Liputan6.com, Jakarta - Doa mengusap kepala anak yatim menjadi salah satu kesunnahan yang diatur syariat. Dalam khazanah Islam, anak yatim memiliki status tersendiri di luar pengertiannya yang hanya sekadar 'anak yang ditinggal mati ayah'. Islam begitu memuliakan dan melindungi anak yatim.
Dalam terminologi fikih, yatim adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya sebelum baligh. Jika ayahnya wafat setelah ia baligh, maka tidak lagi disebut yatim. Hal ini karena ayah merupakan penanggung jawab nafkah dan pendidikan.
Perlindungan ini diperintahkan langsung Allah SWT dalam surat Adh-Dhuha ayat 9, yang artinya: "Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." (QS. Adh-Dhuha: 9). Di sisi lain, perintah untuk melindungi anak yatim termaktub dalam surat Annisa ayat 36, yang artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim…"(QS. An-Nisa: 36).
Dalam Buku Wawasan Al-Qur’an, Prof KH M Quraish Shihab membahas dimensi sosial anak yatim, bahwa Islam mendorong pemeliharaan penuh kasih sayang. Memuliakan anak yatim bukan hanya memberi nafkah, tetapi juga pendidikan, kasih sayang, dan perlindungan.
Berikut ini adalah doa mengusap kepala anak yatim yang tak hanya disunnahkan di hari tertentu saja, melainkan tiap waktu sebagai bentuk kasih sayang, walau tak semuanya berbentuk materi.
Doa Mengusap Kepala Anak Yatim
Berikut ini adalah doa yang dincontohkan Nabi SAW saat mengusap kepala anak yatim.
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺧْﻠُﻒْ ﺟَﻌْﻔَﺮًﺍ ﻓِﻲ ﻭَﻟَﺪِﻩِ
Latin: Allāhumma ikhluf Ja‘faran fī waladih.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah pengganti Ja’far pada anaknya.
Doa ini termaktub dalam hadis yang dirieayatkan Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib RA berkisah sebagai berikut:
ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻲ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻣَﺴَﺢَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺧْﻠُﻒْ ﺟَﻌْﻔَﺮًﺍ ﻓِﻲ ﻭَﻟَﺪِﻩِ
Latin: Tsumma masaḥa ‘alā ra’sī ṯalāṯan, wa qāla kullamā masaḥa: Allāhumma ikhluf Ja‘faran fī waladih.
Artinya: Kemudian Nabi saw mengusap kepalaku sebanyak tiga kali. Setiap kali mengusap, beliau berdoa; Ya Allah, jadikanlah pengganti Ja’far pada anaknya.
Hadis ini diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam Sunan al-Kubra (no. 8649), Ibnu Hibban, dan Ahmad dengan berbagai lafaz. Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini juga mengandung makna permohonan agar keturunan Ja‘far mendapat keberkahan, perlindungan, dan rahmat Allah sebagai pengganti kasih sayang ayahnya yang gugur syahid.
Perlu diketahui, Ja‘far adalah saudara lelaki Ali bin Abi Thalib RA. Dia gugur dalam perang Mu’tah (tahun 8 H). Ketika Rasulullah SAW menerima kabar syahidnya, beliau mendatangi keluarga Ja‘far, lalu menghibur anak-anaknya.
Doa Mengusap Kepala Anak Yatim (versi 2)
Selain doa Rasulullah di atas, Imam al-Nawawi dalam kitabnya Faidul Qadir sebagaimana dinukil al-Munawi dalam Faidh al-Qadir menganjurkan kita untuk membaca doa berikut tatkala mengusap kepala anak yatim. Berikut doanya:
جَبَّرَ اللهُ يُتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلْفًا مِنْ أَبِيْكَ
Latin: Jabbara Allāhu yutmaka, wa ja‘alaka khalafan min abīka.
Artinya: Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti dari ayahmu (al-Munawi, Faidh al-Qadir, [Mesir, al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubra: 1356 H], jilid 1, halaman 108).
Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa‘d dalam Thabaqāt al-Kubra dan disebut juga dalam riwayat-riwayat sejarah sirah. Meskipun tidak sepopuler hadis-hadis sahih di Bukhari-Muslim, namun maknanya sesuai dengan tuntunan Nabi dalam menghibur anak yatim.
Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani, doa Nabi kepada anak-anak Ja‘far adalah teladan bahwa anak yatim bukan hanya diberi nafkah, tetapi juga diberi penguatan psikologis melalui doa dan kasih sayang.
Cara Mengusap Kepala Anak Yatim
Imam al-Nawawi dalam kitabnya Faidul Qadir mengajurkan kita untuk mengasihi anak yatim. Salah satunya caranya dengan mengusap kepala karena hal tersebut merupakan bentuk ekspresi kasih sayang.
Tradisi baik itu bersumber dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Umamah, yang artinya:
Artinya: Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya. (Musnad Ahmad, 7/36).
Berikut ini tata cara mengusap kepala anak yatim:
- Cara mengusap kepala anak yatim yakni dari atas kepala ke arah depan
- Sedangkan selain anak yatim, yakni dari atas kepala ke arah belakang
- Mengusap kepala anak yatim di atas dianjurkan untuk dilakukan hingga sampai tiga kali.
Tata cara tersebut bersumber dari Imam Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir, yang artinya: Sesungguhnya anak yatim diusap dari bagian atas kepalanya hingga bagian depannya. Selain anak yatim kebalikannya. Zainul Hafidz Al-Iraqi berkata; Terdapat dalam hadis Ibnu Abi Awfa bahwa ketika mengusap kepala anak yatim dianjurkan membaca; Jabarollaahu yutmaka wa ja’alaka kholfan min abiika (Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu).
Tata cara ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad bahwa Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib ketika masih kecil dan ayahnya, Ja’far, mati syahid dalam perang, dia diusap kepalanya oleh Nabi SAW sebanyak tiga kali, sebagaimana disebut di pembahasan doa mengusap kepala anak yatim di atas.
Mengusap kepala anak yatim hanyalah salah satu implementasi dari anjuran perlakuan umat Islam kepada anak yatim. Berikut ini adalah penjelasan kewajiban umat Islam terhadap anak yatim.
Kewajiban Umat Islam kepada Anak Yatim
Berikut ini adalah kewajiban umat Islam kepada anak yatim, merujuk Buku Tafsir Ibn Katsir, Buku Tafsir al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an, dan Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab al-Nawawi:
1. Memelihara dan Mengasuh Anak Yatim
Islam memerintahkan agar anak yatim dijaga dan tidak dizalimi. Dasar dalilnya adalah QS. Adh-Dhuha: 9:
"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." (QS. Adh-Dhuha: 9)
Dalam Tafsir Ibn Katsir dijelaskan, ayat ini melarang memperlakukan anak yatim dengan kasar, baik secara fisik, verbal, maupun hak-haknya.
2. Memuliakan dan Menyayangi Anak Yatim
Umat Islam diwajibkan menghormati dan memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang. Dasarnya adalah QS. Al-Fajr: 17:
"Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim." (QS. Al-Fajr: 17)
Ayat ini mengecam orang yang tidak menghormati anak yatim, sehingga memuliakan mereka adalah kewajiban sosial yang bernilai ibadah.
3. Amanah Menjaga dan Mengelola Hartanya
Jika anak yatim memiliki harta, umat Islam wajib mengelolanya dengan amanah sampai ia dewasa. Hal ini berdasar ayat Al-Quran Surat Al-An'an ayat 152, yang artinya:
"Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, hingga ia dewasa." (QS. Al-An‘am: 152)
Pesan tegas ayat ini adalah larangan keras mengganggu harta yatim. Hanya boleh digunakan untuk kemaslahatan anak yatim, bukan kepentingan pribadi.
4. Memberikan Nafkah kepada Anak Yatim
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim (di surga) seperti ini.” (HR. al-Bukhari, no. 5304)
Mengasuh yatim berarti memenuhi kebutuhan lahir (nafkah) dan batin (pendidikan serta kasih sayang).
5. Memberi Perlindungan Sosial
Anak yatim adalah kelompok rentan. Islam mewajibkan umat menjaga mereka dari penelantaran. Hal ini ditegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 220, yang artinya:
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: memperbaiki keadaan mereka adalah baik." (QS. Al-Baqarah: 220).
Ayat ini menegaskan bahwa memperhatikan kebutuhan anak yatim, baik lahir maupun batin, adalah bentuk kebaikan yang diperintahkan Allah.
Keutamaan Menyayangi Anak Yatim
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din mengungkapkan, menyayangi yatim adalah cara mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan sosial. menekankan bahwa menyantuni yatim bukan sekadar materi, tetapi juga kasih sayang, bimbingan, dan perlindungan.
Dirangkum dari pandangan ulama, Prof KH Quraish Shihab dan ulama lainnya membeberkan keutamaan memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang:
1. Dekat dengan Rasulullah SAW di Surga
Keutamaan menyayangi anak yatim adalah dekat dengan Nabi di surga. Ini menunjukkan tingginya derajat orang yang menyayangi yatim. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim (di surga) seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya sedikit.(HR. al-Bukhari, no. 5304)
2. Hati Menjadi Lembut
Menyayangi anak yatim dapat melembutkan hati yang keras dan menumbuhkan empati.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya seseorang tentang hatinya yang keras, lalu beliau menjawab, yang artinya: “Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”(HR. Ahmad, no. 23408)
3. Jaminan Perlindungan dari Allah
Memuliakan anak yatim adalah bentuk ketaatan yang mendatangkan rahmat Allah, sementara mengabaikannya menjadi sebab kemurkaan-Nya. Allah mencela orang yang tidak memuliakan anak yatim:
“Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim.”(QS. Al-Fajr: 17)
4. Pahalanya Besar seperti Jihad
Dalam beberapa riwayat, menyantuni anak yatim disamakan dengan pahala orang yang berjihad, shalat malam, dan berpuasa sunnah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang berusaha membantu janda dan orang miskin, seperti mujahid di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari.”(HR. al-Bukhari, no. 6006; Muslim, no. 2982).
Demikian pembahasan mengenai doa mengusap kepala anak yatim, tata cara hingga keutamannya. Semoga bermanfaat. Wallahua'lam bishawab.
People also Ask:
1. Apa bacaan mengusap kepala anak yatim?
Zainul Hafidz Al-Iraqi berkata; Terdapat dalam hadis Ibnu Abi Awfa bahwa ketika mengusap kepala anak yatim dianjurkan membaca; Jabarollaahu yutmaka wa ja'alaka kholfan min abiika (Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu).
2. Apa doa ketika mengusap kepala?
Hanya saja agar wudhu lebih sempurna, disunahkan untuk mengusap seluruh kepala sambil membaca doa ketika mengusap kepala saat wudhu berikut. Allahumma harrim sya'ri wa basyari 'alan nari wa adzilni tahta 'arsyika yauma la dzilla illa dzilluka.
3. Apa doa khusus untuk anak yatim?
“Ya Allah, limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada anak-anak yatim piatu. Berikan mereka kebahagiaan, kesehatan, dan masa depan yang cerah. Jadikan mereka anak-anak yang saleh dan salihah, yang kelak membanggakan di dunia dan akhirat.”
4. Berkah mengelus kepala anak yatim?
Pahala mengusap kepala anak yatim, semata-mata karena Allah, akan mendapatkan kebaikan sebanyak helai rambut yang diusap, dan juga dapat melembutkan hati yang keras serta mendatangkan rasa empati bagi pelakunya, serta sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian yang tinggi di mata Allah SWT.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)








