berharap agar Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, dan umur panjang yang penuh dengan kebaikan kepada orang yang berulang tahun.
Doa memohon rezeki yang berkah dan umur panjang.?
“Allahumma aktsir maalii, wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii, wa athil hayaatii 'ala tho'atik, wa ahsin 'amalii, waghfir lii.” Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri.
Doa apa saja yang harus dibaca di bulan Rajab?
Doa utama bulan Rajab adalah memohon keberkahan dan umur panjang hingga Ramadhan: "Allahumma barik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana" (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan), yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu, dianjurkan memperbanyak istighfar, bershalawat, dan amalan ibadah lainnya karena bulan Rajab termasuk bulan haram yang istimewa.
Doa berkah umur untuk diri sendiri?
Allāhumma lakal-ḥamdu 'alā mā an'amta 'alayya min 'umurin wa ṣiḥḥatin wa īmān, fataqabbal syukrī wa zidnī min faḍlik. Arti: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas nikmat umur, kesehatan, dan iman. Terimalah syukurku, dan tambahkan karunia-Mu.”

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)