Doa Iftitah Pendek Sesuai Sunnah Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya

3 months ago 58

Liputan6.com, Jakarta - Doa iftitah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan saat memulai salat. Membaca doa Iftitah pendek sesuai sunnah membantu fokus dan menghadirkan hati dalam ibadah. Ini adalah pembuka yang baik sebelum membaca Al-Fatihah, mengawali komunikasi spiritual dengan Allah SWT.

Meskipun sunnah, doa iftitah memiliki keutamaan besar dalam meningkatkan kualitas salat. Dengan mengamalkan doa Iftitah pendek sesuai sunnah, umat Muslim merasakan ketenangan dan kekhusyukan mendalam. Hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW sering meluangkan waktu sejenak setelah takbiratul ihram untuk membaca doa ini. Mengutip dari Fiqh Islam (1954) karya Sulaiman Rasjid, kebiasaan Rasulullah SAW berdiam sejenak setelah takbiratul ihram sebelum membaca surat Al-Fatihah adalah momen mengucapkan doa iftitah.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025).

Bacaan Doa Iftitah Pendek Sesuai Sunnah

Terdapat beberapa variasi bacaan doa Iftitah pendek sesuai sunnah yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Mengamalkan bacaan ini dapat memperkaya ibadah salat kita. Berikut adalah beberapa di antaranya yang paling umum dan bersumber dari hadis shahih:

  • Doa Iftitah dari Umar bin Khattab

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Arab latin: Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

    Artinya: "Maha suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Nama-Mu penuh keberkahan, keagungan-Mu begitu tinggi, dan tidak ada Tuhan selain Engkau."

    Bacaan ini juga diriwayatkan oleh Aisyah RA melalui perawi Abu Daud dan Ad-Daruquthni. Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa doa ini disunnahkan dalam salat wajib.

  • Doa Iftitah dari Abu Hurairah

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَجِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِوَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Arab latin: Allahumma baid baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaya bilma'i wats tsalji wal barad.

    Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, bersihkan aku dengan air, salju, dan embun."

Hukum Membaca Doa Iftitah

Hukum membaca doa iftitah dalam salat adalah sunnah menurut mayoritas ulama. Ini berarti salat tetap sah meskipun doa iftitah tidak dibaca, namun membacanya mendatangkan pahala dan keutamaan tambahan.

Menurut buku Seri Fiqih Kehidupan (3): Shalat (2017) karya Ahmad Sarwat, mayoritas ulama sepakat bahwa membaca doa iftitah hukumnya sunnah. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pandangan di kalangan mazhab fiqih.

Ulama dari mazhab Maliki berpendapat bahwa doa ini bukan bagian dari amalan sunnah. Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, banyak riwayat hadis menunjukkan Rasulullah SAW sering membaca doa iftitah dalam salatnya, menegaskan anjuran untuk mengamalkannya.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

Meskipun hukumnya sunnah, membaca doa iftitah memiliki berbagai keutamaan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah salat seorang Muslim. Keutamaan ini mendorong umat Muslim untuk senantiasa mengamalkannya pada rakaat pertama salat.

Menurut buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah (2019) karya Kustiana Mara, doa iftitah berhukum sunnah. Ini berarti ada pahala besar bagi yang mengamalkannya, meskipun tidak wajib.

  1. Membuat ibadah menjadi lebih fokus.
  2. Menghadirkan perasaan tenang.
  3. Meningkatkan kualitas salat.
  4. Mengakui kelemahan serta ketergantungan pada Allah Swt.

Waktu Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah dibaca pada waktu yang spesifik dalam rangkaian salat. Waktu yang tepat untuk membaca doa iftitah adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama salat.

Penting untuk diingat bahwa doa ini hanya dibaca pada rakaat pertama saja. Jika seseorang lupa membacanya pada rakaat pertama, ia tidak perlu menggantinya pada rakaat kedua atau selanjutnya.

Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Kitab Shifat Ash-Shalah min Syarh Al-‘Umdah menyatakan, "Jika ada yang lupa membaca doa istiftah pada tempatnya, maka ia tidak perlu mengganti di rakaat kedua." Hal ini menegaskan sifat sunnah dari doa iftitah.

Berbagai Variasi Doa Iftitah Lainnya

Selain bacaan doa Iftitah pendek sesuai sunnah yang telah disebutkan, terdapat beberapa bentuk doa iftitah lain yang juga diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Para ulama menganjurkan untuk mengamalkan doa-doa ini secara bergantian untuk menghidupkan sunnah dan mendapatkan keberkahan dari berbagai riwayat.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah dalam Manhajus Salikin menyebutkan bahwa selain doa iftitah yang umum, bisa juga membaca doa istiftah lainnya yang berasal dari Nabi SAW. Ini menunjukkan kekayaan pilihan dalam mengamalkan sunnah.

  • Doa Iftitah dari Ali bin Abi Thalib

    وَجَّهْتُ وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَثَمَانِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ المسلمين.

    Arab latin: Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifan wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

    Artinya: "Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh keikhlasan dan ketundukan. Aku bukan bagian dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan keyakinan ini aku diperintahkan, serta aku termasuk dalam golongan kaum muslimin."

    Bacaan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi serta disahihkan oleh Ali bin Abi Thalib.

  • Doa Iftitah untuk Sholat Malam

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab latin: ALLOHUMMA ROBBA JIBROO-AILA WA MII-KA-IILA WA ISROOFIILA, FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI ‘ALIIMAL GHOIBI WASY SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAYNA ‘IBAADIKA FIIMAA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN, IHDINII LIMAKHTULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK, INNAKA TAHDII MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTIM MUSTAQIIM

    Artinya: "Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki).” (HR. Muslim, no. 770)

  • Doa Iftitah Lainnya

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    Arab latin: ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILA A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONI MIN NAFKHIHI, WA NAFTSHIHI, WA HAMZIH

    Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan).” (HR. Abu Daud, no. 764; Ibnu Majah, no. 807; Ahmad, 4:80,85).

    Para ulama seperti Ibnu Taimiyah, Syaikh As-Sa’di, Syaikh Ibnu Baz, dan Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan bahwa dianjurkan mengamalkan doa istiftah di atas secara bergantian, kadang membaca yang satu, di kesempatan yang lainnya membaca doa istiftah lainnya, sebagaimana disebutkan dalam Mulakhash Fiqh Al-‘Ibadat (2019).

FAQ

  1. Apa itu doa iftitah?

    Doa iftitah adalah bacaan pembuka dalam salat yang diucapkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama. Tujuannya adalah untuk memuji Allah SWT dan memohon ampunan, sebagai persiapan spiritual sebelum memasuki inti ibadah salat.

  2. Apakah hukum membaca doa iftitah wajib?

    Tidak, hukum membaca doa iftitah adalah sunnah menurut mayoritas ulama. Ini berarti salat tetap sah meskipun doa iftitah tidak dibaca, namun membacanya akan memberikan pahala dan keutamaan tambahan bagi yang mengamalkannya.

  3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa iftitah?

    Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama salat. Doa ini tidak dibaca pada rakaat-rakaat berikutnya.

  4. Apakah ada perbedaan bacaan doa iftitah?

    Ya, terdapat beberapa variasi bacaan doa iftitah yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, seperti doa dari riwayat Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Hurairah. Para ulama menganjurkan untuk mengamalkan variasi-variasi ini secara bergantian.

  5. Apa keutamaan membaca doa iftitah?

    Membaca doa iftitah memiliki beberapa keutamaan, di antaranya membuat ibadah lebih fokus, menghadirkan perasaan tenang, meningkatkan kualitas salat, dan mengakui kelemahan serta ketergantungan pada Allah SWT.

  6. Bagaimana jika lupa membaca doa iftitah?

    Jika seseorang lupa membaca doa iftitah pada rakaat pertama, salatnya tetap sah dan ia tidak perlu menggantinya pada rakaat berikutnya. Doa iftitah adalah amalan sunnah, sehingga tidak membatalkan salat jika ditinggalkan.

  7. Apakah doa iftitah hanya untuk salat fardhu?

    Doa iftitah dianjurkan untuk dibaca baik dalam salat fardhu maupun salat sunnah. Para ulama menyebutkan bahwa doa iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama setiap sholat, dan merupakan sunnah muakkadah yang lebih baik untuk selalu diamalkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |