Liputan6.com, Jakarta - Bagi setiap muslimah, menjaga kebersihan dan kesucian diri merupakan aspek fundamental dalam menjalankan ibadah. Salah satu kewajiban penting setelah berakhirnya masa haid adalah melaksanakan mandi wajib atau mandi junub.
Proses ini tidak hanya membersihkan fisik, tetapi juga mengembalikan seorang wanita ke dalam keadaan suci sehingga dapat kembali menunaikan salat, puasa, dan ibadah lainnya yang terlarang saat haid.
Kunci utama dalam kesahihan mandi wajib terletak pada niat yang tulus dan diucapkan dengan benar. Niat ini menjadi pembeda antara mandi biasa dengan mandi untuk menghilangkan hadas besar. Tanpa niat yang benar, mandi wajib tidak akan sah, sehingga ibadah yang dilakukan setelahnya pun tidak diterima.
Artikel Liputan6.com ini akan mengupas tuntas mengenai doa mandi wajib setelah haid, termasuk lafal niat yang bisa digunakan, serta panduan langkah demi langkah tata cara mandi wajib sesuai sunnah, Jumat (19/12/2025).
Pentingnya Niat dan Doa Mandi Wajib Setelah Haid
Niat merupakan rukun pertama dan terpenting dalam pelaksanaan mandi wajib setelah haid. Niat ini diucapkan dalam hati atau dilafalkan pada awal saat akan memulai mandi, sebagai penegasan maksud untuk menghilangkan hadas besar karena haid.
Lafal niat mandi wajib setelah haid yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid karena Allah Taala."
Selain lafal tersebut, muslimah juga dapat menggunakan niat dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna serupa, seperti: "Saya niat mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadas besar setelah haid karena Allah Ta'ala." Pengucapan niat ini menjadi penentu sah atau tidaknya mandi wajib yang dilakukan.
Langkah-langkah Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Sunnah
Untuk memastikan mandi wajib setelah haid sah dan sempurna, ada beberapa langkah yang perlu diikuti sesuai tuntunan syariat Islam. Setiap tahapan memiliki tujuan untuk membersihkan diri secara menyeluruh dari hadas besar.
- Bacalah niat mandi wajib setelah haid yang telah disebutkan di atas.
- Kemudian, basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali dengan air mengalir, pastikan sela-sela jari juga dibersihkan.
- Setelah itu, bersihkan area kemaluan dan dubur menggunakan tangan kiri dengan air mengalir hingga benar-benar bersih dari sisa darah haid atau kotoran lainnya.
- Lanjutkan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau sejenisnya untuk menghilangkan kotoran dan bau setelah membersihkan kemaluan.
- Setelah tangan bersih, lakukan wudhu secara sempurna seperti hendak menunaikan salat.
- Selanjutnya, tuangkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali hingga bagian pangkal rambut basah, sambil menggosok atau menyela rambut. Penting untuk diketahui bahwa bagi wanita, tidak wajib melepas ikat rambut saat mandi wajib junub setelah aktivitas seksual, dan hal ini juga berlaku untuk mandi wajib setelah haid.
- Setelah membasuh rambut, guyur seluruh tubuh secara berurutan, dimulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan sisi kiri juga tiga kali. Pastikan seluruh badan bagian luar terguyur air, termasuk rambut dan bulu-bulunya, serta air bisa mengalir sampai ke kulit dan pangkal rambut/bulu.
- Gosok-gosok tubuh bagian depan maupun belakang, dan sela-sela lipatan kulit untuk memastikan kebersihan maksimal.
- Terakhir, setelah semua langkah pensucian hadas besar selesai, muslimah dapat melanjutkan rangkaian mandi seperti biasa, seperti memakai sampo, sabun, dan lainnya sampai tuntas. Apabila setelah mandi wajib akan menunaikan salat, bisa kembali berwudhu seperti biasa.
Doa Setelah Selesai Mandi Wajib
Setelah selesai melaksanakan seluruh rangkaian mandi wajib, disunnahkan untuk membaca doa sebagai bentuk penyempurnaan ibadah dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Doa ini serupa dengan doa setelah berwudhu, yang menunjukkan kesucian lahir dan batin.
Bacaan doa setelah mandi wajib adalah:
اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
"Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiina."
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh"
Dengan membaca doa ini, seorang muslimah tidak hanya membersihkan diri secara fisik, tetapi juga meneguhkan keimanannya dan memohon agar selalu termasuk golongan orang-orang yang suci dan bertobat.
FAQ
Apa niat doa mandi wajib setelah haid?
Niat doa mandi wajib setelah haid adalah "Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa" yang berarti "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan haid karena Allah Taala."
Bagaimana tata cara mandi wajib setelah haid yang benar?
Tata caranya meliputi membaca niat, mencuci kedua telapak tangan, membersihkan kemaluan, mencuci tangan dengan sabun, berwudhu, mengguyur kepala tiga kali, kemudian mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri, dan dilanjutkan mandi seperti biasa.
Apakah wanita wajib melepas ikat rambut saat mandi wajib setelah haid?
Tidak, bagi wanita tidak wajib melepas ikat rambut saat mandi wajib setelah haid, asalkan air dapat mencapai pangkal rambut atau kulit kepala.
Apa doa yang dibaca setelah selesai mandi wajib?
Setelah selesai mandi wajib, disunnahkan membaca doa: "Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiina."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)